
"Kak Cantika ayooo!" teriak Reno
"Omaaa jangan lupa bekalnya!"Reno mengingatkan Oma untuk menyiapkan bekal untuk liburan kali ini.
"Renoo ayo bantu kak Tika !" Reno pun berlari ke kamar kakaknya.
"Bagaimana sudah siap semua?" tanya papa Jason .
"Siap pa!" Reno paling bersemangat untuk liburan kali ini.
Setelah semua perbekalan dan perlengkapan yang akan dibawa telah masuk bagasi mobil. Perjalanan liburan dimulai.
Sepanjang perjalanan hanya Reno yang terlihat sangat menikmati liburan ini .
Perjalanan cukup panjang membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam.
Mereka melewati jalan yang cukup berliku dengan pemandangan gunung , sawah dan jurang di kanan atau kiri mereka.
Pemandangan yang super sejuk dan indah itu cukup membuat pikiran kita segar kembali, ditambah lagi udara dingin dan bau khas pohon Pinus semakin membuat kagum atas kebesaran Tuhan.
"Wahhh indah sekali ya pa ... Reno suka," kagum Reno.
"Segarnya udara disini. bikin agenda yuk, sebulan sekali kita liburan seperti ini." ajak Oma.
"Papa pernah liburan disini sebelumnya? Kok bisa tahu villa disini pa?" tanya Cantika akhirnya mulai tertarik dengan sekitar dan melupakan kegalauan hatinya.untuk sementara.
"Papa tahu dari teman papa, ini kita juga liburannya bareng keluarga dia." sahut papa sambil terus menyetir mobil.
"Teman papa yang bule itu?" tabak Reno.
"Iya sayang"
"Om Aqib!" sahut Reno dan Cantika bersamaan.
"Iya villa ini juga villa milik keluarga nya" timpal Jason.
"Bukannya om Aqib orang bule pa, kok punya Villa disini?" Reno garuk garuk kepalanya yang tidak gatal.
" Iya benar, tapi om Aqib kan punya saudara disini. Jadi saudaranya itu lah yang punya Villa disini. Nanti ya papa kenalin keluarga om Aqib.Mereka semua orang baik kok" jelas papa Jason.
Reno hanya mangut-mangut tanda mencoba untuk memahami apa yang dikatakan papa nya.
"Tidak apa-apa nih kita ikut berlibur bersama keluarga mereka, kita kan hanya kenal Aqib nya saja bukan keluarga besar Aqib?" Oma takjub dengan keindahan pemandangan yang tersuguh kan dihadapannya sejak tadi.
"Aqib sendiri yang mengundang ma, jangan khawatir Jason juga kenal kok ma dengan keluarga Aqib , kan kami berteman sudah lama ma bahkan dengan adik Aqib pun Jason juga kenal, anak yang baik.tapi sayang sudah lebih dahulu pergi." Jason terdiam mengingat Yasir.
"Maksud kamu?" tanya Oma detail.
"Adik Aqib meninggal karena infeksi luka akibat kecelakaan hebat yang dialaminya." timpal Jason.
"Adik om Aqib kecelakaan terus meninggal? " tanya Cantika.
"Tidak langsung meninggal di tempat, sempet dirawat di Rumah Sakit juga , sempet sadar dan sehat tapi .... takdir berkata lain" Jason terdiam, mengingat hal itu membuat ia merasakan kembali betapa sedih dan syok mereka semua saat mengetahui Yasir tidak bisa diselamatkan.
__ADS_1
Tidak terasa sesuatu yang bening mengalir di pipi Jason.
Reno yang dari tadi memperhatikan papanya saat menceritakan tentang Yasir, melihat sesuatu mengembun di mata papanya dan menetes menuruni pipi papanya.
Reno menyentuh wajah papa nya, "Papa menangis?" ucap lirih Reno.
Oma dan Cantika pun kompak melihat ke arah Jason. Lalu Oma memberi Jason tisu untuk menghapus Air mata nya.
"Seperti pernah dengar kisah yang mirip dengan cerita papa tadi, tapi dimana ya?" batin Cantika.
"Nah itu Villanya, kita sudah sampai." tunjuk Jason.
"Yeeeh kita sudah sampai! Wow Villanya keren! Besar banget. Keluarga om Aqib pasti kaya raya nih," celetuk Reno.
Villa bercat putih bertingkat dan mewah itu sempat mengingatkan Cantika dengan rumah Gavin, arsitektur nya mirip dengan kediaman keluarga Gavin.
"Haii selamat datang, bagaimana perjalanannya? Oma pasti capek nih. Silakan istirahat dulu Oma. Jason antar keluargamu dulu ke kamar di lantai dua biarkan mereka beristirahat dulu." sambut Aqib pada keluarga Jason.
"Paman ini kunci kamar atas"
"Kak Gavin?!" ceplos Cantika saat melihat Gavin.
"Hai Cantika, Oma ... Reno" sapa Gavin.
"Lho Gavin ini -----" Oma belum sempat melanjutkan kalimatnya.
" Pantas aku seperti pernah dengar kisah yang tadi papanya ceritakan ternyata kisah papa Yasir." batin Cantika.
"Ehm paman, om Jason dan Oma. Gavin ijin mau ngobrol dengan Cantika boleh,? ijin Gavin.
"Silakan Gavin" Jason memberi kode pada anaknya Cantika untuk ikut Gavin.
"Om ...., Reno boleh keliling keliling lihat Villa nya?" ijin Reno yang sudah ingin menjelajah sejak menginjakkan kaki di villa.
"Tentu saja boleh sayang, tapi jangan keluar pagar ya. Bahaya ntar diculik atau sebentar ya Reno, biar ditemani kak Laura ya"
"Lauraa!" panggil Aqib.
"Iya paman." jawab Laura
"Minta tolong temani adik kita yang keren ini keliling Villa ya?!"
"Nah .... Reno keliling keliling Villa nya sama kak Laura saja ya biar tidak tersesat. Ini adik nya kak Gavin" jelas Aqib.
"Ohhh ... ,kakak cantik! Kenalkan nama saya Reno. R E N O " sapa Reno genit.
Merekapun tertawa melihat tingkah polos Reno.
......................................................
Di dekat kolam renang, tampak Gavin dan Cantika saling diam dan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
__ADS_1
Gavin akhirnya memutuskan untuk mencairkan suasana.
"Tika .... aku tahu kamu marah padaku, aku minta maaf."
"Aku tidak marah sama kamu, hanya saja aku kecewa" jawab Cantika acuh .
"Aku tahu, untuk itulah aku minta maaf, kejadian di kantin kemarin itu karena aku tidak mau kamu tersakiti lagi, kalau aku menghampiri mu, Viona pasti akan mencari gara-gara atau akan mengatai mu macam-macam. Aku gak mau itu terjadi.Untuk itulah aku langsung pergi tanpa menyapa mu."
"Tetapi mengetahui kamu justru tersakiti dengan sikap aku tadi, aku jadi menyesal, sungguh aku tidak bermaksud membuat mu sedih. Cantika maukah kamu memaafkan aku" pinta Gavin sambil berlutut.
"Ehh kak Gavin berdiri! jangan seperti ini aku tidak suka" ujar Cantika melihat Gavin berlutut dihadapannya.
"Maafkan aku Cantika, maafkan aku!" ucap lirih Gavin sambil berlutut dan menunduk menyesal.
"Iya .... iya .... aku maafkan tapi please berdiri kak?!" mohon Cantika.
"Benar ya kamu telah memaafkan aku?" tanya Gavin meyakinkan.
"Iya kak Gavin ....aku memaafkanmu " kata Cantika yakin.
"Yeeeeeeeh uhuiii"
Tett ...... tetttt....tett..... bunyi terompet bersahutan .
"Yee gitu donk baikan,
no more tear ok" sahut Vera dengan lantang.
Cantika benar- benar kaget. Ternyata semua sahabat sahabatnya, tak terkecuali. Berkumpul disini dan tentunya.....,
"Aku sengaja mengundang mereka agar kita semua bisa menikmati alam dalam kebersamaan, refreshing " jelas Gavin sambil memeluk Cantika.
"Asyikkk, ntar malam kita bikin api unggun yukk." ajak William
"Siappp! Kayu bakar sudah aku siapkan buat acara nanti malam"
"Wow kerennn, kita bisa bermain dan bercerita tentang hantu nanti malam. asyikk" seru Rio.
"Yakin nih kalian tidak takut??" kalau malam disini gelap sekali lho ." goda Gavin.
"Kita kan berbanyak nih, buat apa takut?! kita bernyanyi-nyanyi dan bikin game yuk biar seru buat ntar malam" ajak Rio dengan gembira.
"Oke oke sekarang acara bebas,kalian terserah mau apa, yang mau berenang silakan yang hanya ingin duduk-duduk santai menghirup udara segar silakan juga. nanti malam kita bikin api unggun dan bergantian bercerita pengalaman kalian bertemu dengan hantu, bagaimana yang lain setuju?" tanya Gavin
"Okee kak Gavin siappp" kompak semua menjawab.
.............................................
hai hai hai Thor hadir lg nih
jangan lupa like komen dan hadiah hadiahnya yaa karena itu semua sangat berarti untuk semangat Thor menulis Terima kasih ๐๐นโค๏ธ๐
Sambil menunggu up,nih aku kenalin karya teman aku Heavanna
Karena penghianatan pacar dan sahabatnya, Zianna memutuskan untuk pindah sekolah. Namun siapa sangka kepindahannya ke SMA Galaxy malah mempertemukan dirinya dengan seorang cowok bernama Heaven. Hingga suatu ketika, keadaan tiba-tiba tidak berpihak padanya. Cowok dingin itu menyatakan perasaan padanya dengan cara yang sangat memaksa. "Apa nggak ada pilihan lain, selain jadi pacar lo?" tanya Zia mencoba bernegosiasi. "Ada, gue kasih tiga pilihan. Dan lo harus pilih salah satunya!" "Apa aja?" tanya Zia. "Pertama, lo harus jadi pacar gue. Kedua, lo harus jadi istri gue. Dan ketiga, lo harus pilih keduanya!" ucap Heaven dengan penuh penekanan.
__ADS_1