Cinta Online

Cinta Online
Gavin kembali


__ADS_3

Hampir dua jam Cantika menjaga Tante Rose di kamarnya. Hingga akhirnya Cantika pun tertidur di samping Tante Rose.


Setelah hampir dua jam tak sadarkan diri, Tante Rose pun mulai terlihat menggerakkan jari tangannya, Perlahan kedua tangannya memegang kepalanya yang masih terasa pusing. Lalu samar ia melihat ada seseorang sedang tidur di sampingnya.


Rose pun mencoba memperjelas pengelihatannya dengan menggosok gosok matanya.


Bayangan samar itu kini berubah semakin jelas."Cantika???" gumam lirih Rose yang tanpa disadari tangannya telah membelai lembut rambut Cantika.


Untuk beberapa saat Rose terus membelai rambut Cantika dengan tatapan kosong yang entah pikirannya melayang kemana.


Kejadian yang menyakitkan belasan tahun lalu kembali terlintas di kepala Rose. Sebenarnya ia sangat tidak ingin mengingat kejadian itu, tetapi sejauh apapun ia berlari untuk melupakannya kenyataan itu tetap ada dan terus membayangi dirinya.


Cantika ..... adalah bukti nyata bahwa peristiwa pahit itu nyata dan ada .


Dering ponsel Cantika tiba-tiba berbunyi nyaring dan membangunkan Cantika dari tidur lelapnya karena lelah.


Cantika mulai menggeliat dan menggosok matanya untuk mencoba menyadarkan dirinya dari alam mimpi.


Dan saat ia terbangun dan mulai menguasai keadaan alam nyata Cantika baru menyadari bahwa Tante Rose telah siuman.

__ADS_1


"Tante ... masih pusing Tante? istirahat dulu Tan " Cantika menyodorkan sebotol minyak kayu putih kepada Rose dan mencoba merebahkan kembali agar beristirahat terlebih dahulu.


"Jangan bangun dulu Tan, tunggu pusingnya hilang dulu" ucap Cantika lembut dan mencoba untuk memijit kepala Rose.


Dering telepon Cantika kembali berdering dengan sangat nyaring seolah olah memberitahu dirinya bahwa ada yang sangat ingin berjumpa dan berkomunikasi dengannya.


Cantika pun meraih ponselnya yang tergeletak begitu saja di meja samping tempat tidur.


Sambil melirik siapa yang menghubunginya dari tadi pagi.Dan nama yang tampak di layar adalah Afridi.


Setelah berpamitan pada Rose untuk meminta ijin menerima telepon, Cantika pun lalu bergegas meninggalkan kamar tamu.


Perasaannya masih kacau masih ada rasa kesal pada Afri karena beberapa hari terakhir ia berusaha berkali kali mencoba menghubungi Afri tapi selalu saja di tolak atau diabaikan kalau tidak selalu bermasalah dengan jaringan internet semakin kesini entah kenapa Cantika merasa itu semua hanyalah akal akalan Afri saja untuk tidak menerima telepon darinya.


Perih dan sakit bila mengingatnya bagaimana tidak, karena hanya dengan Afri saja ia mengalami masalah dengan jaringan internet sedangkan yang lain tidak pernah bahkan Gavin pun kemarin saat menghubungi dirinya, jaringan internet berjalan lancar tanpa ada halangan apapun entahlah ingin rasanya mempercayai bahwa benar masalah jaringan tapi akal sehatnya berkata tidak. Dan kini ?? Afri menghubunginya. Haruskah ia menerimanya atau mengabaikannya??


Kembali ponsel Cantika berdering . Cantika berusaha untuk mengabaikannya tapi sudut matanya sempat menangkap sekilas tulisan di layar ponselnya yang tertulis nama GK singkatan dari Gavin Kashmir.


Dengan perasaan tak menentu Cantika pun menerima telepon dari Gavin.Kalau telepon dari Gavin Cantika tidak berani mengabaikannya bagaimana pun juga Gavin masih menduduki ruang terbanyak dan special di hatinya walaupun sekaligus juga melukai hatinya.

__ADS_1


"Hello apa kabar Cantik?" suara Gavin terdengar sedikit bergetar.


"Haii baik. Kamu?"


" Aku kangen kamu ... banget" jawab Gavin.


Cantika terdiam tidak tahu harus membalas apa walau jujur sebenarnya ia juga kangen tapi ... kehadiran Afridi sesaat dalam hidupnya telah membuat perasaannya pada Gavin sedikit berubah. Kemarahan dan kekecewaan Cantika pada Gavin lah yang membuat perasaan itu sedikit terkoyak.


"Oh ya dua Minggu lagi aku pulang.Aku akan segera menemui mu sesampainya aku di Indo. Kita akan bersama lagi untuk beberapa Minggu ke depan, walaupun kita harus tetap waspada, jangan sampai kedatanganku terendus oleh Viona dan kawan-kawannya." jelas Gavin antusias.


Cantika benar-benar tidak tahu harus menjawab apa. Disisi lain ia merasa bahagia akan melihat Gavin lagi selama liburan semester. Tetapi disisi lain hatinya telah tercuri oleh Afridi pacar online nya, yang beberapa bulan terakhir ini mampu mengisi dan membuat Cantika merasa nyaman berhubungan dengannya, tapi itu dulu kini Afridi pun entah berada dimana.


Terkadang Cantika merasa lelah dengan perasaanya dan ingin pergi serta melupakan semua hal yang mengecewakan dirinya. Cinta .... bagi diri Cantika hanyalah luka.


........................................................


Akankah nanti Cantika berani untuk mengatakan sesungguhnya pada Gavin bahwa hatinya sudah tercuri oleh Afridi.


Ikuti terus kisahnya ya

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan dukungan lainnya yang pastinya, sangat dibutuhkan Author untuk melanjutkan ceritanya.


__ADS_2