
"Sebentar ya Lid , aku dipanggil kakak aku nih!" ucap Laura pada teman sekelasnya.
"Aku dengar kakak kamu kuliah di negeri orang."
"Iya tapi ini lagi liburan semester." jelas Laura.
"Ohh!" ucap Lidia.
"Nanti aku telepon lagi ya lagi ribet disini." sahut Laura lalu menutup teleponnya.
"Lauraa!" panggil mama.
"Iya ma" sahut Laura.
Laura lalu bergegas menuju ke mobil.
Di dalam mobil sudah menunggu papa mama dan kak Gavin.
"Kamu nih telepon mulu kebiasaan.Sudah tahu kakak mau balik gak disayang malah dicuekin ." protes Gavin pada adiknya.
Laura langsung memeluk kakaknya.
"Laura sayang kakak!" ucap lirih Laura.
Kemudian Gavin pun membalas pelukan adiknya.
"Jaga diri ya selama kakak Kuliah. Jangan naka-nakal " pesan Gavin pada Laura sambil membelai rambut Laura adiknya.
Laura mengangguk sambil makin mengeratkan pelukannya pada kakaknya.
"Laura sayang kak Gavin. Jaga kesehatan kakak ya! Jangan lirik-lirik cewek sana ntar Laura laporin kak Cantika lho." goda Laura.
"Yeee mana pernah.Kamu tuh hayoo pacarnya ganti lagi ya?" selidik Gavin.
"Kak Gavin ih sok tahu " sahut Laura manyun.
"Sudah Vin jangan goda adikmu terus.Ntar nangis" celetuk papa Jevaro yang disambut gelak tawa papa, mama dan Gavin.
Sesampainya di Mall mereka menunggu kedatangan keluarga Cantika.
Gavin memakai Topi, kacamata dan jaket panjang agar indentitas nya tidak diketahui.
"Itu kak Cantika dan Reno!" tunjuk Laura dan berlari menghampiri Reno.
"Hmm sepertinya ada yang ingin punya adik nih!" celetuk Gavin sambil melirik kedua orangtuanya.
"Kamu ini bisa aja!" sahut papa Jevaro sambil mengacak-acak rambut Gavin.
"Sudah sana jemput cewek kamu!" perintah mama.
"Siap laksanakan!".
Lalu Gavin pun menghampiri Cantika.
Tetapi yang dihampiri ternyata lari menghindar.
"Hei Cantika,!Tunggu!"
"Gak mau! Pergi ! Aku gak kenal kamu!" goda Cantika sambil berusaha menghindar.
__ADS_1
"Awas kamu ya!' Ketangkep tahu rasa!" ancam Gavin.
Yang lain tertawa melihat kelakuan Cantika dan Gavin.
Setelah berlari berputar-putar akhirnya Cantika pun tertangkap.
Gavin memeluk erat Cantika dan enggan melepasnya lagi.
"Ampun kak! Lepaskan!" seru Cantika.
Tapi Gavin tidak membiarkan Cantika lepas begitu saja.
"Vin! Sudah yuk kita makan dulu ntar kamu terlambat !" seru papa Jevaro.
Lalu dua keluarga besar ini pun makan bersama dengan penuh kebahagiaan dan kebersamaan.
.....................................................
Di rumah Bella, Lidia adik Bella terlihat sedang sibuk mengerjakan tugas sekolahnya.
Bella yang baru selesai mandi dan hendak menonton Televisi melihat adiknya di hari libur tetapi terlihat masih sibuk dengan tugas-tugas sekolahnya.
"Wow adik aku satu ini, hebat hari libur pun masih menyelesaikan tugas " celetuk Bella.
"Biar seperti kakaknya Laura ntar aku juga mau kuliah di luar." sahut Lidia.
"Kamu? kuliah di luar? Yakin ? paling juga kangen pulang ." sahut Bella.
"Empat tahun disana yakin gak kangen rumah?" Bella meyakinkan adiknya.
"Kan kalau libur semester bisa pulang.Seperti kak Gavin ."
"Iya kak Gavin kakaknya Laura . Liburan semester dia liburan pulang ke rumah yee!" jelas Lidia.
"Gavin pulang ?Yakin?" tanya Bella.
"Iya. Kemarin Laura yang bilang kakaknya liburan pulang ke rumah." sahut Lidia.
Bella langsung berlari menuju ke kamarnya dan menelepon sahabatnya Viona. mengabarkan apa yang ia dengar dari adiknya sendiri
Lalu mereka pun sepakat untuk bertemu di rumah Gavin.
"Sialan! Berani benar mereka melanggar perjanjian yang sudah disepakati." ujar Viona penuh rasa marah.
................................................
Di Bandara sebelum Gavin berangkat kembali terbang pulang ke rumah keluarga papa kandungnya.
Gavin menggenggam tangan Cantika."Ingat selalu janji aku ya ! "
Cantika mengangguk yakin.
"Aku akan menunggumu hingga kamu kembali pulang." bisik Cantika.
Gavin pun tersenyum bahagia.
"Aku juga janji, akan selalu menjaga hati aku hanya untuk kamu seorang." jawab Gavin.
Lalu mereka pun saling berpelukan.
__ADS_1
"I Will Miss you "bisik Cantika.
" Me too i Miss you more." sahut Gavin sambil mencium kening kekasihnya.
Lalu Gavin pun berpamitan pada semuanya dan meninggalkan mereka untuk kembali menyelesaikan kuliahnya.
Setelah Gavin berangkat Lalu semua meninggalkan Bandara dan kembali ke rumah masing-masing.
....................................................
Di rumah Gavin.
"Itu Viona!' tunjuk Bella
"VII!" panggil Kinan
"Haii bagaimana kalian sudah bertemu Gavin?" tanya Viona.
"Sepertinya rumahnya kosong." sahut Bella
"Kamu bilang Gavin pulang! Mana!" tanya Viona sedikit emosi.
"Adik aku yang bilang. Tapi dari tadi aku disini bersama Kinan rumah ini terlihat sepi ." balas Bella.
"Permisi pak! Hallo permisi!" teriak Viona.
"Iya non cari siapa ya?' tanya salah satu pekerja di rumah Gavin.
"Apa ada orang di dalam bi? Tante Kimberley atau Laura?" tanya Viona kembali
"Semua pada pergi ke Bandara!"
"Bandara? Gavin? Benar Bell Gavin datang! Yuk kita ke bandara " Kemudian mereka pun langsung meluncur ke Bandara.
Viona dengan tidak sabar mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi.
"Vi sabar Vi jangan ngebut-ngebut! " seru Kinan yang merasa takut dengan cara Viona mengendarai mobilnya.
Sesampainya di Bandara. Viona langsung menuju jalur penjemputan.
Viona pun bertanya pesawat dari India landing jam berapa.
Tetapi menurut petugasnya siang ini tidak ada jadwal untuk pesawat dari India datang.
"Bagaimana mungkin? Coba bapak periksa lagi." Viona tidak percaya dengan apa yang disampaikan petugas kepadanya.
Setelah menunggu beberapa jam akhirnya mereka pun terpaksa mempercayai info yang tadi disampaikan oleh petugasnya bahwa siang ini tidak ada jadwal pesawat dari India masuk..
Akhirnya Viona pun pulang dengan perasaan hampa dan kecewa. Harapan untuk dapat bertemu dengan Gavin dan memeluknya sirna sudah.
...................................................
Haii ikuti terus ya kisahnya. Semoga Cantika dan Gavin dapat terus menjaga cinta mereka.
Oh ya sambil menunggu up ada sesuatu yang baru nih kalian bisa mampir.
Happy Reading ❤️
__ADS_1