
"Wow its cool!" gumam Cantika saat melihat keindahan bandara di India.
"Kamu suka Cantika?" tanya Jevaro ketika melihat Cantika begitu mengagumi bangunan-bangunan indah yang ia temui.
"Ya saya sangat menyukainya" sahut kagum Cantika.
" Bangunan di sini semua indah kamu akan banyak menemui bangunan-bangunan indah di sini kamu pasti menyukainya!" jelas Jevaro.
"Nanti kalau kamu ketemu dengan Gavin Kau pasti akan diantarkannya untuk melihat Taj mahal bangunan bersejarah yang begitu indahnya percayalah kamu pasti jatuh cinta pada Taj mahal." kembali Jevaro memberi referensi tempat-tempat indah di India.
"Om dan tante sudah pernah ke sana?"tanya Cantika lebih lanjut
"Om sih belum, tapi kalau Tante sudah. Besok kita akan kesana bersama Gavin." ucap Papa Jevaro.
"Lho kok om belum pernah? Emang Tante perginya gak bersama dengan om Jevaro?" tanya penasaran Cantika.
"Waktu itu Tante belum pacaran dengan Om. Dan kalau gak salah om lagi di Singapura." Kimberley berusaha mengingat kembali saat itu
"Iya waktu itu om ada bisnis di Singapura." sahut Jevaro
"Berarti tante waktu itu ke Taj mahal bersama papanya Gavin.ehm maksud Cantika---" Cantika merasa tidak enak dengan papa Jevaro.
"Iya kamu betul Cantika....Tante saat itu bersama Yasir dan kak Aqib betul kan Kim?" tanya Jevaro pada istrinya Kimberley.
__ADS_1
Kimberley pun mengangguk mengiyakan.
"Jadi ini perjalanan pertama kalinya ke India bagi om!" Jevaropun mengangguk lirih
"Kimberley!" terdengar suara yang memanggil dari jauh
Kimberley, Jevaro dan Cantika pun menoleh ke arah suara.
"Paman Aqib!" seru Cantika.
"Haii Cantika kamu cantik sekali! Bagaimana betah di India?" tanya Aqib.
"Cantika kagum dengan bangunan-bangunan disini.Aku referensi kan Taj Mahal aku yakin dia pasti menyukainya." jelas Jevaro.
"Betul Cantika nanti paman Aqib yang jadi tour leader nya " sahut Kimberley.
"Oya pasti! Seperti waktu itu bersama Yasir---" Aqib menghentikan kalimatnya ia sadar ada Jevaro semua hal tentang Yasir adiknya kini telah berlalu dan hanyalah tinggal kenangan.
"Its okay brother... i am fine!" sahut Jevaro saat Aqib menghentikan kalimatnya.
'Masa lalu biarlah punya cerita sendiri tapi masa sekarang dan besok juga akan punya cerita sendiri. Semua ada masanya " ucap bijak Jevaro.
"Paman...Kak Gavin mana?" Cantika celingukan melihat ke kiri ke kanan mencari keberadaan Gavin.
__ADS_1
"Gavin masih ada gladi bersih di kampus . Kita langsung meluncur ke rumah yuk!"ajak Aqib.
"Berapa jam perjalanan lagi kita akan sampai?" tanya Jevaro.
"Masih panjang nikmati saja. perjalanan ke Khasmir, pasti tak akan terlupakan percayalah kalian akan menyukainya.!" ucap bangga Aqib dengan daerah asalnya.
"Wahh tak sabar untuk membuktikannya.' jawab Jevaro.
"Memang bagus kok terkadang terkesan ajaib separuh perjalanan kita disuguhi pemandangan hijau segar pegunungan separuh lagi pemandangan indah salju dimana-mana menutupi area pegunungan." Kimberley mencoba menerangkan pengalaman perjalanannya saat ke Khasmir waktu itu.
"Wah berarti benar ya kata orang-orang bahwa Khasmir surganya dunia ." sahut Cantika kagum.
"'Yup baby you are right! Come on! i show you!' " ajak Aqib untuk meneruskan perjalanan mereka.
Kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju Khasmir. Untuk bertemu dan menghadiri acara wisuda Gavin.
Sepanjang perjalanan, mata mereka dimanjakan oleh pemandangan Yang sangat indah .Kanan kiri diapit pegunungan dan sungai yang jernih yang berasal dari mata air dan air terjun yang terlihat disepanjang perjalanan.
Benar-benar bagaikan surga yang ada di bumi.
.............. . .......... ..................
'
__ADS_1