Cinta Online

Cinta Online
Super Hero


__ADS_3

"Kak Cantika ayooo, ntar Reno terlambat" teriak Reno mengingatkan Cantika waktu terus berjalan.


"Selamat pagi" suara berasal dari pintu utama .


Reno yang sedang menyiapkan dan mengecek peralatan tempurnya untuk sekolah menoleh ke sumber suara.


"Papa!!" seru Reno lalu berlari dan memeluk papanya.


"Pagi Reno, belum berangkat sekolah?" papa Reno membelai kepala Reno.


"Masih nunggu kak Cantika pa" sahut Reno.


"Lho kamu gak kerja ?"tanya Oma


"Iya nih ma mau antar Reno dulu baru ke kantor" sahut Papa.


"Tapi Reno biasa berangkat bareng kak Cantika pa !" jelas Reno.


"Yaaa papa antar sekalian kak Cantikanya " ajak papa.


"Yeee ... asyik! kak Cantika ayoo Reno ntar terlambat !" teriak Reno sekali lagi.


Cantika tergopoh-gopoh menuruni tangga sambil memakai sepatunya.


"Yuk kak kita hari ini gak usah naik angkot, papa yang antar kita berdua" jelas Reno dengan polosnya


Cantika yang mendengarnya langsung terdiam lalu melihat dibawah sudah menunggu papanya, Reno dan Oma.


"Cantika ayoo kasihan adik kamu" timpal Oma.


"Waduh bagaimana ini kalau tahu papa yang antar, aku tadi telepon Vera minta jemput atau kak Gavin" gerutu Cantika dalam hati.


Dengan sangat perlahan Cantika menuruni tangga.


"Hmm bagaimana ini kalau aku ikut mereka berarti setelah Reno turun aku tinggal berdua di mobil bersama papa dong huff'" keluh Cantika sambil mengusap wajahnya.


"Kakk ayoo Reno ntar terlambat!" ajak Reno ulang.


"Iya bentar, cerewet banget sih kamu pagi ini" gerutu Cantika


Dengan ogah ogahan Cantika berjalan menghampiri Reno.


Cantika menghampiri Oma untuk pamit dan mencium tangan Oma .


Kemudian Cantika terpaksa bergabung degan Reno berangkat diantar papa dengan hati gamang.


Oma yang melihat keraguan Cantika, mendekatinya dan mengusap punggungnya " Kamu hebat dan kuat cucu andalan Oma" bisik oma ditelinga Cantika memberi semangat.


Cantika hanya tersenyum samar.


Tinn.....tinn...


"Ayoo kak" panggil Reno sambil membunyikan klakson.


Cantika dengan langkah gontai berjalan menuju ke mobil. Tiba tiba terdengar klakson motor dan muncullah Gavin bersama motornya.


Hati Cantika bersorak gembira, Gavin bagaikan super Hero bagi dirinya.

__ADS_1


Senyum Cantika merekah begitu manisnya.


Setelah memarkir motornya Gavin turun lalu meghampiri Oma.


"Pagi Oma" Gavin mencium tangan Oma.


Kemudian Gavin mengangguk ke arah ayah Cantika yang sudah berada di dalam mobil bersama Reno yang telah bersiap meluncur mengantar sekolah.


"Pagi om, saya Gavin teman sekolah Cantika, ijin Cantika bareng saya ya om" Gavin merasa perlu ijin agar tidak terjadi kesalahpahaman.


Ayah tersenyum,"Pagi Gavin, baiklah titip anak gadis om ya langsung ke sekolah jangan mampir-mampir ntar terlambat'


"Siap om" Gavin mengangguk sopan.


"Kak Gavin bohong pa! dia bukan teman sekolah kak Cantika tapi pacarnya!" protes Reno.


"Reno!" seru Cantika wajahnya merona malu.


Ayah dan Oma kemudian tertawa kompak.


Gavin hanya nyengir penuh arti lalu mengacak-acak rambut Reno" Selamat belajar ya Reno. besok datang ya ke pertandingan kakak"


"Baik kak siap! tuh kak Cantika denger sendiri kak Gavin special mengundang Reno, awas besok kalau Reno ditinggal" ledek Reno mengingatkan Cantika.


Cantika hanya membalas dengan menjulurkan lidah ke arah Reno lalu berlalu meninggalkan semua" Cantika berangkat ya oma'


"Iya sayang hati-hati ya" sahut Oma.


'"Cieh cieh kakak pacaran" olok Reno.


Oma dan ayah kembali tertawa melihat kelakuan kedua cucunya walau seringkali mengolok-olok tapi mereka saling menyayangi.


Sesampainya di sekolah mereka kemudian berpisah ke kelas masing-masing.


Beberapa pasang mata yang melihat keakraban Gavin dan Cantika mulai berbisik-bisik,ada juga yang berani menatap mereka takjub. ada juga yang menatap julid.


Melihat kekasihnya tidak nyaman dengan keadaan ini. Gavin berinisiatif terus mendampingi Cantika, ia tahu betul Cantika paling tidak nyaman jadi pembicaraan anak anak satu sekolah.


"Yuk Cantik aku antar ke kelas" Gavin melingkarkan tangannya memeluk Cantika.


Cantika menurunkan tangan Gavin merasa tidak nyaman karena terlalu banyak mata yang melihat mereka.


Gavin memahami perasaan Cantika, lantas menggandengnya dan mengantar Cantika ke- kelasnya.


"Haa jadi benar nih si Gavin pacaran dengan si kutu buku anak penerima beasiswa,ih gak level banget" terdengar kasak kusuk di sekitar mereka.


Mendengar hal itu Gavin langsung menarik tangan Cantika secepat mungkin agar tidak mendengar pembicaraan julid tersebut.


"Oke Cantik belajar yang benar ya aku ke kelas dulu ntar jam istirahat aku jemput, kita ke kantin sama-sama. " ucap Gavin.


"Ehem... yang ada kakak tuh yang belajarnya yang benar kalau BESTie aku nih jangan diragukan lagi selalu juara Kelas, bukannya begitu guys" sahut Vera tiba-tiba muncul


"Iya donk BESTie aku emang TOP bingitz" sahut Amanda.


Gavin lantas garuk-garuk kepala walau tidak gatal.


"Benar juga , nilai ku rada hancur kalau Cantika selalu langganan juara umum" batin Gavin.

__ADS_1


Gavin hanya bisa nyengir malu pada sahabat-sahabat Cantika.


"Santai bro yang penting kan kamu kapten basket kebanggaan sekolah kita" ucap William menyemangati Gavin.


"Yes Gavin! Gavin!" seru Rio menimpali.


Gavin hanya tersenyum."Makasih semua aku janji tidak akan mengecewakan kalian semua di pertandingan besok"


"Iya donk apalagi kan ada Cantika yang mendukung, pasti mainnya jadi makin semangat cie ..cie..ditonton Pacar nih besok" celetuk Amanda.


Cantika hanya tersipu merona pipinya.


Gavin tersenyum melihat Cantika makin cantik bila tersipu malu.


Ingin rasanya ia berlama lama di dekat mereka,tetapi ia ingat ada yang harus ia lakukan sebelum ke kelasnya.


"Oke guys aku ke kelas dulu ya titip Cantika," lalu Gavin membelai rambut Cantika sambil tersenyum manis kemudian berlari meninggalkan mereka yang pada menatap Cantika iri .


"Ihh so sweet banget ya si Gavin, beruntung banget deh Cantika punya pacar seromantis itu" celetuk Amanda sambil membayangkan keromantisan Gavin sambil memegang kedua pipinya sendiri.


"Ehem jadi maksudnya si Rio gak romantis nih" sahut William yang di sambut duel kecil antara William dan Rio lantas mereka tertawa bersama.


"Terus puji Gavin" ucap Rio pura pura ngambek pada Amanda dan beranjak pergi.


"Bukan begitu sayang...maksud aku---" Amanda berusaha membujuk Rio yang terlanjur ngambek ia mengejar Rio yang terus saja melangkah menjauh tidak menghiraukan Amanda.


"Haha tau rasa tuh Amanda muji cowok orang terus sih!" kelakar William


William, Vera dan Cantika tertawa kompak melihat pasangan Amanda dan Ario yang selalu saja terkesan romantis lucu.


...............,🌹🌹🌹🌹.,.............


Gavin yang dari awal ingin menutup mulut anak-anak yang suka julid dengan urusan orang lantas mendatangi segerombolan anak yang tadi terdengar membicarakan Cantika pedas.


"Ehem" Gavin sengaja diam- diam mendatangi mereka .


Mendengar ada suara berdeham mereka spontan menoleh ke arah sumber suara dan betapa kagetnya mereka melihat sosok Gavin Bintang Pamungkas telah ada di hadapan mereka.


"Ada yang salahkah dengan siswi penerima beasiswa ? kalian memang punya orang tua yang mampu tapi mental dan pemikiran kalian kerdil, dan pastinya nama kalian tidak pernah disebut oleh pihak sekolah sebagai juara perwakilan sekolah. Bukannya begitu? seharusnya kalian malu, bukan malah membully seseorang yang telah mengharumkan nama sekolah .Tidak level kata kamu ya betul kalian memang tidak level dengan Cantika dia jauh lebih baik daripada kalian! " jelas Gavin yang kemudian meninggalkan anak-anak tersebut yang menciut dengan sindiran Gavin.


"Gila ! disini banyak sekali anak-anak yang pemikirannya dangkal seperti Viona dasar anak-anak manja terlalu nyaman dengan kekayaan orang tuanya." gerutu Gavin dalam hati.


"Tenang Cantika kamu tidak sendiri sekarang, aku akan berdiri di depanmu bila ada yang mengecilkan dirimu "janji Gavin dalam hati.


Kringgg.....kring...


Bel sekolah berbunyi tanda kelas akan segera dimulai.Setengah berlari Gavin menuju ke kelasnya dan mengikuti pelajaran hati ini .


Hatinya lega telah bisa membela Cantika dan teman-teman yang lainnya sesama penerima beasiswa.Harusnya mereka belajar dari Cantika dan teman-temannya bukan malah mengolok olok mereka.


.............🌟🌟🌟🌟🌟............


Haii ikuti terus ya kelanjutannya kisah Cantika di tunggu ya...


Jangan lupa like komen dan dukungan lainnya.


Love you all

__ADS_1


❤️Happy Reading ❤️


__ADS_2