Cinta Online

Cinta Online
Sejarah yang berulang


__ADS_3

Malam semakin larut hanya ada sedikit bintang dan sinar bulan yang menyinari bumi.


Angin malam yang dingin mulai mencoba menerobos ke kisi-kisi jendela kamar Vera.


Setelah Vera menyelesaikan semua tugas dan pekerjaan rumahnya. Tiba-tiba ia teringat kalimat yang diucapkan Gavin waktu ditelepon siang tadi.


"Aku titip Cantika, aku percaya kamu bisa menjaga dan membela Cantika."


Kalimat itu terus terngiang di telinganya, dan mengganggu pikirannya.


"Ada apa ini? kenapa Gavin berkata seperti itu?" pikir Vera.


"Ohh mungkin karena tadi siang dia tidak bisa datang ke mall untuk membela Cantika, jadi dia berkata seperti itu." Vera mencoba mencari segala kemungkinan yang bisa dijadikan alasan penyebab Gavin berkata seperti itu.


"Ah entah lah, tidur dulu saja, besok aku tanyakan langsung pada Gavin." batin Vera kemudian menutupi tubuhnya dengan selimut, lalu tidur.


,.................................................


Pagi ini genk girly sudah menanti di depan gerbang sekolah.


Dan seperti biasa Mereka senang sekali mengganggu adik kelas.


Tidak luput ketika Cantika datang ke sekolah, Ia pun juga menjadi sasaran kejahilan Viona dan kawan-kawan.


"Cewek cupu lewat .. cewek cupu lewat ..... woiii! mimpi kali yee mau mendapatkan Gavin sadar diri donk siapa lo siapa Gavin" nyinyir Bella.


"Sudahlah biarkan saja, bentar lagi Gavin juga sadar, dia juga akan mencampakkan dirinya, orang kaya bergaul dengan orang miskin seperti dia? helloo apa kabar dunia ....pastilah gak tahan lama, beda level sih! yuk ahh badanku terasa gatal berada di dekat cewek miskin" ucap Viona lalu melangkah pergi meninggalkan Cantika.


" Hey Kalian! bisa gak sih kalau bicara nggak nyakitin perasaan orang! kalau perlu tuh mulut disekolahin sono biar tahu aturan gak asal ceplos!" Vera yang kebetulan melihat kejadian itu langsung membela Cantika tanpa diminta


"Sudah Vera, biarin aja" Cantika menarik lengan Vera agar tidak meneruskan perdebatan yang tidak penting ini.


"Kamu sabar banget sih, kesal aku, mereka selalu mencari gara-gara, selalu menghinamu" seru kesal Vera.


"Namanya juga anjing, sukanya menggonggong! yuk ke kelas tidak usah diladeni" Cantika merangkul sahabat itu dan mengajaknya langsung masuk kelas.


"Terima kasih ya Ver, buat pembelaannya tapi sudahlah mereka memang begitu, gatal mungkin lidahnya bila tidak nyinyirin aku" ucap Cantika sambil mencubit pipi Vera sahabatnya itu.


"Auchh ihhh kamu ya! dibelain malah nyubit" sungut Vera pura- pura ngambek.


Cantika dan Vera pun tertawa bersama.


"Haiii ...., kalian sudah datang juga" tiba-tiba Amanda memeluk mereka dari belakang.


Vera dan Cantika pun saling berpandangan takjub.


"Sudah gak galau lagi nih!?" tanya Cantika dan Vera kompak.


Amanda menggeleng gelengkan kepalanya cepat sambil tersenyum.


Cantika dan Vera pun sama-sama menyatukan kedua alis mereka.


"Hahaha ntar deh aku cerita, pulang sekolah ke rumah kamu ya Tika" ajak Amanda.


"Boleh!" sahut Cantika.


"Ingat ya kamu hutang cerita" Vera mencoba mengingat kan Amanda.


"Okay lets go" jawab ceria Amanda .


Sikap Amanda membuat Cantika dan Vera geleng-geleng, kemarin baru saja termehek-mehek sekarang sudah senyum ceria.


kringg...kringgg


suara bel sekolah berbunyi tanda kelas akan dimulai.


...................................................


(Di kantor Jason.)


Jason nampak begitu sibuknya dengan segala berkas-berkas yang butuh persetujuan untuk ia tanda tangani.

__ADS_1


'"Permisi Pak..."


"Di luar ada tamu, katanya penting" lapor sekretaris pada Jason.


"Siapa ya?" Jason merasa tidak ada janji dengan siapapun hari ini.


"Namanya Aqib Mir." lanjut sekretaris.


"Aqib??"


"Ok suruh masuk dia" perintah Jason.


Tidak berapa lama, masuklah Aqib ke ruangan Jason.


"Hai Qi. angin apa nih yang bawa kamu berkunjung ke kantor aku." tanya Jason penasaran.


"Wahh keren nih kantor kamu. Sukses ya !" mata Aqib menyusuri setiap sudut ruangan Jason.


"Lebih asyik dan seru lagi kalau kamu mau bergabung dengan kita dan sukses bersama" ajak Jason untuk bekerjasama.


"Pengen sih, tapi maaf aku gak bisa, karena Minggu depan aku dah balik ke Kashmir." sahut Aqib.


"Serius?? kok cepat, ada apa? "


"Sudah gak kangen lagi sama ponakannya? atau ada masalah dengan Jevaro atau Kimberley?" tanya Jason penasaran.


"Oh tidak ..tidak...Jevaro dan Kimberley orang tua the best . Adik aku tidak salah memilih pengganti dirinya."ucap Aqib mantap


"Lantas? kenapa kamu terkesan cepat balik? beneran nih sudah tidak betah disini?" selidik Jason sambil menatap Aqib.


Akhirnya Aqib bercerita tentang apa yang sedang dialami keluarga Jevaro.


Tentang ancaman akan dihentikannya semua proyek yang sedang Jevaro dan pak Gunadi tangani bersama, bila Gavin masih berhubungan dengan Cantika.


"Sebenarnya Jevaro tidak terlalu pusing bila satu atau dua proyek yang ditanganinya lepas tetapi nasib orang-orang yang terlibat di dalamnya itu lah yang jadi tanggung jawab Jevaro."


"Dan itu jugalah yang saat ini sedang dipikul di bahu Gavin" ucap lirih Aqib.


"Kasihan Gavin , dia sangat mencintai anakmu " lanjut Aqib.


"Aneh kenapa pak Gunadi seorang pengusaha sukses, namanya besar di kalangan pembisnis, bisa di setir oleh anak ingusan. Padahal ini urusan kerjaan jauh dengan dunia percintaan sama sekali, Bahkan tidak ada hubungannya. Apalagi percintaan anak abege." tak habis pikir Jason membayangkan keputusan dan sikap pak Gunadi yang mencampur kan urusan anak-anak dengan bisnisnya.


"Tapi kenyataannya ada tuh, bisa dan memang terjadi" timpal Aqib.


"'Untuk itulah aku pulang ke Kashmir terlebih dahulu, untuk mencari kampus yang sesuai untuk Gavin disana.Sementara ini ia masih harus menghadapi ujian kelulusan sekolah nya terlebih dahulu.." jelas Aqib.


"Jadi sudah fix Gavin ikut kamu? orang tuanya ijinkan? terutama Jevaro " tanya Jason lebih detail.


"Iya ini juga permintaan mereka, sepertinya Mereka sudah berunding."


"Sudah waktunya juga mungkin, Gavin mengetahui dan mengenal keluarga besar papa kandungnya." ucap Aqib mencoba mengambil positifnya dari kejadian ini.


"Sebelumnya Gavin sudah tahu, tentang Yasir dan kamu?"


"Sudah ..., makanya tadi aku bilang Jevaro dan Kimberley adalah orang tua hebat. Dia tidak menghapus Yasir dari sejarah hidup Gavin. Aku salut pada mereka, terutama Jevaro" ujar Aqib.


"Iya betul. Jevaro luar biasa, dari awal ia menerima Gavin dan Kimberley tulus tanpa pamrih dan menyanyangi Gavin seperti anaknya sendiri tanpa membeda -bedakan." sahut Jason.


"Hmm..., Cantika pasti sangat sedih" ucap lirih Jason.


"Jangan beritahu apapun pada Cantika, kalau bocor proyek Jevaro taruhannya" seru Aqib.


"Jadi rencana Gavin pergi tanpa pamit?" tanya Jason tak mengerti .


Aqib menganggukan kepalanya.


Jason hanya bisa menghela nafas .


"Ternyata kisah percintaan Gavin mirip dengan papanya. Kisah percintaan yang terusik oleh obsesi orang lain." ucap Jason bergetar.


Aqib terdiam, memandang Jason lekat.

__ADS_1


Ingatan tentang bagaimana hubungan Yasir dan Kimberley menjadi kacau karena Kiki, yang menghalalkan segala cara untuk memiliki Yasir, kembali terlintas di kepala Aqib.


"'Sejarah yang berulang" ucap lirih Aqib merinding.


"Semoga tidak berakhir tragis seperti papa nya. Tidak ...tidak jangan sampai terjadi, jangan!" jerit pilu batin Aqib.


......................................................


Kringgg....kringgg


Bel jam istirahat berbunyi


Seluruh siswa berhamburan berebut keluar kelas menuju ke kantin sekolah.


Kantin yang tadinya sepi langsung berubah ramai seperti pasar.


Tak terkecuali Cantika dan sahabat sahabatnya.


"Yuk Manda, Tika kita ke kantin perutku lapar nih dari pagi belum makan." ajak Vera.


"Kalian gak ke kantin nih?" tanya William yang tiba-tiba sudah ada di belakang mereka bersama Rio .


'Yuk aku traktir kalian semua " ajak Rio sambil tersenyum manis pada Amanda.


Vera dan Cantika saling melirik sambil tersenyum penuh arti.


"Cie ..cie..yang sudah baikan" goda William.


"Yukk... mau tidak aku traktir, ntar aku berubah pikiran lho " sambil memeluk Amanda dan pergi melangkah menuju kantin.


"Heii tunggu!" lalu berlari lah Cantika, Vera dan William menyusul Rio dan Amanda.


Sesampainya mereka di kantin, mereka mencari kursi kosong, tapi ternyata yang kosong hanya tinggal yang dekat Viona dan kawan-kawan.


Mereka semua saling berpandangan.Akhirnya Cantika dengan cueknya berjalan menempati kursi kosong tersebut."Yuk itu kursi kosong kan?, hak kita juga, bukan milik dia"


Akhirnya teman- temannya pun mengikuti Cantika.


Mereka memesan beberapa menu makanan dan minuman.


Viona dan teman-temannya, sepertinya sudah gatal ingin nyinyir tapi karena ada William dan Rio, mereka mencoba menahan diri.


"Heii Vi itu kan Gavin!" tunjuk Kinan


Secara reflek Cantika dan teman temannya pun menoleh ke arah yang ditunjuk Kinan.


"Gavin...sini Vin" ajak Viona.


Untuk sesaat Gavin menoleh ke arah Viona dan sempat beradu pandang dengan Cantika. Tetapi Gavin langsung membuang muka dan berjalan menjauh.


Melihat Gavin pergi, Viona pun langsung membuntutinya bersama teman temannya.


"Tuh dicuekin kan?!.Makanya sadar diri, dicampakkan deh kasihan" julid Viona


Cantika hanya bisa diam, lidahnya kelu tak bisa berkata apa-apa, Jantungnya berdetak dengan cepat tak beraturan, dan dengan begitu lancangnya dan tanpa permisi air mata Cantika menetes mengalir di pipinya yang putih bersih.


Teman-temannya pun terkejut dan heran dengan sikap Gavin tadi.


Amanda dan Vera yang melihat sahabatnya meneteskan airnata, langsung memeluk dan mencoba menghibur Cantika.


"Ada apa dengan Gavin? kenapa ia membuang muka padaku? apa betul kata Viona, Gavin sudah bosan padaku dan kini mencampakkan ku?" jerit hati Cantika.


.................................................


Ada apa dengan Gavin? mau tau jawabannya? yuk simak kisah nya di bab berikutnya ditunggu ya....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiah hadiah lainnya.


Sambil menunggu kisah selanjutnya nih aku kenalin teman literasi aku Reni t


Dengan karyanya yang berjudul Terjerat Cinta Mafia Tampan

__ADS_1


Adelia Fasha adalah seorang gadis matang berusia 25 tahun, sehari hari ia mencari nafkah dengan berjualan gorengan yang ia jajakan dengan cara berjalan keliling kampung. Suatu hari ia menemukan seorang laki laki dalam keadaan tak sadarkan diri dengan tubuh penuh luka. Adelia pun menolongnya dan membawanya ke rumahnya, tanpa ia sadari, bahwa laki laki yang ia tolong adalah seorang mafia.



__ADS_2