
Hari terasa sangat terik. matahari menyinari bumi begitu hebatnya. Sehingga bumi terasa sangatlah panas.
Cantika dan teman-temannya, sedang berkumpul di food court.
"Sabar ya Manda, mungkin masih bisa dicari solusinya, jangan terlalu terbawa emosi." saran Vera sambil menyeruput es teh kesukaannya.
"Iya Manda, mungkin Rio hanya main-main saja dengan teman onlinenya itu.Terbawa suasana saja, bukannya membela Rio tapi menurut aku Rio serius kok sama kamu" Cantika berusaha menenangkan perasaan Amanda.
"Cinta? kalau cinta dia gak mungkin menjalin hubungan dengan cewek lain" bantah Amanda.
"Kalian tahu tidak, isi chat antara Rio dan cewek itu..., sangat diragukan bila tidak ada apa-apa diantara mereka." lanjut Amanda.
Vera dan Cantika pun berpikir keras, dan mulai was was dengan pacar-pacar mereka.
Bagaimana tidak, Rio yang terkenal konyol, humoris, tukang jahil, hobi nge-game, jauh dari incaran cewek-cewek.
Tapi ternyata, ... mempunyai pacar online, dan sudah berlangsung cukup lama, menurut Amanda.
Andai saja hape Rio tidak tertinggal di rumah Amanda, dan andai saja pacar online Rio tidak terus menerus menelepon dan mengajak Video Call Rio, mungkin Amanda pun tidak akan pernah tahu.
Saat mengetahui hape Rio tertinggal, sebenarnya Amanda tidak menaruh curiga sedikitpun, apalagi berniat ngoprek isi hapenya. Sama sekali tidak terbersit di pikirannya untuk melakukan semua itu.
Tetapi karena hape Rio berisik terus menerus, akhirnya Amanda berinisiatif untuk mematikan hape Rio untuk sementara.
Tetapi siapa sangka ternyata, gambar cewek sexiii terpampang di layar hape Rio.
Akhirnya insting seorang pacar mulai berbicara, Amanda mencium sesuatu yang tidak beres. Ia mencoba memancing-macing cewek itu dan akhirnya ia pun tahu ada sesuatu yang bukan hanya hubungan teman biasa saja, antara kekasihnya dan cewek sexiii ini.
Baik Vera dan Cantika masih tidak habis pikir kok bisa Rio berbuat seperti itu.
Setahu mereka Rio sangatlah menyanyangi Amanda. Tetapi ternyata......
"Wow... wow....si udik ada disini hmmm..., " Viona menepuk bahu Cantika.
"Kok sendiri ? dicampakan Gavin ya? Gavin sudah bosan dengan cewek udik seperti mu" ucap lirih Viona diikuti tertawa teman temannya yang sangat tidak enak untuk didengar.
Suara tawa yang begitu tidak enak dihati.
"Hei Vi , kamu ada masalah apa sih selalu sukanya menganggu Cantika, emang dia punya salah apa sama kamu!" bentak Vera keki dengan kelakuan Viona.
"Ada masalah apa katamu? Dia merebut Gavin aku! kamu bilang itu bukan masalah? tidak ada yang boleh lancang mengambil Gavin ku kalau tidak mau berurusan dengan ku! V I O N A apapun yang dia mau akan terwujud." seru Viona
"Aku tidak merebut Gavin dari siapapun, tidak! Gavin sendiri yang bilang padaku bahwa diantara kalian tidak ada hubungan apa-apa.!" Cantika berusaha membela dirinya
Plak...!
Dengan tanpa persiapan untuk melindungi diri, Cantika terkena tamparan dahsyat dari tuan putri Viona..
Sebenarnya Cantika sangat lah marah. Ingin rasanya ia membalas perbuatan Viona dan gank nya.
"Viona! cukup!" cegah Vera.
"Aku laporkan ke Gavin, kelar hidup lu!" ancam Vera
"Beraninya aja kalau gak ada kak Gavin, giliran ada kak Gavin, tampangnya sok polos dan paling teraniaya cuih!" sindir Amanda.
"Hmm, lihat saja besok di sekolah, apa kalian bisa sok sok an begini di depan Gavin?"
"Denger ya Cantika! CATAT hubungan loe sama Gavin sudah kelar! ngerti! dia udah bosan ama loe! gak percaya? kita buktikan besok!" sambil mendorong bahu Cantika dengan telunjuknya.
"Yuk guys kita tinggalkan si cupu ini, ngaca kalau mau deket sana seseorang lihat level loe sama tidak?!" sambut nyinyir Bella.
Cantika hanya terdiam.
"Hush hush sana! berisik" usir Amanda.
Hening...,
Setelah kepergian mereka, suasana menjadi hening.
__ADS_1
Vera menyentuh tangan Cantika.
"Tika...kamu tidak apa-apa kan?'" tanya Vera.
"Kok kamu diam saja sih?! kenapa gak balas?! biasanya kan kamu langsung balas ?" cerca Amanda.
"Aku takut ..." Cantika tiba-tiba menangis.
Vera dan Amanda saling berpandangan.
Vera langsung memeluk Cantika, semakin keras lah ia menangis di pelukan Vera.
Amanda berusaha untuk menghibur Cantika " Sabar Tika, mulut Viona memang begitu, pedes kalau ngomong"
"Aku dah biasa mendengar Viona bicara pedes padaku, tetapi entahlah untuk kali ini, aku takut...., aku melihat dia bicara dengan penuh percaya diri, bagaimana kalau yang ia bicarakan tadi benar terjadi." ucap lirih Cantika sambil sesenggukan.
"Maksud kamu..., kak Gavin akan mencampakkan mu?" lanjut Amanda.
"Hush! kamu ini ngomong apa sih ! gak mungkinlah Gavin seperti itu, aku kenal sekali dia. Cantika adalah cintanya no...aku tidak yakin se-loser itu si Gavin" ujar Vera.
"Entahlah Ver, kali ini hati aku benar-benar terasa ada yang tidak biasa, ada perasaan takut luar biasa dalam diri aku."
"Aku tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya." sedih Cantika mengungkapkan perasaannya.
"Hmm, coba aku telepon kak Gavin" Vera meraih ponselnya dan menekan tombol menelepon.
"Vera ...gak perlu, jangan!" cegah Cantika.
"Hallo ..kak Gavin, kakak dimana?"
"Di rumah, kenapa Ver?" tanya Gavin lemas.
Vera berpikir kok suara Gavin berbeda.
"Vera..." tanya Gavin di seberang.
"Hmm, Cantika kak" pancing Vera.
Lalu Vera menceritakan pada Gavin apa yang sedang terjadi, serta ancaman-ancaman Viona pada Cantika.
Gavin menarik napas dalam-dalam. Hatinya tercabik-cabik ingin berbuat sesuatu untuk Cantika tapi tidak mungkin. Ia hanya bisa menangis dalam hati.
"Hallo ...kak Gavin?" tanya Vera.
"Maaf Vera aku ------"
"Iya kak?" tanya Vera penasaran.
"Titip Cantika ya... jaga Cantika untuk aku, aku percaya kamu bisa membela Cantika."
Tut....Tut....Tut....,
Suara telepon di tutup.
Vera terdiam sejenak, berusaha menerjemahkan maksud perkataan Gavin.
"Ver...ada apa? apa kata kak Gavin?" tanya Amanda.
Vera memandang kedua sahabatnya itu bergantian.
Cantika menatap nya pasrah dan cemas. ya...perasaan cemas,dan khawatir jelas tersirat di wajah Cantika.
Vera menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya.
"Vera..., ada apa?" tanya Amanda
"Hmm ...tidak ada apa-apa, kata kak Gavin besok dia urus tuh si Viona." Vera asal bunyi dan asal nyeplos saja., untuk menenangkan perasaan sahabat sahabatnya.
"Yuk kita lanjut nonton, sudahh tidak usah dipikirin lagi si Viona toxic memang dia mah" ucap Vera mencoba mencairkan suasana.
__ADS_1
"Okay yuk...Tika " ajak Amanda.
"Apapun yang terjadi, ingat ya guys kita adalah sahabat. Sampai kapanpun kita adalah sahabat dalam suka maupun duka." Vera mengulurkan tangannya lalu disambut oleh Amanda lalu Cantika.
Akhirnya merekapun melupakan hal hal sedih yang tadi terjadi.
"Heii lihat! Keren yaa " tunjuk Amanda pada sebua kalung yang ada di toko accessories
Tidak menunggu lama, ia pun langsung berlari masuk ke toko accessories tersebut.
Setelah memilih milih akhirnya merekapun selesai berbelanja beberapa Kalung, gelang dan karet rambut.
"Sudah sore nih, kita pulang yuk! pengen nonton tapi film nya ga ada yang bagus " timpal Cantika.
"Iya, minggu depan saja deh kita ke mall lagi, terus nonton " sahut Vera.
"Heii guys...itu bukannya----" tunjuk Amanda ragu.
"Siapa?" tanya Vera.
"Seperti ....kak Gavin" ujar lirih Amanda.
"Kak Gavin? mana?" Cantika berusaha mencari ke arah yang ditunjuk oleh Amanda.
"Kak Gavin ?? yang bener Manda? tadi dia di rumah kok" Vera meyakinkan sahabatnya, kalau tadi waktu dia telepon Gavin ada di rumah.
"Mungkin aku salah lihat , ya sudahlah..., yuk kita pulang!" ajak Amanda.
"Hmm, ada apa ya kok kak Gavin tidak ingin diketahui keberadaannya" batin Amanda .
Amanda masih teringat tadi sewaktu ia memberitahukan keberadaan Gavin ke teman temannya, Gavin langsung memberi kode untuk tidak memberitahu keberadaan dirinya dan langsung bersembunyi.di balik lorong.
Pakaian Gavin pun terkesan sedang menyamar. Seperti tidak ingin keberadaannya diketahui orang lain.
"Manda..., halloo" Cantika menyentuh pundak Amanda.
"Oh iya.." sahut Amanda
"Pulang bareng kami kan?" tanya Vera.
"Iya.." sahut Amanda
Akhirnya merekapun pulang bersama.
Amanda masih bertanya tanya ada apa dengan Gavin ?
...................................................
Ada apa ya dengan si Gavin??
Yuuk ikuti kisah selanjutnya..
Jangan lupa like, komen dan hadiah hadiahnya ya...buat Cantika dan Gavin
Sambil menunggu kelanjutan kisahnya, nih aku punya rekomendasi Novel dari teman literasi aku
Novel dengan judul CINTA YANG DIABAIKAN Karya Mama Reni
Arumi Nadya Karima, seorang wanita yang terlahir dari keluarga berada.
Hidupnya semakin sempurna saat menikahi seorang pria tampan yang bernama Gibran Erlangga.
Dua tahun pernikahannya Gibran selalu perhatian dan memanjakan dirinya. Arumi mengira dirinya wanita paling beruntung, hingga suatu hari kenyataan pahit harus ia terima.
Gibran ternyata selama ini menduakan cintanya. Perhatian yang ia berikan hanya untuk menutupi perselingkuhan. Arumi sangat kecewa dan terluka. Cintanya selama ini ternyata diabaikan Gibran. Pria itu tega menduakan dirinya.
Apakah Arumi akan bertahan atau memilih berpisah?
__ADS_1
❤️ Happy Reading ❤️