Cinta Online

Cinta Online
Galau


__ADS_3

Malam semakin larut Gavin masih saja belum dapat tidur , kerinduannya terhadap Cantika semakin memuncak.


Ia berusaha untuk memejamkan matanya tetapi bayangan Cantika terus melekat dan selalu melintas di kepalanya.


Gavin membalikkan bantalnya, menutup kedua matanya dengan guling , kemudian berganti dengan bedcover. Kemudian membalikkan badannya ke kanan lalu berganti lagi ke kiri.


Tapi semua usahanya itu tidak membuahkan hasil. Semakin ia mencoba untuk melupakan, bayangan Cantika semakin menguasai dirinya. Dan semakin membuat Gavin tertekan.


Akhirnya Gavin pun meraih ponselnya.


Jari jemari Gavin sudah begitu lincah menekan sebuah nomer special.


Tut .... Tut ... Tut


"Hallo kak Gavin! kak Gavin kemana saja? Tika hubungi kakak sejak kemarin tapi tidak bisa terhubung, ponsel kakak rusak? kakak sudah selesai kan ujiannya? bagaimana kak hasilnya bisa kan? sukses kan kak!?" terdengar berbagai kalimat pertanyaan terus meluncur dari bibir Cantika.


Gavin hanya tersenyum sedih. Kecerewetan Cantika, pertanyaan pertanyaan kritis Cantika pasti akan sangat ia rindukan.


Biasanya bila Cantika sudah meluncurkan berbagai pertanyaan tanpa henti Gavin akan membungkamnya dengan sentuhan lembut bibirnya, dan hal itu selalu sukses membuat Cantika terdiam.


Tapi kali ini pertanyaan pertanyaan itu hanya ia dengar melalui hubungan telepon. Tetapi entah kenapa pertanyaan pertanyaan yang meluncur dengan begitu deras dan intens nya itu justru saat ini terdengar begitu merdu dan enak untuk di dengarkan. Gavin membiarkan Cantika terus mencercanya dengan berbagai pertanyaan pertanyaan yang sebenarnya tidak penting, karena ia tahu ini kali terakhir ia mendengarnya dan sangat bisa ia pastikan akan sangat ia rindukan.Pertanyaan yang meluncur bagaikan kereta api cepat.


"Kak .... kak Gavin! kak!" terdengar suara di seberang mencoba menyadarkan Gavin dari lamunannya.


"Oh haiii Cantik, apa kabar?" Mata Gavin sedikit berembun menahan rindu ia sadar mungkin ini terakhir kalinya dia mendengar suara Cantika, setelah bertahun tahun nanti mungkin ia baru mendengar suara indah Cantika kembali itupun bila ia masih mau menunggu dan menerimanya.


"Kakak tidur? kok diam aja, gak jawab pertanyaan Tika sih? " Terdengar merajuk suara di seberang.


Gavin mengusap air matanya.


"Hmm kakak dengar kok Cantik, ujian sudah selesai, kakak sudah jawab semua soal dengan sukses, terima kasih ya semua berkat rangkuman yang kamu buat untuk kakak. Jadi kakak lebih mudah untuk mempelajari dan menghapalnya." jawab Gavin berusaha meyakinkan Cantika semua baik baik saja


"Syukurlah kalau rangkuman Tika dapat membantu belajar kak Gavin" timpal Cantika.


"Sangat sangat membantu, terima kasih ya Cantik" ucap Gavin.


"Kok belum tidur ini sudah sangat larut malam lho, tidurlah istirahatlah ntar kamu sakit, jangan begadang oke ?" pinta Gavin


"Biasanya juga sudah tidur kak, gak tahu malam ini gak bisa tidur sudah feeling kakak Gavin bakal telpon mungkin" terdengar Cantika terkekeh.


"Hmm sama kakak juga feeling kamu belum tidur mikirin kakak terus, jadi kakak telepon kamu deh biar kamu hatinya tenang terus bobok. " goda Gavin.


"Yee kakak GeEr"


Gavin pun tertawa puas berhasil menggoda Cantika.


"Ya udah kak, Tika bobo ya ntar diomeli Oma kalau tahu jam segini belum tidur" pamit Cantika.

__ADS_1


"Iya sayang, makasih ya udah mikirin kakak dan nungguin kakak" timpal Gavin.


"Iihhh kakak mulai lagi deh GeEr! daaa kak Gavin good night"balas Cantika lalu memutuskan hubungan telepon mereka.


"Hmm selamat malam Cantika, selamat bobo" senyum terkulum di bibir Gavin.


Ia pun akhirnya tidur dengan pulas setelah mendengar suara Cantika.


Diam diam suara Cantika tadi sepanjang obrolan mereka, direkam oleh Gavin.


Gavin berencana nanti disaat ia sudah berada di Kashmir dan kuliah disana bila sedang didera rasa kangen pada Cantika ia akan memutar suara comel dan cerewetnya itu untuk penghilang rindu dan penyemangat dirinya agar cepat menyelesaikan kuliahnya dan kembali bertemu Cantika.


Gavin sangat berambisi untuk menyelesaikan kuliahnya secepatnya. Dia tidak sabar untuk dapat berkumpul kembali dengan Cantika tanpa ada yang mengintimidasi hubungan mereka lagi.


................☀️☀️☀️☀️................


Pagi telah tiba sinar mentari telah menyinari bumi dengan sangat terik.


tok ... tok ... tok


"Gavin ... Gavin!' panggil mama


"Oooaahhmmm ... yaaa ma" sahut Gavin masih bermalas-malasan.


"Kamu gak ikut papa nak?, jemput paman Aqib" tanya mama.


Seperti terkena siraman air dingin, Gavin langsung bangun dari tempat tidurnya dan menyambar handuk dan secepat kilat menuju kamar mandi.


"Iya ma Gavin ikut papa, tunggu ya ma!" teriak Gavin.


Gavin tidak mau waktu yang tinggal sedikit ini berlalu begitu saja tanpa bersama papa tercinta.


Sejak kecil Gavin dekat dengan papanya. Tiada hari tanpa ada disamping papa Jevaro. Dan kini karena keadaanlah ia harus terpisah dengan papanya sedih memang, selain berpisah dengan Cantika ia juga harus berpisah dengan keluarga tercintanya. Papa , Mama dan Laura adiknya. Sungguh suatu hal yang sangat tidak adil baginya tapi demi memikul tanggung jawab akan kelangsungan hidup orang banyak bersama papanya ia mencoba untuk tegar.


Setelah selesai mandi Gavin bergegas berganti pakaian lalu secepat kilat keluar dari kamarnya dan menuruni tangga menemui papanya.


Gavin hanya melihat mamanya yang sedang asyik membuat kue dibantu oleh Laura.


"Ma .... papa Gavin dimana ma? belum berangkat kan?" tanya Gavin.


"Enak aja! Papa Laura juga ya" sambil mencibirkan bibirnya mengolok-olok Gavin.


"Ihh.... kak Gavin! Sakittt! .... Ma kak Gavin ma penganiayaan!" teriak Laura ia dijitak sayang oleh kakaknya.


Kimberley hanya tersenyum melihat tingkah pola anak-anaknya.


Gavin dan Laura walau bagaikan Tom and Jerry tetapi sebenarnya mereka saling menyayangi, dan selalu mencari bila tidak saling bertemu.

__ADS_1


"Sudah Vin tuh ditunggu papa di depan " ucap mama.


"Baik ma Gavin pergi sama papa dulu ya" sambil mencium kedua pipi mamanya dan mengoyak rambut Laura. Lalu berlari kecil ke depan menemui papanya.


"Ma ... kenapa sih kakak harus kuliah di tempat yang jauh? Laura kan kangen, pasti sepi kalau tidak ada kakak disini" ucap Laura sedih.


"Laura, kakak kamu kan laki laki seorang laki-laki itu harus mandiri, biarlah kakak kamu belajar untuk benar benar mandiri dan kelak kembali pada kita menjadi pribadi yang sangat membanggakan kita semua, sekarang saja kakak kamu sudah hebat apalagi kelak setelah ia benar-benar mengerti arti kehidupan sesungguhnya.Hanya empat tahun sayang kita berpisah dengan kak Gavin setelah itu kita akan berkumpul selamanya." sahut Kimberley sambil membelai rambut Laura yang sedang memarut keju.


....................................................


Di rumah Cantika


"Iya Ver kemarin Kak Gavin telepon aku kok, dia baik baik saja" curhat Cantika.


"Hmm ..."


"Kenapa Ver ada apa?" tanya Cantika mencium gelagat tidak beres.


" Gavin tidak bilang apa-apa kah?" selidik Vera lebih lanjut.


"Maksud kamu?"


"Aku dengar Kak Gavin akan melanjutkan kuliah di luar negeri" sahut Vera menjelaskan apa yang diketahuinya.


"Ha... dapat info darimana? kak Gavin tidak cerita apa apa tuh kemarin"


"Yaaa semoga apa yang kudengar tidak benar ya. tidak mungkin juga kak Gavin tidak cerita ke kamu kalau ia kuliah di luar negeri." ucap Vera ragu.


"Iya"


Cantika berusaha mengingat ingat apa saja yang dibicarakan Gavin semalam bersamanya tapi tidak ada satupun yang membahas tentang rencana Gavin kuliah di luar negeri.


"Hmm aku akan coba tanya langsung ke Kak Gavin tentang kebenarannya" ucap Cantika tegas.


..................................................


Akankah Cantika mendapat jawaban dari Gavin


Akankah Cantika bertemu dengan Gavin?


Jangan lupa ya like komen fav buat Cantika dan Gavin


Sambil menunggu up aku kenalkan nih karya teman literasi aku Lena Laiha dengan judul Tiba Tiba Menikah


Liana adalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga sederhana, sehari-hari ia bekerja sebagai karyawan biasa di kantor tempat ia bekerja. suatu hari semua karyawan mendapat undangan untuk menghadiri acara pernikahan bos muda, tanpa terkecuali. Liana adalah salah satu karyawan yang hadir di acara itu. Diacara yang sangat mewah itu tiba-tiba seorang laki-laki yang tidak Liana kenali secara tiba-tiba menariknya secara paksa, hingga tubuh Liana sedikit terseret. Liana yang sebenarnya bisa bela diri memilih untuk tidak melakukan perlawanan karena ia tidak ingin membuat keributan di acara penting bagi bosnya itu. Liana dipaksa untuk menjadi pengganti pengantin wanita yang telah pergi melarikan diri.


__ADS_1


__ADS_2