Cinta Online

Cinta Online
Girl Time


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, sejak kejadian Cantika pingsan setelah menerima surat perpisahan dari Gavin.


"Kak Cantika yuk kita jalan-jalan sama papa." ajak Reno mencoba menghibur Cantika.


"Ayoo kak!' ajak Reno sambil menarik tangan Cantika agar bangun dan tempat tidur.


"Kamu pergi aja sendiri sama papa, kakak di rumah aja." sahut Cantika setengah hati.


"Tapi kak--- "


"Biarkan kakak kamu bersama kami Reno" Vera mengedipkan mata pada Reno untuk memberikan kode bahwa mereka telah siap untuk menghibur Cantika.


"Iya Reno kami akan bersenang-senang ala cewek, bukan begitu nona Cantika?!" Vera langsung menarik Cantika untuk bangun dari tempat tidurnya.


Amanda memberi kode pada Reno untuk meninggalkan kamar Kakaknya."Tenang Reno, kami akan membuat kakak kamu tersenyum kembali " bisik Amanda.


Vera dengan cekatan nya memilih pakaian untuk sahabatnya itu.


"Ver aku gak ingin kemanapun. Aku hanya ingin dirumah saja' ucap Cantika berulangkali.


"No ... hari ini kamu harus ikut kami, kita bikin Girl Time tidak terima penolakan dengan alasan apapun." tegas Vera.


"Ayoo cepat ganti baju!" sambil memberikan baju ganti pada Cantika


"Tapi Vera---" ucap Cantika terpotong.


"Eitss, tidak ada tapi yukk" Amanda menarik lengan Cantika dan membatu Cantika untuk berganti baju.


"Nah udah cantik kan sekarang, siap meluncur! Go to the party!' seru Amanda." Sambil menyisir rambut Cantika.


"Okay ready ... let's go!" seru Vera kemudian mereka bertiga meninggalkan kamarnya.


Sesampai di lantai bawah mereka berpamitan pada Oma dan papa Jason.


"Om... Oma kami berangkat dulu ya !" pamit Vera.


"Iya nak hati-hati dijalan ya" pesan Oma


"Daa kak Cantika jangan sedih----" belum selesai Reno bicara. Mulutnya dibekap langsung oleh papa


Kemudian Amanda, Vera dan Cantika pun masuk ke mobil Vera.


"Tika ... hari ini kami ingin kamu melupakan semua yang bikin kamu bete dan sedih. its enough Cantika, sekarang saatnya kita bersenang-senang. okay baby"ucap Vers sambil mengoyak rambut Cantika.


"Iya Cantika hari ini tidak ada yang boleh bersedih diantara kita." timpal Amanda.


Sesampainya mereka di mall. Cantika sama sekali tidak diijinkan sedikit pun untuk bersedih hati. Vera dan Amanda sudah bersepakat untuk selalu mengalihkan pikiran Cantika agar tidak mengingat sesuatu yang membuatnya bersedih hati.


Mereka berkeliling-keling, membeli keperluan mereka masing-masing.Sampai kedua tangan mereka tidak mampu lagi menjinjing tas hasil belanja mereka.


"Yuk Vera, Tika kita makan dulu yukk dah lapar nih perut aku" ajak Manda


"Okay yuk kita ke food court! Aku juga sudah lapar nih" ajak Cantika


"Siap delapan enam Bu !" sahut Vera

__ADS_1


Kemudian mereka pun melangkah bersama menuju food court.


Setelah memilih beberapa menu untuk menemani makan siang mereka,." Nah begini kan kamu terlihat segar. Senyum akan membuat kita terlihat awet muda.Jangan kelamaan bersedih.Tika kami berharap kamu tidak merasa sendiri lagi.Apapun dan kapanpun kamu butuh, kami akan datang menemanimu.Kami selalu ada untukmu." ucap Vera.


"Tetapi perasaan sendiri itu bukan hanya perasaan yang kita rasakan saat diri merasa sepi sendiri. tetapi terkadang perasaan sendiri itu karena kita merasa tidak lagi dibutuhkan oleh seseorang yang pernah dekat dengan kita dulunya." lirih Cantika sambil memainkan sedotan dan kemudian menyedot sedikit jus leci kesukaannya.


Vera pun merasa terkena pukulan telak dengan apa yang disampaikan Cantika.


Iya terkadang perasaan diri tak lagi diinginkan sakitnya melebihi apapun juga. Merasa terbuang dan tak berarti lagi. "Tapi Cantika apapun yang saat ini kamu rasakan kesakitanmu, kesedihan mu, kekecewaanmu, itu semua ada masa nya percayalah waktulah yang akan menyembuhkan semua itu bahkan waktu jugalah yang akan membuatmu lupa." nasehat Vera.


" Haii guys nih special es krim buat kita bertiga Girl Time!" ucap Amanda dengan riangnya sambil membawa tiga es krim coklat strawberry favorit mereka.



" Wow yummy! Makasih Manda" sahut Cantika.


Amanda tahu es krim adalah segalanya bagi Cantika apapun permasalahannya dan se-bete apapun perasaannya bila dihadapannya tersedia es krim Favoritnya, semua perasaan yang menyiksa akan sedikit tersingkir dan terlupakan.


Mereka bertiga pun menikmati es krim favorit mereka dengan hati ringan .


"Woww ... waduhh bagaimana ini ?!" seru Amanda disela-sela menikmati es krimnya


"Hmm ada apa lagi nih!" sahut Vera.


"Kalian ini ya selalu penuh drama hidupnya Ayoo Manda ceritakan ada apa? " timpal Vera.


"Ini nih si bule mau ngajak ketemuan." jawab Amanda kegirangan


"Bule??" tatap Cantika bingung.


"Iya bule, Manda kan punya sahabat online, kamu belum tahu Tika?" tanya Vera


"ish ish ish kudet amat dirimu " timpal Vera .


Lalu disambut ketawa Amanda dan Vera


"Ih kalian jahat ah " Cantika pura-pura ngambek


"Kamu mau cari teman online juga Tika? Buat seru-seruan aja. Biar bisa bikin kamu melupakan Gavin." tawar Amanda


"Gak ah gak nyata" jawab Cantika


"Hmm daripada bete merasa sendiri?" timpal Amanda


"Vera juga punya tuh pacar online dan harmonis tuh awet sampe sekarang!' celetuk Amanda


"Hush!" Vera mencoba menyetop ocehan Amanda.


Cantika menatap kedua sahabatnya itu bergantian.


"Kalian ternyata dibelakang William dan Rio--" Cantika belum sempat meneruskannya.


Telepon genggam Cantika berbunyi.Nomer yang tidak dikenal tertera di layar. Cantika menatap ragu ponselnya.


Dua sahabatnya yang melihat keraguan dimata Cantika. Saling berpandangan.

__ADS_1


"Dari siapa Tika,?" tanya Vera penasaran.


Cantika hanya menggeleng gelengkan kepalanya.


"Coba Tika diterima aja kalau penasaran." saran Amanda.


Dengan ragu-ragu dan setelah menatap kedua sahabatnya yang berhadapan di depannya, Cantika pun menerima telepon masuk tersebut.


"Iya hallo ... , "


"Haii Cantika? ini mama Gavin." jawab suara di seberang.


"Oh selamat sore Tante, ada yang bisa Cantika bantu?" tanya Cantika ragu .


"Tidak sayang Tante hanya bilang tadi Tante sama Laura ke rumah tapi kamunya sedang keluar sama sahabat kamu kata Oma . Ya sudah tidak apa-apa kok. Tante cuman kangen pengen ketemu Cantika. Ya sudah have fun ya sayang ." jelas suara di seberang.


"Iya Tante terima kasih." jawab Cantika.Kemudian hubungan telepon terputus.


"Siapa Tika?" desak Amanda ingin tahu.


"Mamanya Gavin." jawab singkat


"Mamanya Gavin??" serempak Vera dan Amanda bertanya.


"Iya, tadi kerumah bersama Laura." jelas Cantika singkat.


Vera dan Amanda mendengarkan dengan penuh perhatian.


"Mereka merasa bersalah dengan kalian." ucap Amanda lirih.


"Kalian berdua hanyalah korban dari keegoisan seorang Viona. kedua orang tua Gavin pun tidak bisa berbuat banyak untuk menolaknya. Sabar ya Tika, empat tahun lagi, kalian pasti berkumpul kembali." timpal Vera sambil menggenggam kedua tangan Cantika.


"Tapi aku benci Gavin, aku benci caranya meninggalkanku! kenapa harus melalui surat? kenapa ia tidak ngomong langsung saja. Dasar pengecut!" runtuhlah pertahanan Cantika, air matanya kembali mengalir tanpa hambatan.


Kedua sahabatnya pun menghampiri Cantika dan memeluknya memberikan kekuatan padanya.


Mereka membiarkan Cantika menangis mengeluarkan kegundahan hatinya.


"Tika ... mungkin Gavin sendiri ga sanggup untuk bertemu dan mengatakan langsung padamu, Gavin sangat mencintaimu bukan hanya kamu saja yang terluka tapi dia pun terluka." Sambil tetap memeluk Cantika.


"Iya Cantika percayalah cinta Gavin ke kamu itu tulus." timpal Amanda.


Cantika pun menghapus air matanya. "Hmm, i am okay.mana es krim aku? Amanda kamu ya yang menghabiskannya?" goda Cantika.


"Enakk aja! Nih punya kamu !" sambil menaruh segelas es krim di depan Cantika.


Akhirnya merekapun tertawa dan menghabiskan waktu bersama .


.....................................


Ikuti yukk kisah Cantika selanjutnya


Jangan lupa like komen dan favorit


Sambil menunggu up aku kenalin nih karya teman literasi aku yang berjudul My Crazy Lady

__ADS_1


Hanna, seorang gadis bertubuh besar dan berpenampilan tidak menarik, selalu tidak dianggap dan tersisihkan oleh ibu dan juga saudaranya, begitupun dengan orang-orang disekitarnya. Hingga keadaan berbalik, orang-orang yang dulu mencemoohnya kini mencoba mengambil hatinya, begitu juga dengan pria yang dulu sangat membencinya. "Kau harus menjadi duchess of Claymore, suka atau pun tidak!" - Alexander Davlin Claymore, Duke of Claymore - "Bukan kah kau tidak suka dengan gadis berlemak yang suka meneteskan air liurnya saat melihat makanan?" - Lady Hanna Jhonson - Tidak cukup dihina, Hanna pun menjadi taruhan oleh teman-temannya dan juga pria yang sangat dia sukai. Hingga suatu hari, Hanna tersedot masuk ke dalam novel yang sedang dia baca, dan menjadi pemeran utama yang hidupnya juga sama menyedihkannya. Merasa mendapat kesempatan kedua, Hanna mencoba mengubah takdir nya, dengan melawan siapa saja yang ingi menyingkirkan nya



__ADS_2