
Jam menunjukkan pukul enam lebih tiga puluh menit.
Viona dan teman-temannya sengaja menunggu kedatangan Cantika di dekat gerbang sekolah.
"Vi ... kamu yakin akan tetap ganggu Cantika, Gavin kan sudah tidak bersama dia lagi?" tanya Kinan gusar.
"Iya tapi Gavin sekarang justru hilang entah dimana? aku takutnya ini hanya akal akalan mereka saja. Awas sampai aku tahu semua ini permainan mereka. Dan diam-diam mereka masih ketemuan akan aku bikin perhitungan yang lebih kejam." sahut Viona dengan sorot mata tajam penuh kedengkian.
Bella dan Kinan yang melihat sorot tajam Viona saling berpandangan ngeri.
"Hei ... itu kan Vera! Amanda dan ... Cantika!" seru Kinan takjub. Baru kali ini ia melihat Cantika dengan penuh percaya diri memasuki gerbang sekolah.
Hei udik masih berani kamu injakan kaki di Sekolah bermartabat ini?" serang Viona.
"Hmm kebiasaan ya, gatal tuh mulut kalau gak nyinyir? Gosok tuh dengan biji kedondong biar gak gatal dan nyinyir" Cantika pun berlalu dari hadapan Viona.
Melihat sikap cuek Cantika, Viona tidak terima ia menahan lengan Cantika yang akan melewati dirinya. Viona merasa keberadaannya diacuhkan sehingga ia tidak terima dengan sikap cuek Cantika.
"Lepaskan!" seru lirih Cantika sambil menatap tajam Viona
"Kenapa? kamu sedang berduka karena Gavin ternyata meninggalkanmu?, Dari awal sudah kami peringatkan jangan dekati Gavin kalian tidak pantas untuk bersama. Akhirnya dia mematahkan hatimu bukan? Ngeyel sih ..... sakit kan sekarang ditinggal Gavin." sindir Viona.
Cantika dari tadi sudah mencoba sabar menghadapi kenyinyiran Viona, hanya bisa menekan segala emosi yang melintas di hatinya,
Tiba-tiba ponsel Cantika berbunyi. Cantikapun mengambil ponselnya dari situ ia melihat tulisan William. Senyum menyeringai menghias bibir Cantika. "Viona bersiaplah terima serangan telak dariku." geram dari hati Cantika.
Cantika pun menerima telepon masuk dari William."Haii sayang pa kabar? aku kangen kamu nih kapan kita bisa ketemu lagi? "tanya Cantika pada William,
"Heii siapa itu? Gavin ? sini ! " sahut Viona tidak terima kalau Cantika masih berhubungan dengan Gavin.
Viona berusaha meraih ponsel Cantika."Sini ! Berikan padaku!"
"Apaan sih kamu, ini pacar aku!" Cantikapun pura-pura berusaha mempertahankan ponselnya.
"Berikan padaku!" Viona terus berusaha mengambil ponsel Cantika.
"Sayang,maaf ya ini ada orang gila berusaha mengambil ponsel aku!" Cantika pura-pura mengeluh.
__ADS_1
Dirasa lengah, Viona pun langsung menyambar dan mengambil ponsel Cantika, kemudian membawanya lari.
Cantika yang sebenarnya sengaja mengerjai Viona pun hanya diam dan memandang Viona dengan pandangan jijik.
Setelah mendapatkan apa yang ia mau Viona pun tertawa penuh kemenangan. "Hallo. Gavin ... Gavin ..kamu dimana? jadi kamu hanya pura pura pergi? Akan aku laporkan ke papa aku papamu tidak menempati janji " seru panjang lebar Viona.
"Maaf, ini siapa ya? Cantika mana ya ?" tanya suara di seberang.
Viona pun terkejut mendengar suara di seberang "Ini bukan suara Gavin"batin Viona.
"Kamu siapa?!" tanya Viona terkejut.
"William. Ini siapa? Mana Cantika?!"
"William siapa? kenapa kamu nelpon Cantika?" tanya Viona lebih detail lagi.
"Apa urusannya dengan kamu, cepat kembalikan telepon nya ke Cantika!" perintah William.
"Kamu apanya Cantika?" Viona masih penasaran dan terus bertanya detail pada William.
"Cantika, itu William yang kemarin di mall?" bisik Vera
Cantika menganggukkan kepalanya.
"Siapa kamu?!" tanya Viona emosi.
"Pacar Cantika!" jawab William singkat.
"Apaa!" Viona tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Cantika pun mengambil kembali ponselnya disaat Viona tertegun dengan jawaban William.
"Puas?! makanya jangan suka ikut campur urusan orang" sindir Cantika lalu menyenggol Viona dan pergi meninggalkan mereka yang terbengong-bengong.
"Iya sayang ini Cantika, maaf ya ada yang kepo tadi. Mupeng punya pacar tapi sayangnya gak ada yang mau jadi pacarnya.!" Pura- pura Cantika masih berbicara dengan William tapi sebenarnya hubungan telepon dengan William sudah ia matikan.
Vera dan Amanda pun tertawa puas dengan akting sahabatnya itu.
__ADS_1
Viona wajahnya langsung mendidih merah mendengar ucapan Cantika pada William.
"Vi ... dia udah punya pengganti Gavin!" kata Kinan.
"Sia-sia kamu menjauhkan mereka, Cantika tidak sedih dia bahkan sudah langsung move on tuh punya pacar baru." sahut Bella.
"Iya Vi justru seharusnya kamu juga move on seperti Cantika ngapain nungguin Gavin yang jelas-jelas gak suka kamu uppps" keceplosan Kinan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Viona langsung menoleh ke arah Kinan dan menatapnya tajam.
Kinan dan Bella hanya tertunduk takut mendapat semprotan dari Viona.
"Aarrrrgghhhh'" teriak Viona dan berlari pergi meninggalkan pengikutnya.
..........................................................
maaf ya author lanjutkan lagi di bab berikutnya ya ...
masih ada keruwetan di RL
Tunggu kelanjutan kisah cinta Cantika ya...
Apakah hubungan Gavin dan pamannya akan baik-baik saja atau bermasalah?
Akankah Cantika masih mendapat bully an lagi dari Viona atau justru sebaliknya??
Ikuti kisah selanjutnya ya
Jangan lupa like komen dan jadikan favorit
Happy Reading
Sambil menunggu up baca juga karya author lainnya.
My **** bodyguard i love you
__ADS_1