Cinta Online

Cinta Online
Kebersamaan dengan ayah.


__ADS_3

Di hari minggu yang cerah Reno dan Cantika terlihat sibuk mempersiapkan diri untuk menonton pertandingan basket sekolah Cantika .


Cantika menyisir rambut panjangnya sambil tersenyum membayangkan senyum kekasihnya Gavin yang begitu manis. Ia pun berdoa semoga kali ini Gavin mampu membawa tim nya meraih kemenangan lagi.


Dengan memakai T-shirt berwarna coklat lengan panjang serta celana panjang hitam dipadukan dengan tas selempang berwarna hitam juga, membuat penampilan Cantika makin memukau.


Tok...tok ...


"Kak Cantika ....ayoo nanti kita terlambat lho! Reno baru ditelepon kak Gavin nih, disuruh buruan berangkat ntar gak dapat duduk barisan depan !" seru Reno mengingatkan kakaknya.


'Iya tunggu bentar dah selesai kok" sahut Cantika.


"Hmm kak Gavin kok gak nelepon aku sih ? malah Reno yang ditelepon?" sungut batin Cantika.


Reno tidak sabar ingin cepat menonton pertandingan Gavin.


Diam-diam Reno mengidolakan Gavin.Reno sangat ingin sekali mempunyai kakak laki laki.


Reno kembali mau mengetuk pintu kamar Cantika, bertepatan dengan pintu dibuka oleh Cantika dari dalam.


"Iya Reno.... duh buru-buru amat sih'" Cantika kemudian meraih sepatu yang ada di rak sepatu depan kamarnya lalu memakainya .


"Kak Cantika tuh lambat banget" sungut Reno.


"Iya maaf,Yuk!" ajak Cantika.


Reno tersenyum lebar. menggandeng tangan Cantika dan mengayun ayunkan tangannya sambil menuruni tangga dengan hati gembira


"Haii kalian akan nonton pertandingan basket ya?'" sambut Ayah di ujung anak tangga.


Cantika terkejut ternyata ayahnya sudah ada di bawah. Oma tersenyum ke arah Cantika


"Papamu katanya diundang juga oleh Gavin tadi malam untuk nonton pertandingannya hari ini" jelas Oma.


'Iya Cantika, Gavin semalam menelepon agar papa datang ke pertandingannya hari ini. Jadi papa pikir kita berangkat bersama saja sekalian " jelas ayah sambil tersenyum.


"Baiklah pa, yuk " sahut Cantika sambil menggandeng Reno kemudian berpamitan dengan Oma.



Oma senang sekali Cantika mulai bersikap lunak pada papanya.Oma membelai dan mencium kedua cucu kesayangannya itu ' Hati-hati ya ntar pulang kita langsung makan bersama, Oma akan masak spesial buat kita semua hari ini" ucap Oma sambil mengantar Cantika dan Reno ke mobil.


"Asyikk masak kesukaan Reno ya Oma" Reno melompat gembira.di dalam mobil.


"Pastinya ..Oma akan masak semua masakan favorit keluarga kita." sahut Oma sambil mencium satu per satu kening cucunya.


"Yes! Bye Oma " teriak Reno .


......................................................



Ayah sangat senang sekali akhirnya Cantika mulai mau berbicara dengannya walau masih sedikit, setidaknya hari ini mereka bertiga telah tertawa bersama melihat kelucuan tingkah Reno yang begitu tengil.


Papa memakai kemeja dengan warna senada dengan pakaian Cantika dan Reno, padahal mereka tidak ada perjanjian apapun tentang pakaian


Hal ini membuat papa semakin yakin bahwa mereka masih terikat hubungan batin antara anak dan ayah.


Sesampainya mereka di sekolah Cantika. Terlihat' sahabat- sahabat Cantika sudah pada berkumpul menunggu Cantika.


Vera yang dengan santainya menunggu sambil mengipas ngipaskan tangannya karena merasa gerah dengan cuaca terik siang hari ini, sedangkan Amanda terlihat berjalan mondar mandir tidak sabar menunggu Cantika.


Sedangkan William dan Rio menunggu di lapangan basket. mencari tempat duduk untuk para gadis .


"Kata Cantika dia datang bersama Papanya dan adiknya, undangan khusus dari anak mantunya " kelakar Rio


"Mereka memang pasangan serasi menurut aku, semoga langgeng selamanya" sahut William setengah berteriak di tengah keriuhan suara para suporter sekolah masing-masing.


"Nah itu mereka!" tunjuk Wiliam ke arah Cantika, Reno dan ayahnya.



"Wow keluarga yang kompak, gak terlihat kalau Cantika masih marahan dengan papanya" seru Rio sambil melambaikan tangan pada Cantika, memberitahu posisi keberadaan mereka.


"Itu dibelakang Cantika! Vera dan Amanda!" lanjut William

__ADS_1


"Heiii Cantika! kami disini !" teriak William saat melihat Cantika dan Vera masih mencari-cari keberadaan William dan Rio.


Detik berikutnya Cantika dan Vera pun menemukan posisi William dan Rio. Yang duduk di bangku VIP.


....................................................


Pertandingan diawali dengan tampilan cheerleaders dari sekolah masing-masing.




Setelah mereka menunjukan penampilan mereka dan menyerukan yel yel sekolah masing-masing, barulah tim basket masing-masing sekolah memasuki lapangan dan diperkenalkan kepada para penonton, yang kemudian diikuti suara gemuruh riuh tepuk tangan para suporter masing-masing.


Tibalah saatnya pertandingan dimulai.



Pertandingan berjalan dengan sangat seru, tim lawan ternyata sangatlah tangguh. Rio pun sempat berteriak memberikan semangat pada tim sekolah mereka.Skor kedua tim sangatlah tipis perbedaannya. Baik Rio, William, Vera, Amanda dan Cantika tidak henti-hentinya memberikan semangat, bahkan Ayah Cantika dan Reno pun juga ikut berteriak sambil berdiri untuk memberikan semangat pada Tim Gavin.


"Gavin! .... Gavin! ayoo Vin tembak ...yesss!" seru William molonjak kegirangan saat Gavin berhasil memasukan bola ke ring lawan.


"Yeee ...ayoo Gavin habisin mereka!" teriak Rio tak kalah antusiasnya.


Keadaan menjadi sunyi saat wasit mengumumkan tinggal satu bola lagi untuk menentukan kemenangan.


Semua suporter hening cemas dan berdoa dalam hati untuk tim kesayangan mereka masing-masing.


Semua mata berfokus ke arah lapangan dan pemain jagoan masing-masing.


Cantika pun menangkupkan kedua tangannya cemas "Ayo Gavin kamu pasti bisa' batin Cantika.


Gavin pun seolah mendengar seruan semangat dari Cantika,ia menoleh ke arah tribun penonton. Setelah ia menemukan Cantika dan teman-temannya beserta Reno dan ayah Cantika, ia tersenyum kemudian ia fokus pada bola yang dipegangnya dan kemudian pandangannya fokus ke ring lawan dan...."Tettt"


"Yes ! yeahhh" seru Cantika dan teman-temannya.


Reno dan papanyapun tak ketinggalan bersorak gembira melompat dan berseru kegirangan.


"Selamat ya Cantika pacar kamu hebat!" senggol ayah Cantika sambil tersenyum menggoda.


Wajah Cantika langsung bersemu merah.


"Cantika itu Gavin" tunjuk Amanda ke arah Gavin yang lagi di wawancarai.


Setelah selesai dengan sesi foto dan wawancara, Gavin menghampiri Cantika.


Ayah langsung memberi selamat pada Gavin.


"Terima kasih om, terima kasih juga buat kedatangan om dan mendukung Gavin.'" ucap Gavin.


Gavin langsung menggandeng Cantika "Terima kasih Cantik, kemenangan kali ini berkat support dan kehadiranmu "


"Cie cie Kak Gavin. romantis deh" Amanda memegang kedua pipinya.


"Yuk Manda kita ke kantin" Vera menarik tangan Amanda agar menjauh dari Gavin dan Cantika.


Vera sangat tahu Gavin ingin sendiri berdua dengan Cantika.


"Oke Cantika, kak Gavin kami pergi dulu ya" ucap Vera sambil menarik tangan Amanda.


"Selamat Gavin, kamu berhasil kembali mengharumkan nama sekolah kita" Rio dan William bergantian memberi selamat pada Gavin.


"Iya guys makasih banyak ya, makasih juga supportnya." sahut Gavin


"Oke bye Gavin kami ke kantin dulu ya.. dah Cantika dah Reno, om kami tinggal dulu ya" pamit Rio.


"Oke Guys selamat bersenang-senang ya!" seru Gavin.


"Veraa! ntar aku susul kesana' teriak Cantika dan disambut tanda oke dari Vera dan Amanda.


Kemudian Gavin pun menyampaikan pada ayah Cantika atas undangan kedua orang tuanya, agar Cantika ikut makan siang dengannya di rumahnya.


Karena hari ini mama papa Gavin yakin tim basket sekolah Gavin pasti meraih kemenangan.Jadi mama dan papa Gavin berinisiatif untuk memasak sendiri menu makan siang mereka sekaligus syukuran atas kemenangan tim Gavin kali ini.


Melihat Gavin adalah anak baik dan mereka hanya akan pergi makan siang di rumah Gavin, bukan pergi ke tempat yang tidak jelas, akhirnya Ayah mengijinkan Cantika untuk makan siang bersama keluarga Gavin.

__ADS_1


"Tapi Oma kan menunggu kita makan dirumah pa" protes Reno


"Iya gak apa apa nanti papa yang bilang ke Oma, kalau kak Cantika diajak papa mama kak Gavin makan dirumahnya." jelas Ayah sambil mengedipkan matanya tanda menyuruh mereka segera pergi sebelum Reno semakin rewel.


Cantika yang tahu maksud ayah langsung mencium kening Reno " Kakak pergi dulu ya "


Gavin mengacak-acak rambut Reno" Hai anak hebat, terima kasih ya sudah dukung kakak, kapan-kapan kita makan bareng ya " janji Gavin.


"Benarkah kak ok yes! makasih kak" Reno langsung bersorak kegirangan tidak jadi merajuk


Melihat kelakuan Reno, mereka semua tertawa terbahak-bahak.


..................................................


Beberapa menit kemudian Gavin dan Cantika sudah sampai di depan sebuah rumah megah berwarna putih.



Dalam hati, Cantika berdecak kagum sekaligus semakin tidak percaya diri. Rumah bercat putih yang super megah dengan pilar pilar yang menjulang tinggi, bagi Cantika itu tidak sebanding dengan rumah mungil milik Oma Cantika.


Kembali Cantika teringat kata-kata Viona bahwa ia tidak pantas bersanding dengan Gavin.


"Heii Cantika, yuk turun! kita sudah sampai nih" Gavin telah membukakan pintu mobil untuknya.


Dengan sangat berhati-hati sekali Cantika berusaha menyeimbangkan diri saat berdiri di halaman rumah Gavin. Jantungnya berdegup sangat kencang, keringat dingin mulai bercucuran.Tubuh Cantika bergetar tidak percaya diri, mengingat siapa dirinya dan siapa Gavin.


Rasanya ia ingin berlari jauh sejauh-jauhnya dari Gavin. "Apa mungkin kedua orang tua Gavin menyetujui hubungan kami ini " pikir Cantika.


"Hallo Cantika, ayoo papa mama dan adik aku sudah menunggu di dalam." jelas Gavin sambil menarik tangan Cantika masuk ke rumahnya.


"Kak Gavin tunggu!" Cantika menarik tangannya kembali dan menghentikan langkah Gavin.


"Hmm ada apa lagi?"tanya Gavin.


"Orang tua kakak sudah tahu kalau kakak ajak aku kerumah kakak?" tanya Cantika.


Gavin memegang kedua pundak Cantika dan menatapnya lekat lekat " Dengar ya Cantika, papa mama aku sendiri yang special mengundang kamu.Sejak peristiwa di Cafe tempo hari mereka sudah tahu tentang hubungan kita."


Cantika menyatukan kedua alisnya, tanda tidak mengerti.


"Ayah Viona yang cerita ke papa tentang kamu, dia ingin papa melarang kita berhubungan.Tapi papa aku kan super, dia paham sekali bahwa cinta itu tidak bisa dipaksakan, bila memang jodoh pasti akan dipersatukan dan bila tidak, sekuat apapun kita menggenggam pasti akan terlepas juga itu prinsip papa aku." jelas Gavin.


"Keluarga aku baik kok, mama papa aku dan adik Laura sangat welcome dengan kehadiran kamu" lanjut Gavin meyakinkan Cantika sambil tersenyum.


"Kamu percaya aku kan?" tanya Gavin sambil memandang intens Cantika.


Cantika mengangguk perlahan .


Gavin tersenyum lembut dan mengandeng Cantika masuk ke rumahnya.


Akhirnya mereka masuk kerumah Gavin. Di ruang tamu terlihat foto dua sejoli yang terlihat serasi.


'Kak itu.... papa mama kamu?'" tanya Cantika sambil menunjuk ke foto yang tergantung besar di dinding ruang tamu.



'Iya itu mama papa aku" sahut Gavin tersenyum bangga.


"Papa aku sangat mencintai mamaku setiap hari papa selalu berusaha membuat mama tersenyum bahagia" Gavin kembali tersenyum manis membayangkan betapa sayangnya papa ke mama.


Cantika pun kagum dengan keserasian orang tua Gavin.Yang satu cantik anggun dan yang satu lagi ganteng dan berwibawa.


"Cantik aku ganti baju dulu ya, basah nih! ntar aku kenalin dengan keluarga aku, mereka pasti sekarang masih sibuk di dapur karena hobi mama papa aku memasak " jelas Gavin.sambil tersenyum lebar


Cantika pun tersenyum, betapa kompak dan bahagianya keluarga Gavin.


"Tunggu sebentar ya, aku cepat kok kalau mandi" pamit Gavin


"Iya kak aku tunggu disini " ucap Cantika.


Gavin mengacak-acak rambut Cantika lalu pergi meninggalkannya sendiri di ruang tamu.


...................................................


Haii jumpa lagi nih dengan Cantika dan Gavin tunggu kelanjutannya ya

__ADS_1


Jangan lupa ya minta goyang jempolnya donk like dan komen serta hadiah buat Cantika dan Gavin


love you all


__ADS_2