
Karena ulah julid Viona dan kawan-kawan nya Cantika kabur dari sekolah. Memori suram masa kecilnya kembali terungkit , segala usaha untuk melupakan dan bangkit menjadi pribadi yang percaya diri kini runtuh sudah.
Segala kepercayaan diri yang secara perlahan ia bangun tiba-tiba hancur luluh lantak begitu saja.
Memori yang sangat tidak membuatnya nyaman kembali terusik. Tatapan menyelidik Vera dan Amanda mengingatkan Cantika pada tatapan tatapan menyelidik dan mengasihani dari teman temannya dahulu terhadap dirinya.
Runtuh sudah tembok pertahanan yang telah ia bangun secara perlahan dan susah payah. Kini memori kelam itu kembali menghantuinya.
Cantika menangis sejadi jadinya. Kembali ia merasa sendiri dan terbuang. "Bagaimana mungkin seorang anak pungut bermimpi bersanding dengan seorang Pangeran?" kata-kata itu kembali terngiang di telinganya.
Petir saling menyambar, awan gelap mulai menaungi dan rintik hujan pun mulai jatuh ke bumi.
Cantika terduduk di taman, ditemani airmata dan hujan yang mulai menguyur , membuat tubuhnya menggigil gemetar kedinginan.
"Cantika ... Cantika!"
"Cantika kamu dimana nak?!"
Papa Jason terus memanggil manggil nama putrinya.
Pandangan Jason terhalang air hujan yang semakin lebat. Ia berusaha menyusuri seluruh bagian taman.
Dan akhirnya pandangannya tertuju pada sosok yang terkulai lemas di bawah guyuran air hujan.
"Cantika!" papa Jason pun berlari mendapati Cantika yang pingsan lalu menggendongnya.
Cantika pun kemudian dilarikan ke Rumah Sakit terdekat, khawatir terjadi sesuatu .
"Iya ma, Cantika sekarang ada di Rumah Sakit , tadi aku menemukannya di taman sudah dalam keadaan pingsan. Nanti aku kabari lagi ya ma. Ini dokternya sudah datang." jelas Jason.
"Selamat malam om, bagaimana keadaan Cantika?" tanya Vera cemas .
"Hai Selamat malam nak, kalian kok belum pulang ke rumah ini kan sudah larut malam." tanya papa Cantika.
"Bagaimana kita bisa pulang om kalau sahabat kami dalam keadaan tak sadar diri." lanjut Amanda.
"Damn! kenapa sih gak aktif !" gerutu Willam sedikit emosi.
"Belum bisa dihubungi sampai sekarang?" tanya Vera penasaran.
"Gila nih anak! Pacar dihina dan difitnah orang sampai jatuh pingsan dia dihubungi berkali-kali tidak bisa!" gerutu Willam kesal.
"Jangan-jangan apa yang dikatakan Viona dan teman-temannya benar, kak Gavin sudah gak peduli lagi dengan Cantika. Ih Jahat banget sih!" gerutu Amanda.
"Apa perlu aku seret kesini si Gavin" geram Rio.
"Sebentar-sebentar ini Gavin siapa yang kalian bicarakan?" tanya Papa Cantika.
"Gavin anak kelas dua belas om, pacar Cantika, yang biasa jemput Cantika sekolah bareng? Om gak tahu?" tanya Rio balik
Papa Cantika terlihat mengambil nafas kemudian mengeluarkannya kembali.
"Hmm bagaimana ya bingung nih om ngomong ke kalian nya"
"Maksud Om?" tanya Vera.
"Sini semua kumpul disini!' perintah papa Cantika.
Baik Vera, Amanda, Rio dan William pun saling berpandangan.
__ADS_1
Lalu merekapun duduk merapat.
"Jadi Gavin yang kalian maki-maki tadi Gavin nya Cantika?"
Mereka berempat pun serempak mengangguk.
"Dengar ya, Gavin tidak bersalah dan tolong jangan hubungi Gavin , apalagi memberitahunya tentang kejadian Cantika hari ini! mengerti? "
"Emang kenapa Om, dia kan pacar Cantika harusnya dia hadir disini dan membela Cantika bukan malah susah dihubungi begini " emosi Vera.
Akhirnya Jason pun menjelaskan apa yang terjadi pada Gavin.
"Haa, jadi rumor Kak Gavin lanjutin sekolah ke luar negeri itu benar donk!" seru Vera.
"Cantika gak tahu?" ucap sedih Amanda.
Papa Cantika pun menggelengkan kepala.
"Gavin gak sanggup memberitahu langsung ke Cantika takutnya dia jadi berubah pikiran. Kasihan papa nya" jelas papa Cantika.
"Ish ish ish tak patut tak patut si Viona itu " sahut Rio heran kenapa ada orang se-obsesi itu.
"Aku justru lebih herannya lagi kok ada orang tua setolol papanya Viona. Bisa-bisanya urusan percintaan bertepuk sebelah tangan anaknya di campur dengan urusan pekerjaan yang jelas-jelas jalurnya beda banget cuih!" geram William.
"Om sendiri juga heran, kok ada ya? tapi buktinya ada tuh!. Jadi kalian sudah mengerti kan apa sebenarnya yang terjadi pada Gavin.Om minta tolong rahasiakan dari Cantika ya demi pengorbanan Gavin" pinta papa Cantika.
Semua pada tertunduk menyesal telah mengutuki Gavin, Ternyata mereka berdua adalah korban dari sifat manja Viona.
...................................................
Di rumah Gavin terlihat semua berkumpul di ruang tengah.
"Kak Gavin ntar kalau sudah sampai Khasmir, Video Call Laura ya kak! ingin tahu perkebunan Safron ! " pesan Laura.
"Yeee kakak! tuh kan ma ... pa !" merajuk Laura.
"Ihhhh gemes gemes gemes! iya ntar begitu kakak sampai kakak akan langsung Video Call kamu!' sambil mencubit kedua pipi adiknya itu
"Auchh sakitt kak! mamaa! papa! kak Gavin ih!" jerit manja Laura.
Papa, Mama dan paman Aqib tertawa melihat kelakuan adik kakak ini.
Gavin mengoyak ngoyak rambut Laura lalu lari.
"Kak Gavin! awas ya! " Laura pun mengejar Gavin sambil mulut ngomel ngomel tiada henti.
"Selamat ya ... kalian pasangan hebat dengan dua anak yang hebat-hebat pula. Kalian berhasil mendidik anak-anak yang patuh pada orang tua, sayang terhadap keluarga. Belum lagi prestasi prestasi mereka di sekolah " puji Aqib.
"Sudah seharusnya, kami sebagai orang tua melakukan yang terbaik buat anak-anak, justru yang susah itu sebenarnya memberi contoh pada mereka . Karena orang tua itu panutan anak, jadi segala tingkah laku dan perkataan kami haruslah benar-benar bisa jadi panutan mereka.Dan itu sebenarnya sangatlah susah" sahut Jevaro.
................................................
Di depan ruang instalasi Gawat Darurat tampak Papa Jason dan sahabat sahabat Cantika berkumpul. Menunggu informasi terbaru dari dokter tentang keadaan Cantika.
"Maaf, om tadi tahu darimana kalau Cantika ada di taman itu?"
"Iya padahal kami sudah keliling keliling tadi mencari Cantika, tapi gak ketemu ketemu" timpal Amanda.
"Reno ... semua berkat Reno"
"Reno? mana Reno dari tadi kami tidak melihat Reno om" sahut Rio.
__ADS_1
"Reno yang beri om info, tempat favorit kakaknya bila sedang bersedih.Kata Reno, dari dulu kalau Cantika sedih selalu ke taman itu " jelas papa Cantika.
"Wow hebat! Gak nyangka yang biasa tukang jahil ternyata perhatian juga ya. Kita aja gak ada yang tahu tentang hal itu " celetuk Rio.
"Reno memang jahil anaknya tapi hubungan mereka sebenarnya sangat dekat sekali. Reno sangat respek dengan kakaknya, sejak kecil mereka selalu bersama. Dan Cantika lah yang selalu jadi pelindung Reno" jelas papa Cantika.
"Keluarga Cantika Berliana Putri?" panggil suster
"Iya sus! saya papa nya."
"Silakan masuk pak , anaknya masih dibawah pengaruh obat tenang, karena tadi sempat histeris." jelas suster .
"Oh begitu, boleh saya menemuinya sekarang?"
"Silakan pak!"
Cantika terlihat lemah, matanya sembab karena terus menangis.Selang infus masih menempel di salah satu lengan Cantika.
"Cantika ... "sapa papa.
"Pa ... apakah Cantika tidak berhak untuk bahagia" Cantika kembali menangis di pelukan papanya.
"Semua berhak untuk bahagia sayang termasuk dirimu" sahut papa Cantika.
Papa Cantika membiarkan anaknya menangis dalam pelukannya, dan membelai lembut rambut Cantika.
"Kak Tika!" Suara Reno memenuhi ruangan dan seketika itu juga Cantika melepaskan pelukan papanya dan berganti memeluk Reno.
"Kakak! Kak Tika gak boleh sedih kakak gak boleh nangis. Reno sedih kalau kakak nangis! Mana yang jahatin kakak ntar Reno yang hadapi Reno akan bilang ke kak Gavin juga, biar mampus tuh orang yang jahat sama kakak!" cerocos Reno.
"Hush Reno! Tidak baik ngomong gitu! Itu berarti sama saja, Reno juga jahat" nasehat Oma.
Reno manyun"Biarin! Habis jahat sih sama kakak Reno!" Reno pun menghapus air mata kakak nya dan memeluknya erat.
"Jangan menangis lagi ya kak Tika, Nih ada Reno yang akan membuat kak Tika selalu tersenyum bahagia." ucap Reno polos.
Oma dan papa Jason terharu melihat kedekatan mereka berdua.
...................................................
"Hallo ... William ini Gavin, kamu telepon aku ya tadi? ada apa ya?" tanya Gavin dari seberang.
William hanya diam, bingung untuk menjawabnya karena tadi sudah berjanji tidak memberitahukan keadaan Cantika pada Gavin, begitu juga sebaliknya.
William memberi kode pada teman-temannya kalau Gavin menghubunginya .
Semua saling berpandangan, bingung apa yang akan mereka katakan pada Gavin.
..................................................
Akankah William dan teman temannya tetap bungkam, ataukah akan mengatakan keadaan Cantika yang sebenarnya.
Yuk ikuti kelanjutan kisahnya.
Jangan lupa like komen dan jadikan favorit, apalagi kalau berbaik hati membagi vote nya
Cantika dan Gavin sangat sangat berterima kasih 🙏
Sambil nunggu up yuk intip karya teman aku yang berjudul Truly Madly Love.
Hubungan jarak jauh tidaklah mudah. Apalagi jika keadaan yang sangat memaksa membuat mereka terpaksa menjalaninya. Walaupun Lily lebih muda tujuh tahun dari Zack Alexander. Lily dapat membuktikan bahwa dia dapat bertahan dengan ketulusan cintanya. Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat dalam menjalani hubungan jarak jauh. Pada tahun ke-lima, Zack menghilang. Lily kehilangan kontak dan semua akses terhadap Zack. Dua tahun kemudian, mereka bertemu kembali. Namun Zack telah memiliki keluarga kecil. Akankah Lily menyerah tanpa menuntut penjelasan Zack?
__ADS_1