Cinta Online

Cinta Online
Pandangan sinis


__ADS_3

"Nah itu rumahku kita sudah sampai." tunjuk Aqib ke sebuah rumah yang berdiri di tengah-tengah perkebunan apel.


Rumah besar sederhana berbahan kayu tetapi berkesan nyaman.


Mobil berhenti di halaman.Tidak lama kemudian keluarga Aqib berhamburan keluar menyambut kedatangan mereka.


"Wow kekeluargaannya disini masih terasa kental sekali ya" bisik Jevaro pada Kimberley yang dijawab dengan anggukan.


"Kimberley!!" sapa ayah Aqib.saat matanya beradu pandang dengan Kimberley.


Melihat ayah Yasir masih mengingat dirinya membuat dirinya merasa tersanjung .


"Selamat pagi yah ...apa kabar semua baik-baik saja kan?" Kimberley memeluk ayah Yasir . Ayah Yasir pun menangis dalam pelukan Kimberley.


"Yah sudah Yah" Aqib mengusap punggung ayahnya untuk menenangkan perasaannya.


Ayah berusaha menghapus air matanya.dan menyentuh kedua pipi Kimberley. "Andai Yasir masih bersama kita pasti ia sangat bahagia bisa bersanding denganmu menyaksikan anak kalian wisuda." celetuk ayahnya Yasir.


"Gavin telah tumbuh menjadi anak lelaki yang hebat menghargai wanita dan orang tua terima kasih kamu telah membesarkan Gavin dengan baik" ucap Ayahnya Yasir.


"Ini semua juga berkat restu Yasir dan kasih sayang Jevaro juga Yah" Kimberley menjaga perasaan suaminya bagaimanapun juga Jevaro sangat berperan besar dalam mengasuh dan mendidik Gavin.


Ayah Yasir pun hanya mengangguk dan tersenyum sinis lalu berjalan meninggalkan mereka.


Aqib dan Kimberley yang merasakan aura tidak nyaman bagi Jevaro berusaha mencairkannya.


"Bagaimana Jev menurut kamu perkebunan kami ini bisa gak ya kita berkerja sama agar bisa export ke Indo?" tanya Aqib mencoba mengalihkan pikiran tidak nyaman yang ditimbulkan oleh ayahnya.

__ADS_1


"Boleh juga kapan-kapan kita bisa bicara serius tentang bisnis ini" sahut Jevaro.


"Sipp deh kalau begitu yuk kita istirahat dulu di dalam.' ajak Aqib.


"Pa..Ma..kamar sudah siap istirahat dulu saja di kamar sudah makin sore udara akan semakin dingin disini jangan lupa pakai baju hangatnya ya ma ..pa." jelas Gavin.


"Lho Cantika mana Vin ?" Kimberley menoleh ke kanan dan kiri mencari keberadaan Cantika.


"Sudah di kamar ma lagi mandi. Mama dan papa pakai air hangat ya mandinya disini airnya dingin ma Gavin gak mau papa mama sakit " Peluk Gavin pada kedua orangtuanya.


Kemudian mereka pun masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.


................................................


Setelah selesai mandi Kimberley mencari suaminya.


Perlahan Kimberley membuka celah tersebut disana ia melihat sosok suaminya yang sedang berdiri mematung memandang perkebunan.


Kimberley menghampiri suaminya dan memeluknya dari belakang.


Mengetahui Kimberley memeluknya. Jevaro meneteskan air mata.


Menyadari suaminya menangis Kimberley pun melepaskan pelukannya lalu berjalan ke susu depan suaminya ia menyentuh wajah Jevaro dan mengusap air matanya.


"Aro...ada apa?" tanya lirih Kimberley sambil mencium kedua mata Jevaro, kening dan pipi.


"Aku mencintaimu Kim dengan seluruh hidupku. Aku juga mencintai Gavin dan Laura dengan sepenuh hati dan jiwa ragaku .Apapun akan aku lakukan untuk kalian." isak tangis Jevaro.

__ADS_1


"Aku tahu ..aku tahu aku juga mencintaimu." kecup Kimberley.


"Seandainya Yasir masih ada apakah kamu juga akan mencintaiku?"


Kimberley melepaskan pelukannya."Kamu ini ngomong apa sih?"


"Kamu masih mencintainya kan?" tanya Jevaro kembali.


"Ada apa denganmu? "tanya Kimberley.


"Kamu masih mencintainya kan semua orang masih mencintainya!" ucap sedih Jevaro.


"Aro! Ya aku memang masih mencintai Yasir sampai sekarang pun aku masih mencintainya. Aku tak kan pernah bisa melupakannya apalagi dia adalah ayah kandung Gavin.Tapi apa arti semua itu aku mencintainya dengan cara lain.Yasir adalah masa lalu Sedangkan kamu adalah masa depan aku. Saat ini kamu adalah cinta aku, hidup aku, segalanya bagiku.Yasir hanyalah kenangan yang pernah ada dalam hidup aku tapi kamu adalah hidup aku saat ini dan selamanya.Kamu menempati ruang khusus di hatiku.


I love you Jevaro terima kasih kamu sudah mau menjadi bagian terindah dalam hidup aku .Jangan pernah lagi berandai-andai Yasir dan kamu mempunyai bagian yang berbeda dalam hidup aku.. Kenyataan yang ada kamulah pendamping sepanjang hidupku sedangkan Yasir adalah seseorang yang pernah menjadi bagian penting dalam hidup aku paham?" jelas Kimberley lalu mencium dan memeluk Jevaro .


"Terima kasih Kim.Aku sangat mencintaimu." jawab Jevaro.


"Aku juga. Ini pasti gara-gara omongan ayahnya Yasir tadi kan? Sudahlah Aro jangan dimasukan hati namanya juga orang tua ia akan membela dan menyanjung anaknya.Apalagi Yasir meninggalkan nya dengan mendadak dia pasti sangat kehilangan anaknya. Wajar kalau baginya Yasir lah yang terbaik . Yang penting aku, Laura dan Gavin sangat mencintaimu.Bahkan walaupun Gavin tahu kamu bukanlah ayah kandungnya tapi kamulah yang menemani, mengasuh dan juga mendidik Gavin sejak Gavin dalam kandungan .Dan Gavin sangat tahu itu Gavin sangat mencintaimu bagi dia kamulah papanya disamping kenyataan bahwa Yasir adalah papa kandungnya."Kimberley kembali mencium lembut kening Jevaro dan memeluknya


'Yuk kita istirahat besok adalah hari besar dan penting buat Gavin.' ajak Kimberley.


Jevaro pun mengangguk dan tersenyum bahagia sambil memeluk erat istrinya tersebut.


...... ..........................


haii jangan lupa tinggalkan jejak ya tap like komen dan favorit

__ADS_1


❤️Happy Reading ❤️


__ADS_2