
Setelah momen yang sangat mengharukan tetapi membahagiakan itu. Suasana sudah mulai mencair Cantika saat ini sudah dalam dekapan Rose yang tidak henti-hentinya mencium dan membelai Cantika.
Vera dan Amanda pun merasa senang akhirnya sahabatnya berkumpul lagi dengan orang tuanya.
Amanda pun tersenyum bahagia melihat Cantika sudah bisa beradaptasi dengan mama kandungnya.
Setelah menoleh ke kiri dan ke kanan Vera mengerutkan keningnya.
"Manda ...kamu lihat Reno tidak?" tanya Vera Sambil menoleh ke kanan dan ke kiri lagi.
"Reno?? Tadi kan ada ---" Manda pun melemparkan pandangan ke seluruh ruangan.
"Kemana anak tengil itu?" batin Amanda.
Amanda menatap Vera sambil menggelengkan kepala dan menaikan bahunya.
"Hmm masak iya Reno hilang di rumah sendiri?" batin Vera.
Vera dan Amanda pun mencari Reno bersamaan.
"Ssstt dengar!" Amanda menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya.
Vera berhenti melangkah. Samar terdengar Isak tangis di sudut ruangan.
__ADS_1
Amanda dan Vera pun mendekati arah suara isak tangis tersebut.
"Reno?!"seru kompak Amanda dan Vera .
Reno hanya menoleh sambil airnata masih berlinang berlomba jatuh membasahi pipinya.
"Haii sayang? Ada apa? Kenapa kamu menangis?" tanya Vera mencoba mencari tahu.
Kembali Reno terisak.
"Reno cerita sama kak Vera dan kak Manda yuk mungkin kakak-kakak bisa membantumu." ucap Amanda bersimpati.
"Reno sedih kak! Reno sayang sekali sama kak Cantika tetapi ternyata kak Cantika bukan kakak kandung Reno." Kembali tangis Reno pecah.
"Lho .. apa bedanya ? kakak kandung atau bukan kak Cantika adalah kakak Reno sampai kapanpun.Dan kakak yakin nih kalau kak Cantika juga sayang kamu.Perasaan sayang dan cintanya ke Reno tidak akan berubah.Percaya deh!" sahut Vera.
"Reno dengar ya dimana pun kita berada kalau hati kita sudah saling menyanyangi dan mencintai Jarak yang ada itu, bukanlah suatu penghalang perasaan sayang dan cinta kita." jelas Vera
"Iya Reno contoh kak Cantika dan kak Gavin apa kepergian kak Gavin membuat cinta kak Gavin ke kak Cantika berubah? Tidak kan ? Mereka tetap saling mencinta kan?" ucap Manda.
Reno terdiam. . sepi...lalu ia menghapus air matanya.
"Jadi kak Cantika tetap kakak Reno kan ? Tetap sayang Reno kan?" tanya Reno.
__ADS_1
"Tentu saja. Kenapa tidak? Sampai kapanpun kamu tetap adik tengil ku dan aku akan selalu menyanyangimu." sahut Cantika yang tiba-tiba muncul di belakang Reno.
"Kak Cantika !" Reno langsung memeluk kakaknya dengan erat
"Reno sayang kakak! Reno takut kak Cantika akan melupakan Reno nantinya kalau kakak pergi."
"Kak Cantika tidak akan kemana-mana Reno. Dia akan selalu bersamamu. Kecuali kalau nanti kakak kamu menikah dengan kak Gavin. Yaa... kamu harus merelakannya." goda Rose.
"Ihh mama apaan sih" wajah Cantika memerah karena malu.
"Jadi kak Cantika tidak akan ikut Tante Rose ke Jepang?" tanya Reno sekali lagi
"Tidak sayang, kakak kamu kan masih harus sekolah disini.Tadinya memang Tante ingin Cantika kuliah di Jepang ikut Tante. Tetapi Cantika ingin kuliah disini saja sekalian nunggu Gavin !' goda Rose kembali.
"Mama!" Cantika merajuk manja pada mamanya.
Semua yang hadir disana tertawa terpingkal-pingkal melihat Cantika yang salah tingkah dan tersipu malu
"Wah tidak terasa ya sebentar lagi Gavin selesai kuliahnya dan pulang ke Indonesia lalu melamar anak gadis papa. Hmm papa sebentar lagi bakal jadi kakek dan Oma akan punya cicit " Lalu tertawa lah mereka semua membayangkan semua impian tadi .
Akhirnya Cantika telah menemukan jati dirinya dan asal usulnya. Tidak ada lagi yang akan membuat risau hatinya. Dan yang pasti tidak ada lagi yang memanggilnya sebagai anak pungut..
...................................................
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan tap favorit ya terima kasih
Happy Reading