Cinta Online

Cinta Online
Selamat tinggal keluarga dan kekasih ku


__ADS_3

Karena kebingungan, dan temannya juga masih berpikir alasan apa yang akan mereka lontarkan pada Gavin.


William pun akhirnya berpura pura sinyal hape bermasalah.


"Hallo .... hallo kak Gavin ... Hallo?'' Lalu Wiiliam pun menutup hubungan telepon nya.


"Aduh .... spot jantung nih!" seru William.


"Yahhhh ... yahhh .... bagaimana ini?! Kak Gavin telpon!" seru panik Amanda sambil menunjukan ponselnya yang terpampang nama Gavin pada sahabat sahabatnya.


"Hmm sini aku yang terima!" sahut Vera sambil mengambil ponsel dari tangan Amanda.


"Iya Hallo"


"Hallo ... ini Vera atau Amanda?" tanya suara di seberang.


'Vera kak Gavin, ada yang bisa kami bantu.?" tanya Vera pura pura tidak tahu apa yang terjadi.


"Kalian sedang berkumpul bersama nih? tadi William ada miskol aku berulang kali ada apa ya? mungkin kamu tahu." tanya Gavin penasaran.


"Oh itu .... tadi kita ke rumah Cantika mau ngajak dia ngumpul, tapi rumahnya kosong,kami pikir kakak pasti tahu Cantika dimana? makanya William telepon kakak. Tapi tadi Cantika sudah beri kabar kalau ia lagi pergi bersama keluarganya." jawab sekenanya Vera.


Terdengar begitu meyakinkan Gavin pun percaya. Selesailah sudah satu masalah. Tinggal pemulihan mental Cantika.


Mereka berempat sepakat untuk menemui dan memberi semangat Cantika.


Perlahan mereka mendekati Cantika yang sudah terlihat sedang bermain bersama Reno.


Senyum sudah mulai tersungging di sudut bibir Cantika. Setelah beberapa saat tadi hanya airnata yang menemani dirinya. Semua berkat kehadiran Reno.Yang tingkah pola dan ucapannya mampu membuat hati gundah gulana Cantika menjadi cerah kembali.


"Cantika, bagaimana udah lebih segar kan?"


'Ih kakak ini! Dari dulu kakak aku ini selalu segar dan Cantik!" bela Reno sambil memeluk kakaknya.


"Hmm kalau Cantika sakit aja kamu baik. Entar kalau kakaknya sudah sehat segar pasti kamu jahilin lagi kakak kamu." cerocos Amanda.


"Yeee kakak, namanya juga anak kecil" sahut Reno polos yang kontan disambut gelak tawa semua yang sedang mengelilingi Cantika


"Pa ... Cantika pengen pulang saja, Cantika baik-baik saja kok. Istirahat di kamar Cantika aja pa, jangan disini" pinta Cantika.


"Hmm nanti ya papa coba sampaikan ke dokter apa boleh kita pulang langsung hari ini" hibur papa.


................................................


(Rumah Gavin)


Gavin menatap malam melalui jendela kamarnya. Rintik hujan membasahi bumi, malam ini terasa sangat hening dan gelap. Tiada bulan dan bintang satupun menghiasi langit.


Pikirannya kosong bahkan untuk berpikirpun ia kini tak mampu.Perasaan lelah telah menyelimuti diri.

__ADS_1


Ingin rasanya ia berteriak tapi tiada orang yang memukuli dirinya. Tetapi untuk diam saja rasanya sangat menyesakkan.


Setelah mengetuk pintu beberapa lama, tiada ada sahutan sedikitpun. Akhirnya mama mencoba membuka pintu kamar anaknya perlahan yang ternyata tidak terkunci.


Gelap ... lampu kamar pun tidak dinyalakan.


Mama melihat Gavin samar sedang terpaku diam di depan jendela kamar.




Mama mencoba menghampiri Gavin dan mencari tombol lampu kamar.


Setelah lampu kamarnya menyala mama memeluk anaknya itu dari belakang, mama tahu perasaan gelisah yang dirasakan anaknya saat ini.


Keberangkatannya besok untuk kuliah ke luar negeri, sekaligus berarti berpisah jauh untuk sementara, dalam waktu yang cukup lama dengan keluarga dan teman-temannya, sekaligus kekasihnya.


Mama memeluk Gavin untuk waktu agak lama.Tidak terasa air matanya pun menetes, ia bisa merasakan semua perasaan galau yang dirasakan oleh Gavin anaknya.


Sembilan bulan ia mengandung Gavin hingga lahirlah ke dunia, mereka tidak pernah berpisah sekalipun. Tetapi karena keadaanlah saat ini mereka terpaksa harus berpisah.


"Yasir .... besok Gavin dan kak Aqib berangkat ke Kashmir. Semoga Gavin dapat diterima dengan baik oleh keluarga disana. Dampingi dan kuatkan Gavin, ini pengalaman pertamanya berpisah dengan kami. Dengan kenyamanan dari kami sebagai orangtuanya.Sedangkan disana ia akan merasa sendiri dengan keluarga yang baru ia kenal.Butuh adaptasi pastinya." gumam Kimberley dalam hati.


"Gavin ..., mama yakin kamu bisa beradaptasi disana, kamu anak yang hebat. Ingat selalu apa yang sudah papa nasehatkan ke kamu. Baik- baik lah disana hargai tradisi dan peraturan disana. Bantulah sesama yang membutuhkan, dimanapun kamu berada. Ingat sayang bila kamu tidak ingin dijahati jangan jahati orang lain karna hukum karma itu ada. Seperti yang sering mama ingatkan ke kamu juga, tentang hukum tabur tuai. Menaburlah kebaikan selalu dimanapun kamu berada, karena kelak kamu pun akan menuai kebaikan. Begitu juga sebaliknya ." Kimberley memutar tubuh anaknya yang kini telah jauh menjulang tinggi dibandingkan dirinya. Ia menyentuh pipi anaknya dan menghapus air matanya.


"Gavin janji ma tidak akan mengecewakan mama dan papa. Dan akan selalu menjaga nama baik keluarga kita" sambil memeluk mamanya.


"Gavin akan belajar tekun agar cepat menyelesaikan kuliah dan kembali pulang dengan nilai yang membanggakan papa dan mama. Gavin janji ma untuk jadi anak yang dapat mama papa banggakan " bisik Gavin.


"Mama percaya kamu mampu. Selama ini kamu sudah menjadi kebanggaan mama dan papa. " sahut mama.


"Dan selamanya akan menjadi kebanggaan kami semua " sahut Papa yang tiba-tiba muncul bersama Laura lalu mereka berempat pun berpelukan.


Tiba-tiba ada kilatan cahaya yang memantul.


"Paman!" Terlihat Aqib berdiri di dekat pintu dengan kamera di tangan sambil tersenyum.


"Kalian memang keluarga yang mengagumkan." puji Aqib


"Nih satu buat Gavin satu buat Mama, bila kalian saling merindukan lihat saja foto keluarga ini sebagai obat penghilang rindu diantara kalian." Aqib membagikan dua buah foto langsung jadi yang baru saja ia foto.


...............................................


Tibalah hari keberangkatan Gavin dan Paman ke negeri Taj Mahal.


Sejak pagi mama sudah sibuk di dapur memastikan anaknya sarapan dengan masakan favoritnya.


"Selamat pagi semua" sapa Aqib

__ADS_1


"Haii kak silakan duduk kak kita sarapan bersama dulu ya sebelum kalian berangkat" sambut mama.


"Pagii....wow masakan special nih Vin! mama khusus nih memasaknya untuk anak cowoknya." ucap papa sambil merangkul Gavin dan menepuk-nepuk punggungnya.


"Wah makan enak nih! yuk kak Gavin makan.Kalau gak mau entar Laura yang habisin lho" kelakar Laura.


"Enak aja! Ini mama special masak buat kakak! ish ish ish sana jangan makan makanan favorit kakak!" Gavin mengambil sepiring besar penuh spaghetti carbonara kesukaannya.


"Ih kakak pelit! Maaa kak Gavin ma" seru Laura.


Baik papa, mama dan paman Aqib pun hanya tertawa dan tersenyum melihat tingkah Tom Jerry kedua bersaudara ini.


"Hmm, sebentar lagi suasana riuh seperti ini tidak akan kujumpai untuk beberapa waktu" Sambil memandang sedih tapi bibir tetap tersenyum.


Jevaro yang melihat reaksi istrinya mengerti sekali apa yang dirasakannya, kemudian menghampirinya dan memberikan kekuatan padanya berupa pelukan dan kecupan di kening Kimberley.


............................................



Akhirnya hari keberangkatan Gavin dan Paman Aqib telah datang. Hari ini mereka berangkat menuju kampung halaman papa Yasir.


Dengan perasaan yang lebih tenang Gavin berpamitan dan meminta restu pada mama, papa dan Laura.


Merekapun saling berpelukan sebelum Gavin dan Paman masuk melalui lorong pemberangkatan menuju pesawat yang akan mengantar mereka ke negeri seberang.


Sebelum berpisah Gavin menitipkan surat pada papa nya untuk diberikan pada Cantika.


Jevaro pun berjanji akan memberikan surat itu langsung ke tangan Cantika.


Akhirnya berangkat lah Gavin dan pamannya meninggalkan Indonesia.




................................................


Akhirnya Gavin pun berangkat untuk menuntut ilmu ke negeri seberang.


Bagaimanakah reaksi Cantika setelah menerima surat dari Gavin.


Ikuti terus kisahnya


Jangan lupa like komen dan jadikan favorit ya


Sambil menunggu up coba baca karya teman aku yang berjudul


Terlemah yang Tak Terkalahkan

__ADS_1


Ditengah Dunia yang dipenuhi menusia berkekuatan dewa (Exceed), Dion terlahir sebagai manusia biasa tanpa kekuatan (Seed) dan menjadi rakyat biasa yang nilai kehidupannya tak lebih hanya sekedar kerikil di tepi jalan bagi dunia. Ia hanya berharap bisa terus menikmati hidup damainya melakukan hal konyol bersama sahabatnya Vista dan mengejar cintanya kepada Artia, mereka bertiga adalah sahabat sedari kecil. Namun kehidupannya mulai berubah sejak Dion mendapat peringatan dari dirinya sendiri yang berasal dari masa depan. "Apapun yang terjadi, Lindungilah, Artia." Fisik dibawah rata-rata dan Tanpa kekuatan, dengan tanggup jawab menyelamatkan Artia dari kematian ia Bangkit berkali2 dari kegagalan dan bergerak dengan memutar otak menjadikannya Seed pertama yang setara dengan Exceed kelas S. Bagaimana Cara manusia menang melawan kekuatan dewa?



__ADS_2