Cinta Online

Cinta Online
Malam yang sepi


__ADS_3

"Hei tuh Cantika!' tunjuk Amanda ke arah Cantika yang sedang terlihat bingung mencari tempat duduk.


"Tika! sini!" ajak Vera untuk duduk bersama mereka.


Melihat Vera melambaikan tangan padanya. Cantika pun menghampiri Vera. "Heii .." sapa Cantika.


Tiba-tiba, ....


Brakkkk


"Cantika !!" seru Vera dan Amanda bersamaan


"Uppss jatuh ya??? Mata mana ... mata mana?" ledek Viona lalu kembali menyeruput minumannya, tanpa ada rasa bersalahnya.


Bella dan Kinan dengan jelas melihat perbuatan Viona yang dengan sangat sengaja tiba-tiba menjulurkan kakinya disaat Cantika berjalan didekatnya.


Mereka hanya bisa diam walau dalam hati mereka sebenarnya tidak setuju dengan tindakan Viona yang terkesan kekanak-kanakan sekali.


Vera dan Amanda yang melihat sahabatnya terjatuh langsung dengan spontan menghampiri Cantika.


"Tika kamu gak apa-apa?" tanya Vera.


Cantika, Vera dan Amanda kemudian menatap tajam ke arah Viona.


Viona yang mengetahui tatapan marah mereka. Berlagak pura-pura tidak tahu apa-apa.


Habis sudah kesabaran Cantika, dan tanpa diduga oleh siapapun Cantika mengambil gelas yang ada di dekat Viona. Detik kemudian isi yang berada di gelas tersebut berpindah ke wajah, baju dan rambut Viona.


"Aaaaah" jerit Viona.


"Kamu sudah gila ya!" protes Viona mengusap wajahnya yang basah, rambut serta bajunya.

__ADS_1


Sedangkan Cantika dengan santainya berjalan menjauh dari tempat Viona.


"Heiii ..... !!" teriak Viona marah pada Cantika.


Dengan langkah santai berjalan menjauh, Cantika mengangkat tangannya dan menunjukkan jari tengah nya pada Viona.


Bella dan Kinan tersenyum dalam hatinya melihat reaksi Cantika, "Dasar iseng sih Viona" batin Bella.


.................................................


Sesampainya ia dirumah, Cantika kembali gelisah. Entah kenapa sudah beberapa hari ini Afridi kekasih online tercintanya tiba-tiba tidak lagi menghubungi nya.


Ingin sekali Cantika menghubungi Afridi terlebih dahulu, tapi rasa gengsinya yang melarang dirinya menghubungi Afridi.


Tetapi hari berganti hari dan mingu berganti Minggu tidak ada kabar satupun dari Afridi.


Setiap malam Cantika menangis, tidak ada lagi yang membuatnya nyaman hingga tertidur. Malam terasa begitu sepi dan hampa.Kebiasaan yang biasa ia lakukan sebelum tidur, saat ini telah hilang.


Ada perasaan menyesakkan di dadanya, airmata bening tak terasa telah meluncur di kedua pipinya.


Suara tawa itu, senyum manis itu tatapan mata itu ... semua sirna. Malam-malam yang biasa ramai kini terasa sepi bagaikan kuburan.


Kehangatan yang biasa ia rasakan setiap malam kini berganti dingin sedingin frezzer lemari es.


Kembali Cantika menangis, setelah Gavin pergi, kini Afridi pun pergi.


Tiada kabar tiada pesan atau apapun yang mengabari tentang keberadaan Afridi saat ini hingga ia tiba-tiba menghilang .


Cantika pun berusaha menghubunginya tetapi lagi lagi no respon bahkan berpuluh puluh pesan sudah ia kirimkan tetapi tetap saja tak ada balasan apapun.


Cantika makin menangis dalam pilu yang ia rasakan.

__ADS_1


"Afiii kamu dimana!?"


"Kenapa aku tidak bisa menghubungimu?!" jerit Cantika dalam hati sambil menatap gelapnya malam dari jendela kamarnya.


Malam ini begitu mencekam gelap dengan sedikit hembusan angin, bintang dan bulan pun tidak menampakan diri. Gelap segelap hati Cantika saat ini.


Setelah ia lelah menangis, Cantika membasuh wajahnya dengan air lalu ia turun ke dapur untuk mencari kudapan dan minum susu yang ada di kulkas.


Cantika mencari-cari makanan yang bisa membuat perutnya berhenti bernyanyi .


Tiba-tiba kuping Cantika menangkap suara halus, "Seperti ada yang menangis.?" batin Cantika


Cantika pun mencari sumber suara tangisan tertahan tersebut..


"Hmm suara tangisan siapa ini di tengah malam begini?." gumam Cantika yang sebenarnya sedikit takut tapi penasaran.


Cantika pun berusaha menelusuri asal suara tangisan tersebut.


Sampai akhirnya ia menemukan wujud anak kecil yang sedang meringkuk di pinggir lemari makan.


Cantika dengan sedikit perasaan takut berusaha untuk terus mendekat ke arah anak kecil tersebut , semakin dekat Cantika makin curiga kalau itu suara tangis Reno.


"Reno?? " ucap Cantika sambil menyentuh pundak ya.


Anak kecil itupun menoleh ke arah Cantika. Dalam deraian air matanya ia menatap sedih ke arah Cantika.


Cantika pun terkejut melihat apa yang ia lihat.


......................................................


Hmm siapakah anak kecil yang menangis itu kenapa ia menangis,?

__ADS_1


Ikuti kisah selanjutnya.


Happy Reading.


__ADS_2