
Sinar mentari menembus kisi kisi jendela kamar Cantika.
"Uff panas" keluh Cantika menutup wajahnya dengan lengannya.
Tangan yang satu mencoba meraih jam weker yang ada di meja samping tempat tidurnya.
Mata Cantika masih terpejam rapat walau ia sudah mulai sadar dari tidurnya tapi matanya masih susah untuk dibuka.
"Kak Cantika.... kak ... sudah siang nih! Reno mau keliling-keliling kota sama papa, kakak ikut tidak?" tanya Reno sambil membangunkan Cantika.
Cantika yang masih setengah sadar dan masih malas hanya menggeliat sebentar dan memeluk guling.
"Kak Cantika!!" teriak Reno tak menyerah.
"Kak Cantikaa ikut tidakkk?" tanya Reno kembali.
Cantika mengambil bantal lalu menutupi telinga dan kepalanya dengan menggunakan bantal.
"Kakkkk!!! " panggil Reno dengan gigihnya.
Karena suara Reno yang begitu berisik Cantika pun menyahut sekenanya."Pergi aja sudah Sana! kakak masih ngantuk!"
Hening .....
"Uff akhirnya ..." Lega rasanya ...., Reno telah menjauh dari kamarnya
"Keliling kota? Bodoh....!" seru Cantika dalam hati.Sambil kembali meraih selimut dan guling nya.
Baru saja Cantika hendak melanjutkan mimpinya....
"Kak Cantikaaaa!!!" Pintu kembali diketuk oleh Reno.
Mata Cantika yang tadinya terpejam rapat langsung terbelalak melebar.
__ADS_1
Cantika kemudian bangun dan duduk terdiam sesaat untuk mengumpulkan kesadarannya.
Lalu setelah tersadar sepenuhnya, Cantika melangkah menuju pintu kamar, dan kemudian Cantika pun membuka pintu kamarnya dan terlihat di hadapannya Reno sedang berdiri menunggunya. "Hmm ..., ada apa lagi? Tadi kan kakak sudah bilang, kalau kakak tidak ikut. Kakak capek banget masih ingin melanjutkan tidur dan mimpi. Kalau kamu mau pergi sama papa pergilah! Kakak di rumah saja." jelas Cantika sambil masih memeluk bantal, menggosok gosok matanya dan sesekali menguap.
"Tapi kak Tika, kata papa ini bukan sembarang keliling kota kita akan melihat Karnaval mobil bunga, memperingati ulang tahun kota tercinta kita ini!" jelas Reno.
Pikiran Cantika langsung terbang ke memori setahun yang lalu saat mereka menonton karnaval mobil bunga bersama Gavin.
Reno masih saja berharap agar kakaknya juga ikut serta bersamanya.
"Kak Cantika ...?? yuk ditunggu papa di bawah. Ntar Karnavalnya keburu keliling kak" ajak Reno perlahan takut menganggu mood kakaknya.
Cantika tersadar dari lamunannya. Kenangan indah itu .... "Tidak! kalau aku ikut aku pasti akan teringat Gavin. Walau sebenarnya aku suka melihat pawai bunga itu" batin Cantika dalam hati.
"Tidak Reno ... maaf kakak gak bisa ikut kali ini, kamu pergi sama papa saja ya?! Ajak Oma juga, pasti Oma senang " pesan Cantika sambil membelai rambut hitam adiknya.
Reno tampak murung dan menundukkan kepalanya. Berbeda sekali saat tadi Reno dengan semangat empat puluh limanya mengajak Cantika untuk ikut bersama menikmati pawai bunga favorit Cantika dan Reno tiap ulang tahun kota tercinta.
"Reno ..." sapa Cantika sambil mendongakkan kepala Reno.
"Baiklah kak kalau kakak gak ikut, Reno pergi dulu ya" Reno tertunduk sedih meninggalkan Cantika.
Tak sampai hati melihat kesedihan Reno ...
"Renooo! " panggil Cantika
Cantika berlari ke arah adiknya lalu memeluknya erat.
"Renoo ... maafkan kakak yaa.Kakak ingin ikut tapi ----"
'Tapi kakak takut sedih kan? Karena pasti akan teringat Kak Gavin." celetuk Reno.
"Maafkan kakak Reno" gumam Cantika.
__ADS_1
"Iya kak ..... Reno paham kok! Kakak istirahat aja dulu." sahut Reno sambil berusaha tersenyum agar kakaknya tidak merasa sedih.
"Terima kasih ya Reno buat pengertiannya" Cantika mencium kening adik kesayangannya itu dengan penuh kasih.
'"Renoo!! Ayoo.... keburu lewat ntar karnavalnya!" teriak Papa Reno.
"Iyaaa pa bentar!" sahut Reno.
"Kak.... Reno berangkat dulu ya " pamit Reno.
"Iya sayang hati-hati ya" ucap Cantika sambil mengoyak rambut Reno.
Reno pun langsung berlari menuruni tangga dan sempat menoleh ke arah Cantika sambil melambaikan tangannya "Daaa kak Cantika!"
"Daaah Reno hati-hati!" pesan Cantika.
Setelah Reno tak terlihat lagi, Cantika pun masuk ke kamarnya .
Setelah menutup pintu kamar tidak sengaja matanya menangkap sebuah benda yang terbungkus rapi
di atas meja kamarnya.
"Hmm" Cantika perlahan menghampiri kotak yang terbungkus rapi tersebut hadiah dari Gavin yang kemarin di antar ayah Gavin.
Cantika masih ragu untuk membukanya.
Matanya hanya menatap nanar pada kotak yang terbungkus rapi itu.
................................................
Akankah Cantika mempunyai kekuatan untuk membuka hadiah dari Gavin??
Yuk kita ikuti kelanjutan ceritanya.
__ADS_1