Cinta Online

Cinta Online
HOAX


__ADS_3

Mentari pagi telah menampakkan sinarnya, pagi ini Gavin sudah memberitahu Cantika tidak bisa berangkat ke sekolah bersama, karena orang tuanya akan ke bandara pagi ini dan meminta tolong Gavin untuk mengantarkan mereka, sebelum berangkat ke sekolah.


Cantika telah memberitahu Vera untuk berangkat sekolah bersama, sebenarnya ia bisa saja berangkat bersama Reno diantar papa, tetapi Cantika masih ada perasaan gengsi dan sakit hati pada papanya walau sudah mulai terkikis sedikit demi sedikit karena papa sudah menunjukkan itikad baiknya pada Cantika.


Setelah selesai sarapan Reno dan Cantika telah siap untuk berangkat sekolah.


Cantika dan Reno pun berpamitan pada Oma, kemudian Reno berlari ke halaman dan masuk ke dalam mobil dimana papanya telah menunggunya di dalam mobil.


Melihat Cantika masih duduk di kursi teras, ayah menghampirinya.


"Kok tumben Gavin belum menjemput kamu Tika?" tanya ayah pada Cantika sambil menengok ke jalan.


"Kak Gavin mengantar orang tuanya ke Bandara pa, hari ini dia tidak jemput Tika" jelas Cantika.


'Lho ...kalau gitu ayo nunggu apa lagi papa antar sekalian dengan Reno." ajak sang ayah sambil berjalan menuju ke mobil.


"Ayo Cantika, nanti kamu terlambat lho" panggil ayah .


"Tapi Tika sudah janjian sama Vera pa" jelas Cantika.


"Sudah hampir setengah tujuh lho ntar kamu terlambat, coba hubungi Vera lagi, posisi dimana kalau masih jauh, bilang kamu berangkat bareng Reno saja " saran ayah pada Cantika.


Setelah Cantika menghubungi Vera terlihat raut kecewa menghiasi wajahnya.


Kemudian Cantika dengan hati berat mau tidak mau berangkat sekolah bersama Reno.


Oma yang sangat mengerti perasaan Cantika, memberinya semangat," Cucu Oma yang cantik punya hati yang lapang untuk memaafkan. Oma yakin itu" bisik Oma sambil membelai rambut Cantika dan mencium keningnya.


Cantika hanya membalas dengan senyuman tawar.Hatinya berkecamuk antara gengsi dan bahagia ayahnya telah kembali dan peduli pada anak-anaknya .


Akhirnya mau tidak mau Cantika berangkat ke sekolah bersama Reno .


Oma tersenyum bahagia cucunya akhirnya mau berdamai dengan ayahnya. Oma yakin sebenarnya Cantika sangat menyayangi dan merindukan kehadiran ayahnya hanya karena ego nya saja yang terlanjur tergores luka karena menghilangnya ayahnya dari hidupnya sejak ibunya meninggal.


"Yuk kak Cantika cepat! ntar Reno terlambat." seru Reno.


Kemudian merekapun berangkat menuju sekolah Reno terlebih dahulu .Tidak lupa Reno dan Cantika melambaikan tangan pada Oma.


Sesampainya di sekolah Reno. Cantika mencium kening Reno,


"Rajin belajar ya, jangan nakal jangan jahil sama temannya okay."


"Siap kakakku yang cantik!" sambil mencium kedua pipi kakaknya.


Ayah yang melihat keakraban kedua anaknya itu, trenyuh bangga.Di dalam hatinya menyesal dulu telah menelantarkan mereka, dan berjanji akan menebus kesalahannya terdahulu.


Tinggallah Ayah dan Cantika di dalam mobil.


Hening...baik Cantika dan ayahnya tenggelam dalam pemikiran mereka masing-masing.


"Cantika..." ucap ayah


"Iya" jawab Cantika lirih dengan perasaan campur aduk.


"Papa minta maaf telah meninggalkan kalian saat kalian masih kecil, papa sadar papa egois dan tidak bertanggung jawab saat itu dan kamu berhak marah karena terluka dengan kelakuan papa itu. Tetapi saat ini papa mohon beri papa kesempatan untuk menebus semua kesalahan papa di masa lalu papa janji akan berusaha menjadi papa yang bisa kalian andalkan. Maukah kamu memaafkan papa?" ucap ayah menyesal.


Cantika terdiam dan berusaha menyelami perasaannya sendiri, disisi lain ia masih merasa terluka tapi ia tidak bisa memungkiri kalau dia senang dengan kehadiran ayahnya kembali dalam hidupnya.


Ayah tahu kegalauan yang dirasakan Cantika, ia tahu terlalu dalam luka yang ia torehkan di hati anak sulungnya itu.


"Cantika tidak perlu menjawabnya sekarang, papa hanya minta diberi kesempatan untuk menebus kesalahan papa terdahulu."


"Iya pa..berhenti disini saja pa, di depan macet" sahut Cantika yang sudah bersiap siap turun dari mobil secepatnya, karena perasaannya sedang kacau berperang antara ego dan hati nuraninya.


"Baiklah sayang. semangat belajarnya ya, salam buat Gavin dan sahabat sahabat kamu semua" sambil mencium kening dan membelai rambut Cantika.


Cantika mengangguk sambil tersenyum datar, lalu pergilah ayah dan mobilnya dari hadapannya.


Prok...prok..prok


Tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan dari arah belakang Cantika.

__ADS_1


"Wow keren ya siswi penerima beasiswa sekolah kita ini, ternyata punya kerja sambilan jadi simpanan om om" bisik lirih Viona


"Pantas turunnya agak jauh dari gerbang sekolah biar ga ada yang tahu gitu, wow Vi Gavin harus tahu nih cewek yang ia banggakan ternyata sugar baby" celoteh pedas Kinan sambil menyenggol pundak Cantika.


"Maklumlah Vi dia sepertinya sudah bosan jadi orang miskin, sekelas Gavin masih kurang baginya, maklum Gavin masih sekolah jadinya lebih memilih mempunyai Sugar Daddy karena lebih cepat mengalir duitnya." sahut Bella disambut tertawa sinis teman-temannya.


Cantika hanya diam, ia tidak habis pikir kenapa pikiran negatif selalu saja nongkrong di kepala Viona dan teman-temannya.


"Berpikirlah seperti yang kamu mau Vi, i don't care ..." batin Cantika.


Cantika terus saja berjalan menjauh meninggalkan geng Girly yang terus saja julid dan nyinyir terhadapnya.


Tidak peduli Cantika sudah jauh meninggalkan mereka olok-olokan dan tertawa mencemooh dari geng Girly masih terdengar.


Melihat Cantika datang, Amanda langsung menghampiri Cantika


"Haii Tika mana Vera? kata Rio kamu bareng dengan Vera dan William?" tanya Amanda sambil mencari-cari Vera dan William dibelakang Cantika tapi nihil.


"Mobil William ganti ban, jadi aku diantar papa bareng Reno." jelas singkat Cantika.


"Eh tuh mereka!, tahu gitu aku jemput kamu tadi " sahut Amanda.


"Hai Tika kamu tidak apa-apa?" tanya Vera sambil menatap Cantika cemas.


"Gak apa-apa, aku bareng Reno tadi diantar papa' jelas Cantika.


"Aku lihat di depan gerbang ada geng Girly kamu gak diganggu kan?" Vera khawatir sahabatnya dibully lagi oleh geng Girly.


Amanda menatap kedua sahabatnya bergantian.


"Biasalah, justru kalau tidak membully ku berarti ada yang aneh dengan otak mereka" lalu Vera, Cantika dan Amanda tertawa kompak.


"Betul itu" sahut Amanda sok tahu.


"Apanya yang betul ?" Vera mengetes Amanda.


"Otak geng Girly aneh" jawab Amanda serius.


Vera dan Cantika saling berpandangan lalu mereka tertawa bersama, tepat dengan berbunyinya bel masuk kelas.


..................................................


Saat praktikum tadi, Amanda lah yang selalu membuat kehebohan di ruang praktikum, Amanda geli saat disuruh memegang seekor katak dan alhasil kataknya terlepas dan melompat lompat di ruang praktikum dan cukup membuat heboh seisi ruangan.


Akhirnya jam istirahat berbunyi. Semua murid kembali ke kelas dan menikmati jam istirahat.


Ada yang langsung cabut ke kantin ada yang hanya sibuk dengan gadgetnya dan ada yang hanya ghibah di kelas.


"Yuk kita ke kantin" ajak Vera.


"Will ...Rio kalian ikut ke kantin?, kami mau ke kantin nih" ajak Cantika pada William dan Rio yang terlihat asyik mabar ML.


"Kalian duluan deh ntar kami nyusul" sahut William tanpa menoleh.


"Sudah biarin aja mereka, girl time now" seru Vera sambil merangkul Cantika dan Amanda


"Yuk biarin aja, siapa tahu ntar ada cowok yang lebih cakep dari mereka mendekati kita, klo ada mereka sepertinya cowok cowok pada takut tuk deketin kita " celetuk Amanda pede dan langsung mendapat sambutan lemparan kertas dari Rio.


Cantika,Vera dan Amanda pun tertawa dan langsung pergi meninggalkan Rio dan William.


............................................


Selama perjalanan mereka menuju ke kantin, banyak mata yang memandang jijik pada Cantika.


Beberapa ada yang ghibah lalu saat Cantika dan sahabat sahabatnya lewat melihat Cantika dari atas sampai kebawah lalu berbisik bisik.


Vera, Amanda dan Cantika pun saling berpandangan tidak mengerti.


Lalu Vera yang tidak terima dengan tatapan tajam anak-anak lain pada Cantika menghampiri mereka dan bertanya" Ada apa? kenapa kalian menatap Cantika seperti itu?"


Belum sempat terjawab, " Gavin berantem dengan Viona di lapangan! Gavin berantem dengan Viona!" teriak beberapa anak cowok di sepanjang lorong.

__ADS_1


Cantika dan sahabat sahabatnya pun saling berpandangan dan kemudian ikut berlari keluar menuju lapangan sekolah.


"Ada apa Tik? kenapa Gavin bertengkar dengan Viona?" tanya Vera


"Mungkin ada hubungannya dengan kelakuan aneh teman teman tadi" sahut Amanda.


"Mungkin...tapi apa ya penyebabnya?" tanya bingung Cantika sambil terus menuju lapangan sekolah.


Sesampainya di lapangan mereka melihat Viona sedang beradu mulut dengan Gavin sambil menunjuk nunjuk ke ponselnya.


Willian dan Rio pun berlarian menuju ke lapangan mencari Cantika dan pacar-pacar mereka.


"Itu mereka!" tunjuk William ke arah Cantika,Vera dan Amanda.


Lalu Wiiliam dan Rio pun menghampiri mereka, sambil menunjukkan ponselnya.


"Itu kan!..." seru Vera dan Amanda kompak dengan wajah marah Vera melihat pertengkaran Viona dan Gavin.


Cantika menarik nafas dalam-dalam.Lalu melangkah mendekati Viona dan Gavin yang sedang berdebat sengit.


Melihat Cantika berjalan mendekati Viona dan Gavin, semua mata memandang ke arah Cantika.


Teman-tenan Viona berusaha memberitahu Viona atas kedatangan Cantika.


"Kamu benar-benar gak waras Viona !" teriak Gavin.


"Aku minta kamu hapus dan minta maaf ke Cantika dan bilang kalau semua ini hanya lelucon mu semata, lelucon yang sangat tidak lucu!" kembali Gavin berteriak pada Viona.


"Kamu yang harus sadar Vin, dia itu cewek murahan bawaan om om, kamu----" belum sempat Viona mengakhiri ucapannya tangan Gavin sudah hampir melayang menampar Viona.


Tetapi tangan Gavin ada yang menahannya.Sehingga


tangan Gavin tidak sampai ke pipi Viona


Hampir semua yang melihat menutup wajah mereka saat Gavin akan menampar Viona.


"Jangan kakak kotori tangan kakak. Biarlah dia yang otaknya hanya secuil, hidup dengan persepsi dangkalnya,.Yang waras tidak perlu ikutan tidak waras ." ucap Cantika tegas sambil menahan tangan Gavin menampar Viona


Gavin yang tadinya merasa darahnya sudah mendidih di ubun ubun nya, mendengar ucapan Cantika langsung terasa lumer bagai hati yang panas disiram air dingin.


Ia tersenyum bangga pada Cantika,.Lalu Gavin menggandeng Cantika.


"Teman teman semua berita yang disebar oleh Viona dan teman temannya itu semua hanya hoax" jelas Gavin.


"Yang ada di foto itu adalah ayah Cantika bukan Sugar Daddy seperti yang dituduhkan Viona, jelas! jadi jangan punya pikiran aneh-aneh terhadap Cantika." lamjut Gavin


"Cantika adalah gadis luar biasa, dan tidak mungkin melakukan hal-hal yang dituduhkan Viona. atau jangan-jangan dirimu yang punya sugar dady Vi? biasanya yang teriak maling adalah maling sesungguhnya?" Gavin menatap jijik Viona, dia semakin benci dengan kelakuan konyol Viona yang selalu berusaha menjatuhkan Cantika.


Tidak lama beberapa guru mendatangi lapangan karena mendengar adanya kegaduhan.


Akhirnya kerumunan dibubarkan oleh guru BK.


Cantika, Gavin dan Vionapun akhirnya di suruh ke kantor Kepala Sekolah untuk menjelaskan apa yang terjadi.


Dan Vionapun mendapatkan hukuman tidak boleh masuk sekolah selama seminggu, dan menulis kalimat aku tidak akan mengulangi lagi menyebarkan berita bohong yang belum tentu kebenarannya.Sebanyak satu buku penuh bolak balik.


Gavin dan Cantika pun diperbolehkan meninggalkan ruang Kepala Sekolah.


"Kamu hebat Cantika tidak terbawa emosi dengan tuduhan Viona tadi" ucap Gavin.


"Sejak kecil aku sudah biasa kak menghadapi orang seperti Viona" sahut Cantika sambil tersenyum.


Gavin pun tersenyum manis dan membelai rambut Cantika.


"Pacar aku hebat euy, aku bangga " bisik Gavin.


Cantika tersenyum bahagia, karena Gavin telah membela dirinya, dihadapan teman teman dan guru-gurunya..


Lalu merekapun kembali ke kelas masing-masing, dengan perasaan bahagia dan bangga.


.....................................................

__ADS_1


haii ikuti terus ya kisah cinta Gavin dan Cantika


Happy Reading ❤️


__ADS_2