
Hari ini Oma melihat ada yang berbeda, cucunya yang biasa cerewet dan biasa bertengkar dengan adiknya, kini terlihat lesu dan tidak bersemangat.
Begitu juga dengan Reno si kecil tengil, jahil yang biasa selalu menggoda kakaknya.Hari ini entah kenapa seperti mengerti kegundahan yang dirasakan kakaknya. Reno tengil hanya diam membaca komik tapi terkadang matanya mengawasi gerak gerik kakaknya..
"Hmm sepertinya memang ada yang sedang terjadi.Reno pasti mengetahui sesuatu, kalau tidak sudah dari tadi pasti Reno
sudah jahil." batin Oma.
"Reno! sini nak bantu Oma" pinta Oma .
Reno masih diam tak bergeming, duduk diam di sofa tangan memegang komik tapi matanya sibuk mengawasi kakaknya.
"Renoo dengar Oma tidak?" Oma mengulang kembali panggilannya.
"Ohhh iyaaa Oma," Reno pun menaruh komiknya begitu saja lalu menghampiri Oma.
"Ada yang bisa Reno bantu Oma?" tanya Reno datar.sambil matanya masih tertuju pada . kakaknya.
"Ada apa dengan kakak kamu?" tanya lirih Oma.
Reno menoleh sekilas menatap Oma, lalu kembali lagi mengawasi kakaknya.
"Selamat pagi semua" sapa papa Jason.
Hening...
Jason menatap Cantika hanya terdiam dengan pandangan kosong serta tangannya memainkan sendok berputar-putar.
Sedangkan tidak jauh dari putri nya Reno pun tidak seperti biasanya yang selalu menyambutnya dengan kecerewetannya dan keingintahuan dirinya. Tapi hari ini ..., semua sunyi.tak terkecuali Oma yang biasa sudah sibuk ngomel, karena bila kedua cucunya ini kumpul selalu saja ada yang berlaku bagaikan Tom and Jerry.
" Hmm, ini pasti karena Cantika." gumam Jason dalam hati.
"Heiii papa punya kabar nih, besok kita akan berlibur ke puncak bagaimana?Cantika ... Reno?? kalian senang kan??" tanya Jason menunggu reaksi mereka.
Oma hanya mengangkat bahunya dan tersenyum datar.
"Cantika ..., kamu senang tidak ?"
"Terserah papa asal Cantika bisa pergi jauhhh " sekilas matanya berembun .
Lalu Cantika berpamitan untuk kembali ke kamarnya.
Oma,Reno dan papa Jason hanya bisa mengantar Cantika dengan tatapan matanya hingga Cantika hilang terhalang pintu kamar Cantika.
__ADS_1
Reno bantu Oma ya untuk siapkan bekal makanan untuk kita semua.
"Bekal untuk berapa orang? kita berempat aja?" tanya Oma bersiap untuk mempersiapkan bekal untuk dibawa berlibur.
"Kurang lebih sepuluh orang Oma" jawab Jason.
"Sepuluh orang? Oma gak salah dengar nih? siapa saja yang ikut ?" desak Oma minta data yang akurat.
"Kita berlibur bareng keluarga Gavin," sahut Jason singkat.
Reno menatap lekat papanya.
"Keluarga Gavin siapa pa?"
"Ya Gavin siapa lagi, pacar kakak kamu lah ...benarkah? tanya Oma ragu.
"Hmm tapi...." lesu Reno saat mengetahui mereka akan berlibur bersama.
Sebenarnya Reno sangat senang sekali diajak berlibur oleh papa nya.Tetapi.....,kak Cantika pasti gak akan mau ikut, bila tahu kalau keluarga kak GAVIN ikut bersama.
"Reno tolong papa ya, Minta tolong simpan dulu dari kakakmu Kalau kita akan berlibur, bersama keluarga Gavin. Kalau ia tahu sekarang pasti -----".
"Pasti kak Cinta gak akan mau ikut!" sahut Reno yakin.
"Tapi Reno benci kak Gavin !" sudah bikin kak Cantika menangis " seru Reno.
"Masalah sebenarnya tidak seperti itu Reno, Gavin benar benar sayang kok sama kakak kamu" jelas Jason.
"Benarkah pa?" tanya Reno.
Jason mengangguk serius.
"Ayo cepat siapkan apa saja yang akan dibawa berlibur. Reno bantu kakak kamu ya" pesan Jason
"Siapp laksanakan " kemudian Reno berlari ke atas untuk mempersiapkan apa saja yang akan dibawa pada liburan lali ini.
.................................................
"Haii maaf tadi macet dikit " ucap Vera karena ia merasa bersalah telah datang terlambat ke tempat yang telah disepakati.
"Gak apa-apa, aku juga baru saja sampai" jawab Gavin.
Vera sengaja membuat janji bertemu dengan Gavin , ia sangat penasaran sekali untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.Serta arti dari pesan yang diucapkan Gavin saat itu
__ADS_1
"Kak Gavin, bolehkah Vera bertanya?" tanya Vera hati-hati.
"iya silahkan Vera"
"Hmm kakak sebenarnya beneran cinta dan sayang pada Cantika tidak sih?" tanya Vera.
"Hmm, Ver saat aku tahu Cantika nangis karena kejadian di kantin kemarin, hatiku langsung hancur. Aku tidak menyangka Cantika berpikiran yang bukan-bukan terhadapku.Semua kejadian itu bukan kehendakku tetapi keadaan lah yang menyebabkan hal itu terjadi " ucap lirih Gavin.
"Maksud kakak?"
"Ada suatu hal yang tidak bisa aku sampaikan pada semua orang, terutama pada Cantika. Tetapi tolong yakinkan dia bahwa apapun yang terjadi di depan nanti itu bukan kehendakku tetapi keadaan yang memaksaku untuk melakukan semua itu, dan sampai kapan pun dan dalam keadaan apapun rasa sayang dan cintaku pada Cantika tidak akan berubah.Tolong ya Ver sampaikan dan yakinkan hal ini padanya." pesan Gavin pada sahabat Cantika.
"Sebenarnya apa sih yang terjadi kak?'" Vera kembali bertanya penasaran melihat Gavin menjawab dengan begitu serius dan menahan air mata dan emosi Vera bisa merasa ada sesuatu hal besar yang sedang dan akan terjadi.
"Maaf Vera aku tidak bisa mengatakannya karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak." jawab Gavin lugas.
"Hajat hidup orang banyak??? maksud kakak"
Gavin menghela nafas cukup keras .
Vera menatap lekat Gavin, yang terlihat begitu emosi dan mencoba untuk menahan diri.
"Aku hanya pesan padamu Ver, bila aku tidak lagi disamping Cantika, pastikan cintanya tetap dan tidak akan berubah padaku begitu juga sebaliknya.Kakak janji bila Tuhan berkenan kelak kami akan bertemu dan bersama kembali, untuk selama -lamanya." jelas dan harapan Gavin pada hubungannya dengan Cantika
'Hnm aku titip Cantika ya Ver, jaga dan lindungi dirinya dari mulut pedas Mak lampir." pesan Gavin
"Baiklah " walau sebenarnya Vera masih belum puas dengan jawaban yang diberikan Gavin, karena dia tidak bisa menceritakan padanya tentang yang dimaksud menyangkut hajat hidup orang banyak , tapi melihat keadaan Gavin yang lesu loyo dan buram membuat hati Vera tersentuh..
"Baiklah Kak kalau itu yang kakak mau Vera janji akan melakukan yang terbaik untuk
sahabat aku ' sahut Vera.tanpa bertanya lebih lanjut.
Akhirnya merekapun berpisah melanjutkan tujuan mereka masing-masing dan apa yang ditugaskan Gavin padanya untuk selalu menjaga dan melindungi Cantika, pasti tanpa diminta pun ia kan melakukan yang terbaik untuk sahabatnya itu
................❤️❤️❤️❤️..........
Jangan lupa favorit ya biar ada notifikasi bila kisah Cantika up .
Sambil menunggu Cantika up Yuk aku kenalkan dengan author
MinNami yang novelnya berjudul Rumah Tangga.
Cinta saja tak pernah cukup, begitulah kata para pepatah. Binar dan Albiru tidak pernah menyangka ujian cinta mereka justru hadir setelah mereka menikah. Masalah bertubi-tubi menghampiri rumah tangga mereka. Ada mertua dan ipar Binar yang terus mengganggu kenyamanan Binar. Belum lagi masalah orang ketiga yang selalu mencari celah untuk masuk di kehidupan mereka. Saat batas kesabaran Binar sudah diambang batas namun tidak ada satupun yang memihaknya. Lantas salahkan Binar bila ingin menyerah?
__ADS_1