Cinta Online

Cinta Online
Rencana paman


__ADS_3

Ujian kelulusan sudah d depan mata, tinggal beberapa hari lagi.Gavin bukannya mengkhawatirkan ujian sekolah yang akan dihadapinya tetapi setelah ujian berakhir ini. ia akan pergi meninggalkan semua demi proyek papanya.


"Damn! sialan kamu Vi andai saja kamu laki laki mungkin sudah aku tonjok habis-habisan." geram Gavin kesal.


"Setelah lulus aku harus melanjutkan sekolah di tempat paman Aqib. Lantas bagaimana cara aku meyakinkan Cantika kalau aku benar-benar mencintainya." batin sedih Gavin.


"Ia pasti berpikir kalau aku hanya mempermainkan dirinya" pikir Gavin.


Tiba-tiba bahunya terasa ada yang menyentuhnya.


"Apa yang sedang kamu pikirkan Vin? masih tentang Cantika? cerita sama paman mungkin paman bisa bantu" Aqib menawarkan bantuan pada Gavin.


Gavin pun menceritakan kegundahan hatinya pada pamannya.


Ia ingin sebelum ia berangkat ke India, Cantika tahu perasaan nya sesungguhnya.


Gavin tidak ingin Cantika menganggap dirinya cowok yang hanya sekedar gabut mendekati dirinya. Tidak! Gavin benar benar tulus mencintai Cantika


Setelah berpikir panjang akhirnya Aqib menemukan solusi yang ia rasa sangat menyenangkan.


"Begini Vin, kapan kamu libur, setelah ujian kan?" tanya paman Aqib


Gavin mengangguk cepat.


"Nah bagaimana kalau kita berlibur bersama." ajak Aqib.


"Berlibur bersama?'" Gavin masih belum mengerti maksud dan tujuan pamannya


"Paman akan bicarakan dengan papa Cantika kita akan berlibur bersama ke puncak. Paman, papa Cantika, Reno dan kamu bagaimana menurut kamu? tapi kalau papa, mama kamu dan Laura juga mau ikutan, makin bagus juga, seru jadinya.Kita berlibur ke Villa, terus tidur nya di tenda aja bikin acara di tengah malam. Atau kamu punya ide lain?'' Aqib melipat kedua tangannya sambil menatap Gavin meminta persetujuan.


"Hmm boleh tuh Paman.Tapi Cantika kan sudah terlanjur marah sama Gavin" ucap sedih Gavin.


Aqib menepuk bahu Gavin."Kamu minta maaf sama Cantika, bilang kamu begitu karena kamu tidak mau Viona membully dirinya terus menerus, jadi lebih baik saat itu kamu tidak mendekati Cantika agar dia tidak dihina lagi oleh Viona, karena itu lah kemarin kamu tidak menghampirinya" saran Paman Gavin agar Cantika mau memaafkannya.


"Yeeahh paman keren ! makasih ya paman buat solusinya, nanti Gavin bilang ke mama papa dan Laura mereka mau ikut kita berlibur atau tidak? " Gavin dan Paman saling meninju tanda kekompakan.

__ADS_1


...,.............................................


Di rumah Vera


"Sebenarnya ada apa sih, kenapa Gavin bersikap seperti itu pada Cantika. Aku yakin sekali Gavin benar benar mencintai Cantika. Tetapi ..aaah pusing" pikir Vera.


"Titip Cantika??, dia yakin aku mampu melindungi dan menjaga Cantika ..., maksudnya apa? padahal dia sendiri pasti jauhh lebih bisa melindungi Cantika daripada diriku.Hmm aneh" batin Vera.


"Aku yakin ada sesuatu yang tidak beres. Apalagi waktu di Mall waktu itu, Amanda bilang melihat Gavin, dan kemudian ia meralatnya. Hmm Amanda tidak mungkin salah, walau anaknya sedikit lemot, tapi dalam mengenali seseorang ia termasuk yang selama ini paling akurat diantara kami. Aku harus menemui Manda, akan aku coba merayunya agar mau bicara apa yang sebenarnya terjadi." tekad Vera lalu ia menyambar tas kecil di mejanya kemudian melangkah menuju garasi mobil.


Vera kemudian mengemudikan mobilnya menuju ke rumah Amanda.


Setibanya di rumahnya Amanda, Vera bertemu dengan Rio,


"Hai Rio, Manda di dalam kan?" tanya Vera sambil melihat bagian dalam rumah Manda.


"Baru saja masuk, lagi ambil minuman, aku panggilkan bentar ya? kamu sendirian Ver?" tanya Rio sambil celingukan mencari seseorang.


"Aku sendirian Rio, jangan berharap akan bertemu William " Vera terkekeh melihat Rio


"Tumben aja malam-malam keluyuran tanpa pengawal" Rio nyengir sambil garuk-garuk kepalanya.


"William tidak tahu aku disini, aku juga tidak bilang padanya." sahut Vera.


Rio menyatukan kedua alisnya, lalu mendekati Vera" Memang ada hal serius apa sih?"


"Tentang Gavin" sahut Vera singkat.


"Kejadian tadi siang?" selidik Rio mulai tertarik.


"Iya, kamu tidak lihat perubahan sikap Gavin pada Cantika,,?"


"Hmm, menurutku sih..ini menurut aku lho ya...." perlahan Rio mencoba menganalisa keadaan.


Vera memperhatikan Rio dengan serius.

__ADS_1


"Gavin bersikap seperti itu hanya karena menghindari keributan.Terutama ia tidak ingin Cantika terluka lagi dengan omongan-omongan pedas Viona" ujar Rio gamblang.


"Itu menurut aku lho ya, benar tidaknya yaaa Gavin sendiri yang tahu" lanjut Ario.


"Wahhh kamu jenius Rio, terima kasih yaa" lalu Vera pun melangkah pergi hendak pulang.


" lho Veraaaa! gak jadi ketemu ma Amanda nih?!" teriak Rio saat tiba-tiba Vera pergi begitu saja.


"Gak jadi,! besok saja,! kita kumpul di rumah Cantika." seru Vera lantang.


Rio hanya melongo melihat perubahan sikap Vera yang tiba-tiba.


"Rio ada siapa? aku tadi dengar seperti suara Vera?" sambil mencari yang jadi sasaran pikirannya.


"Emang dia" sahut Rio singkat lalu mengambil gitarnya.


"Mana??" tanya Amanda bingung


"Sudah pulang barusan!.


O ya kamu disuruh cepat menghubunginya" jelas Rio.


"Hmm... , ada apa ya?Vera sekarang makin kesini kok makin misterius " gumam Amanda.


..............................................


Ada apa ya ....yuk kira kira apa yang akan direncanakan oleh Vera.


Jangan lupa like komen dan jadikan favorit


yuk sambil menunggu up kenalin nih karya Author Putri Nilam Sari


dengan karyanya Hei!!! Gadis Berkacamata.


Perjalanan Eisha si gadis berkacamata dalam merubah penampilan dan menggapai impiannya dibantu Adnan seorang pria misterius dan bersikap dingin serta bermasalah di lingkungan nya. Namun benih cinta yang tumbuh diantara mereka belum sempat mekar karena kesalahpahaman dan kejadian tak terduga. Hingga Pertemuan tak disangka kembali memulai kisah yang belum usai, namun bagaimana dengan takdir yang memberikan kejutan bagi mereka, akankah kisah mereka berakhir bahagia??

__ADS_1



__ADS_2