Cinta Online

Cinta Online
Hadiah dari Gavin


__ADS_3

"Kak Cantikaaaa!" sambut Reno ketika melihat kakaknya turun dari mobil Vera.


"Heii ganteng ada apa nih?!" tanya Cantika pada Reno.


Reno yang melihat kakaknya datang langsung berlari ke arah Cantika dan memeluknya.


"Renoo ada apa?" tanya lembut Cantika pada adiknya sambil membelai rambutnya dengan lembut.


"Kak Cantika di tunggu papa dan ---" Reno sempet terdiam sesaat.


"Dan siapa sayang?" tanya Cantika sekali lagi sambil pandangannya ke arah ruang tamu berusaha untuk melihat ada siapa disana.


"Reno .... siapa? ----"


"Sore Cantika .... apa kabar? "


Mendengar namanya disebut Cantika langsung menoleh ke arah sumber suara.


Betapa terkejutnya Cantika saat melihat laki laki tampan dengan senyum tersungging di bibirnya yang memperlihatkan lesung pipi nya.


"Om Jevaro??"seru Cantika terkejut.


"Haii Cantik ... pa kabar?" tanya Jevaro sekali lagi


"Baik Om ... " Cantika bingung mau ngomong apa lagi, ia tidak menyangka papanya Gavin akan datang menemuinya.


"Kok baru pulang Tika darimana? " tanya papa Jason.


"Maaf pa, tadi diajak Vera dan Manda ke Mall dulu pa cari buku." jawab Cantika singkat.


"Ya udah yuk masuk, om Jevaro sudah menunggumu dari tadi." ajak papa.


"Yuk kak!" ajak Reno sambil menggandeng lengan Cantika dan sedikit menariknya untuk masuk rumah.


Sesampainya di depan papanya Gavin, Cantika mengulurkan tangan untuk memberi salam.


"Yuk Cantika masuk dulu" ajak Papa Jason.


Cantika mengangguk pelan lalu duduk di depan papa Gavin.

__ADS_1


"Tika ini ada paket untukmu." Papa Jevaro menyerahkan kotak yang terbungkus rapi kepada Cantika.


"Untuk Cantika Om?" tanya Cantika meyakinkan.


"Iya sayang buat kamu."


"Dari kak Gavin tuh!" ceplos Reno.


Cantika masih terdiam bingung, papa Jason dan papa Jevaro tersenyum mendengar celetukan Reno.


Cantika pun menoleh ke arah Reno yang sok tahu dan mulutnya berlepotan coklat dan dengan santainya ia masih terus mengunyah coklatnya.


"Heii mulutmu tuh!' tuding Cantika ke arah mulut Reno.


"Emang iyaa tuh paket dari kak Gavin kok! ya om ya?!" balas Reno.


"Renoo! " Cantika langsung mengambil tisu yang ada di meja lalu membersihkan mulut Reno dengan paksa.


"Ihh kak Cantika!"


"Belepotan coklat mulut kamu tuh! Lihat kaca kalau gak percaya" sahut Cantika sewot gak mau kalah.


"Hahaha kalian ini ya .... mengingatkan om pada anak-anak om kalau mereka berkumpul." sahut papa Gavin tersenyum sedih teringat pada Gavin dan Laura bila berkumpul. Sama persis dengan yang dilihatnya saat ini.


"Namanya juga saudara Jev ... " Hibur papa Jason melihat mata Jevaro sedikit berembun.


"Yaah ... terkadang aku kangen suasana seperti ini Aku kangen Gavin , kangen anak-anak berkumpul seperti dulu lagi" Jevaro pun tertunduk sedih.


Reno menyenggol Cantika.


"Apaan sih! Kamu tuh" sahut lirih Cantika.


"Om ... jangan sedih, Gavin kan sekolah disana ntar kalau sudah selesai, Cantika yakin Gavin akan kembali pulang dan bisa berkumpul dengan keluarga lagi " hibur Cantika.


"Iya Cantika kamu benar, tidak usah menunggu Gavin lulus dulu baru bertemu Gavin. Ntar kalau libur semester katanya ia akan pulang kok. Ada yang ia kangenin dan pngen segera ditemui katanya" sambil tersenyum penuh arti dan menatap Cantika lekat.


Cantika pun tertunduk malu.


"Baiklah kalau begitu, om pamit dulu ya ... kapan-kapan om datang lagi bersama Tante." ucap papa Jevaro.

__ADS_1


"Baik Om, terima kasih banyak buat kunjungannya." jawab Cantika.


Jevaro menyentuh kepala Cantika dan membelainya sambil tersenyum.


"Okay Jason aku balik dulu ya... main lah ke rumah bersama Cantika dan Reno." undang Jevaro.


"Siapp ntar aku cari waktu yang longgar dulu ya"


"Sipp aku tunggu kedatangan kalian." jawab Jevaro


Setelah berpamitan dan hilang dari pandangan mereka.


Cantika kembali termenung.


Melihat Cantika melamun papa Jason menepuk punggung Cantika.


"Cantika percayalah cinta Gavin hanyalah untukmu jangan kau ragukan itu. Maafkan dia yang pergi tanpa memberitahu dirimu terlebih dahulu tapi itu ia lakukan karena ia tidak sanggup mengatakannya padamu."


"Kamu sudah tahu kan alasannya ia pergi. Itu bukan keinginannya dia bertarung hebat dengan perasaanya waktu itu. papa sangat tahu itu'' jelas papa Jason.


"Iya pa Cantika paham, Cantika ke kamar dulu ya " pamit Cantika.


"Kak Cantika! Tuh paket dari kak Gavin" tunjuk Reno pada kotak yang terbungkus rapi yang masih tergeletak manis di atas meja.


Cantika melihat sekilas. Lalu mengambilnya dan membawanya ke kamar.


Di kamar kotak tersebut ia letakkan begitu saja di meja. Dalam diri Cantika masih berperang antara ego dan perasaannya.


Cantika hanya memandang kosong ke arah kotak kiriman Gavin. Ada perasaan ingin membukanya tapi ego nya berkata untuk apa ia tidak butuh hadiah dan sejenisnya ia hanya butuh kehadiran Gavin . "Bukan kepergian nya yang tiba-tiba, dan kini ia mengiriminya sesuatu untuk menebus kesalahannya karena ia tidak pamit? Hmm enak saja." batin Cantika yang masih terluka.


Sekali lagi Cantika hanya memandang kosong paket dari Gavin untuknya.


...............................................


Akankah Cantika akan membuka hadiah dari Gavin? atau membiarkan begitu saja.


yuk guys ikuti kelanjutannya


Happy Reading ❤️

__ADS_1


__ADS_2