
Sudah hampir seminggu Gavin liburan di tanah air. Besok pagi Gavin sudah harus kembali terbang ke negeri papanya. Untuk melanjutkan kuliahnya. Tinggal setahun lagi Gavin kuliah disana dan selesai lah sudah perjanjian antara papa Gavin dan papa Viona.
Setelah ini mereka tidak perlu lagi takut dengan ancaman yang diberikan oleh Viona.
Gavin pun sudah berjanji pada Cantika untuk segera melamar Cantika bila ia sudah lulus dan kembali ke tanah air.
..........................................................
Cantika terlihat sudah rapi menggunakan kemeja putih dan jeans biru. Rambutnya tergerai panjang dan dibiarkan tertiup angin.
"Pagi Oma ..." sapa Cantika lalu memeluk Omanya dari belakang
"Hmm, tumben nih pagi-pagi sudah rapi mau kemana?" Belum sempat Cantika menjawab
Terdengar suara mobil berhenti dan keluarlah sang pangeran hati yang rupawan.
"Selamat Pagi Oma!"
Oma kemudian menoleh ke arah sapaan itu "Gavin?! Ini benar kamu sayang! " seru Oma terkejut dengan kemunculan Gavin tiba-tiba di hadapannya.
"Ini beneran Gavin kan Tika? Oma tidak salah lihat kan? " Sambil mengamati Gavin dan menyentuhnya.
Tika menganggukkan kepalanya. Berusaha meyakinkan Oma kalau yang sedang berdiri dihadapannya adalah benar Gavin.
"Wah kok kamu semakin tinggi Vin ? Pangling nih Oma." ucap Oma kagum.
"Tertular paman Aqib sepertinya " kelakar Cantika.
Lalu Oma dan Cantika pun tertawa terbahak bahak.
Gavin hanya tersenyum. Dan menatap Cantika lekat seolah sorot matanya mengatakan " Awas ya nanti akan ku buat kamu minta ampun padaku"
Gavin menoleh ke kanan dan kiri mencari-cari sesuatu.
"Lho Reno mana?Kok tumben tidak ada disekitar kamu Tika?" tanya Gavin heran.
"Sini ... aku tunjukan sedang apa si Reno." ajak Cantika sambil menarik tangan Gavin.
Gavin pun menurut dengan ajakan Cantika tersebut.
"Tuh! Yang tadi kamu cari." tunjuk Cantika.
Reno terlihat sedang tidur di sofa sambil memeluk mobil- mobilannya.
"Ya ampun Reno." celetuk Gavin melihat Reno yang sedang tertidur pulas.
__ADS_1
Semua yang melihatnya tertawa.
Mendengar suara tawa di sekitarnya membuat Reno menggeliat dan menggosok-gosok matanya.
Suara tawa disekitarnya membuat Reno memaksa matanya untuk terbuka.
Reno melihat ada kakaknya Cantika dan Kak Gavin.
"Kak Gavin?? Ada apa kak?" Reno lalu memeluk erat mobil-mobilannya.
Gavin dan Cantika yang melihatnya kemudian saling pandang.
"Kenapa mobilnya dipeluk seperti itu. Kakak aja gak dipeluk. Iri deh pengen jadi mobil-mobilan." goda Cantika.
"Lebih sayang mainannya ya daripada kakak?" lanjut Cantika pura-pura ngambek.
"Bukan begitu kak Tika!" Reno langsung bangun dan memeluk Cantika.
"Reno sayang banget sama kakak." celetuk Reno.
"Kakak lebih sayang lagi." Gavin juga ikutan memeluk Cantika.
"Iih kak Gavin genit!" seru Cantika sambil mencubit lengan Gavin.
"Bukan begitu kak! " tatap tajam Cantika pada Gavin seolah memberi kode ada adiknya malu.
Gavin pun tersenyum mengerti.
.......................................................
Rose baru saja selesai mandi lalu ia mendapati teleponnya berbunyi.
Rose pun akhirnya meraih ponselnya dan menerima panggilan masuk untuknya.
"Haii Kim...., aku baru selesai mandi nih.Ada apa? Mau ajak aku shopping ya?" goda Rose.
Terdengar suara tawa di seberang.
"Kamu ini... kangen ya shopping bareng dan me time seperti dulu lagi?" tanya Kimberley menggoda.
"Iya terus lanjut nonton bersama pak Jevaro" lalu Rose tertawa ngakak.
"Hush itu suami aku sekarang."
Kembali Rose tertawa.
__ADS_1
"Cie ... cie... dah lupa nih dengan si bocah tengil?" celetuk Rose menggoda Kimberley.
"Beda jurusan itu! Husshh jangan dibahas disini ada bodyguard." jawab Kimberley memberi kode.
"Ohhh okay okay." Rose berusaha menahan tawanya.
"Rose ... kapan kamu akan mengatakan kebenarannya pada Cantika?" tanya Kimberley serius.
Rose yang tadinya tertawa kini diam beribu bahasa.
"Di waktu yang tepat."
"Di waktu yang tepat dan siap." lanjut Kimberley.
"Kim..."
"Yaaa..." jawab Kimberley.
"Pak Jevaro sudah tahu?" tanya Rose.
"Belum aku tidak punya hak untuk mengatakan pada siapapun tentang rahasiamu itu. Hanya kamu yang berhak untuk memutuskan. Menjelaskan tentang kebenaran terjadi atau tetap menyimpannya sebagai rahasia terpendam dalam hidupmu." jelas Kimberley.
"Terima kasih atas pengertiannya." ucap Rose lirih.
"Okay Rose ntar malam datang ya ke rumah nginap sini lagi yuk kita cerita- cerita lagi hingga pagi." ajak Kimberley.
"Hush kasihan suami kamu.Tidur sendirian. Nanti kesepian lho. Ntar ngelirik yang lain tau rasa. " goda Rose.
Kimberley pun tertawa" Tenang saja suami aku cinta matinya cuman sama aku kok ." jawab Kimberley yakin.
"Percaya! Okay sampai ketemu nanti ya!" balas Rose sambil tersenyum.
Lalu berakhir lah percakapan antara Rose dan Kimberley melalui telepon.
"Hmm ... Cantika...andai kamu tahu yang sebenarnya. Apakah kamu mau memaafkan aku? Aku sangat menyesal. Semua ini kulakukan karena aku sangat mencintaimu." gumam Rose.
............................................................
Yuk ikuti terus kisah Cantika dan Gavin.
Ada rahasia apa yang disimpan oleh Rose?
Sambil menunggu kelanjutannya. Aku bawakan sesuatu untuk menemani menunggu
__ADS_1