
Semakin malam udara dingin semakin terasa menusuk tulang. "Dingin banget ya, beda banget kalau kita sudah turun gerah" komplain Cantika.
"Iya benar, tapi walaupun di bawah gerah ada yang masih malas mandi, apalagi di puncak seperti ini jangan jangan ----" Sambil melirik menggoda Cantika.
"Ihh Gavinnn! aku mandi ya tadi pake air hangat." sungut Cantika.
"Oh ya?? masakkk ... sini buktiin dulu!" Lalu Gavin pura pura mencium aroma tubuh Cantika.
"Gavinnn! modus ah, aku bilangin paman Aqib lho! " ancam Cantika.
"Yeee ... kok paman Aqib?!" Gavin mengeryitkan keningnya tanda berusaha memahami.
"Karena yang aku kenal paman kamu, kalau papa kamu ketinggian menggapainya" terkekeh kecil Cantika.
"Awas ya aku bilangin ke papa aku kalau kamu lebih sayang paman daripada papa." bujuk Gavin pura pura ngambek.
"Yeee ... bisanya ngancam! om Jevarooo .... om....Gavin om----"
Gavin langsung membekap mulut Cantika dengan sentuhan lembut bibir nya.
mmmpphh
Cantika berusaha memukul mukul Gavin minta dilepaskan tapi yang terjadi, tubuhnya menyerah dan membiarkan Gavin membuai lembut bibirnya.
Setelah puas menyalurkan rasa kangennya, Gavin menyentuh wajah Cantika, mengamatinya dengan seksama lalu membelai rambut lurus berwarna coklat tebal "I love you Cantika with all my heart" bisik lirih Gavin.
Cantika yang masih berusaha menenangkan perasaannya yang tadinya bergemuruh tidak beraturan hanya sanggup menjawab " I love you too Gavin."
Kecuppaan hangat mendarat dengan mulus di kening Cantika .
"Kak Cantikaa ...kak Gavin!' suara Reno bergema hingga ke tempat Gavin dan Cantika.
"Suara Reno kak!" Sambil menatap Gavin.
Gavin melihat jam tangannya,"Jam makan malam Tik, Reno past disuruh mencari kita, karena makan malam akan dimulai "
'Yuk kak! gak enak ditungguin yang lain" ucap Cantika.
"Heii tunggu sebentar. ada apanya tuh!" Sambil menarik pinggang Cantika mendekat tubuh Gavin, Gavin memandang penuh arti, menatap wajah lembut Cantika yang hanya berjarak beberapa centi saja.
"Kak Cantika! .... kak Gavin! ..... Ternyata kalian disitu. Ayo disuruh makan malam sama papa kak Gavin" Reno mengajak kakaknya dan Gavin untuk berkumpul makan malam.
Mendengar teriakan Reno.
Cantika dan Gavin langsung menoleh ke arah Reno. "Yuk kak tuh dah disamperin Reno" ucap Cantika. Dengan langkah gontai Gavin mengikuti Reno menuju halaman dekat Kolam renang yang dijadikan tempat mereka berkumpul makan malam.
Akhirnya mereka bertiga pun berjalan bersama menuju halaman sebelah kolam renang untuk makan malam bersama.
Sepanjang perjalanan Gavin dan Cantika terus bergandengan tangan dibawah sinar bulan.
"Ayoo kak cepat dikit, Reno dah laparr nih!" protes Reno.
"Iya iya ini juga sudah cepat! " sanggah Cantika.
"Hmmm wanginya .... aroma daging bbq!" seru Reno kegirangan.
Tanpa menunggu lama Reno langsung berlari dan mengambil daging bbq.
Cantika berhenti sesaat. Ia mengamati keadaan sekitar "Kak jangan bilang keluarga kamu buka restoran disini?" tanya serius Cantika melihat begitu banyak koki dan berbagai macam masakan tersedia di meja saji.
"Ha ha ha " Gavin tertawa melihat reaksi terkejut Cantika.
"Yuk sayang!" Gavin merangkul Cantika dan mengajak Cantika mendekat ke area makan malam yang telah tersedia.
__ADS_1
"Kak ...."
"Hmm," Gavin mengambil piring dan sate dengan santainya terus mulai memakannya.
"Ayoo makan! makanan itu untuk dimakan sayang, bukan cuman dilihatin" bisik Gavin sambil terus memamahbiak.
Cantika terus memperhatikan sekeliling.
Cantika baru kali ini berlibur dengan makanan berlimpah bagaikan makan di restoran hotel.
"Selamat malam Cantika "
Cantika masih dengan keterkejutannya, menoleh ke arah suara.Betapa terkejutnya ia mengetahui yang menyapa dirinya adalah papa mama Gavin.
"Oh eh Selamat malam Om , Tante." sahut Cantika gugup.
"Cantika gak mau makan ma! katanya makanannya gak bikin ia selera!" lapor Gavin dengan santainya.
"Eh ...siapa bilang begitu! enggak kok Tante ... Om, ini semua justru lebih dari cukup semua enak-enak! Gavin hoax Tante ... Om" jelas Cantika gelagapan.
Laura yang melihat dan mendengar kejahilan kakaknya pada pacarnya.spontan tertawa.
Cantika pun melihat ke arah Laura .
Laura yang merasa menjadi pusat perhatian lantas menghentikan tertawanya.
"Upss maaf ya, silakan lanjutkan! Renoo tunggu kakak?" Laura pun meninggalkan mereka dan bergabung dengan papa Jason dan Oma .
"Silakan dinikmati Cantika tidak usah sungkan!" Mama Gavin membelai rambut Cantika lembut.
Cantika terkesima dengan keserasian kedua orang tua Gavin.
"Hmm sama-sama baik. Cantik dan ganteng, elegan serta mempesona pula." gumam Cantika.
"Nih Cantik makan dulu" Sambil memberi sepiring makanan yang berisi beberapa jenis makanan.
"Eh...kak ini banyak banget!" seru Cantika.
"Tenang aja ada aku! Yuk gabung sama sahabat sahabat kamu" tunjuk Gavin ke arah William dan teman temannya.
"Heiii tuan dan nyonya villa ini datang!" seru Rio saat Gavin dan Cantika menghampiri mereka.
"Wow bro thanks ya ini liburan terbaik aku!" ucap Rio kegirangan.
"Iya kak makanannya juga enak enak.Terima kasih kak" timpal Amanda.
"Hmm liburan aja begini, bagaimana kalau kalian menikah nanti.?" seru Vera kagum.
"Wow pasti lebih dahsyat !" jawab William.
"Hei hei kalian ngomong apa sih!" Cantika tersipu mendengar tentang pesta pernikahan mereka nantinya.
Tanpa basa basi lagi Gavin langsung memeluk dan mendaratkan kecupan mesra di pipi Cantika dihadapan sahabat sahabatnya. Membuat Amanda berteriak histeris hingga membuat yang lain menoleh ke arah mereka.
Hingga akhirnya agar tidak menimbulkan pikiran aneh-aneh, mereka berusaha tertawa dan mengalihkan perhatian orang orang yang tadi melihat ke arah mereka.
"Syukurlah .... kamu sih Manda!" tunjuk Rio.
__ADS_1
"Enak aja mereka sih romantis amat" sahut Amanda tidak mau kalah.
"Haha ok ok guys kalian lanjutkan ya. Gak usah sungkan.Aku ada urusan sebentar dengan Cantika." jelas Gavin.
"Kalau kalian ingin membuat api unggun sekarang silakan langsung saja tidak usah tunggu kami okay guys?!" tambah Gavin .
"Asyiaapp makasih ya kak buat semuanya" seru Vera .
Kemudian berpisah lah Gavin dan Cantika dari kelompok mereka.
"Kak kenapa sih kita tidak gabung dengan mereka saja?!" rengek Cantika merasa tidak enak dengan Vera dan Amanda.
"Nanti kita akan gabung lagi dengan mereka.Sekarang masih ada yang harus kita omongin berdua." timpal Jevaro.
"Emang kita mau kemana?' tanya Cantika tidak sabar .
"Nah Cantika. kamu lihat bulan disana'"tanya Gavin
"Ehmm,"
"Bulan hanya satu, setia menyinari bumi terutama disaat malam gelap. Sebenarnya waktu siang pun ia juga tetap ada sayangnya tidak terlihat karena adanya sinar matahari yang mendominasi."
"Tapi bila malam gelap Bulan lah yang jadi juara, setia menemani dan menyinari bumi."
"Dan di dunia belahan manapun bulan yang kau lihat adalah bulan yang sama dengan yang terlihat di belahan dunia berbeda."
"Karena itu aku mau kamu memahami sungguh-sungguh apa yang kukatakan ini"
"Cantika .... aku sangat mencintaimu dan sampai kapanpun tetap selalu mencintaimu apapun yang terjadi.Cinta aku seperti bulan tadi yang kuceritakan padamu .Dimanapun aku berada walaupun kita terpisah sekalipun cinta aku tetap sama tidak pernah berubah."
"Bila aku sedang tidak ada disisimu, pandanglah bulan karena di belahan manapun juga bulan yang kau pandang adalah bulan yang sama cinta yang sama dan tetap orang yang sama." Lalu Gavin mengecup kening Cantika.
"Kamu mau berjanji sayang, akan selalu tetap mencintaiku dan menungguku ?'" tanya Gavin
"Memangnya kamu mau kemana?" protes Cantika bingung.
"Misalnya sayang.... kamu mau menunggu aku dan tetap mencintai ku dengan cinta yang sama ?" tanya Gavin meyakinkan kembali.
Cantika mengangguk cepat.
"Aku akan selalu mencintaimu dan menunggumu" sahut Cantika.
Gavin tersenyum bahagia.
"Terima kasih sayang ... aku tahu kamu bisa aku andalkan dan cintamu padaku tulus apa adanya." ucap Gavin sambil memeluk erat Cantika.
Untuk beberapa lama mereka saling berpelukan dan memandang bulan.
Dari kejauhan terdengar teman-teman nya telah bernyanyi gembira sambil diiringi gitar serta api unggun di depan mereka.
Cantika dan Gavin hanya terdiam menikmati semua itu menikmati keindahan malam bersama sang kekasih tercinta.
Malam yang terasa indah dan tak terlupakan.
Jangan lupa ya like favorite serta hadiah lainnya karena semua itu sangat sangat berarti buat kelangsungan kisah Cantika dan Gavin.
Sambil menunggu kisah selanjutnya yuk aku kenalin karya teman aku yang berjudul
CEO PLAYBOY TERJERAT NONA
HACKER
__ADS_1
Reza Firto Adijaya adalah CEO muda, berusia 27 tahun. Seorang pria berlimpah akan harta, tahta, dan wanita. Bersiteru dengan Aurora Safitri, seorang mahasiswi miskin yang mendapat SISTEM KEKAYAAN: HACKER. Setiap misi yang diselesaikan, akan dibayar mahal oleh SISTEM. Misinya antara lain adalah Mengeksploitasi keamanan data pada perusahaan. Kebetulan Reza mendirikan perusahaan dalam bidang Online, membuat dia selalu menjadi bulan-bulanan misi dari NONA HACKER yang satu ini. Suatu saat Aura ditangkap oleh bandit suruhan Reza. Lalu terjadi hal yang tak terduga membuat Reza akhirnya tergila-gila pada gadis itu. Namun, Aura sedang mencintai pria masa sekolahnya. Bagaimana perjuangan Reza untuk mendapatkan hati Aura?