
Cantika duduk manis di ruang tamu yang begitu besar. Berpilar tinggi, rapi, bersih dan terkesan mewah. Bergorden warna putih gading.
Disisi tembok bagian dalam terdapat foto Gavin bersama keluarga yang terpampang besar dan terlihat harmonis.
Di foto tersebut terlihat Kedua orang tuanya yang begitu serasi, Gavin berserta adiknya Laura.
"Ehmm Gavin begitu beruntung memiliki keluarga yang lengkap dan harmonis." gumam Cantika dalam hati.
Cantika kembali teringat masa kecilnya dulu masa-masa ia masih berkumpul dengan mama dan papa.
Semua orang yang mengenal dirinya sejak kecil selalu berkata bahwa dirinya dulu adalah anak yang manja, karena mama selalu memenuhi apapun yang ia minta.
Mama sagat menyanyangi dirinya, kemanapun mama pergi dirinya selalu digendong. Bahkan semua orang yang mengenal nya selalu bilang dirinya adakah anak kesayangan mama.
Tidak pernah sedikitpun mama memukul ataupun membentaknya. Sekalipun ia nakal dan berbuat salah, mama selalu menegur dengan lembut bukan mencaci maki ataupun membentak dirinya.
Oh Tuhan begitu indah dan Bahagianya masa itu, tapi kini semua hanya tinggal kenangan yang tak akan pernah terlupakan sampai kapanpun.
Tanpa Cantika sadari, disudut bibir Cantika tersungging sebuah senyuman.
Tiba-tiba ia merasa pundaknya disentuh seseorang.
"Haii apa yang kau lihat, aku tampan kan? makanya kamu senyum senyum sendiri melihat foto aku" Gavin memandang takjub ke foto keluarga yang terdapat dirinya disana.
Cantika pun melirik Gavin, "Ihh GeEr siapa yang lihat foto kamu"
"Papa kamu tuh yang ganteng berwibawa lagi."sahut Cantika sambil mengolok olok Gavin.
"Kamu mah jauh .." ledek Cantika sambil menjulurkan lidahnya.
"Kamu ya.." Gavin menjitak Cantika.
Lalu mereka tertawa bersama.
"Tapi kamu benar kok, aku memang jauh berbeda dengan papa Jevaro." jawab Gavin sambil memandang foto papanya.
"Waduh aku lupa kalau papa kandung Gavin sudah meninggal." batin Cantika
Cantika merasa bersalah banget dan konyol telah melukai hati Gavin.
"Kak Gavin maafkan Cantika ya? Cantika tidak bermaksud membuka luka kakak" ucap lirih Cantika.
"Kamu ini ngomong apa sih, biasa aja kalee" sambil menyenggol pundak Cantika.
"Papa Yasir juga ganteng lho, ntar ya selesai kita makan siang aku tujukan fotonya." janji Gavin pada Cantika.
"Gavinnn, itu kamu nak?!" seru mama dari dapur.
"Tuh mama instingnya selalu saja kuat, tahu aja anaknya pulang, yuk Cantika kita ke dapur" ajak Gavin.
"Ayoo Vin sini kenalin Cantika ke mama dan papa!" timpal papa dari dapur juga.
'Iya pa bentar!" sahut Gavin.
"Kak Gavin bantu Laura donk menata meja makan." teriak Laura.
Gavin tertawa sambil menyenggol Cantika"Beginilah keluarga aku kompaknya kebangetan" lalu mereka tertawa bersama.
Gavin dan Cantika pun berjalan menuju dapur.
"Siang ma ...pa... Laura nih kenalin Cantika teman sekolah Gavin." Gavin menggandeng Cantika dan memperkenalkannya pada keluarganya.
"Teman atau pacar nih" goda Laura, yang berpenampilan sederhana berambut hitam panjang tergerai dan hanya menggunakan T-shirt putih lengan pendek tapi terlihat begitu cute dan cantik.
Gavin mengacak acak rambut Cantika"Anak kecil mau tahu aja" sahut Gavin menjulurkan lidahnya
__ADS_1
"Yeee" sahut Laura singkat sambil menyibir.
"Haii Cantika" sapa mama Gavin tersenyum manis pada Cantika. "Maaf ya tante masih belum rapi belum selesai masak."
"Hallo Tante , iya Tante tidak apa apa Tante masih tetap cantik kok." ucap Cantika tersenyum tak kalah manis
Gavin hanya memandang takjub pacarnya sambil tangannya menyangga dagunya.
"Hello Cantika wow namanya secantik wajahnya, pantas Gavin terus membelamu" sahut papa Gavin sambil tersenyum penuh arti, dan tetap melanjutkan kegiatan memasaknya
Hanya dengan menggunakan T-shirt lengan panjang biru papa Gavin masih terlihat tampan apalagi bila tersenyum akan terlihat lesung pipitnya yang pastinya bikin jantung cewek cewek pada berdebar tidak menentu.
" pa ....pa ..." sahut Gavin memberi kode agar papa tidak berkata macam - macam.
Papa langsung menaruh jarinya di mulutnya sambil berkedip ke Gavin tanda ia akan menutup mulut.
Mama dan Laura yang melihatnya langsung tertawa terbahak bahak.
Cantika tersenyum lebar melihat kekompakan dan keharmonisan keluarga Gavin."Hallo juga om ," sahut Cantika
Melihat keluarga yang saling mendukung kompak dan saling menghargai membuatnya betah berada ditengah-tengah keluarga ini.
Segala Ketakutan dan kecemasan yang dirasakannya ketika menginjak dan masuk rumah megah dan mewah ini, yang tadinya terbayang di dalamnya terdapat orang-orang yang serius yang penuh dengan peraturan, resmi, kaku dan diktator. Ternyata semua yang terbayang tadi sangatlah berbeda jauh.
Keluarga Gavin justru bagaikan keluarga sederhana, saling menghargai dan penuh canda tawa dan cinta.
Sambil menunggu papa mama Gavin selesai masak, Cantika dan Gavin pun membantu Laura mempersiapkan meja makan. tak terasa mereka sudah menjadi akrab satu sama lain.
Papa dan mama Gavin pun tersenyum bahagia melihatnya,ternyata gadis pilihan Gavin memang gadis luar biasa yang patut diperjuangkan."Untung tidak kuturuti, omongannya Handy papanya Viona, hmm betul kata Gavin keluarga ga bener mereka" batin Jevaro.
Setelah semuanya siap akhirnya acara yang ditunggu pun dimulai, makan siang bersama keluarga Gavin Bintang Pamungkas.
......................................................
"Sore Oma" salam Cantika sambil mencium tangan Oma dan tangan papanya .
Ternyata papa nya masih ada dirumah Oma sedang bermain bersama Reno.Tampaknya Reno asyik sekali bermain game bersama papanya, akhirnya ia menemukan lawan main yang tangguh dan sama kesukaannya.
Oma menengok ke kanan ke kiri mencari sesuatu.
"Cari apa Oma?" tanya Cantika.
"Kak Cantika kak Gavin mana? mau Reno ajak main PS, bareng papa juga!" celetuk Reno tanpa berpaling dari layar TV.
"Iya Cantika Reno mana?kok gak disuruh masuk' tanya Oma.
"Iya tuh, katanya Oma mau pamer masakannya ke Gavin, enak mana dengan masakan orang tuanya" kelakar ayah
"Hush kamu itu ngarang aja!" sanggah Oma.
"Gavin sudah terlanjur janji sama orang tuanya untuk ikut di acara kolega papanya." sahut Cantika singkat sambil tersenyum.
Ayah menaruh stik game nya dan bertanya pada Cantika,"Bagaimana tadi makan siangnya? orang tua Gavin sikapnya baik sama kamu?"
Cantika tersenyum"Baikk banget, mereka benar benar keluarga yang hangat dan saling menghargai, pokoknya Tika seneng deh " sambil tersenyum membayangkan kebersamaan yang barusan ia alami tadi.
"Hmm sepertinya anakmu benar-benar sudah beranjak dewasa J" goda Oma ke ayah Cantika .
"Beneran baik mereka ke kamu Tika? papa denger orang' tua Gavin salah satu donatur di sekolah kamu, biasanya sih yang model begitu pasti kaku dan suka ngeremehin orang , jujur sama papa " pancing ayah.
"Baik pa beneran baik, awalnya sih Tika pikir seperti itu, waktu Gavin berhenti di depan rumahnya Tika sempet gemetar, membayangkan wajah wajah dingin diktator yang ada di dalamnya ternyata tidak sama sekali, ramah banget pa dan tidak memandang sebelah mata juga kok, mereka juga sudah tahu kalau Cantika murid penerima beasiswa di sekolah . Tapi sungguh sikap kedua orang tua Gavin welcome ." Cantika terus meyakinkan Oma dan papa nya kalau orang tua Gavin baik.
"Baguslah kalau begitu, pantas Gavin juga sopan, ramah dan baik hati " sahut Oma.
"Siapa nama orang tua Gavin, mungkin termasuk kolega papa" tanya ayah Cantika penasaran sambil tetap bermain game bersama Reno.
__ADS_1
"Hmm kalau tidak salah papanya namanya Jevaro Reynaldi, mamanya Kimberley Ryan" jawab Cantika.
Praak..
Stik game papa terjatuh.
Oma dan Cantika menoleh ke arah ayah.
"Gavin ...anak Jevaro dan Kimberley?" selidik ayah Cantika.
"Iya" sahut Cantika singkat.
"Anak pertama? atau---"
"Anak pertama,adiknya namanya Laura dia juga baik, cute, jahil tapi baik hati, keluarga Gavin baik semua deh" jelas Cantika
"Gavin tidak punya kakak?" desak Ayah lebih lanjut.
"Tidak Gavin kan anak pertama pa.." sahut Cantika
"Oiya maaf papa lupa" sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Memangnya kenapa Jason? mereka termasuk kolega kamu?" tata Oma.
"Hmm mereka memang terkenal orang baik dikalangan pengusaha" jawab Jason singkat .
Cantika pun tersenyum dan Oma manggut manggut tanda mengerti.
Kemudian mereka kembali sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
Cantika terlibat perbincangan seru dengan Oma terkadang mereka tertawa sedetik kemudian serius.
"Yes Golll! papa menang!" seru ayah diikuti Reno yang cemberut.
"Ayoo ayah main lagi! Reno pasti bisa mengalahkan papa" tantang Reno.
" Oke siapa takut, bentar ya papa telpon teman papa dulu" kemudian ayah meninggalkan Reno yang mengangguk setuju.
Lalu ayah meraih ponselnya dan menelepon temannya di halaman belakang.
"Hallo ..pa kabar?" sapa Jason ayah Cantika
"Hai, baik. . kamu baik juga kan? sudah lama ya kita tidak bertemu'" jawab suara di seberang
"Iya nih dah lama banget ya, aku baik. Sekarang aku sudah mulai berkumpul dan akrab lagi dengan anak-anak ku" jawab Jason
"Great nice for you" jawabnya
" Hmm, Kamu tidak ingin bertemu keponakan kamu?" tanya Jason lagi.
"Ehmm, pengen banget sih, seperti apa ya dia sekarang? terakhir aku melihatnya waktu ia masih bayi, sekarang pasti sudah remaja. Bagaimana pun juga ia sebenarnya penerus klan kami, terutama penerus Yasir," jawab suara di seberang kemudian hening.
"Hmm, jangan kaget ya, sepertinya aku bertemu dengan ponakanmu itu" sahut Jason.
"What?? you kidding .."
"No I am serious" sahut Jason yakin.
Kemudian Jason menceritakan pada sahabatnya bagaimana ia bertemu, yang kemungkinan besar adalah keponakannya.
..............................................
Ok pembaca setia Cinta Online
ditunggu kelanjutannya ya..
Jangan lupa like komen
Hadiah hadiah biar Cantika dan Gavin lebih bersemangat untuk hadir .
dan bila masih punya vote bagi donk 🤭
__ADS_1
Terima kasih banyak ya
love you all, ❤️❤️