
Braaak
Viona membanting buku-bukunya perasaannya sangat kesal, Gavin yang ia incar sejak duduk di bangku Taman Kanak Kanak tidak dapat ia dapatkan.
"Guys" panggil Viona
"Vi sudah bel masuk, ntar ya kita masuk dulu " sahut Bella. sambil membereskan buku yang berserakan.
"Kalian ini ...aku perintahkan hari ini untuk bolos! kita susun rencana untuk mencoreng nama anak kampung itu dari sekolah kita." jelas Viola.
"Dari sekolah kita atau dari hati Gavin " celetuk Feby.
"Kamu ya.." dengan perasaan kesalnya Viona siap untuk memukul Feby. ternyata tangan Viona ditahan oleh Pak Andre guru PJOK.yang kebetulan hendak mengajar
"Kamu lagi Viona selalu bikin keributan, kalian tidak dengar apa bel masuk sudah berdering dari tadi,masih saja ngerumpi. Sekarang kalian lari memutari lapangan sebanyak lima kali,cepat!" perintah pak Andre.
πΈπΈπΈ
Kelas IPA3 kebetulan jamkos Ibu Indra guru Kesenian ada tugas mendadak perwakilan sekolah
Begitu riuh suasana kelas walau tadi Kepala sekolah sudah mengingat kan untuk tidak bikin kegaduhan selama jamkos agar tidak menggangu kelas sebelah.
"Hei Vin ntar pulang sekolah kita latihan basket ya, biar lebih solid dan siap untuk tanding Sabtu besok" ajak Ronald.
"Lho kemarin kan kita sudah latihan katanya selasa dan Kamis latihannya." protes Gavin.
"Biar makin bagus performa kita nantinya" sahut Ronald.
"Ini sebenarnya yang kapten basket tuh siapa kok kamu yang ngatur jadwal " Sindir Billy.
"Kalau menuruti Kapten basket kita pasti latihannya disamakan dengan latihan nya grup cheerleaders biar bisa liatin yang cantik-cantik dan mulus-mulus" sahut Teddy yang disambut dengan siulan dan gelak tawa teman-teman lainnya.
Gavin melempar bola kertas ke arah Teddy "Dasar otak mesum"
"Lha kok marah, berarti bener tuh" sahut Teddy lagi
Makin riuh gelak tawa mereka.
"Vin dari kemarin lu dicari ketua cheerleaders tuh, sampai sore mereka menunggu lu di lapangan basket,. mungkin mereka mengira kita main sore"celetuk Billy.
"Iya Vin, Viona cariin lu tuh setiap anak basket kalau ketemu dia pasti deh ditanya Gavin mana ya? emang kita kantor polisi tempat lapor orang kehilangan" lapor Teddy yang spontan disambut riuh gelak tawa teman-temannya.
"Heii lihat! bukannya itu Viona dan kaki tangannya ya" tunjuk Billy ke arah lapangan.
Semua pada berlari ke jendela melongok ke arah lapangan.
Kecuali Gavin yang memandangi foto Cantika yang ia foto saat pagi tadi keluar dari rumahnya.
"I love you Cantika" gumam Gavin.
"Vinnn, princess lu sedang dihukum tuh" Billy memukul punggung Gavin.
__ADS_1
"Kalian ini ya sudah berkali kali aku bilang diantara aku dan Viona itu tidak ada apa-apa" jelas Gavin
"Tapi Viona ada apa-apa sama kamu" sahut Teddy.
"Terserah, kalian bilang apa, hati aku sudah ada yang punya" kembali Gavin membaca buku.
Gavin walau terkenal sebagai idola kaum hawa di sekolahnya sebagai kapten bola basket mempunyai hobi membaca dan menulis puisi juga.
Walau dikenal sebagai cowok cool dan cuek tapi sebenarnya hati Gavin termasuk lembut.
Tapi begitulah Gavin si irit ngomong julukan anak-anak tim basket.
Kringgg kringggg kringggg
Bel istirahat berbunyi.
Gavin dengan sigapnya berlari menuruni tangga.
"Haii Vin mau kemana?" teriak Billy.
"Kenapa tuh anak, kok sekarang aneh gak pernah ngumpul bareng kita lagi " Teddy penasaran dengan perubahan sikap Gavin.
"Mungkin dia menghindari Viona karena biasanya tuh cewek kan selalu nyamperin Gavin modus bagi-bagi roti ke kita padahal sasaran utamanya si Gavin kita mah dapat untungnya" sahut Billy diikuti tos bersama tim basket lainnya'
"Cabut yuk ke kantin" ajak Teddy.
"woke'"
ππ
Gelisah Gavin menunggu kekasihnya tetapi sudah hampir sepuluh menit ia tidak melihatnya.
"Kemana Cantika ?kenapa ia tak tampak? "batin Gavin.
"Haii kapten makan yukk nih sudah aku belikan spaghetti kesukaanmu " seru Viona yang sudah duduk langsung di depan Gavin.
Tiba-tiba ada yang menepuk punggungnya." Nah gini kan lebih baik daripada loe terus menerus ngumpet, yang mesra donk ayo Viona suapin Gavin aku foto dengan headline kapten basket dan cheerleaders Sekolah kita kolab asmara haha seru tuh judul menjual banget " seru Jonathan.
Gavin bingung ingin melarikan diri tapi ia tak bisa sudah dikepung .
Disaat Viona mencoba bermesraan dengan Gavin , Cantika dan teman temannya memasuki kantin, Betapa terkejutnya Cantika melihat si Viona duduk di pangkuan Gavin memeluk dan menyuapi Gavin sepiring spaghetti dengan mesranya.
Melihat itu hati Cantika hancur dia sadar akan siapa dirinya, Gavin lebih cocok dengan Viona daripada dirinya.
Cantika berlari keluar dan diikuti teman temannya.
"Cantika ...!!!" Vera memanggilnya sekilas ia juga melihat Gavin bersama Viona.
"Sialan Gavin!" umpat Vera.lalu mengejar Cantika.
"Kenapa sih kenapa Cantika?kok gak jadi ke kantin Heii kalian!! tunggu!" Amanda menyusul sahabat sahabatnya yang sudah pergi terlebih dahulu.
__ADS_1
Samar Gavin mendengar ada yang memanggil nama Cantika, Gavin melayangkan pandangan nya ke seluruh sudut kantin tapi nihil ia tidak menemukan kekasihnya di sana.
Setelah urusan foto memfoto kelar Gavin kemudian langsung pergi dari kerumunan anak-anak lainnya.
Gavin akhirnya memutuskan untuk ke kelas Cantika dan itu berarti bakal menjadi berita heboh mereka di seluruh sekolah ini.
"Bodoh amat! aku kangen Cantika." batin Gavin.
Lalu Gavin berlari menuju ke kelas Cantika.
Kringgg...kringg
Bel waktu istirahat telah usai.
"Sial cepat amat" Gavin
Gavin terlihat kesal sekali dia menyesal kenapa tadi dia gak langsung ke kelas Cantika dan mengajak ke kantin bersama, bukan menunggunya di kantin belum tentu Cantika ke kantin dia mungkin sudah bawa bekal dari rumah.
Akhirnya kembalilah Gavin ke kelasnya dengan lesu dan perut bernyanyi.
Pelajaran selanjutnya terasa sangat lama dan membosankan bagi Gavin.
Apa yang sedang dijelaskan oleh guru hanya numpang lewat saja di telinga Gavin.
Begitu bel pulang berbunyi Gavin tak menunggu waktu lebih lama lagi ia langsung berlari ke arah mobilnya.
Gavin gelisah, sudah hampir setengah jam ia menunggu Cantika tapi kenapa ia belum nampak? ada apa ini di kantin ia tak melihatnya dan sekarang? Ada apa dengan Cantika? kemana saja ia, kenapa ia sampai saat ini belum menghampiriku?
"Aneh.. kemana Cantika? apakan pesanku tadi pagi untuk pulang bareng, dia tidak mendengar?.
Kemudian Gavin berniat menyusul Cantika ke kelasnya.
Sesampainya di lantai dua Gavin bertemu Vera dan Amanda.
Lega rasanya melihat Vera dan Amanda masih ada di sekolah berarti Cantika juga masih ada disana.Tiba-tiba Rio dan William
menghadangnya
"Oke oke ..ada apa ini!" tanya Gavin.
Ia sebenarnya hanya mencari Cantika dan mengajaknya pulang bareng tapi kenapa urusannya jadi ribet beneran .
"Aku mau menemui Cantika" sahut Gavin
"Maaf tidak bisa , Cantika sudah pulang? " sahut William ketus.
"Pulang? tidak mungkin kami sudah bikin janji tadi malam "
"Nyatanya, dia sudah pulang" sahut Rio.
Gavin terdiam lesu, "Cantika kenapa kamu tidak menemuiku," batin Gavin.
__ADS_1
Gavin tertunduk lesu kembali ia menuruni anak tangga dan pulang ke rumah, dengan.perasaan hati yang tak menentu .
π₯°π₯°π₯°