
"Kamu yakin Bel adik kamu bilang kalau Gavin liburan semester disini?" Viona berusaha meyakinkan ucapan Bella sebelumnya.
"Iya adik aku sendiri yang bilang gitu. Laura yang bilang ke adik aku kalau kakaknya liburan semester disini." jelas Bella meyakinkan.
Viona kembali berpikir keras.
"Ayo ikut aku!" perintah Viona. Secepat kilat Bella dan Kinan pun mengikuti langkah kaki Viona menuju ke mobilnya.
Dengan suasana hati yang kacau marah, kecewa dan penasaran Viona mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang super cepat.
"Kita mau kemana Vi ?" Kinan memberanikan diri untuk bertanya pada Viona.
Viona hanya diam dan fokus pada pikiran dan rencananya.
Kinan dan Bella hanya bisa saling pandang dan memendam beberapa pertanyaan yang tak terjawab.
Mereka sangat tahu sekali bila sudah berkaitan dengan Gavin apapun suara mereka tidak akan di dengar oleh Viona.
Di pikiran Viona saat ini hanya ada Gavin ... Gavin dan Gavin.
"Kita ke rumah Gavin!" ucap Viona tiba-tiba.
"Rumah Gavin? Lagi??" Bella menatap Kinan lalu berganti ke arah Viona .
"Kita harus bertemu orang tua nya atau Laura aku mau dengar dari mulut mereka sendiri tentang keberadaan Gavin saat ini" ucap Viona.
"Tapi tadi kan kita sudah dari sana Vi. Dan keluarga Gavin sedang tidak ada di rumah." jelas Kinan.
"Itu kan tadi .Mungkin mereka sudah datang sekarang." Viona tetep teguh pada pemikirannya sendiri.
Sesampai nya di depan rumah Gavin. "Nah kan apa aku bilang.Tuh mobil kedua orang tua Gavin sudah terparkir di halaman dengan manisnya." tunjuk Viona merasa bangga pada dirinya.
Dengan cekatan Viona memakirkan mobilnya tepat di depan rumah Gavin.
Tanpa bicara apapun Viona langsung membuka pintu mobil dengan kasar,. Kemudian turun dan setengah berlari menuju rumah Gavin.
Sesampainya di depan pagar rumah Gavin. Viona dengan tidak sabarnya memencet bel berulangkali.
Setelah beberapa kali memencet Bel akhirnya pintu utama terlihat sedikit terbuka dan muncullah.......
"Papa Gavin!" seru Bella dan Kinan kompak.
__ADS_1
"Om...buka om! Gavin mana?! Saya mau menemui Gavin !" teriak Viona dari balik pagar.
Bella dan Kinan tidak berani mendekati sahabat mereka itu. Melihat Viona begitu kasarnya berbicara pada orang tua Gavin membuat mental Bella dan Kinan menciut.
Jevaro dan Kimberley pun saling pandang setelah mengetahui siapa yang membuat gaduh di depan rumah mereka.
"Siapa ya?!" tanya Papa Jevaro pura-pura tidak mengenali Viona.
"Om ini saya Om Viona. Pacar Gavin!" dengan lantangnya dan begitu pede nya Viona mengaku bahwa dirinya pacar Gavin.
"Pacar Gavin?! Maaf setahu saya anak saya belum mempunyai pacar."
"Om ini Viona om!" lanjut Viona mencoba mengingatkan.
"Gavin tidak ada disini sekarang! Apa kamu lupa? Kamu sendiri yang membuat Gavin pergi dari rumah!" ucap Papa Jevaro tegas.
"Om sekarang liburan semester. Gavin pulang kan Om? Saya mau bertemu dengannya.' Viona terus saja merengek.
"Gavin pulang? Siapa bilang ? Gavin masih disana dia sudah betah disana."
"Laura! Laura bilang pada adiknya Bella kalau kakaknya liburan semester ini pulang." sahut Viona dengan gigihnya.
"Mungkin kalian salah dengar. Mana mungkin Gavin pulang kami tidak mengetahuinya."
"Tidak mungkin kami salah dengar Laura bilang dengan jelas kakaknya pulang liburan semester ini!" Viona terus ngotot mempertahankan apa yang diyakininya.
"Laura!" panggil papa Jevaro.
Laura pun muncul "Iya pa"
"Laura memangnya Gavin pulang liburan semester ini?"
"Kak Gavin pulang? kapan pa?" tanya Laura balik
"Ini ada temannya yang bilang----" belum selesai Papa Laura menjelaskan.
"Laura.... Laura benar kan kalau kakak kamu liburan semester ini pulang ke rumah?" desak Viona.
Laura belum sempat menjawab
"Kamu bilang sendiri ke adik Bella kemarin kalau kakak kamu liburan disini " kembali Viona mencoba menyudutkan Laura
__ADS_1
" Maaf sepertinya adik kak Bella salah tangkap deh! Aku cuman bilang seandainya kakak aku liburan semester ini pulang aku akan bahagia sekali . Seandainya..... hanya seandainya.' jelas Laura meyakinkan Viona
"Nah .. jelas kan! Kamu salah dengar. Om mohon jangan bikin kegaduhan lagi disini! okay! " Lalu keluarga Gavin menutup pintu utama.
"Maaf ma ...pa" Laura tertunduk menyesal.
Mama memeluk Laura. "Tidak apa-apa sayang buat pembelajaran kedepannya hati-hati bila berbicara dengan orang-orang yang masih ada hubungannya dengan Viona." nasehat Mama.
Jevaro membelai rambut Laura dan mengecup ujung kepala Laura.
"Papa berharap anak papa tidak ada yang liar seperti tadi." Masih tersirat ada nada kesal dari kalimat yang terlontar.
"Yuk masuk kita lupakan kejadian ini. Dasar anak manja tidak pernah dididik sopan santun sepertinya." Ucap gusar Jevaro.
Mama mencoba tersenyum agar Laura tidak terlalu sedih karena rasa bersalahnya.
..................................................
"Apa?!" Cantika terkejut saat diberitahu Laura tentang kenekatan Viona datang ke rumahnya untuk menanyakan tentang Gavin.
"Dasar cewek gila!" umpat Cantika saat mendengar cerita Laura tentang bagaimana Viona bisa mengetahui kedatangan Gavin.
"Sepertinya benar kata papa dan mama kamu. Kita harus awas dengan sekitar jangan sampai keceplosan pada siapapun tentang kedatangan Gavin. "
"Untung ya kak Gavin sudah kembali terbang ke India." ucap Cantika.
"Iya.Maafkan Laura ya kak sudah keceplosan hingga bikin heboh hari ini " ucap Laura.
"Tidak apa-apa sayang. Kakak paham kok " jawab Cantika lalu mereka pun mulai ngobrol random dan tertawa bersama.
Akhirnya Cantika dan Laura pun mengakhiri hubungan telepon mereka.
"Hmm Viona benar-benar terobsesi pada Gavin. Kasihan kamu Vi terbiasa dikabulkan semua keinginanmu oleh kedua orang tua mu membuat dirimu merasa terobsesi bila tidak dapat meraih apa yang kamu inginkan " batin Cantika sambil melihat birunya langit hari ini.
"Safe flight Kak Gavin ." ucap lirih Cantika saat melihat ada pesawat melintas di langit dekat rumahnya.
.......................................................
Sambil menunggu kelanjutan nya ini aku bawakan sesuatu untuk kalian
__ADS_1