
Bunyi klakson berulang kali.
"Oma! Papa tuh" panggil Reno menunjuk ke arah papa Jason.
"Papa kamu mau pergi dengan Tante Rose. Sebentar Oma panggilkan Tante Rose" Oma berjalan menuju kamar tamu yang sekarang dihuni Rose.
"Reno! Bilang Tante Rose papa beli bensin dulu ya!" seru Papa dari dalam mobil.
"Okay pa!" Sambil menunjukan jari jempol nya Reno berlari menuju kamar tamu.
"Tante Rose!Papa bilang mau isi bensin dulu!" teriak Reno.
"Reno bisa gak ya kalau mau memberi tahu itu yang sopan tidak teriak-teriak begitu! " celetuk Cantika keluar dari kamarnya.
"Selain tidak sopan, berisik tau!" protes Cantika.
"Yeee kalau kakak gak mau berisik,, tinggal saja di hutan!" sahut Reno sewot.
"Reno! jawaban apa itu kok tidak sopan begitu dengan kakak kamu'" tegur Oma.
"Kakak tuh!" balas Reno tidak mau disalahkan.
Cantika menjulurkan lidahnya menggoda Reno.
"Tuh ... tuh ...Oma! Kakak!" sahut Reno mencari pembelaan.
"Ada apa ini? " tanya Rose yang tiba-tiba keluar dari kamarnya.
"Lho sudah rapi Tante? Tante mau kemana?" tanya Cantika
"Haii Cantik, selamat pagi sayang" sapa Rose.
"Tante sudah sehat?" tanya Cantika sambil memperhatikan Rose dengan seksama.
"Seingatku kemarin masih pucat wajahnya dan lemas. Tapi hari ini kok sudah segar." pikir Cantika
"Nih seperti yang kamu lihat. Tante sehat kan ?" Rose memutar badannya meyakinkan semua yang ada disitu bahwa dirinya baik- baik saja.
"Memangnya Tante Rose mau kemana?" tanya Cantika ingin tahu.
Rose tersenyum penuh arti "Tante mau menemui sahabat tante. sudah hampir Sembilan belas tahun Tante tidak bertemu dengannya
"Sembilan belas tahun Tante? Lama sekali. Cantika saja belum lahir."
"Iya kamu memang belum lahir, tapi Gavin sudah " batin Rose.
"Rose! Mobil sudah siap!" ucap Jason. Setelah kembali dari membeli bensin.
"Yuk sayang Tante berangkat dulu yaa! " pamit Rose.
"Ma Rose pergi dulu ya" Rose mencium tangan Oma dan memeluknya.
"Iya sayang. Semoga semua lancar dan bisa membulatkan tekat mu untuk lebih berani menghadapi hidup." pesan Oma.
__ADS_1
"Amin. Minta doanya ma" Rose meminta restu pada Oma sebelum berangkat bersama Jason.
"Rose .... Cantika gak diajak?" tanya Jason.
Rose dan Cantika saling pandang.
Rose tersenyum kemudian mendekat dan merangkul Cantika.
"Nanti .... bila saatnya tiba, kami akan pergi bersama untuk menemui Kimmy." ucap Rose tersenyum penuh arti.
Cantika bingung dengan apa yang dibicarakan oleh Rose dan papanya.
"Kimmy? Siapa itu Kimmy?" batin Cantika penasaran.
"Okay semuanya , Tante pergi dulu.ya " Sambil mencium kedua pipi Cantika.
"Daaa Cantik ..."
"Daaa Renoo" sambil mengacak acak rambut Reno.
................................................
Di dalam mobil, Jason melirik ke arah Rose yang terlihat sedang tersenyum. Entah apa yang sedang dipikirkannya saat ini.
"Ehem"
"Lagi mikirin apa nih kok sepertinya hepi banget" selidik Jason.
"Kamu sempet tahu saat Gavin kecil ?" tanya Jason.
"Dari sejak kehamilan Gavin hingga ia lahir.Aku ada disana " sahut Rose.
"Oh ya?" Jason tidak menyangka ternyata Rose benar-benar mengenal seluk beluk keluarga Jevaro Reynaldi pengusaha properti ternama di kota tercinta ini.
"Itu rumah Jevaro" tunjuk Jason ke arah rumah mewah dan megah berwarna broken white dan bergaya Eropa
"Itu rumah mereka?" tanya Rose takjub.
"Wahh mereka berdua memang hebat" seru Rose kagum
"Bagaimana? Sudah siap!,? Untuk bertemu dengan yang punya rumah megah itu'' tunjuk Jason
Rose mengangguk yakin.
"Menurut kamu, mereka masih mau mengenal diriku?' tanya Rose lirih.
"Pastilah. Kimberley dan Jevaro bukanlah pribadi yang mudah melupakan seseorang yang pernah hadir dekat dalam hidup mereka."
"Papa kandung Gavin buktinya.Bisa saja mereka tidak mengatakan kebenarannya.Dan tetap menjadikannya sebagai rahasia abadi mereka . Tetapi mereka tetap menceritakan siapa papa kandung Gavin sesungguhnya." jelas Jason yang berusaha memberikan motivasi untuk Rose untuk melakukan hal yang sama.
"Butuh keberanian yang sangat besar untuk itu " ucap Rose lirih.
"Sudah sampai nih!"
__ADS_1
"Yuk kita turun" ajak Jason untuk menemui Kimberley dan Jevaro.
"Sebentar Jason" ucap Rose.
Dengan perasaan yang tidak menentu,Rose berusaha menenangkan hatinya.Ia butuh sedikit waktu untuk mempersiapkan batinnya bertemu dengan sahabat kecilnya itu setelah belasan tahun tidak bertemu.
............................................,......
Jason menekan bel rumah Kimberley dan disambut oleh pelayannya.
Jason bertanya tentang keberadaan bos mereka dan mengutarakan niatnya untuk menemuinya.
Beruntung bagi Jason dan Rose. Karena baik Jevaro dan Kimberley mereka berada di rumah.
"Hai Jason apa kabar? Ayo masuk!" sambut Jevaro.
"Baik Jev. Istri kamu ada? " tanya Jason.
Jevaro pun mengerutkan keningnya.
Melihat reaksi Jevaro yang terlihat cemburu. Jason pun menepuk pundak Jevaro.
"Jangan berpikir aneh-aneh. Ini lho aku bawa tamu istimewa yang ingin bertemu istrimu.Kangen katanya." jelas Jason.
"Tamu istimewa?"
Jason mengangguk yakin.
"Nih!" Jason bergeser ke kiri. Lalu munculah Rose di hadapan Jevaro.
Jevaro pun terkejut. Matanya terbelalak tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Berulangkali ia mencoba menggosok matanya untuk meyakinkan pengelihatannya .
"Roseee????"
Rose hanya mengangguk sambil tersenyum.Jevaro Reynaldi yang dulu sempat ada di hatinya walau harus gugur tak terbalas masih terlihat tampan gagah dan berwibawa.
"Kimmy! Kim! Lihat sini kita kedatangan tamu istimewa " teriak Jevaro kemudian.
"Ada apa sih kok sampe histeris begitu?" tanya Kimberley kepo.
Sesampainya Kimberley di depan pintu. Ia tertegun terdiam lama. Tidak mampu berkata apa-apa.
"Hai... Kim!" Mata Rose berkaca-kaca.
"Rosee ... ini benar kamu kan??." Tidak terasa ada sesuatu yang hangat mengalir di pipi Kimberley.
....................................................
Ikuti terus kisahnya yuk
Jangan lupa like komen dan favorit yaa
Happy Reading
__ADS_1