
Setelah saling menghibur dan bercanda, Cantika dan kedua sahabatnya akhirnya merasa lelah dan merasakan ada yang bermain musik di dalam perut mereka.
"Hmm sepertinya kita harus menyerbu Oma nih.'" celetuk Cantika.
Vera dan Manda pun saling berpandangan penuh arti.
"Tentunya agar cacing-cacing yang sedang menari ini tertidur pulas" kelakar Vera. Disambut tertawa ngakak dari Cantika.
Amanda terdiam tidak mengerti memandangi kedua sahabatnya itu yang sedang tertawa.
Melihat raut wajah Manda yang polos dan tampak bingung. Cantika merangkulnya.
"Sudah tidak perlu terlalu dipikir lupakan saja. Yuk kita makan !" ajak Cantika.
"Yuk. perut aku sudah mulai lapar nih!" sahut Manda.
"Come on girls." ajak Cantika sambil menarik tangan Vera dan Manda.
.......................................................
"Pagii pa!" sapa Cantika saat melihat papa sedang menemani Reno bermain game.
"Hey cantik. Sudah selesai nih girls time nya?" goda papa.
"Sudah dong pa.Sekarang waktunya makan.Papa dan Reno sudah makan?" tanya Cantika .
"Belum lah Belum ada panggilan dari yang punya dapur " sahut papa sambil memberi kode ke arah dapur.
Cantika pun tersenyum paham.
"Yuk guys kita bantu Oma menyiapkan makan siang " ajak Cantika.
"Hayukk!!" sahut Vera dan Amanda kompak.
"Omaaa ...!" Cantika langsung memeluk Oma dari belakang.
"Hmmm masakan Oma wangiii" ucap Cantika
"Iya Oma wangi banget" sahut Vera.
"Pasti enak! hmm yummy!" celetuk Amanda.
"Pasti enak dong Siapa dulu yang punya resep?" ucap Oma menggoda.
__ADS_1
"Oma dong!" sahut kompak Cantika dan sahabat- sahabatnya.
"Tetot. Salah semua!" jawan Oma.
"Haaaa salah??" seru Cantika tidak percaya
"Kok salah Oma?"
"Ya salah dong kan memang bukan resep Oma." lanjut Oma.
Cantika, Vera dan Manda saling berpandangan.
"Terus resepnya siapa Oma?"tanya Amanda.
"Dari calon mama mertua Cantika." jawab Oma sambil melirik Cantika.
"Tante Kimberley?"jawab kompak Vera dan Manda
Bunyi nyaring gelas jatuh membuat semua yang berada di dapur dan ruang tengah menoleh ke arah bunyi nyaring tersebut.
Terlihat Rose berdiri di belakang Cantika dan para sahabatnya.Dengan wajah pucat dan merasa bersalah karena membuat kegaduhan dengan pecahnya gelas yang dipegangnya.
"Maaf!" ucap lirih Rose.
"Bi tolong ya bersihkan pecahan gelas nya!" perintah Jason.
"Yuk Rose!" ajak Oma mengiring Rose ke ruang makan.
.......................................................
Setelah acara makan bersama.Cantika dan sahabatnya kembali ke kamar untuk melanjutkan acara mereka.
"Tika kamu punya film apa? kita nonton yuk!" ajak Manda sambil mencari judul yang dia suka diantara koleksi flm Cantika.
"Oh ya Tika, Tante Rose itu siapa sih?" tanya Vera penasaran.
"Kata Oma sih sahabat mama aku."
"Sahabat mama kamu?" tanya Vera kembali.
"Disini lagi berobat?" tanya Manda.
"Maksudnya?" sahut Vera bingung.
__ADS_1
"Iya... maksud aku tuh Tante Rose disini lagi berobat kah? Sepertinya lagi sakit.Mukanya pucat banget." jelas Manda
"Hmm sepertinya sih tidak.Waktu ia datang dari Jepang kemarin dia baik-baik saja kok." sahut Cantika.
"Tapi ..., "
"Tapi kenapa?" tanya Vera menyelidik.
"Sejak ia bertanya tentang Gavin. Disitulah awal mula Tante pingsan." Cantika mencoba mengingat ingat ada kejadian apa saja sejak Rose datang.
...................................................
(Di ruang tengah)
"Ma .." panggil Jason.
'Hmm ... " sahut Oma sambil menonton acara televisi.
"Ada apa ya dengan Rose?" tanya Jason penasaran
"Ada apa bagaimana? "
"Sepertinya ada yang sedang ia sembunyikan." Jason berusaha meyakinkan Oma bahwa ada sesuatu yang tidak mereka ketahui dari Rose.
"Kita tunggu saja, Kalau Rose memang menganggap kita ini penting dalam hidupnya, Mama yakin ia akan cerita kok . Kita tunggu saja!' jawab Oma.
"Berarti mama juga curiga kan? Kalau ada sesuatu yang dia rahasiakan." selidik Jason lagi.
Oma mengangguk.
"Bukan dirahasiakan tepatnya ada rahasia yang belum kita ketahui. Karena awal ia datang kemarin Rose masih bersikap normal hanya satu rahasia itu saja yang ia pegang. Dan kita sudah tahu tentang itu ."
"Tetapi seperti kata kamu kemarin, sejak ia tahu Cantika pacaran dengan Gavin anak dari Kimberley dan Jevaro. Rose langsung berubah" jelas Oma.
"Yup wajahnya pucat banget lho ma. Apa tidak lebih baik kita bawa ke dokter?" usul Jason.
"Biarkan dia beristirahat dulu. Nanti bila kita lihat, saatnya sudah tepat.Kita coba cari tahu lebih lanjut. " saran Oma
...............................................
Ada apa? Dan kenapa Rose setiap mendengar nama orang tua Gavin langsung pucat
Yuk ikuti terus kisahnya
__ADS_1
Happy Reading