
Cantika marah, sedih dan kecewa pada semua orang disekelilingnya. Ia merasa semua orang tidak ada yang peduli dan benar-benar sayang padanya.
Cantika memandang langit gelap segelap hatinya saat ini. Hanya melalui tangisan penuh amarah dan kecewa yang mampu ia ungkapkan untuk mengurangi sesak yang ia rasakan .
Tiba-tiba ada sentuhan lembut di pundaknya."Cantika... jangan pernah merasa kamu sendiri kami semua akan selalu ada untukmu." ucap Vera berusaha menenangkan perasaan Cantika.
"Iya Tika, kami semua sayang kamu." lanjut Manda
Cantika menangis dalam pelukan kedua sahabatnya.
.......................................
Sudah tiga hari ini Cantika tidak pulang ke rumah.Cantika masih bingung dengan semua yang terjadi dalam hidupnya. Kenyataan hidup yang sama sekali tidak pernah terlintas dalam hidupnya. Cantika belum bisa menerimanya.Apapun alasan dibalik semua yang terjadi bagi Cantika semua telah terlambat untuk diakui saat ini.
Pengalaman pahit dimasa kecilnya. Pembullyan terhadap dirinya yang dulu ia yakini hanya karena sifat iri dengki teman-temannya. Ternyata semua itu nyata adanya.
Sesuatu yang terlambat ia sadari bahwa tidak ada asap bila tidak ada apinya
__ADS_1
"Tika walaupun kamu diserahkan pada mama kamu saat itu bukan berarti ibu kandung kamu tidak sayang padamu . Mungkin saat itu ia masih kesulitan untuk mengutus dirimu. Karena itu kamu dititipkan pada sahabatnya yang sudah mapan kehidupan ekonominya dan mampu mengurus dan menjaga dirimu dua puluh empat jam nonstop.Sedangkan ibu kandung kamu masih blm bisa melakukan itu semua. Percayalah Cantika selalu ada alasan dibalik keputusan yang diambil. Dan pastinya sudah melalui pertimbangan yang sangat matang dan panjang ." ungkap Vera mencoba memberi pengertian pada Cantika.
Ponsel Cantika berbunyi dan tertulis di layar Gavin.
""Tika Gavin telpon tuh" Manda menyerahkan ponsel pada Cantika.
Cantika menghapus air matanya. Dan kemudian menerima telepon dari Gavin.
"Hai cantik-nya aku. Pasti saat ini lagi menangis sedih ya.!" tebak Gavin di seberang sana.
Cantika hanya terisak dalam kebisuan .
"Aku tahu perasaan kamu. Semua rasa yang dulu pernah kamu rasakan dibully ,merasa ditolak bahkan pasti kamu juga menyesali kenapa dirimu dilahirkan bila hanya untuk merasakan semua kesedihan hidup. Tapi kamu jangan lupa setiap tetes air mata kita yang jatuh kelak akan berganti dengan kebahagiaan."
"Pernah gak kamu berpikir andai kamu tetap diasuh oleh mama kadung kamu. Kemungkinan besar kamu tidak menjadi kakak Reno kamu juga tidak akan bertemu dengan kedua sahabat kamu dan kamu juga tidak akan bertemu denganku " lanjut Gavin.
'Tika setiap pertemuan atau perpisahan dengan semua orang yang ada di dalam dan sekitar kita sudah ada yang mengaturnya . Sama halnya dengan kesedihan dan kebahagiaan selalu datang beriringan.Semua tergantung sikap kita menerima atau tidak skenario perjalanan hidup kita dari yang punya hidup." Gavin ingin sekali saat ini memeluk Cantika ingin sekali memberikan kekuatan dan keyakinan bahwa Cantika mampu melalui semua ujian hidup yang ada.
__ADS_1
"Dengar ya sebentar lagi kuliah aku selesai kita akan bersama lagi dan aku akan melamar kamu. Aku tidak ingin melihat kamu bersedih lagi dan merasa sendiri i love you Cantika .Anggap saja keluarga kita semakin diberkati dengan masuknya Tante Rose dalam kehidupan kita. Seperti halnya dulu waktu papa memberitahu bahwa papa kandung aku bukanlah dirinya. Aku juga sama sepertimu sedikit syok ternyata sosok papa yang terlanjur aku sayangi bukanlah papa kandung aku tetapi mama aku hebat ia selalu memberiku pengertian bahwa apalah status papa kandung atau tidak yang terpenting mereka adalah orang-orang yang menyanyangi kita tulus dan selalu mensupport kita dan selalu menyanyangi kita " tambah Gavin.
"Okay aku masih ada kelas lagi setelah pulang kuliah aku telpon kamu lagi Aku harap kamu mengerti dari apa yang tadi aku sampaikan padamu dan mengambil keputusan yang tepat. Ingat Tika ....Oma , Reno, papa Jason dan Tante Rose adalah orang-orang yang menyanyangimu dengan cara dan peran mereka masing-masing. Dan aku yakin di lubuk hatimu terdalam kamu juga menyanyangi mereka . Berpikirlah secara dewasa Tika bukan dengan ego mu" Kemudian hubungan telepon terhenti.
Cantika terdiam dan berusaha mencerna setiap kalimat yang disampaikan Gavin padanya. BERPIKIRLAH SECARA DEWASA BUKAN DENGAN EGO MU
Kemudian Cantika berlari keluar kamar. "Cantika ! Tunggu...." seru kedua sahabatnya.
.......................................................
Terima kasih ya sudah setia mengikuti kisah Cantika dan Gavin
Jika suka tap Fav, like dan komen ya
Sambil menunggu up aku punya sesuatu nih buat kalian
__ADS_1
Happy Reading