Cinta Online

Cinta Online
Kembali bersama


__ADS_3

"Re ... bangun Re .... kita sudah sampai " Cantika berusaha membangunkan Reno yang sedang tertidur pulas.


Jangankan membuka matanya. Menggeliat manja pun tidak.


"Gini nih Reno kalau sudah tidur seperti kayu. Susah dibangunin ya." gerutu Cantika.


"Biarkan saja dia tidur. Kasihan mungkin lagi mimpi asyik." ucap Gavin.


Rose dan Cantika kompak langsung memandang tajam ke arah Gavin.


Mengetahui dirinya sedang jadi fokus utama kekasihnya dan Rose.


Gavin nyengir sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


"Maksudnya mimpi lagi main mobil remote control." Gavin mencoba menjelaskan maksud dari kata mimpi asyik tadi


Rose lalu tersenyum dan mengacak-acak rambut Gavin.


"Kamu benar-benar mirip papa Yasir." ucap Rose sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


Sejenak Rose teringat ketengilan Yasir dahulu . Yang paling ia ingat saat Yasir cemburu pada Jevaro. Tanpa melihat waktu dan tempat Yasir langsung mencium Kimberley di depan ruang rapat . Dan tepat disaat Jevaro keluar ingin ke toilet. Rose ingat betul betapa merahnya wajah Kimberley saat itu. Dan Yasir hanya nyengir penuh kemenangan. Sedangkan Jevaro hanya bisa terdiam pucat.


"Kenapa Tante? Kok senyum-senyum sendiri?" tanya Cantika yang tidak sengaja melihat Rose tersenyum dalam pandangan kosongnya


Cantika dan Gavin pun saling pandang.


"Oh. Tidak apa-apa..Cuman Tante teringat sesuatu yang lucu aja dulu . Yuk kita sudah sampai nih!"


"Pasti teringat kelakuan papa Yasir." lanjut Gavin.


Rose pun tertawa.


"Sudah ahh. Yuk kita turun." ajak Rose.


"Reno bagaimana? Susah banguninnya." tanya Cantika sambil mengusap kepala Reno dengan penuh kasih sayang.


"Sini Reno biar aku yang gendong. Kasihan kalau dibangunkan." Lalu Gavin menggendong Reno dan membawanya masuk ke Villa keluarga Gavin.


"Wahh Villa kamu besar juga Vin. Cocok memang klo buat privat party seperti ini." celetuk Rose.


"Papa tuh Tante yang suka bikin acara disini." sahut Gavin.


"Iya Tante paham. Papa kamu dari dulu memang suka Garden Party." jelas Rose.

__ADS_1


"Oh ya Tante? "


Rose mengangguk sambil kagum melihat pemandangan di sekeliling Villa. .


"View nya keren kan Tan?" tunjuk Cantika sambil berputar mengelilingi halaman Villa


"Banget! Kamu dah pernah kesini sebelumnya?"


"Sudah. Papa, Oma juga ikut waktu itu. Ada paman Aqib juga." cerita Cantika.


"Hmm Kak Aqib?"


Cantika pun mengangguk yakin.


"Tante kenal gak dengan paman Aqib? Kakaknya Papa Yasir katanya."


"Iya. Tante kenal "


"Wow Tante hebat. Kenal semua keluarga kak Gavin."


Lalu perlahan Cantika mendekati Rose.


"Kapan-kapan ceritakan ke Cantika ya Tante." bisik Cantika tersenyum.


"Pasti sayang "


Setelah menidurkan Reno di kamar. Gavin pun kembali mencari Cantika.


Di halaman Gavin melihat Cantika, Laura, Tante Rose dan mamanya terlibat perbincangan santai para wanita.


Sedangkan papanya terlihat sibuk mengurus persiapan untuk pesta nanti malam.


Lalu Gavin pun menghampiri kaum wanita yang sedang berkumpul saling cerita dan bertanya random .


"Permisi semua. Boleh saya pinjam Cantika nya sebentar?' ijin Gavin yang sudah langsung menggandeng tangan Cantika untuk diajak kabur.


"Hmm mau kemana?' tanya mama.


"Gak boleh! Enak saja. Kami lagi ngobrol seru khusus wanita. Pria dilarang mendekat! Hush hush sana!" tolak Laura.


"Enak aja! Ini Cantikanya kakak!" seru Gavin.


"Gak bisa dari tadi bersama aku" balas Laura gak mau kalah.

__ADS_1


Semua hanya tersenyum melihat kelakuan adik kakak yang selalu saja ribut.


"Tuh Rose! Lihat! Ya begini kalau mereka ngumpul. Tapi kalau berjauhan saling mencari. Kangen" jelas Kimberley.


Lalu Kimberley seperti mencari cari sesuatu menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Lho Reno nya kemana? Kok gak ngeliat Reno dari tadi?"


"Reno ada di kamar atas.Sedang tidur." jawab Gavin.


"Oh pantas."


"Ok ma ..Tante ...., Gavin ajak Cantika ke samping Villa dulu ." ijin Gavin. Lalu menarik tangan Cantika menjauh dari keramaian.


"Kak Gavin kita mau kemana?" tanya Cantika sambil terus mengikuti Gavin.


Gavin berhenti lalu menghadap Cantika sangat dekat. Tangannya sudah berada di pinggang Cantika.


Deru napas Cantika yang terdengar jelas berusaha Cantika tahan. Jantung mereka pun berdebar tidak berirama.


"Kemana saja yang kamu mau. Asal bersamamu aku bahagia Cantik." bisik Gavin dekat..


"Aaahh" batin Cantika lemas. Kaki Cantika, tidak mampu lagi rasanya menopang tubuhnya sendiri.


Tiba-tiba kecupan hangat telah berhasil mendarat di bibir ranum Cantika.


"Aku kangen kamu Cantika kangen banget." Lalu Gavin pun memeluk erat Cantika sambil membelai lembut rambut Cantika


Merasa terbang di angkasa. Cantika membiarkan Gavin membuainya. Rasa nyaman berada dalam dekapan tubuh Gavin membuat dirinya tenggelam dalan cinta Gavin.


"Kak Gavin!.... Kak Cantika!"


Terdengar suara teriakan Reno. Yang membuat sepasang kekasih yang sedang terbang di lautan cinta. Terpaksa kembali berpijak di bumi kembali


.......................................................


Wahh Reno pengganggu saja .Kan lagi asyik... 🤭


Tungguin kisah cinta Gavin dan Cantika selanjutnya ya . ..


nih sambil nunggu Cantika up


Author bawakan sesuatu untuk menemani menunggu

__ADS_1



__ADS_2