
Di dalam perjalanan Aldo mendapat kabar dari orang suruhannya jika Para penjahat itu membawa Fandra ke sebuah hutan di Sebuah desa terpencil
"Tuan Mereka membawa Den Fandra ke sebuah Fila kosong di tengah hutan dekat sebuah desa kecil",Ucap Aldo cepat
"Kita langsung ke sana,Aku ingin cepat cepat memberi pelajaran kepada orang yang sudah berani mengusik ketenangan kluarga ku",ucap Nathan
"Orang orng kita sudah siap berita di sana Tuan,tapi jika ada Tambahan lagi itu akan lebih membantu",Ucap Aldo
"Lo tenang aja,gue udah bawa orang orang kepercayaan gue"Ucap Fino cepat
"Gue juga bawa sesuatu",Ucap Danu sambil mengeluarkan senjata api keluaran terbaru
"Lo cuma bawa satu?"Tanya Fino
"Lo juga mau,Noh di mobil masih ada dua lagi",Ucap Danu cepat
"Good.....Kita mulai permainan ini sekarang,kita beri tau mereka jika mereka sudah slah jika bermain main dengan Kita",Ucap Nathan dengan mata yang sudah merah dan tangan terkepal
Mereka pun bergegas pergi ke lokasi yang sudah di beri tau oleh anak buah Aldo
DI DALAM MOBIL
"Gue udah gk sabar pengen nyoba senjata baru ini,udah lama juga gue gk main sama barang ginian",Ucap Danu semangat
"Mereka pasti akan Mati",Ucap Nathan menggebu-gebu
"Gue sih terserah kalian saja",Ucap Fino santai
Aldo mengendarai mobilnya dengan kecepatan tingga dan sangat lihai,sudah lama ia tidak mengeluarkan bakat mengemudinya.Tidak lama mobil yang di kendarai Aldo tiba di sebuah hutan yang cukup lebat.
"Kita sudah sampai,Saya akan mengecek kondisi di sana terlebih dulu kepada orang orang kita",Ucap Aldo cepat
"Ok",Ucap ketiganya kompak
****
SEMENTARA ITU DI DALAM Villa
Oek......Oekkkk
Sejak di bawa oleh penjahat itu Fandra terua saja menangis tanpa henti.
__ADS_1
"Sialan....Anak ini membuatku pusing saja,tidak bisakah kau membuatnya cepat Diam",Bentak seorang pria
"Apa lo kira diemin anak yang tidak ada ibunya itu gampang hahhhhh,Lagi pula siapa suruh lo nyulik ni anak,bikin repot aja",Ucap Seorang wanita
"Cuihhhhh......Kalo lo mau nyiksa ibunya ya lewat anak nya lah",Ucap Pria itu lagi
"Terserah lo aja,sekarang lo cepat ambil obat bius di tas gue biar ni anak cepet diem",Ucap Wanita itu
"Bagus juga ide lo,gue juga udah gk tahan banget sama tangisan nich bocah",Ucap Pria itu sambil berjalan mengambil sebuah suntikan
"Slamat tidur panjang Sayang,cup....cuppp...cup",Ucap wanita itu sambil tertawa puas
Beberapa pengawal yang di bawa oleh Fino ternyata sudah berhasil melumpuhkan beberapa orang yang berjaga di sekitar Villa itu.
Dor....dor
Bunyi tembakan menggema di dalam ruangan villa itu membuat Nathan dan Fino sedikit terkejut.sedangkan Aldo dan Danu sudah berpencar ntah kemana
"Berengsek....Siapa kalian",Ucap salah satu penjahat itu sambil menodongkan senjata api ke arah Nathan dan juga Fino
"Penjahat Sialan,Dimana Anak gue hahhhhhh",Bentak Nathan tanpa rasa takut
Dorr....
Satu tembakan mengenai pria yang tertawa itu hingga tewas di tempat,Orang orang Nathan dengan cepat menyerang mereka tanpa ampun.Sedangkan Nathan hanya melihat dan berdiri di belakang.Karna orang orang yang di rekrut oleh asistennya bilang orang sembarangan.
"Cihhhhh....percuma gue bawa orang orang kepercayaan gue,ternyata lawan kita cuma kacang hijau",Ucap Fino sombong
"Kita masuk Fin,Fandra pasti ada di dalam",Ajak Nathan cepat
"Ayo",sahut Fino
Sedangkan Danu sejak tadi sudah berada di ruangan itu,ia bersembunyi di balik pintu ruangan yang di dalamnya terdapat anak sahabatnya.Danu mengarahkan pistol nya ke arah laki laki yang berdiri tidak jau dari wanita yang ada di dekat Fandra.
Dorr....
Tembakan Danu memang tidak pernah meleset,Pria itu tumbang seketika.
"Sialan....Ternyata mereka sudah ada di sini,ternyata mereka sangat cepat",Ucap Wanita itu
"Bagaimana Nona,Apa kau terkejut",Ucap Danu dengan seringai di wajahnya
__ADS_1
"Cukup menarik.....kau pria yang hebat tapi sayang nya kau tidak terlalu pintar"Ucap Wanita itu sambil menodongkan pisau ke arah Fandra
Nathan dan yang lain nya sudah masuk ke dalam ruangan itu "Dasar wanita sialan",Umpat Nathan saat melihat siapa dalang di balik penculikan anak nya
"Jadi lo dalang di balik semua ini",Ucap Fino saat ia sadar jika wanita yang di depan nya itu adalah mantan karyawan Nathan
"Kalo iya memang kenapa,Lo tau gue sangat membenci Anel,karna wanita itu masa depan gue jadi hancur,dan gue juga tidak bisa mendapatkan kamu Nathan",Triak Desi ke Nathan
"Wanita Gila,Apa lo gk punya prasaan hahhhh,sebagai wanita harusnya lo berfikir dulu sebelum lo nyulik anak gue yang tidak bersalah",Ucap Nathan menatap tajam ke Desi
"Hahahahaha,kalo bukan karna Anel gue gk akan ngelakuin ini ke anak lo Nat,Gue cuma mau memberi Anel dan lo pelajaran",Ucap Desi sambil menatap Fandra yang ada di Gendongannya
Nathan melihat ke arah Fandra yang tidak sadarkan diri dan telihat sangat pucat."Lo apain Anak gue *******",Triak Nathan
Desi hanya tertawa tanpa menghiraukan tatapan Nathan dan yang lainnya.Pisau yang ia pegang dengan cepat ia arahkan ke Fandra
Dorr
Danu menembak lengan Desi tepat sebelum pisau itu menancap di tubuh kecil Fandra
"Sial...."Umpat Desi menahan sakit di lengan nya
"Lo akan gue ampuni jika lo menyerahkan Anak gue",Ucap Nathan cepat
"Tidak akan,"Ucap Desi yang dengan cepat mengambil pistol dan menembak Nathan tepat di bagian Dadanya.
Dorr.....Dorrr
Danu seketika itu menembak kaki Desi sedangkan Fino berlari untuk mengambil Fandra di gendongan Desi.
Bersamaan dengan itu Aldo datang membawa polisi
"Tuan tidak apa apa,Bertahan lah Tuan",Ucap Aldo saat melihat atasannya itu terluka
"Nat lo tahan,Kita akan cepat keluar dari sini",Ucap Danu yang langsung membantu Aldo memapah Nathan
"Gu........Gue tidak.....apa.....apa.....,Fan.......dra Di.....mana",Ucap Nathan sambil memegang Dadanya yang terasa sakit
"Lo jangan banyak bicara dulu,lo harus tetap sadar,Fandra sudah aman bersama Fino",Ucap Danu
Mereka langsung membawa Nathan Ke rumah sakit begitupun dengan Fandra,Aldo dengan cepat mengendarai mobilnya,Tidak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit tempat Fino bekerja.Nathan langsung di bawa ke ruang operasi sedangkan Fandra langsung di tangani oleh Fino dan dokter anak terbaik di rumah sakit itu
__ADS_1