
RANGKING KU NAIK TURUN KAYAK SIGNAL AJA. BAGI YANG SUKA NOVEL INI BANTU VOTE YANG BANYAK DONG BIAR AUTHOT LEBIH SEMANGAT LANJUTIN CERITANYA. JANGAN HANYA NUNTUT BANYAK UP Aja.
.
.
Setelah Anel selesai dengan aktifitas mandinya,Anel bergegas turun ke bawah untuk makan malam.Anel duduk di sebelah Nathan, dia tidak menyapa suaminya, Anel langsung saja mengisi piring Nathan dengan makanan yang tersaji, setelah itu barulah Anel mengisi piringnya dengan porsi yang sangat sedikit.
Nathan memperhatikan gelagat Istrinya sejak turun dari kamar, Anel lebih banyak diam.
"Kenapa makan mu hanya sedikit, apa kamu sakit?" tanya Nathan di sela makannya
"Tidak." jawab Anel singkat
"Ini." menambah makanan di piring Anel." Makanlah yang banyak, bukankah kamu menyuruh bibik membuatnya tadi." ucap Nathan.
Anel hanya tersenyum ke arah Nathan dan langsung melahap habis semua makanan yang ada di piringnya.
"Mas apa aku boleh kembali lebih dulu ke kamar,aku sngat lelah." ucap Anel setelah selesai dengan makanannya
"Hmmm, tentu saj. Aku akan menyusul sebentar lagi." ucap Nathan, dia merasa sedikit aneh dengan tingkah sang istrinya.
Anel berjalan menuju kamarnya. Sampai di dalam kama Anel langsung saja merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Anel menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.
********
Meja makan
Nathan yang baru saja menghabiskan makannnya berinisiatif untuk membuatkan susu untuk Anel.Nathan masuk ke dalam dapur dan langsung membuatkan Anel susu khusus ibu hamil.
Setelah selesai membuat susu, Nathan langsung naik ke atas menuju ke kamarnya. Perlahan Nathan membuka pintu kamar dan berjalan masuk mendekat ke tempat tidur. Nathan meletakan susu itu di tas meja dekat tempat tidur dan duduk di dekat Anel yang tubuhnya di tutupi selimut.
"Aku tau kau sedang tidak tidur." mencoba menarik selimut. Tapi tertahan oleh Anel." Jika ada masalah bicarakan dengan baik-baik Nel. Aku tau kau sedang menyembunyikan sesuatu." ucap Nathan cepat.
Anel membuka selimut itu perlahan, hidungnya memerah dengan mata basah. Anel menangis, wanita yang menjadi istrinya itu menangis.
"Ada apa hmm. Ada yang kamu sembunyikan?" tanya Nathan menghapus sisa air mata Anel.
"Aku tidak apa-apa mas, aku hanya lelah." bohong Anel
"Jangan berbohong, aku tau kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari ku, aku ini suami mu." ucap Nathan dengan lembut
Anel diam, dia tidak berani bertanya. Karna Anel tau itu akan mengungkit masa lali. Walau dia tau jika semua sudah baik-baik saja.
__ADS_1
"Sayang, duduk." ucap Nathan.
"Tidak mas." tolak Anel.
"Duduk dan bersandar disini." ucap Nathan cepat.
Anel bangkit lalu bersandar di tepi ranjang. Nathan lalu berpindah duduk di sebelah Anel.
"Apa yang membuat mu seperti ini hmmm?" tanya Nathan lembut
"Tadi aku tidak sengaja masuk ke ke dalam ruang kerja mu, dan aku melihat foto_" Anel menggantung ucapannya. Dia takut jika Nathan akan marah kepadanya.
Nathan terenyum, dia baru sadar jika istrinya Sedang cemburu. " Jadi karna itu sayang." Nathan terkekeh, dia kira karna apa." Maafkan aku, aku lupa membuangnya. Besok akan aku buang, jadi jangan marah lagi ya." ucap Nathan cepat
"Benar karna lupa?" tanya Anel memastikan
"Tentu saja sayang." memencet hidung Anel gemas." Kamu fikir aku sengaja. Itu tidak akan terjadi." lanjutnya.
"Baiklah, aku percaya." balas Anel
" Sekarang minum susu ini, dan setelah itu tidur." ucap Nathan sambil menyodorkan gelas berisi susu
Anel menerima dan meminum susu itu hingga habis tak tersisa."Maaf mas." ucap Anel setelah menghabiskan susu nya.
Nathan mengangkat wajah sang istri yang tertunduk malu, dengan cepat bibir Nathan sudah menyatu dengan bibir Anel. Awalnya Anel tidak membalas ciuman Nathan, tapi lama-lama Anel pun terbiasa dan ciuman yang mulanya lembut menjadi ciuman yang menggairahkan.
Dengan hitungan menit Anel sudah berasa di bawah tubuh Natham. Malam ini menjadi malam panjang bagi mereka berdua. Nathan melakukannya dengan perlahan, karna ia juga tidak ingin menyakiti Anel dan anaknya.
*****
Mentari pagi sudah menampakn sinarnya. Pagi ini Anel merasa sangat malas untuk bangun. Sejak tadi Anel hanya menggeliat tanpa berniat untuk bangun. Samar-samar Anel melihat jam yang terpasang di dinding, betapa kagetnya Anel melihat jam yang sudah menunjukan pukul 07.30 pagi.
"Astaga aku kesiangan." ucap Anel. dia melihat suaminya yang juga masih tidur.
"Mas, ayo bangun." ucap Anel sambil menggoyangkan tubuh Nathan
"Sebentar lagi Sayang." Jawab Nathan dengan volume suara terendah
"Mas bangun, ini sudah sangat siang. Apa kamu tidak ke kantor." ucap Anel lagi
"Hmmmmm." hanya itu yang kelaur dari mulut Nathan
"Mas aku serius, cepat bangun." ucap Anel lagi sambil menarik lengan Nathan.
__ADS_1
Nathan yang malas pun membuka matanya perlahan.
"Kenapa aku baru sadar jika istriku ini sangat cantik di pagi hari." Nathan menggombal, entah itu sadar atau tidak. Tapi Anel di buat tersipu malu.
blussss
wajah Anel memerah saat mendengar gombalan Nathan di pagi hari. Karna ini memang pertama kali Nathan menggombal setelah mereka menikah.
"Cepat bangun Mas, tidak usah menggombal. Ini masih sangat pagi." ucap Anel lalu ingin bangkit dari tempat tidur itu. Tapi Pinggang Anel tertahan dengan tangan kekar Nathan.
"Mas lepaskan tangan mu, aku mau mandi." ucap Anel lagi
"Tidak akan aku lepaskan, sebelum aku mendapatkan Morning kiss dari Istri ku tercinta." Bisik Nathan di telinga Anel, hingga membuat Anel sedikit salah tingkah.
"Mas ini sudah siang, jangan macam macam" ucap Anel sambil memalingkan wajahnya yang sudah memerah seperti tomat
"Aku tidak macam macam sayang. Cukup satu macam saja." Goda Nathan lagi
"Mas, berhenti menggoda ku dan cepat bangun, kau bisa terlambat." ucap Anel lagi
"Berhenti menggoyangkan tubuh mu seperti itu, jika kau tidak ingin pagi ini berakhir di bawah tubuh ku." Ancam Nathan
Anel seketika diam, ia merasakan sesuatu yang mengganjal di bawah bokongnya.
"Baik, tapi lepaskan." kata Anel memohon
"Aku akan melepaskan pelukan ku. Tapi kau harus mau mandi bersama ku." tawar Nathan dengan senyum licik.
"Tidak, aku yakin itu hanya Modus saja." tolak Anel cepat
"Kalu begitu tidak akan aku lepaskan." ucap Nathan enteng
"Hahhhhh, Baik lah." Anel mengalah, ia tidak ingin berdebat dengan suami nya itu.
Nathan yang mendengar jawaban dari Anel langsung bangkit dan menggondong tubuh Anel dengan girang, Anel sampai di buat kaget oleh kelakuan suami nya itu."Aaaaahhhh mas, turunkan aku, aku takut." triak Anel
Tapi Nathan tidak menghiraukannya sama sekali, ia terus menggendong Anel hingga ke dalam Kamar mandi. Entah apa yang mereka lakukan di dalam sana. Jam mandi Anel kali ini bertambah Dua kali lipat karna ulah sang suami. Anel sampai kesal oleh kelakuan Nathan pagi ini. Tapi ia senang, karna apa yang ia fikirkan tidak terjadi. Nathan meyakinkannya dalam hitungan jam saja.Sebenarnya Anel tidak mempermasalahkan itu, tapi karna rasa Cintanya kepada Nathan yang bertambah dengan cepat membuat Anel tidak ingin melepaskan Cinta pertamanya itu. Walau lucu mungkin, Cinta pertama Anel dan Amel itu orang yang sama.
.
.
[Bersambung]
__ADS_1