CINTA PENGGANTI

CINTA PENGGANTI
Eposode 39


__ADS_3

Tiga bulan telah berlalu. Lingkaran hitam terlihat diarea sekitar mata Bisma. Semalaman dia tidak bisa terpejam karena menemani Andini yang hampir saja dehidrasi karena memuntahkan semua isi perutnya beberapa kali. Bisma membawa istrinya itu untuk mendapatkan perawatan dirumah sakit. Saat matahari telah bersinar barulah Andini tertidur begitu juga dengan Bisma bisa bernafas lega karena melihat istrinya bisa terlelap. Bisma ikut ambruk disofa dan tanpa butuh waktu yang panjang dia telah berlayar kedunia mimpi.


Siska dengan pelan membuka pintu lalu duduk disamping Andini. Dia sibuk mempermainkan ponselnya tak lama berselang Sarah juga membuka pintu ruang rawat Andini. Sarah tetap terlihat cantik walaupun hanya berkunjung kerumah sakit. Dia membawa seikat bunga dan beberapa buah segar ditangannya. Siska yang hendak membangunkan Bisma terhenti saat Sarah menempelkan jari telunjuknya di bibirnya.


"Tidak perlu dibangunkan, pasti mereka tidak tidur semalaman. Katakan saja kepada mereka jika aku datang berkunjung." Ucap Sarah dengan pelan.


"Terima kasih non Sarah." Siska tersenyum.


Mba Sarah ternyata baik juga yah.


Saat seorang dokter dan beberapa perawat datang untuk memeriksakan kesehatan Andini, barulah Andini terbangun. Wajahnya begitu pucat, bibirnya juga nampak mengering serta matanya terlihat begitu sayu. Dokter tersebut belum mengizinkan Andini pulang karena kondisi kesehatannya yang belum membaik. Hamil muda dengan keluhan muntah walupun bukan pada pagi hari membuatnya mengalami penurunan berat badan.


"Non Dini, tadi mba Sarah datang berkujung tetapi dia tidak mengizinkan aku untuk membangunkan non Dini dan tuan Bisma." Seru Siska. Andini tersenyum mendengar perkataan Siska.


"Benar kata Bisma dia sebenarnya baik." Batin Andini.


"Apa harus aku membangunkan Tn.Bisma Non?"


"Tidak perlu Sis, mas Bisma pasti sangat mengantuk. Harusnya dia butuh istirahat yang cukup tapi karena mengurusku dia tidak mempunyai waktu istirahat yang cukup." Sahut Andini menatap suaminya yang masih tertidur pulas disofa.


"Iya non kasian Tn.Bisma. Pokoknya non Dini harus kuat, harus banyak makan, jangan lemah karena bukan hanya Tn. Bisma yang kasihan tapi bayi yang ada dikandungan non Dini juga kasihan jika tidak mendapatkan nutrisi yang cukup." Seru Siska menyemangati Andini.

__ADS_1


"Terima kasih Siska."


"Iyo non kami juga repot jika non Dini terus berada dirumah Sakit."


"Apa?" Andini melotot ke arah Siska.


"Hehehe bercanda non Dini. Ayo makan biar cepat pulih." Siska berusaha mengalihkan pembicaraan. "Bodohnya kamu Siska mengapa kamu keceplosan mengatakan repot. Untung hanya non Dini yang dengar jika Tn. Bisma yang mendengarnya pasti kamu langsung dipecat." Batin Siska.


Siska menyuapi Andini secara perlahan. Andini duduk sambil menguyah secara pelan makanan yang Siska berikan kepadanya. Bisma terbangun sambil memegang kepalanya.


"Sayang kamu sudah bangun?" Bisma langsung berjalan ke arah Andini yang sedang makan.


"Pulanglah mas, aku baik-baik saja disini bersama Siska. Kamu istirahat lagi dirumah, tidak perlu masuk kantor." kata Andini.


Oh.. aku seperti tidak di anggap sama sekali berada diantara mereka. Tuhan kirimkan aku pangeran seperti Tn.Bisma sekarang juga. Siska membatin.


Tok..tok..tok..


Siska berjalan untuk membuka pintu. Matanya melotot, pipinya kemerahan ingin rasanya dia memeluk pria yang ada dihadapannya. Pria itu nampak kebingungan melihat ART Bisma yang terlihat seperti sedang klepek-klepek menutupi jalannya untuk masuk.


Tuhan begitu cepatkan kamu mengabulkan doaku? Apa dia jodohku yang kamu kirimkan? Batin Siska seraya tersenyum malu-malu.

__ADS_1


"Ehemm boleh aku masuk?" Ucap Alex.


"Masuk kedalam hatiku?" Siska masih menutupi jalan masuk Alex.


"Apa? Aku mau melihat Andini!"


"Oh maaf silahkan pria tampan, eh maksudku Tn. tampan." Jawab Siska menggeser sedikit tubuhnya lalu terus memandangi Alex dari arahnya berdiri.


Bisma dan Andini berusaha menahan tawanya hingga Alex duduk disamping Andini.


"Apa kalian tahan mempekerjakan ART genit seperti dia?" Kata Alex. Siska yang mendengarnya langsung merubah raut wajahnya hingga terlihat sangat kesal.


Cih.. aku batal mengagumimu!


"Maaf Tn. Bisma aku akan menunggu diluar hingga teman anda keluar dari ruangan ini." Ucap Siska langsung menutup pintu tanpa menunggu jawaban dari majikannya.


"Hahaha dia menyukaimu Alex." Bisma memegang pundak Alex.


"Aku menyukai istrimu, Bisma." Jawab Alex terang-terangan dihadapan Bisma.


"Apa kau mau mati?" Teriak Bisma.

__ADS_1


"Hahahaha aku hanya bercanda bos." Andini juga ikut tertawa sedangkan Alex melindungi kepalanya dari pukulan Bisma.


__ADS_2