CINTA PENGGANTI

CINTA PENGGANTI
Bab 57


__ADS_3

Sudah 4 hari Nathan berada di sana,kini pekerjaan nya selesai lebih awal,malam ini Nathan akan kembali ke tanah air,ia ingin memberi kejutan untuk sang istri tercinta.Nathan membelikan Anel oleh oleh.Tentunya di bantu oleh Amel,karna Amel tau segala yang Anel suka dan tidak suka.


Tokkkkk tokkk tokkk Pintu kamar Nathan di ketuk,Nathan berjalan ke arah pintu dan langsung membuka nya.


"Apa kamu sudah siap?"Tanya Amel berdiri di depan pintu kamar Nathan


"Ya,aku sudh siap."Jawab Nathan


"Tidak ada yang tertinggal khan,hadiah untuk Anel sudah kau masukan juga kan?"Tanya Amel lagi


"Ia sudah,kau ini sangat cerewet."Ucap Nathan cepat


"Apa kau bilang,dasar tidak tau trimakasih."Ucap Amel kesal


Amel meninggalkan Nathan jauh di belakang,ia berjalan menuju ke lif.setibanya di depan lif Amel langsung memencet tombol menuju lantai dasar.Nathan yang melihat pintu lif sudah terbuka langsung berlari dan masuk ke dalam lif.


"Kau ini,sedikit sedikit marah.Mau aku pecat hahhh."Ucap Nathan cepat.


"Memang kau berani,kalau kau berani mengganti ku dengan sekertaris wanita lain,aku akan bilang ke Anel kalau kau itu sengaja."Ancam Amel dengan seringai licik


"Kenapa tidak,aku akan mengganti mu dengan istri ku sendiri."Ucap Nathan enteng


"Cihhhhh,memang kau lupa jika istri mu itu sedang hamil.Suami macam apa kau."Ucap Amel dengan wajah yang kesal


Nathan Baru ingat kalau istrinya sedang hamil besar.saat ia ingin melanjutkan pembicaraan mereka,pintu lif sudah terbuka.Amel berjalan keluar dan Nathan langsung menyusul di belakangnya.Merek keluar dari hotel itu dan lngsung menuju ke bandara.


Merek sampai di Bandara sekitar pukul 07.45.Itu berarti pesawat merak akan berangkat 15 Menit lagi.Nathan Dan Amel langsung masuk ke dalam pesawat.Beberapa saat kemudian pesawat mereka pun sudah lepas landas.


*KEDIAMAN SANJAYA*


Pagi ini Anel tengah jalan bersama Ani di taman belakan kediaman Sanjaya.ia harus sering berjalan jika ingin melahirkan secara Normal.


"Kak,kenapa kakak ingin melahirkan Normal?bukankah sesar lebih mudah."Tanya Ani sambil berjalan di sebelah Anel


"dek,jika kita melahirkan secara Normal,kita mungkin lebih merasakan apa itu perjuangan.Ya walau pun melahirkan Secra sesar juga tidak mudah."Jawab Anel


"ohhhh begitu ya kak,lebih besar mana resiko nya kak?"Tanya Ani lagi


"Kalau menurut kakak sih sama saja.karna kita tidak tau rahasia tuhan dek."Jawab Anel cepat.


"Kakak slalu sehat ya,Ani tidak mau kehilangan kakak."Ucap Ani sambil memeluk tubuh Anel


"Kamu itu ngomong apa sih dek,jika kakak bisa memilih,kakak ingin bisa selalu sama kamu dak Ibuk,bisa mendampingi mas Nathan hingga melihat anak kakak tumbuh dewasa dan menikah.Tapi itu semua sudah di atur yang di atas."Ucap Anel


"Ani akan slalu mendoakan kakak,supaya nanti kakak melahirkan nnya lancar."Ucap Ani

__ADS_1


Anel hanya tersenyum menanggapi sikap Adik kesayangan nya itu.mereka kembali ke dalam rumah saat mentari mulai meninggi.Anel masuk ke dalam kamar nya untuk istirahat sedangkan Ani membantu Ibu dak bik yem menyiapkan makan siang.


Di dalam kamar Anel mencoba menghubungi ponsel suami nya,tapi berkali kali di coba berkali kali pula operator yang menjawab.Anel menjadi sedikit kesal di but nya.


"Kemana mas Nathan,kenapa dia mematikan ponselnya.tidak biasanya mas Nathan seperti ini.apa jangan jangan..........,Ahhhh tidak mungkin,di sana khan Ada Amel,mana mungkin mas Nathan berani macam macam.lbih baik aku hubungi amel saja"gumam Anel


Anel pun menghubungi ponsel milik Amel,tapi tetap sama,operator lah yang menjawab.Anel pun akhirnya menyerah,ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.menatap langit langit kamar itu,Ntah apa yang ada di fikiran nya kali ini.tapi itu membuat hati nya tidak tenang.Anel juga merasa badan nya tidak baik.


Cklekkkkkk pintu kamar Anel terbuka.Ani masuk ke dalam kamar dngan wajah yang masam.


"Kakak."Panggil Ani


"Kakkkkkkkkk."Triak Ani kesal


"Kakakkkkkkkk."Triak Ani sekali lagi.


"Ani,kau mengagetkan kakak saja."Ucap Anel cepat


"Habis,aku ketuk pintu kakak sampai tangan ku merah tidak ada sautan,aku juga sudah panggil kakak,tapi kakak masih aja melamun.kakak rindu kak Nathan ya."Goda Ani


"Apa sih kamu,pergi sana,kakak mau istirahat."Usir Anel


"Istirahatnya nanti saja kak,ini sudah waktu nya makan siang,kakak di panggil ibu turun kw bawah."Ucap Ani cepat.


"Kakak sakit ya?"Tanya Ani khawatir


"Kakak hanya sedikit pusing dek,istirahat bentar aja juga baik lagi."Ucap Anel cepat.


Ani mendekati tubuh Anel lalu memegang dahi sang kakak.betapa kaget nya Ani saat mengetahui tubuh sang kakak sangat panas.


"Kakak sakit,badan kakak panas kak."Ucap Ani panik


"Dek kakak tidak apa apa.Biarkan kakak istirahat."Ucap Anel cepat,ia tidak ingin adik nya itu khawatir


Ani tidak memperdulikan ucapan kakaknya,ia berlari ke bawah untuk memberi tau Ibu nya.dengan nafas yang ngos ngosan Ani mendekati sang ibu.


"Bukkk,hahhhh,buk kakak buk."Ucap Ani tak jelas


"Coba atur nafas kamu,kakak kenap?"Tanya sang ibu cepat


"Kakak demam buk,badan nya panas."Ucap Ani dengan lantang.


Ibu Anel langsung berlari saat mendengar Anak nya itu demam.dengan tergesah gesah ia masuk ke dalam kamar sang anak.


"Ya ampun nak,badan kamu sangat panas.Ani cepat suruh mang ujang siap kan mobil,kita bawa kakak kamu ke rumah sakit."Ucap Sang ibu dengan wajah panik

__ADS_1


"Buk Ane tidak apa apa."Ucap Anel dengan wajah yang pucat


"Nak kamu itu lagu hamil,tidak baik jika ibu nya demam seperti ini.Ayo cepat bangun nak,kita ke rumh sakit."Ucap A


sang ibu


Di bantu bik yem Anel pun langsung di lari kan ke rumah sakit terdekat.dalam perjalanan menuju rumah sakit Anel sempat pingsan,membuat Ibu dan Ani semakin panik.Setibanya di rumahs sakit,Anel langsung di tangani oleh dokter yang bertugas di ruang IGD.cukup lama Anel berada di dalam ruang IGD membuat Ibu dan Ani sangat khawatir.


Dokter yang menangani Anel pun akhirnya keluar.


"Bagaimana Anak saya dok?"Tanya ibu Anel cepat


"Anak ibu tidak apa apa,kandungan nya juga tidak ada masalah, untung saja cepat di bawa ke sini.Sekarang Anak ibu akan di pindahkan ke ruang perawatan."Ucap Dokter itu cepat


"Syukurlah,trimakasih dok."Ucap Ibu Anel cepat


Brankar yang membawa Anel keluar dari dalam ruang IGD,Ibu dan Ani mengikutinya Dari arah belakang.dan sekarang Anel sudah berda di kamar Rawat VIP.


"Ani,kamu ambil perlengkapan kakak kamu ya.Ibu akan menjaga kakak kamu disini."Ucap Foni cepat


"Baik bu."Jawab Ani


Ani pun kembali ke rumah Sanjaya untuk mengambil pakaian sang kakak.Di dalam mobil Ani sesekali menghubungi ponsel Kakak iparnya,tapi tidak Ada jawaban.Ani pun mencoba menghubungi Amel,tapi sama saja.Untung saja Nathan memberikan Kartu Gold itu,jadi ia tidak pusing mencari biaya sang kakak.


*******


*BANDARA*


Nathan tiba di tanah Air saat waktu menunjukan pukul 09.00 Malam,ia sengaja pulang saat istrinya sudah tidur,karna ia ingin memberi kejutan untuk sang istri.Nathan di jemput oleh Aldo,Setelah mengantar Amel pulang,Aldo langsung melajukan mobil nya ke arah kediaman Sanjaya.


Sekitar 1 jam perjalanan dari rumah Amel ke kediaman Sanjaya.Mobil Aldo masuk kedalam halaman rumah besar itu.Dengan cepat Nathan turun dari mobil Aldo.Kini Nathan sudah berdiri di depan pintu rumah nya.Nathan membuka pintu rumah nya dan langsung masuk ke dalam rumah itu.Nathan berjalan ke atas menuju kamar utama.sesampainya Nathan di depan pintu kamar,dengan perlahan Nathan membuka pintu kamar itu.


Nathan melihat ke dalam kamar nya,tapi Aneh nya Anel tidak berada di kmar itu."Kenapa Anel tidak ada,malam malam begini."Batin Nathan


Nathan berlari ke bawah.dengan perasaan yang tidak karuan Nathan berteriak memanggil ART nya.


"Bikkk,Bibikkkkk."Triak Nathan


"Den Nathan sudah pulang,syukurlah."Ucap Bik Yem


"Ada apa bik,Anel dimana,kenapa dia tidak ada si kamar?"Tanya Nathan cepat


"Itu Den,Non Anel di bawa ke rumah sakit."Jawab Bik yem cepat


Nathan sangat terkejut mendengar istrinya masuk rumah sakit,tanpa bertanya lagi Nathan langsung Menuju rumah sakit bersama Aldo.di dalam mobil Nathan sudah tidak tenang Fikiran nya sudah jauh kemana mana.

__ADS_1


__ADS_2