
Malam hari Andini berbaring didalam kamarnya masih memikirkan kata-kata yang diucapkan kepada Bima.Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kontrakannya. Andini keluar dari kamarnya dan membuka pintu.
"Hai?"
"Mas Bima?"
"Apakah penampilanku sudah sesuai dengan kriteria calon suami yang kamu inginkan?" Tanya bima sambil menunjukan penampilannya yang mengunakan sendal jepit, kaos oblong dan mengunakan celana pendek. Dan Bima ternyata datang dengan mengunakan motor butut.
"Hahaha sumpah kamu lucu mas, bukan penampilanmu yang aku maksud. Biar kamu berpenampilan seperti itu tapi kamu tetap bos dari perusahaan besar dan kita tidak sederajat." Andini tertawa sampai perutnya terasa sakit.
"Aku sudah berhenti menjadi bos dan aku juga sudah menyewa kontrakan didepan kontrakanmu. Disitu." Bima menunjuk kontrakan depan kontrakan Andini.
"Kamu gila.? beneran? sumpah demi apapun aku tidak percaya kamu melakukan semua ini."
"Aku gila karenamu Andini. Jadi apakah kamu sudah bisa menerimaku sekarang."
Andini masih tercengang dan duduk disamping Bima.
"Kamu gila mas."
"Iya aku memang gila jika aku sudah terlanjur mencintai seseorang. Aku cinta kamu Andini." Ucap Bima lesu.
"Ini terlalu cepat mas, aku belum siap."
"Tidak perlu berlama-lama jika kita sudah merasa nyaman dengan seseorang. Aku tidak main-main dengan persaanku Andini aku mencintaimu." Bima berlutut didepan Andini sambil memegang tangannya.
"Aku tetap tidak bisa mas." Jawab Andini.
"Andini." Bima menundukkan kepalanya mendengar ucapan Andini.
"Kalau kamu berhenti jadi bos kamu mau kerja dimana?" Ucap Andini.
"Aku akan kerja menjadi karyawan dan satu ruangan dengan kamu.
"Yang memimpin perusahaanmu siapa?"
__ADS_1
"Kembaranku."
"Kamu kembar?"
"Heemm ia." Jawab Bima dan duduk kembali disamping Andini.
"Pasti dia gila sepertimu." Ucap Andini.
"Dia sedikit jutek dan pendiam dan sedikit angkuh tapi dia baik."
"Kembar dengan sifat yang berbeda." Ujar Andini.
Sampai larut malam mereka bercerita dan terkadang tertawa dengan kegilaan Bima yang baru diketahui Andini. Dia pikir Bima itu orang yang dingin tetapi ternyata dia raja mengombal. Setiap Andini berbicara selalu keluar kata-kata rayuan dari mulutnya untuk Andini.
"Sudah larut mas."
"Kalau sudah larut kenapa?"
"Pulanglah mas, masa iya kamu mau tidur disini."
"Sumpah ya ini paksaan namanya."
"Aku memang memaksa, please terima cintaku Andini."
"Aku pikir-pikir dulu mas."
"Aku juga pikir mau pulang kalau begitu."
"Iya aku terima mas...!" Ucap amdini asal agar Bima segerah pulang.
"Jadi kita resmi pacaran?" Bima langsung memeluk Andini karena senang.
"Sekarang sudah waktunya pulang mas. Kamu benar mau tinggal dikontrakan depan itu?"
"Iya. Besok aku pindah. kenapa? kamu senang?"
__ADS_1
"Terserahlah apa maumu mas." Ucap Andini masih tidak percaya dengan kelakuan gila Bima.
Pagi hari dikantor Andini melihat Bima memeluk Sarah saat berjalan dan masuk kedalam ruangan Sarah.
"Baru semalam dia mengatakan cinta kepadaku tapi ini dia sudah memeluk wanita lain didepanku.
"Apa yang kamu lihat.?" Ucap Bima menepuk pundaknya.
"Mas Bima? bukannya kamu barusan sedang bersama Sarah?"
"Itu Bisma, adikku dan Sarah adalah pacar adikku."
"Oh pantas saja dia semena-mena kepada semua orang yang ada disini." Ucap Andini keceplosan.
"Sarah memang seperti itu. Aku heran mengapa Bisma mau pacaran kepada wanita seperti Sarah. Kalau bukan karena Bisma sudah lama aku memecat dia dari sini." Ucap Bima.
"Kamu dengan Bisma sangat mirip bahkan aku tidak bisa membedakan kalian. Kamu benar mau jadi karyawan? mas kamu nggak malu?"
"Untuk wanita secantik kamu aku nggak pernah malu untuk melakukan apapun Andini."
"Yaelah mas masih pagi sudah mengombal aja."
"Yuk keruangan." Ucap Bima sambil merangkul Andini menuju ruangannya. Dan terlihat beberapa pegawai tersenyum melihat mereka.
Dia ruangan. Alex hanya tersenyum melihat kedatangan Andini dan Bima. Begitupun dengan karyawan lain mereka langsung tersenyum gembira melihat senyuman lebar bos mereka. Ternyata didalam ruangan mereka sudah memegang spanduk dengan tulisan 'selamat Pak Bima dan Andini akhirnya resmi pacaran'. Andini semakin terkejut dengan kejutan-kejutan aneh dan berlebihan yang diberikan Bima kepadanya.
"Kamu mengatakan kepada mereka kita pacaran?" Ucap Andini terlihat kesal.
"Aku memberitahukan kepada semua pegawai bahwa kita telah jadian semalam. Aku malu karena kamu menolak cintaku dan sekarang aku buktikan kepada mereka bahwa aku bisa mendapatkan cintamu."
"Kamu gila mas." Ucap Andini.
"Selamat akhirnya kalian pacaran." Ucap Alex menyalami tangan Andini dan Bima.
"Makasih Lex." Jawab Bima.
__ADS_1
Dan pegawai lain juga memberikan selamat kepada Andini dan Bima.