CINTA PENGGANTI

CINTA PENGGANTI
Bab 107


__ADS_3

Malika merasa lebih tenang setelah menangis Ia kembali mengangkat kepalanya lalu mengusap sisa air mata yang ada di bawah dagunya.Malika menatap lurus ke depan sambil mengingat masa kecilnya yang berat bahkan sampai hari ini.


"Sejak kecil aku tinggal bersama Kak Rendi,Aku selalu di perlakukan tidak baik olehnya karna ia menganggap aku adalah beban hidup yang harus ia tanggung sendiri.Tapi Aku mengerti jika Kak Rendi itulelah dengan kehidupannya karna harus menghidupi aku yang tidak berguna ini",Malika diam sejenak Air matannya kembali menetes takala mengingat bagaimana perlakuan Kakaknya dulu bahkan hingga saat ini.


"Aku selalu berusaha menjadi adik yang baik untuk kak Rendi,melakukan apa pun yang ia inginkan Bahkan aku pernah melakukan hal memalukan demi untuk membahagiakan Kak Rendi.........Hiksssss........."Malika mulai terisak


Aldo menatap wanita yang ada di sebelahnya itu dan langsung memeluk tubuh kecil Malika."Menangislah jika itu bisa membuat bebanmu sedikit berkurang",Ucap Aldo sambil mengelus lembut bahu Malika


Malika merasa sangat nyaman berada di pelukan Aldo Ia semakin membenamkan kepalanya di dada bidang laki laki yang selalu ada di sampingnya belakangan ini.Isak tangis Malika makin lama makin berkurang.beban yang slama ini ia simpan sudah semakin berkurang.Malika berharap ini bukanlah sekedar mimpi.


******


Waktu berlalu sangat cepat Aldo mengajak Malika untuk kembali ke Rumah Sakit untuk melakukan pemeriksaan.Awalnya Malika sempat menolak karna takut akan di datangi oleh Kakaknya lagi Tapi akhirnya Aldo berhasil membujuknya.


Mobil Aldo kini sudah tiba di parkiran Rumah sakit,Ia segera membawa Malika masuk ke ruangan Vani untuk pemeriksaan lebih lanjut.


"Aku akan memeriksanya,Jadi kau tunggu di luar sebentar",Ucap Vani saat mereka sudah berada di ruangan Vani


"Tidak bisakah Pak Aldo tetap disini",Ucap Malika dengan kepala menunduk


Vani dan Aldo saling menatap mendengar permintaan Malika."Baik Lah Aldo tidak akan keluar,Sekarang kita mulai ujiannya",Ucap Vani cepat


"Kenapa kau kabur dari Rumah sakit ini?"Tanya Vani cepat


"Karna Kak Rendi selalu datang dan mengancamku",Jawab Malika dengan Tubuh yang mulai merespon ketakutan.

__ADS_1


Aldo memegang tangan Malika untuk membuatnya tenang.Saat Tubuhnya mulai terlihat tenang Vani kembali memberi pertanyaan


"Baik lah,Siapa Nama mu?"Tanya Vani


"MALIKA PUTRI",Jawab Malika cepat


"Baik Lah,Kondisimu sudah lebih baik Tapi kau masih harus tetap di rawat untuk pemulihan",Uca Vani lagi


"Malika akan aku bawa ke apartemenku,Dia tidak akan di rawat di sini lagi",Ucap Aldo lagi,Ia Tau jika Malika tetap di rawat disini maka Kondisinya tidak akan menjadi lebih baik


Malika dan Vani menatap Aldo dengan penuh tanda tanya."Jika kau terus berada disini maka kau akan kabur lagi,bukankah tadi kau bilang jika Kakakmu selalu datang dan mengancamu bukan",Jelas Aldo sambil menatap Vani dan Malika secara bergantian


"Baik itu juga ide bagus,Aku akan mengecek keadaanmu setiap hari setelah pulang bertugas",Ucap Vani cepat.


Setelah selesai mengurus keperluan Malika di rumah sakit itu Aldo langsung membawa Malika ke apartemennya.Mobil Aldo melaju dengan cepat menembus keramaian kota.Aldo berhenti saat lampu menunjukan warna merah.Sekilas Aldo menatap Malika yang terua melihat ke arah sebrang jalan.


Malika menatap Aldo lalu dengan cepat mengangguakan kepalanya.Setelah lampu berubah warna Aldo langsung menginjak pedal gasnya dan memutar arah mobilnya.Aldo memarkirkan mobilnya di tempat yang sudah di sediakan.


"Ayo kita turun",Ajak Aldo saat mobilnya sudah terparkir


"Apa kita akan membeli makanan tadi?"Tanya Malika ragu


"Tentu saja,bukankah kau menginginkannya",Ucap Aldo lagi


"Apa Bapak tidak akan membuangku disini?"Tanya Malika lagi

__ADS_1


"Hahahhaha........Kenapa kau berfikiran seperti itu,Aku tidak akan membuangmu disini Dan jangan panggil bapak karna aku bukan bapakmu",Ucap Aldo sambil membuka seatbell milik Malika


Mereka berdua turun dari mobil itu lalu berjalan menuju tempat jajanan yang ada di taman itu.


"Kau boleh membeli apa pun yang kau inginkan",Ucap Aldo cepat


"Benarkan......Benarkah aku bisa membeli apa saja yang aku mau,Apa kau tidak akan meninggalkan ku setelah aku membeli makan itu",Ucap Malika yang masih merasa takut


Aldo menatap wajah Malika dengan lembut."Aku tidak akan meninggalkan mu disi,Aku berjanji.Apa kau masih tidak percaya?"Tanya Aldo cepat


Malika menggelengkan kepalanya lalu berlari seperti Anak kecil.Ia membeli hampir semua makanan yang ada di sana.entah kenapa Aldo sangat senang melihat Malika yang sudah kembali ceria.


Setelah puas menikmati makanan yang ada di sana Aldo pun mengajak Malika untuk pulang Ke apartemennya karna memang malam sudah semakin larut.


Mobil Aldo tiba di sebuah Apartemen elit yang ada di kota itu.Aldo segera mengajak Malika masuk ke dalam Apartemennya


"Kau tinggal sendiri disini?"Tanya Malika setelah berada di dalam Apartemen Aldo


"Hmmmmm....Kamu tenang saja,Aku tidak akan berbuat macam macam",Ucap Aldo sambil duduk di sofa


"Bukan seperti itu_",Ucap Malika menggantungucapannya


"Di Apartemen ini ada dua kamar dan satu dapur,Kau bisa tidur di kamar itu",Ucap Aldo sambil menunjuk kamar yang ada di sebelah kamarnya


"Trimakasih Aldo",Ucap Malika dengan wajah sendu

__ADS_1


"Tidak masalah,Setelah kau sembuh Aku akan mencarikanmu rumah kecil Karna kita tidak mungkin tinggal bersama terus terusan,Jadi sekarang istirahatlah",Ucap Aldo cepat


Malika segera masuk ke dalam kamarnya begitupun dengan Aldo.Hari ini mereka melalui hari yang cukup berat terutama untuk Malika.


__ADS_2