CINTA PENGGANTI

CINTA PENGGANTI
Bab 47


__ADS_3

Semua orang melihat ke arah pintu utama, Begitupun dengan Anel. Nathan, Danu dan juga Anel sangat tau itu suara siapa, tapi tidak dengan Fino, ia sangat penasaran siapa yang berteriak di depan sana.


Amel masuk dengan wajah pucat dan memerah,nafasnya tersengal saat ia masuk ke dalam rumah Nathan.


"Bahahahahhaa, kenapa dengan wajah mu itu Nona, apa ada nanti yang menakutimu di depan sana?" Tanya Danu sambil tertawa saat melihat kondisi Amel


"Mel kau kenapa, kenap wajah mu sangat berantakan?" tanya Anel mendekati sahabatnya.


"Apa kau sedang lari maraton mel?" tanya Nathan juga


Dengan wajah masam Amel langsung menghempas tubuhnya di sofa, dia tidak menghiraukan pertanyaan dari semua orang. Danu yang melihat wajah masam Amel langsung diam. Sementara Fino yang tidak tau apa apa hanya diam menatap Amel,Fino memperhatikan Amel dari atas sampai bawah,hingga ia melihat lutut Amel yang terluka.


"Hey Nona, lutut mu terluka." ucap Fino sambil mendekat dan langsung berjongkok di depan Amel


"Tunggu biar aku suruh bik imah mengambilkan kotak obat." imbuh Anel cepat.


Amel baru sadar jika lututnya terluka, mungkin karna tadi dia sempat jatuh karna berlari dengan cept. Amel sedikit meringis menahan perih di lututnya yang masih berdarah. Bik imah yang baru datang membawa kotak obat langsung memberikannya kepada Fino.


Fino dngan telaten membersihkan luka Amel. Ya karna itu memang pekerjaan nya. Tak butuh waktu lama luka Amel pun sudah tertutup rapi.


"Trimakasih anda sudah mau mengobati luka saya." ucap Amel cepat.


"Tidak masalah nona, itu memang pekerjaan saya sehari hari." balas Funo." Perkenalkan nama saya Fino." imbuhnya sambil mengulurkan tangan pada Amel.


"Jadi profesi anda adalah dokter, wahhhh hebat sekali. Nama saya Amel." ucap Amel menerima uluran tangan Fino


Danu yang melihat interaksi keduanya terlihat


tidak senang. Entah kenapa Danu merasa tersaingi oleh sahabatnya sendiri.


"Cihhhhh, apa nya yang hebat." Danu mencibir, memutar bola matanya malas.


"Tidak usah iri." ucap Fino kembali duduk di sebelah Danu.


"Mel, sebenarnya apa yang terjadi, kenapa kau bisa sampai terluka?" tanya Anel cepat


Amel pun menceritakan kronologi kejadian yang menimpanya, semua orang pun tertawa mendengar cerita dari Amel, kecuali Fino. Dia mengagumi sosok Amel sejak pertama kali melihatnya.


"Apa kalian sudah puas tertawa hahhh." ucap Amel saat ceritanya berakhir.


Semu terdiam saat Amel sudah mulai marah."Ya sudah yang penting sekarang kau sudah di sini." ucap Nathan cepat


"Apa kalian sudah sarapan?" tanya Anel mengalihkan topik panas di pagi hari ini


"Belum." Kompak ketiganya menjawab


"Apa kalian kemari hanya untuk numpang sarapan,pagi pagi bertamu ke rumah orang bikin keributan.Cihhhh tidak tau malu." ucap Nathan


"Kau sombong sekali, kau lihat kakak ipar saja tidak masalah. Ia kan kakak ipar." ucap Danu sedikit menggoda.


"Hey,sejak kapan kecebong seperti mu menjadi adikku." ucap Nathan tak trima


"Benar, kau itu tidak pantas mengaku sebagai adik Nathan." timpal Amel

__ADS_1


"Cih, kau hanya iri nona." ucap Danu pada Amel.


"Hey, aku iri padamu. Jangan menghayal." balas Amel ketus.


"Sudah-sudah, kalian ini seperti Tomy and Jarry saja." ucap Anel beranjak dari kursi." Kalian tunggu sebentar aku punya makanan yang enak untuk kalian". imbuh Anel langsung berlalu ke arah dapur


Beberapa menit kemudian, Anel sudah kembali membawa nampan besar berisi makanan yang di beli suaminya tadi malam. Semua orang menatap aneh ke arah makanan yang baru saja di letakan Anel di atas meja.


"Buahahahahhaha." Fino terbahak, melihat Makanan yang di beli Nathan malam tadi tersaji di atas meja pagi ini." Ke_napa Batenggor ini masih ada." ucap Fino sambil tertawa memegang perutnya yang sakit karna tertawa.


Anel tersenyum melihat Fino terpingkal seperti itu Sementara yanga lainnya menatap heran dengan tingkah Fino. Memang ada apa dengan makanan di depan mereka.


"Sayang kenapa kamu mengeluarkan makan aneh ini, apa tidak ada makanan yang lain?" ranya Nathan cepat saat Anel sudah duduk di sampingnya


"Kasian mas, kan Mubazir kalau di buang." jawab Anel


"Memang makanan ini di beli kapan?" tanya Amel


"Tadi malam aku menyuruh mas Nathan untuk membeli Batagor. Tapi aku tidak sempat memakannya karna mas Nathan terlalu lama membelinya, jadi aku tinggal tidur. Nah tadi pagi Bik Yem menemukan makanan ini di dalam kulkas,dari pada kebuang percuma khan mending di makan kalian. Ini juga pas khan ada lima, jadi satu orang satu mangkuk ini." ucap Anel dengan santai. Dia membagikan makanan itu dengan rata.


Danu sudah mengambil satu mangkuk dan langsung melahapnya. Karna Danu memang sudah biasa memakan makanan itu. Menurutnya makanan kemarin malam tidak terlalu buruk. Sedangkan Fino masih ragu untuk menyuap makan itu, dia takut perutnya akan sakit jika sarapan makanan seperti itu di pagi hari.


Nathan ingin mencoba, tapi melihat bentuk makanan di depannya selera makannya menjadi menghilang. Amel sendiri memang suka dengan makanan di depannya itu dan tanpa pikir panjang ia langsung melahap Batagor itu tanpa ampun.


"Sayang kau jangan memakannya ya ,itu sudah tidak enak, kasihan anak kita nanti jika kau makan makanan dingin." ucap Nathan saat melihat Anel ingin memakan batagor itu


"Tapi aku menginginkannya. Lagian Bik yem sudah memanaskannya Mas. Bumbunya pun sudah di ganti yang baru." ucap Anel meyakinkan suaminya.


"Kau terlalu berlebihan Nat. Biarkan kakak ipar merasakannya. Nanti anak mu itu ileran kalau tidak mendapatkan yang ia mau." kata Danu saat makanannya sudah ludes


"Sejak kapan kau beralih profesi menjadi tukang jait,apa kau juga bisa menjait hatiku yang tengah terluka." ucap Danu melo drama.


"Awas saja kau kecebong, akan ku balas kau Nanti." ucap Nathan makin kesal


"Aku yang akan menjait hati dan mulut mu supaya berhenti berbicara yang tidak tidak." ucap Amel membela


"Cihhh, dasar wanita aneh." ucap Danu


"Kau bilang Apa hahhhh, dasar cowok gila." umpat Amel tak mau kalah


"Apa kau tidak bisa sopan terhadap wanita Danu.Pantas saja rangking jomblo mu teratas." ucap Fino membela Amel


Danu mendengus kesal. Dia tidak terima dengan ucapan Fino."Lalu kau, bukankah kau juga Jomblo abadi." balas Danu tak mau kalah.


"Apa kalian tidak bisa diam hahhh." Triak Nathan, ia sangat pusing melihat tingkah para sahabatnya.


Anel yang sejak tadi ingin makan Batagor itu pun mengurungkan niatnya, selera makannya hilang dan tidak ingin memakan makanan itu lagi.


"Mas apa aku boleh meminta sesuatu?" tanya Anel


Nathan menatap istrinya curiga, tapi tidak berani protes."Boleh, tapi tidak yang aneh aneh ya sayang." ucap Nathan cepat


"Kenapa?" tanya Anel

__ADS_1


"Aku tidak mau kejadian tadi malam terulang lagi." jawab Nathan cepat


"Jangan terlalu kejam dngan istri mu Nat." ucap Fino


"Tapi kan itu kesalahan mas Nathan, hanya membeli Ini saja lama sekali." ucap Anel sambil memanyunkan bibirnya


"Sudah turuti saja Nat. Buatnya kamu menikmati,ehhh giliran istri ngidam malah ngeluh." timpal Danu.


"Dasar kompor mayat." ucap Nathan menatap tajam para sahabatnya.


"Sekarang katakan apa yang kamu inginkan?" tanya Nathan sambil menatap Anel.


"Aku ingin makan kue Cucur dan kue Centil." ucap Anel sambil membayangkan kue tradisional itu.


Nathan menelan ludahnya dengan susah payah. Dia tidak tau makanan apa itu." Makanan apa lagi itu sayang.CENTIL, CUKUR. Apa tidak ada makan yang lebih modern apa, misalnya cake Chocolat, atau Rainbow cake." ucap Nathan prustasi


"Kau itu menyebutkan nama saja tidak bisa, apa gunanya kau punya teman chef jika tidak kau pakai." ucap Fino sambil menoleh ke arah Danu.


Danu memukul lengan Fino keras." Kau, kenapa kau mengingatkan dia bodoh." Kesal Danu .


"Apa salahnya kau membantu teman sendiri." ucap Fino enteng.


Seringai licik terlihat dari wajah Nathan."Hai kau kan sahabat ku, apa kau tidak mau membantu teman mu ini." ucap Nathan sambil tersenyum penuh kemenangan


"Sayang, No, no, no. Aku ingin kau mencarikannya sendiri untuk ku." ucap Anel cepat.


BUHAHAHAHAHAHAHHAAH


"Maaf tuan Nathan yang terhormat, anak mu tidak menginginkan untuk aku buatkan." ucap Danu sambil tertawa puas. Dia menang telak dari sahabatnya itu.


Nathan mendengus kesal menatap tajam ke arah Danu." Akan aku carikan setelah makan siang." ucap Nathan pasrah.


"Ok mas, terimakasih sayang." ucap Anel dengan senyum yang mengembang


Amel hanya diam menatap seluruh orang yang ada di ruangan itu. Dia tidak berniat ikut bergabung dalam pembicaraan itu, karna kakinya masih terasa nyeri.


****


Hari sudah semakin siang, tanpa terasa waktu sangat cepat berlalu. Anel meminta ke tiga orang itu untuk makan siang di rumahnya saja.


"Ini sudah waktunya jam makan siang, lebih baik kalian makan disini saja." Anel menyarankan


"Tentu saja, dengan semang hati." ucap Danu dan Fino kompak.


Sedangkan Amel hanya mengangguk saja. Mereka langsung menuju ke meja makan. Disana sudah terhidang berbagai macam masakan. Anel sengaja menyuruh ART nya untuk masak banyak karna ini kali pertama Sahabat Nathan kerumah setelah mereka menikah. Nathan duduk di kursi Biasa sedangkan Anel duduk di sebelah Nathan,sedangkan Fino langsung menarik kursi untuk Amel di ikuti Fino duduk di sebelah Amel. Sedangkan Danu hanya mendengus kesal melihat perlakuan Fino ke Amel.


Meraka makan dengan nikmat, tidak ada yang bersuara sama sekali.Hanya Ada suara gesekan sendok dan garpu mengenai piring yang berisi penuh makanan


.


.


[Bersambung]

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE,COMENT,DAN VOTE YANG BANYAK,JANGAN PELIT PELIT YA,AUTHOR AJA NULISNYA KAGAK PELIT.MASAK CUMA VOTE AZA PELIT.BIAR AUTHOR NYA LEBIH SEMANGAT LAGI CARI IDE NYA.OKEEEE Kakak-kakak SEMUA☺


__ADS_2