
HAY PARA PEMBACA SEMUA HARI INI AUTHOR AKAN MENULIS KHUSUS BAB ALDO DAN MALIKA YA.KARNA AUTHOR AKAN MENAMATKAN NOVEL INI DENGAN KISAH PERCINTAAN ALDO DAN MALIKA.DAN NANTINYA AKAN ADA BONUS PEMBACA YANG DI DALAMNYA TERDAPAT KEHIDUPAN MASING MASING TOKOH DI DALAM NOVEL INI.
TETAP DUKUNG CINTA PENGGANTI DENGAN LIKE DAN VOTENYA YA SUAPAYA AUTHOR BISA MELANJUTKAN CERITA INI SAMPAI KE SESSION 2(DUA)
šSELAMAT MEMBACA
PERUSAHAAN SANJAYA
Pagi ini Aldo sedang sibuk menyiapkan berkas untuk meeting yang akan di lakukan siang Nanti.Sedangkan Nathan melakukan pekerjaan seperti biasanya,Sibuk dengan dokumen dokumen yang harus ia periksa dan tanda tangani.
Aldo berjalan ke arah ruangan Nathan dengan berkas yang menumpuk di tangannya
Tokkkk tokkk tokkk
Aldo mulai mengetuk pintu ruangan Atasnya itu setelah mendapat tanda Aldo segera masuk ke dalam.
"Maaf tuan,Ini berkas yang harus Tuan tanda tangani untuk meeting siang Nanti",Ucap Aldo sambil menaruh berkas yang ada ada di tangannya di atas meja kerja Nathan
Nathan sejenak melihat ke arah berkas yang di bawa oleh Aldo."Apa perusahaan Danu sudah memperpanjang kerjasama yang dulu?"Tanya Nathan cepat
"Iya Tuan,Danu sudah menandatangani sebelum kontrak itu berakhir",Jawab Aldo
"Tumben dia sangat bersemangat",Ucap Nathan heran
"Itu karna Danu akan melakukan pekerjaan bisnis ke Jepang satu minggu ke depan ini Tuan",Ucap Aldo
__ADS_1
"Benarkah itu,Apa dia akan meninggalkan Amel dan Anaknya sendiri",Ucap Nathan cepat
"Sepertinya begitu Tuan",Ucap Aldo
"Baik lah,Kau boleh kembali ke ruangan mu",Ucap Nathan lagi
Aldo kembali ke ruangan nya dengan langkah gontai,Tapi saat Aldo ingin membuka pintu ruangannya Tiba tiba Ponselnya berdering.Aldo segerang melihat siapa orang yang menelponnya.
"Vani",Gumam Aldo dan langsung mengangkat telpon dari dokter sekaligus temannya itu
Aldo"Ada apa Vani?"Tanya Aldo cepat
Vani:"Aldo,Apa kau bisa ke rumah sakit sekarang juga?Malika_.....Malika melarikan diri Do",Ucap Vani panik
Vani:"Jangan banyak tanya,Pihak rumah sakit sedang mencoba mencarinya Ucap Vani lalu memutus panggilan telponnya
"Shitttt........Kenapa dia pergi di waktu yang tidak tepat seperti ini",Ucap Aldo dan langsung berlari ke arah lif
Aldo memencet tombol lif,Setelah pintu terbuka Aldo segera masuk ke dalam lif dan kembali memencet tombol lif menuju ke lantai dasar.Tak lama kemudian pintu lif kembali terbuka Aldo berlari dengan cepat ke arah loby.
Tapi saat Aldo ingin menuju parkir kantor untuk mengambil mobilnya Aldo melihat seseorang yang amat ia kenal.
"Malika......Benarkah itu Malika",Gumam Aldo dan perlahan mendekati wanita yang tengah berjongkok memandang bangunan besar yang ada di depannya itu.
"Malika",Panggil Aldo cepat
__ADS_1
Malika memalingkan pandangannya menatap laki laki yang memanggil namanya.Aldo menatap wajah wanita yang belakangan ini selalu mengisi hari harinya.wajah yang dulunya cantik dan periang kini terlihat sangat menyedihkan.wajahnya pucat dengan tatapan sendu.
"Heyyy kenapa kau pergi dari rumah sakit?"Tanya Aldo lembut
Malika hanya menatap Aldo tanpa mau mengeluarkan satu katapun.Aldo mengganden tangan Malika lalu mengajaknya masuk ke dalam mobil.Tapi sebelum Aldo meninggalkan perusahaan Aldo terlebih dulu menghubungi Atasannya.Beruntung Nathan bisa mengerti.
Aldo melajukan Mobilnya dengan kecepatan sedang,Sesekali Aldo melihat ke arah Malika yang Terus menatap le arah jalan.Awalnya Aldo ingin membawa Malika kembali ke rumah sakit Tapi urung Aldo lakukan.Aldo memutar arah mobilnya.Ia ingin membawa Malika ke sebuah danau di pinggiran kota yang cukup indah dan menengkan.
Satu jam kemudian Mobil Aldo tiba di sebuah Danau yang sangat indah,udara sejuk sangat terasa di tempat itu.Karna letak Danau itu memang cukup jauh dari perkotaan.Aldo membawa Malika turun dari mobilnya lalu berjalan ke Arah Danau.Aldo membawa Malika duduk di bawah pohon besar nan rindang.
Tubuh malika mulai merespon tempat itu,Tatapan matanya yang kosong mulai mengeluarkan cairan bening.Aldo mencoba mengajak Malika berbicara berharap Wanita di sebelahnya itu akan merespon ucapannya.
"Hidup itu memang berat untuk kita jalanai,Tapi apa pun yang terjadi kita tidak boleh menyerah.Dulu saya bukan apa apa sebelum Tuan Nathan Datang dan membuat saya seperti ini.",Ucap Aldo menatap lurus ke arah Danau
Malika sekilas menatap Aldo lalu kembali menatap lurus ke depan.
"Malika,Mungkin saya tidak bisa menggantikan rasa sakit yang kamu rasakan.........Tapi cobalah untuk berdamai dengan hati mu.Saya tidak akan meninggalkan kamu.Saya akan selalu mendampingi kamu apa pun yang terjadi.Cobalah untuk melupakan yang terjadi karna mungkin itu akan memberikan mu sebuah ketenangan",Ucap Aldo lagi
Malika memeluk kedua pahanya lalu menenggelamkan wajahnya di sana."Hikssss.......Kenpa.......Kenapa kau sangat perduli pada ku",Ucap Malika dengan suara parau dan bahu yang terlihat bergetar naik turun
Aldo sekilas menatap Malika dengan senyum mengembang.Aldo mengankat kepalanya ke atas menatap langit yang terlihat sangat indah siang ini."Karna aku Mulai memyukaimu",Ucap Aldo dengan yakin
Deg.....
Malika mengangkat kepalanya menatap ke arah Aldo yang tengah menatap langit yang terlihat cerah.sepersekian detik Malika kembali membenamkan kepalanya tanpa mengatakan apa pun Ia kembali menangis menghilangkan rasa sakit yang slama ini ia rasakan sendiri.
__ADS_1