CINTA PENGGANTI

CINTA PENGGANTI
Episode 8


__ADS_3

Sepulang dari kerja Bima berjalan kaki menemani Andini berjalan. Bima membuang jauh-jauh kemewahan yang dia miliki dan rela melakukan apapun keinginan Andini. Sebenarnya Andini tidak menyuruhnya melakukan apapun tetapi Bimalah yang mau melakukan sendiri.


"Beneran kamu tinggal didepan kontrakanku?" Ucap Andini sambil berjalan dan berpegangan tangan dengan Bima.


"Iya. Tadi aku sudah menyuruh orang untuk merapikan tempat itu."


"Kenapa kamu melakukan itu mas? Aku tidak menyuruhmu untuk hidup susah seperti ini."


"Aku ingin dekat denganmu dan tak ingin jauh darimu. Kapan kita akan menikah?"


"Aku belum siap mas. Lagian kita baru kenal dan belum tahu sifat masing-masing. Aku ingin mengenalmu lebih jauh lagi dan aku tidak ingin terburu-buru."


"Aku tidak yakin bisa hidup selama itu Andini."


"Maksudnya mas?" Ucap Andini dan memalingkan wajahnya kepada Bima yang terlihat sedih.


"Kita sudah sampai. Aku mau masuk istrahat Din."


"Iya mas aku juga mau istirahat. Nggak usah pesan makan malam ini aku akan masak dan kita makan bersama dikontrakanku." Ucap Andini lalu masuk kedalam kontrakannya.


"Iya mamiku sayang." Jawab Bima sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kok aku geli mendengarnya mas, hahaha." Andini sambil tertawa.


Diluar, Bima masih menatap Andini masuk kedalam kontrakannya dan setelah itu dia baru masuk kedalam kontrakannya.


Andini melepaskan bajunya dan langsung masuk kedalam kamar mandi. Setelah selesai mandi Andini memasak dan sesekali dia memikirkan kata-kata Bima tadi.


"Apa maksud mas bima tadi mengatakan jika dia tidak yakin bisa hidup selama itu? Apa dia mau mati? Pasti dia bercanda agar aku secepatnya mau menikah dengannya. Dia pikir aku sebodoh itu sampai mau menikah dengan orang yang baru aku kenal. Aku masih akan menguji cintamu mas, sampai dimana kesetiaanmu kepadaku." Ucap Andini dan kembali fokus memasak.


Belum selesai masak ternyata Bima sudah mengetuk pintunya.


"Andini, Din buka pintunya."


"Sudah masak? Aku lapar Din."


"Tidak lama lagi aku sudah selesai masak. Tunggu aku siapkan." Ucap Andini kembali kedapur untuk menyiapkan makanan.


"Maaf mas kita makannya dilantai, hanya ada tikar kecil disini dan nggak ada meja makan." Ucap Andini dan membentangkan tikar kecil dilantai lalu meletakkan masakannya diatas tikar tersebut. Bima kemudian duduk dan memandang satu persatu menu masakan yang dimasak oleh Andini.


"Nggak apa-apa. Aku suka wanita sederhana sepertimu. Kalau kamu mau nanti aku belikan meja makan."


"Nggak perlu mas, aku lebih nyaman seperti ini lagian tempat inin terlalu kecil jika meja makan ada disini." Ucap Andini sambil mengambilkan makanan untuk Bima.

__ADS_1


"Mau aku pindahkan ke tempat yang lebih besar?"


"Bukan begitu maksudku mas, aku tidak ingin banyak perabotan didalam sini. Aku juga sudah nyaman tinggal disini."


"Ya sudah kalau kamu sudah nyaman. Aku juga sudah nyaman denganmu." Bima kembali merayu Andini.


"Saatnya makan mas, bukan menggombal."


Andini makan malam bersama Bima dengan menu sederhana. Hanya ada tempe dan tahu goreng serta sayur bening. Bima terlihat lahap memakan masakan Andini bahkan dia menyuruh Andini untuk menambahkan nasi kedalam piringnya.


"Sayurnya juga tambahkan Din."


"Iya mas, mas Bima suka?"


"Suka banget. Terima kasih atas masakannya. Andai saja kita sudah menikah pasti setelah makan kita akan masuk kamar untuk...."


"Mas, aku belum mau nikah sekarang."


"Iya, iya, pacaran dulu kan." Ucap Bima kembali menyantap makanannya.


"Terima kasih atas pengertianmu mas." Ucap Andini dan kembali makan.

__ADS_1


__ADS_2