
Hari ini berlalu dengan cepat. Mentari sudah berada di ufuk barat, itu tandanya jika aktifitas hari ini cukup. Dan semua karyawan SANJAYA GROUP bisa kembali pulang dan berkumpul bersama keluarga
masing-masing.
Nathan dan Aldo berjalan beriringan menuju ke arah lif khusus. Mereka berdua baru saja Keluar dari ruangan mereka masing- masing. Sesampainya di depan lif Aldo dengan cepat memencat tombol yang ada di sebelah pintu. Setelah pintu terbuka mereka segera masuk ke dalam lif.
Tidak butuh waktu lama, hanya beberapa derik saja mereka sudah sampai di lantai dasar. Pintu lif terbuka kembali. Nathan dan Aldo berjalan keluar menuju ke loby kantor. disana sudah berdiri Anel yang tengan menunggu Nathan sejak tadi. Nathan berjalan mendekati Anel, sedangkan Aldo pergi mengambil mobilnya di parkiran
"Kenapa kamu berdiri di sini sayang, kau bisa menunggu ku di sana." tunjuk Nathan pada tempat tunggu yang ada di loby.
"Tadi ada Amel mas, dia berpamitan untuk cepat pulang, saat aku ingin menunggu mu disana kau sudah tiba lebih dulu." jawab Anel cepat
"Kau ini pintar sekali ngelesnya ya." ucap Nathan mencubit hidung Anel gemas
Anel terkekeh, memang benar dia hanya ngeles saja. Karna Anel memang sedang tidak ingin duduk. Mobil yang di kendarai Aldo tiba di depan kedunya.Nathan membukakan pintu mobil untuk Anel. Setelah istrinya masuk, di susul Nathan.
Aldo menancap gas setelah keduanya masuk ke dalam mobil. Di dalam perjalanan Nathan mencoba membujuk istrinya lagi.
"Sayang aku ingin kamu berhenti bekerja." ucap Nathan menatap Anel
Anel yang awalnya menatap keluar jendela mobil mengalihkan pandangannya." Mas, apa harus di bahas lagi. Bukankah pembicaraan ini sudah selesai." ucap Anel yang malas dengan pembicaraan itu
"Tapi kandungan kamu sudah semakin besar Sayang. Aku hanya takut kamu kelelahan dan membuat kandungan kamu terganggu." ucap Nathan lembut. Dia tau jika istrinya sedang dalam mode malas.
"Satu bulan lagi ya mas. Plisssss." Anel mengedipkan matanya. Merayu suaminya agar mengijinkannya bekerja. Karna Anel pasti akan bosan jika hanya dirumah saja.
"Tidak sayang, kali ini tidak ada izin lagi." keputusan Nathan Final, tidak bisa di bantah lagi. Kekhawatirannya akan keselamatan istri dan anaknya lebih penting.
Anel mendengus kesal, Dia pun lebih memilih diam. Karna tidak ada gunanya berdebat saat ini dengan suaminya. Tak lama kemudian mobil yang di kendarai Aldo pun tiba di kediaman Sanjaya,Nathan membantu Anel turun dari mobil Aldo,sedangkan Aldo Langsung berpamitan untuk pulang.
Nathan dan Anel masuk ke dalam rumah, mereka langsung menuju ke dalam kamar karna badan mereka yang sudah sangat lelah. Terutama Anel, karna kandungannya yang sudah cukup besar sehingga membuat Anel sangat gampang lelah.
"Sayang, aku akan menyiapkan air panas untukmu." ucap Nathan setelah sampai di kamarnya.
"Mas, jangan terlalu panas."
Nathan tersenyum, di mengerti keinginan istrinya. Nathan langsung bergegas menyiapkan air untuk istrinya mandi. Setelah semua siap, Anel pun bergegas membersihkan badannya yang sudah terasa lengket.
Sekitar setengah jam Anel berada di dalam kamar mandi membuat Nathan menjadi khawtir. Nathan pun mendekat ke kamar mandi.
"Sayang kamu sedang apa di dalam kamar mandi,kenapa lama sekali." Triak Nathan. Tapi tidak ada sautan dari dalam kamar mandi membuat Nathan semakin panik.
Tok, tok,tok
"Sayang kamu kenapa? Cepat buka pintunya, atau aku dobrak pintu ini." ucap Nathan lagi sambil terus menggedor pintu kamar mandi.
Cklek
Anel membuka pintu kamar mandi dengan santi. Dia tidak menghiraukan wajah panik yang di tunjukan Nathan.
__ADS_1
"Kenapa lama sekali di dalam sana Sayang? apa yang sedang kamu lakukan hahhh." ucap Nathan sedikit menaikan volume suaranya
"Ya aku sedang mandi lah mas, kamu kira aku sedang apa." ucap Anel santai, lalu berjalan meninggalkan Nathan yang masih menunjukan wajah garangnya.
Nathan mendengus kesal, melihat istrinya yang begitu santai, sementara dirinya sudah sangat khawatir. Nathan tidak habis fikir kenapa istrinya itu sangat santai. Nathan pun mendekati Anel yang tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil di depan cermin. Nathan mengambil alih handuk itu dan membantu Anel mengeringkan rambutnya yang masih basah.
"Mas, kenapa belakangan ini kamu sering sekali marah marah?" tanya Anel sambil menatap wajah suaminya dari pantulan cermin
"Sayang aku itu hanya khwatir saja, aku takut kamu dan Anak kita kenapa-napa. Kau harus mengerti itu sayang." ucap Nathan cepat.
"Tapi ku tidak apa-apa Mas. Aku tau dimana saat tubuhku sangat lelah dan perlu istirahat. Tapi baiklah, aku minta karna aku sudah sering membuat mu khawatir." ucap Anel.
"Aku juga minta maaf sayang, aku tidak bermaksud untuk marah denganmu." ucap Nathan. Ia meletakan dagunya di atas kepala Anel.
"Mas, cepat mandi. Aku sangat lapar." Anel merengek seperti anak kecil. Nathan selalu tertawa melihat tingkah lucu istrinya itu.
"Baiklah. Aku akan segera siap. Turunlah, cari cemilan untuk mengganjal rasa laparmu." ucap Nathan cepat.
Anell turun ke bawah menemui Bik yem yang sedang memasak makan malam di dapur.
"Malam bik. Bibik Masak apa?" Tanya Anel cepat
"Ehhhh Ada Non Anel. Ini non BiBik lagi masak Ayam krispiy, Rendang, dan juga sup ayam kesukaan den Nathan Non." ucap Bik yem cepat
"Hehehehe,Banyak juga makanan kesukaan mas Nathan ya bik." ucap Anel
"Bik, kenapa ya mama dan papa mas Nathan gk pernah pulang lagi." ucap Anel dengan wajah sedih
"Apa kamu rindu mereka sayang?" petenyaam itu Bukan dari Bik yem tapi dari Nathan.
"Gk tau mas, tiba tiba aja aku inget mereka." jawab Anel cepat
"Mungkin itu bawaan bayinya Non, Babynya Non kangen sama Opa oma nya." ucap bik yem cepat
"Emang bisa begitu ya Bik?" tanya Anel serius
"Ya bisa aja Non. Dulu bibik juga ngidam sampe hampir mau lahiran Non." ucap Bik yem
"Serius itu bik, jangan bercanda dong bik yem." ucap Nathan cepat, Ia sangat takut jika Anel akan ngidam sampae anak meraka lahir.
"Ya itu kan bibik den, setiap orang ngidam itu beda beda." kawab Bik yem lagi
"Hahahahaha, kamu kenapa mas, apa kamu takut jika aku ngidam kayak bik yem ya." ucap Anel
"Gak kok aku gk takut, kan aku suami siaga."Jawab Nathan
Bik yem meninggalkan kedua majiknnya itu untuk menata masakan di tas meja makan, setelah semua siap bik yem kembali untuk memberi tau anak majikan nya itu.
"Den, Non. Makanan nya sudah siap." ucap Bik yem cepat
__ADS_1
Nathan dan Anel berjalan menuju ke arah meja makan. Nathan membantu Anel duduk di kursi,setelah Anel duduk ia pun ikut duduk di sebelah sang istri.
Nathan mengisi piring Anel dengan makan yng tersaji hingga penuh. Lalu ia mengambil makan itu untuknya sendiri.
"Mas, ini terlalu banyak." Protes Anel saat melihat isi piringnya.
"Kamu itu harus makan yang banyak, biar kamu dan bayi kita sehat." ucap Nathan cepat
"Tapi tidak sebanyak ini mas, kamu kira aku serakus itu." ucap Anel sambil mengrucutkan bibir nya
"Sudah cepat makan, tidak usah banyak protes. Dan jangan pake acara ngambek segala." ucap Nathan tegas
"Anel hanya bisa menghela nafasnya dengan berat,ia memasukan makanan yang ada di depan nya dengan wajah kesal. Nathan yang melihat wajah istrinya seperti itu pun ingin sekali tertawa, tapi ia tidak ingin membuat Anel lebih kesal lagi.
Seusai makan malam Anel dan Nathan kembli ke dalam kamar, Anel masih kesal dengan sikap Nathan, tiba tiba muncul ide intuk mengerjai Nathan balik.
"Mas." Panggil Anel
Nathan yng baru saja membuka laptop nya seketika menoleh ke arah Anel.
"Kenapa sayang." Jawab Nathan
"Aku ingin sekali makan Batagor." ucap Anel dengan wajah memelas
"Makanan apa itu, jangan aneh aneh dong sayang." ucap Nathan cepat
"Itu makanan tradisional Mas. Masa batagor saja tidak tau." ucap Anel.
"Tapi ini sudah malam sayang." ucap Nathan cepat
"Ya sudah, jika nanti anak kita ngeces jangan salahkn aku." ucap Anel pura pura marah
"Kenapa kamu suka sekali mengancamku dengan menggunakan Anak yang belum lahir."ucap Nathan cepat
"Kalau tidak mau ya sudah." ucap Anel pura pura ngambek.
"Hahhhhh." Nathan mendengus kesal."Baik lah,beritau aku di mana tempat membeli makan aneh itu." ucap Nathan sambil bangkit dan mendekat ke arah Anel.
"Dekat taman juga Ada. Pokoknya harus dapat ya mas ." ucap Anel lagi
"Sayang apa kamu sedang mengerjai papa,pekerjaan papa sangat banyak, di tambah kamu minta makanan yang aneh aneh." ucap Nathan sambil mengelus perut buncit Anel.
Anel tertawa mendengat ucapan Nathan.Sebenarnya Anel tidk tega, tapi sudah terlanjur, ya harus di lanjutkan.
.
.
[Bersambung]
__ADS_1