CINTA PENGGANTI

CINTA PENGGANTI
Episode 17


__ADS_3

Sementara itu, saat semua karyawan lain bersiap pulang kantor, Alex kembali menemui Andini diruangannya. Andini yang sedang membereskan beberapa dokumen yang tertumpuk dimejanya mengangkat wajahnya melihat Alex.


"Kali ini kamu bisa kan pulang bersamaku?" Ucap Alex.


"Lex aku tidak bisa pulang bersamamu, aku akan naik taksi hari ini." Andini berusaha menolak ajak Alex tanpa memberitahu alasannya. Walaupun dia dan Bisma menikah karena terpaksa tetapi dia harus menjaga jarak dari pria lain karena dia sadar statusnya sebagai istri sah di agama.


"Kenapa?" Alex masih berusaha memohon.


"Karena aku berstatus istri orang sekarang?" Sahut Andini terpaksa mengatakan dia sudah menikah agar Alex segera menjauhinya.


"Hahaha kamu bercandakan?" Alex tertawa sambil memegang perutnya.


"Terserah apa katamu Lex, dah aku pergi!" Andini melambaikan tangannya sedangkan Alex langsung terhenti tertawa lalu mengejar Andini yang sedang berjalan.


"Jika kamu benar-benar menikah katakan siapa nama suamimu?" Alex berjalan mundur menghadap Andini.


Brukk..tiba tiba Alex menabrak seseorang.


"Bisma? Oh.. maafkan aku." Kata Alex.


Bisma memegang tangan Andini dihadapan Alex. "Ayo pulang istriku." Ucap Bisma lalu menarik Andini berjalan menuju mobilnya.

__ADS_1


"Istri? Bisma mengatakan jika Andini adalah istrinya? Hahaha apa aku salah dengar? Pasti Bisma sedang bercanda kan?" Alex tertawa dipaksakan berusaha memikirkan kembali kata-kata Bisma.


Bisma dan Andini duduk kursi belakang saat berada didalam mobil. Sopir pribadi Bisma langsung keluar dari area kantor dan melaju dengan kecepatan sedang.


Andini menatap keluar jendela mobil menyaksikan gedung-gedung tinggi yang mereka lewati.


"Mengapa kamu tidak membangunkanku pagi tadi?" Ucap Bisma berusaha membuka percakapan.


"Maaf pak aku sudah menjelaskannya dikertas yang aku tempelkan dilemari anda." Sahut Andini masih menatap keluar jendela.


"Kau?" Bisma seperti hilang kesabaran melihat kelakuan Andini. "Besok aku akan mengatakan kepada orang dikantor bahwa kita telah menikah." Bisma kembali menyambung ucapannya karena tak mendapatkan respon baik dari Andini.


"Benarkah aku mengatakan seperti itu? tapi kok aku tidak ingat pernah berkata seperti itu." Bisma tersenyum kecil melihat ekspresi Andini.


"Dasar aneh." Maki Andini didalam hatinya.


Setibanya dirumah, terlihat beberapa mobil polisi berjejer dihalaman rumah Bisma. Pengacara Sunan dan bu Marni juga berada didekat kerumunan polisi. Andini langsung melebarkan matanya sedangkan Bisma antusias menatap keluar jendela mobilnya.


"Pak Bisma, ada apa ini?" Tanya Andini.


"Tetap berada disampingku." Bisma dengan spontan menarik tangan Andini dalam genggamannya didalam mobil. Bisma masih berdiam didalam mobil menatap kosong kedepan.

__ADS_1


Suara ketukan dikaca mobilnya membuat dia berhenti melamun.


"Pak Bisma, pengacara Sunan memanggil anda!" Andini menyentuh lengan Bisma untuk memberi tahu panggilan dari pengacara Sunan.


"Kamu tunggu dimobil!" Perintah Bisma keada Andini.


Bisma keluar dari mobil terlihat sedang berbicara dengan pengacara Sunan. Andini tidak bisa mendengar dengan baik apa yang mereka katakan. Setelah beberapa menit berbicara, pengacara Sunan dan Bisma berjalan ke arah polisi yang sedang berkerumun. Mata Andini tertuju kepada dua orang yang sedang diborgol berjalan keluar dari rumah mewah itu.


"Nyonya Maryam dan tuan Sofyan?" Kata Andini terbelalak melihat orang tua angkat Bisma sedang dipakaikan borgol dengan kedua tangannya berada dibelakang.


Nyonya Maryam nampak histeris sedangkan tuan Sofyan hanya tertunduk dihadapan semua orang. Bisma terlihat sangat marah tetapi tangannya dipegang oleh pengacara Sunan agar mencegah Bisma melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Mata mereka saling bertautan antara Bisma dan nyonya Maryam saat nyonya Maryam masuk kedalam mobil tahanan.


Bisma kembali lagi menemui Andini yang masih berada didalam mobil.


"Kamu boleh keluar sekarang. Tetap berada didalam rumah karena aku akan pergi kekantor polisi."


"Apa yang terjadi pak?" Tanya Andini. Bukannya menjawab, Bisma malah melayangkan kecupan dikening Andini. Andini terdiam dengan mata melotot mendapatkan ciuman pertamanya dari Bisma.


"Aku akan pulang cepat, tunggu aku dirumah." Ucap Bisma lalu pergi.


"Hah? Ada apa dengannya?" Seperti belum sadar dengan apa yang dia dapatkan dari Bisma, Andini mengusap keningnya bekas kecupan dari Bisma.

__ADS_1


__ADS_2