CINTA PENGGANTI

CINTA PENGGANTI
Episode 25


__ADS_3

Semua orang terdiam mendengar perkataan Andini. Bisma tertunduk malu dihadapan semua tamu.


"Harusnya aku tidak melakukan ini didepan orang banyak." Ujar Bisma.


Andini meraih tangan Bisma, digenggamnya tangan yang kekar itu dengan erat.


"Maaf pak, bukannya aku telah menjadi istrimu? Apakah pernikahan kita tidak sah waktu itu? Apakah aku harus memanggil penghulu untuk menikahkan kita kembali?" Sahut Andini. Bisma menarik tubuh Andini dalam dekapannya lalu memeluknya dengan erat.


"Kamu hampir membuat jantungku copot Andini, aku yang bodoh karena mengatakan ini. Kamu adalah istriku walaupun kamu tidak menerima cintaku kamu tetap menjadi istriku." Bisma memeluk Andini lalu menciumnya dikening.


Tamu undangan begitu bahagia sekaligus terkejut karena ternyata Bisma dan Andini telah menikah. Bisma mengumumkan pernikahannya didepan semua tamu undangan, mereka pun turut bahagia mendengarnya. Seorang lelaki nampak bersedih berada disudut ruangan, dia adalah Alex. Alex sangat kecewa karena tidak bisa mendapatkan cinta Andini.


"Sejak kapan pak Bisma menyiapkan semua ini?" Kata Andini sambil menyeruput minuman ditangannya.


"Sudah lama aku menyiapkan ini. Apakah malam ini kita boleh merayakan malam pertama kita?"


"Uhuk..uhuk." Andini terbatuk mendengar perkataan Bisma.


Bisma menepuk-nepuk belakang Andini dengan pelan.


"Maaf." Ucapnya sambil menepuk belakang Andini.


Apakah aku berdosa karena tidak melayaninya? Aku tidak memenuhi kewajibanku sebagai seorang istri. Seharusnya aku telah melakukan ini sejak lama tetapi mengapa ini begitu sulit bagiku? Aku belum bisa mencintai anda pak Bisma... maafkan atas sikapku ini.


"Kamu baik-baik saja?" Ujar Bisma melihat Andini yang terdiam.

__ADS_1


"Terima kasih telah mendatangkan keluargaku pak. Aku sangat merindukan mereka, rasanya aku ingin kembali dimana kami bisa berkumpul dirumah yang hangat dan sederhana."


Bisma kembali tertunduk. Raut kesedihan kini nampak diwajahnya. "Aku tidak mengizinkan kamu kembali kekeluargamu, aku punya hak atas itu karena aku adalah suamimu. Akulah yang bertanggung jawab atas dirimu sekarang Andini. Jadi aku mohon jangan tinggalkan aku seorang diri."


Saat mereka tengah bercakap Alex datang menyalami Bisma dan Andini.


"Selamat, kalian bisa membuat seisi ruangan terkejut dengan pernikahan rahasia kalian. Aku pamit pulang, ada hal yang harus aku selesaikan."


"Kamu juga harus mencari pendamping bro." Ucap Bisma.


"Pastinya." Sahut Alex lalu melangkah pergi.


Diujung sana bersama kedua orang tua Andini, pengacara Sunan sangat bahagia melihat Andini dan Bisma bersanding.


"Aku berhasil menyatukan mereka, Bima." Gumam pengacara Sunan seraya tersenyum kepada mereka berdua dari kejauhan.


Apa dia akan membujuk orang tuanya untuk pulang bersama mereka? Apa dia akan kabur? Apa dia akan.. lamunan Bisma terhenti saat Andini membuka pintu.


"Anda belum tidur pak?" Sapa Andini ketika Bisma masih termenung ditempat tidur.


"Aku menunggumu." Bisma berdiri mendekati Andini yang menggunakan pakaian tidur. "Hemm sudah waktunya kita melakukan ini Andini." Lanjut Bisma mendekap Andini kedalam dadanya.


Maaf Andini mungkin aku sedikit memaksamu malam ini. Hanya ini yang bisa aku lakukan agar kamu tidak meninggalkan aku. Batin Bisma.


"Pak? Aku belum siap melakukan ini. Aku ingin kita melakukan ini atas dasar suka sama suka. Aku sungguh minta maaf." Ujar Andini berada dalam dekapan Bisma.

__ADS_1


Bisma menarik nafasnya secara perlahan lalu melepaskan pelukannya dari tubuh Andini. Kali ini Bisma tidak menuju tempat tidur melainkan kembali tidur di sofa. Andini berjalan ke tempat tidur dia tahu Bisma sedang marah dengan sifatnya. Mereka berdua berusaha memejamkan mata tetapi tidak bisa terpejam.


"Mengapa kamu seperti ini Andini, dia suamimu." Pikir Andini seakan memaki dirinya sendiri. Andini sangat kesal karena tidak bisa melayaninya suaminya malam ini. Sudah pukul 1 malam dan Andini membulatkan tekadnya untuk menghampiri Bisma yang berada disofa.


"Mas, aku menyerahkan hidupku padamu. Aku ingin menjadi istri yang baik untukmu jadi maafkan kata-kataku tadi." Ujar Andini.


Bisma masih menutup matanya tetapi telinga dan pikirannya mencerna setiap perkataan Andini.


Aku hanya bermimpi? Dia memanggilku dengan sebutan mas? Dia mau menyerahkan hidupnya kepadaku? Berarti aku boleh menyentuhnya malam ini? Yes yes.. hahaha. Tapi jangan terburu-biru Bisma, biarkan dia memohon kepadamu sampai dia menangis malam ini.


"Apa katamu? Aku mengantuk." Jawab Bisma berusaha berpura-pura menolak Andini.


"Oh baiklah." Sahut Andini kembali berbaring ditempat tidur.


Apa? Benar-benar gadis itu! Bisa tidak kamu merubah sifat cuekmu itu? Aku pikir dia akan merayuku dan bermanja-manja untuk mencari perhatian dan maafku! Aku sungguh tidak tahan dengan sikapnya, biarkan rasa malu ini aku buang jauh-jauh.


"Andini?" panggil Bisma.


Andini terbelalak karena Bisma mulai membuka bajunya. Bisma naik ke atas tempat tidur mulai menciumi Andini secara perlahan.


"Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang kamu berikan kepadaku Dini." Ucap Bisma.


Andini menutup matanya membiarkan Bisma melakukannya dan menuntunnya kedalam malam yang panjang untuk mereka berdua.


"Ini yang pertama bagiku pak."

__ADS_1


"Aku tahu. Terima kasih kamu telah menyerahkan hidupmu kepadaku. Aku akan menjaga kepercayaan yang kamu berikan ini Dini. Aku mencintaimu Andini." ucap Bisma dalam kegelapan. Suara rintihan Andini dan desahan mereka saling beradu ditengah gelapnya ruangan dan sunyinya malam itu.


__ADS_2