CINTA PENGGANTI

CINTA PENGGANTI
Bab 117


__ADS_3

Satu minggu berlalu setelah kematian sang Ibu,Anel menjadi lebih banyak Diam,Kesedihan di hatinya masih belum Hilang. Nathan yang melihat perubahan sikap Anel menjadi serba salah.Ia sudah berusaha menghibur sang istri,Bahkan apa pun sudah Nathan lakukan demi bisa membuat istrinya kembali tersenyum.


Pagi Ini Orang Tua Nathan Tiba di tanah air,Mereka sengaja pulang setelah mendengar berita kematian Ibu Anel yang sekaligus besan Mereka.Mereka sangat khawatir setelah mendengar bahwa Menantunya sangat terpukul dan sekarang menjadi pendiam.


"Sayang Dimana Anel?"Tanya Mia Saat melihal Putranya sedang bermain bersama Fandra


"Oma.......",Triak Fandra saat melihat Ibu Papanya telah datang


"Cucu Oma yang Sangat Tanpan sedang Apa?"Tanya Mia gemas


"Fandla sedang belmain dengan Papa,Oma",Jawab Fandra


"Hanya bersama Papa,Kenapa Mama tidak Di ajak Sayang?"Tanya Mia sambil menoel pipi Fandra


"Mama sedang Sakit Oma,Setelah Nenek di masukan ke Tanah, Mama tidak Mau bicala Lagi",Ucap Fandra Sedih


"Baik Lah,Oma akan menemui Mama Fandra Dulu.Fandra bermain sama Papa Dan Opa Dulu",Ucap Mia yang langsung di angguki oleh Fandra


Mia Berjalan ke Taman belakan,Karna setiap Pagi Anel selalu duduk sendiri di Taman belakang.Mia Melihat ke arah Menantunya yang tengah Duduk menyandarkan punggungnya di Kursi,Mia bisa melihat kesedihan yang begitu jelas di wajah menantunya itu.Perlahan Mia berjalan mendekat Lalu Duduk di sampaing Anel.


"Sayang,Mama Datang Nak",Ucap Mia ke menantunya Itu


Anel yang sejak Tadi hanya diam melamum kini menoleh ke arah Mia,Ia begitu kaget melihat mertuanya kini sudah berada di sebelahnya."Mama,Kapan Mama datang.Maaf Anel tidak menyambut Mama",Ucap Anel cepat


Mia tersenyum melihat istri dari putranya itu."Mama Baru saja tiba,Mama minta Maaf karna tidak bisa menemai kamu di saat kesedihan kamu yang paling dalam,Mama turut berduka atas kepergian Ibu kamu sayang",Ucap Mia membelai lembut rambut menantunya Itu


Mata Anel kembali berkaca kaca,Ia memeluk tubuh mertunya Itu dengan erat.Kesedihan yang ada di hatinya ia tumpahkan di pelukan sang mertua.


"Menangis lah Nak,Jika itu bisa membuat beban yang ada di pundakmu menjdi sedikit berkurang.Kamu itu tidak sendiri,Ada Mama yang selalu akan menyayangimu walau Mama bukan ibu kandungmu.Setelah Ini Mama Ingin kamu sudahi kesedihan ini,Mama yakin Ibumu sudah bahagia di sana,Ia akan sangat sedih melihat putrinya hidup dalam kesedihan",Ucap Mia mengusap punggung Anel


Anel melepas pelukannya Ia menatap mertuanya itu dengan Matanya sembab dan Wajahnya yang pucat."Anel hanya belum percaya jika Ibu sudah meninggalkan Anel",Ucap Anel dengan sesenggukan.


"Mama Tau Sayang,Memang sulit melepas kepergian orang yang sangat kita Cintai,Tapi coba kamu lihat Fandra,Ia sangat sedih melihat Mama seperti Ini",Ucap Mia menasehati menantunya itu


Anel terlihat Berfikir,Ia lupa jika slama ini ia sudah menelantarkan keluarga kecilnya hanya karna kesedihan yang tidak akan bisa mengembalikan ibunya lagi."Maafkan Anel Ma",Ucap Anel menunduk sedih


"Tidak Apa apa Sayang,Mama yakin kamu bisa melalui Inu semua",Ucap Mia kembali memeluk tubuh menantunya itu


"Trimakasi Ma",Ucap Anel cepat


Mia mengajak Menantunya itu masuk ke dalam,Karna cuaca pagi ini terlihat mendung dan berangin.Itu sangat tidak baik bagi kesehatan Anel,Mereka berdua berjalan ke ruang Tamu.Tapi Saat Anel Sampai di dekat sofa,Tiba Tiba Ia merasakan kepalanya sakit dan pengelihannya mulai kabur,Anel Terjatuh ke lantai lalu Tak sadarkan diri.


Mia yang melihat menantunya itu pinsan langsung berteriak memanggil Anak dan Suaminya.


"Mama",Triak Fandra yang takut melihat Mamanya tak sadarkan diri


"Anel kenapa Ma?"Tanya Jodi saat melihat menantunya tak sadarkan diri

__ADS_1


"Mama tidak Tau Pa",Jawab Mia cepat


"Ma,Tolong bawa Fandra ke kamarnya,Nathan akan membawa Anel ke Rumah Sakit",Ucap Nathan lalu menggendong tubuh Anel menuju ke Mobilnya


Sementara Itu Mia dan Jodi menenangkan Cucunya itu di dalam kamar.


"Oma,apa Mama akan baik baik saja?"Tanya Fandra sambil menangis


"Mama tidak akan apa apa sayang,Mama Fandra Hanya kelelahan Saja,Fandra harus mendoakan Mama Ya",Ucap Mia menenangkan Fandra


"Benalkah Oma,Mama tidak akan sepelti Nenek Kan Oma?"Tanya Fandra sesenggukan


Deg


Mia sejenak memikirkan riwayat penyakit yang di derita besannya sebelim ia meninggal.


"Sayang,Mama Fandra Tidak akan seperti Nenek,Jadi Fandra jangan menangis lagi,Fandra kan Anak laki laki jadi Fandra harus Kuat,Ok",Ucap Jodi menguatkan sang cucu


Fandra mengusap airmatanya."Baik Opa,Fandla akan menjadi Anak laki laki yang Kuat,Jika Fandla besal nanti Fandla akan melindungi Mama,Papa,Opa dan Juga Oma,Fandla Janji",Ucap Fandra penuh semangat


"Itu Baru jagoan Opa",Ucap Jordi mengacak rambut Cucu kesayangannya itu


*****


RUMAH SAKIT


"Bagaimana keadaan Kak Anel,Kak?"Tanya Ani saat sudah berada di depan Kakak iparnya itu


"Kakak Belum Tau An,Dokter yang memeriksa keadaan Anel masih belum keluar",Jawab Nathan cepat


wajah Nathan terlihat berantakan,Ia terlihat begitu khawatir."Anel tidak akan apa apa,mungkin dia hanga terlalu banyak fikiran,Kau harus tenang",Ucap Fino ke Nathan


"Iya Kak,Jika Ani tidak ingat sedang hamil mungkin Ani juga akan menjadi seperti Kak Anel,Jadi Kakak harus tetap kuat demi kak Anel",Ucap Ani.Sebenarnya Ani juga sangat sedih dengan kepergian Ibunya,Tapi Ani mencoba Kuat mengingat Anak yang tengah Ia kandung.dan Kini Ani kembali harus melihat kondisi kakaknya yang begitu mngkhawatirkan


Lima menit kemudian Dokter keluar dari dalam ruang periksa Anel,Nathan dan yang lainnya langsung mendekati Dokter tersebut


"Bagaimana keadaan istri saya dok?"Tanya Nathan cepat


"Kakak saya Baik baik saja kan Dok?"Tanya Ani juga


Dokter itu terlihat tersenyum melihat kekhawatiran keluarga pasiennya."Nona Anel tidak apa apa,Mungkin Pasien hanya kelelahan dan terlalu banyak fikiran.Tapi itu juga tidak baik bagi ke sehatan dan juga kandungannya",Ucap Dokter itu cepat


Nathan terlihat terkejut mendengar Ucapan dokter itu."Maksud dokter apa?"Tanya Nathan cepat


"Istri Anda sedang mengandung,dan Usia kandungannya baru berjalan Tiga Minggu,Jadi saya harap anda bisa menjaga baik baik emosi Nona Anel",Ucap Dokter itu lagi


"Slamat ya Kak,Kakak akan menjadi Papa lagi",Ucap Ani senang

__ADS_1


"Wahhh.....Sepertinya Anak kedua Lo akan menjadi sahabat baik Anak gue kelak",Ucap Fino


Nathan begitu bahagia mendengar istrinya kini tengah Hamil,Bahkan Ia tidak bisa berkata kata lagi.


"Dok,apa Kami boleh masuk ke dalam?"Tanya Ani yang mulai tidak sabar menemui sang kakak


"Tentu saja,Nona Anel kebetulan juga sudah sadar,Kalau begitu saya permisi",Ucap Dokter itu lalu pergi dari sana


Nathan yang sangat senang langsung masuk ke dalam dan langsung memeluk tubuh sang istri yang tengah berbaring di brankar."Trimakasi Sayang,Kamu telah memberikan kebahagian lagi di keluarga kita",Ucap Nathan


"Ehm.....Kami tau kalain sedang bahagia,Tapi setidaknya kalian jangan terlalu mengabaikan Tamu",Sindir Fino


Nathan langsung melepas pelukan pada istrinya."Jika kau iri,Kau bisa memeluk istri mu bukan",Bls Nathan


"Kakak Ipar,Kau sangat sensitif belakangan ini",Ledek Fino


Ani hanya bisa menggeleng melihat tingkah suami dan kakak iparnya itu,Ani langsung mendekati brankar sang kakak."Kakak selamat ya atas kehamilan kedua Kakak,Aku sangat bahagia.Mulai sekarang Kakaka harus bahagia,Aku yakin Ibu sudah sangat bahagia di sana bersama dengan Ayah",Ucap Ani bergantian memeluk Anel


"Iya Dek,Mungkin Ibu juga menginginkan Kakak Bahagia",Ucap Anel membalas pelukan adiknya itu


Nathan menghubungi Mamanya tentang keadaan Anel,Ia takut orang rumah Akan sangat khawatit terutama Fandra yang sangat terlihat ketakutan melihat Mamanya tidak sadarkan diri tadi.Natham tidak ingin Anaknya sampai mengalami Trauma.


"Mas Bagaimana dengam Fandra?"Tanya Anel saat Nathan sudah selesai menghubungi Mamanya


"Fandra tidak apa apa Sayang, Mama bilang Fandra sedang bermain dengan Papa",Jawab Nathan cepat


"Syukurlah,Aku sangat khawatir.Fandra pasti sangt takut melihat Mamanya seperti tadi",Ucap Anel lagi


"Tidak Apa apa Sayang,Fandra Itu Anak yang Kuat,Kau harus yakin Dengan didikan mu sendiri",Ucap Nathan


"Iya Mas",Bls Anel


"Fin,lebih baik Lo antar Ani pulang,Jangan sampai ia terlalu lelah.Kasian dia sedang Hamil",Ucap Nathan ke Fino


"Baik lah,Jika ada apa apa langsung hubungi Gue",Ucap Fino cepat yang langsung di angguki oleh Nathan


"Kak,Ani pulang dulu,Sore nanti Ani akan kesini lagi",Ucap Ani ke Anel


"Iya,Hati hati di jalan Dek,dan untuk Kamu Fin,Hati Hati mengemudikan Mobil",Ucap Anel cepat


"Siap Kakak ipar",Ucap Fino sambil memberi hormat


Setelah Ani dan Fino pulang Nathan kembali duduk di sebelah berankar sang istri,Ia memandang wajah sang istri yang begitu pucat dan mata yang masih terlihat membengkak.Tangan Nathan terangkat mengelus pucuk kepala sang istri."Istirahat lah Sayang,Mas akan menjaga kamu disini",Ucap Nathan lembut


Anel menatap wajah suaminya yang begitu berantakan,Ia merasa sangat bersalah dengan keadaan suaminya saat ini."Maafkan aku ya Mas,aku terlalu terpuruk hingga tidak memperhatiakn Mas dan Fandra",Ucap Anel


"Jangan fikirkan itu lagi,Sekarang istirahatlah",Ucap Nathan

__ADS_1


Anel memejamkan matanya,Ia merasa sangat lelah .Tanpa terasa Anel terlelap dalam dekapan suaminya.


__ADS_2