CINTA PENGGANTI

CINTA PENGGANTI
Episode 37


__ADS_3

Setelah konsultasi ke dokter kandungan Andini dibolehkan berangkat untuk berlibur keluar negeri. Kali ini pilihan mereka adalah negara Maldives (Maladewa) yaitu negara kepulauan kecil ditengah Samudra Hindia dengan panorama pantai dan laut yang sungguh menawan. Negara ini bertetangga dengan India dan Sri Lanka.


Mereka menempuh perjalanan udara selama 9 jam dari Indonesia. Setelah sampai di Malé (ibukota Maldives/salah satu kota paling padat di seluruh dunia) mereka lalu melanjutkan perjalanan ke sebuah pulau, menyewa resort berharga cukup mahal lalu menghabiskan waktu selama kurang lebih 3 hari dengan diving melihat keindahan bawah laut Maldives, berenang, berjemur dan melepaskan kepenatan yang melanda.


Andini sungguh terpukau dengan keindahan alam yang disuguhkan oleh alam yang terbentang luas dihadapannya, apalagi saat ini sedang musim kemarau sehingga cuaca yang cerah begitu mendukung liburan mereka. Senyumannya tak henti-hentinya dia pancarkan dari bibirnya yang merah merona itu. Bisma berada disampingnya merangkul tubuhnya dengan erat sambil memegang sebuah minuman disalah satu tangannya.


"Kamu suka?" Ucap Bisma melihah ke arah Andini yang masih meluaskan pandangannya kesegala penjuru alam.


"Apa hanya aku wanita yang beruntung didunia ini?" Jawabnya dengan senyuman.


"Haa.. apa hanya aku menjadi lelaki yang beruntung memiliki wanita sepertimu sayang?" Balas Bisma mengembalikan kata-kata Andini.

__ADS_1


"Aku serius mas? Wanita seperti aku begitu banyak didunia ini bahkan lebih banyak yang lebih dariku tapi laki-laki sepertimu sungguh aku tidak bisa berkata-kata lagi." Andini membalikkan badannya berhadapan dengan Bisma. Matanya mulai berkaca-kaca menatap lelaki yang ada dihadapannya itu. Rambutnya terurai panjang begitu jelas akibat tiupan angin sepoi sepoi mempermainkan rambut panjangnya. Kini Andini menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya hingga sebuah tetesan bening mengalir dari kedua ujung matanya.


"Hei mengapa kamu menangis? Apa kamu tidak menyukainya?" Bisma mengangkat wajah Andini. Wanita yang dicintainya itu kini lebih banyak mengeluarkan air matanya saat mereka saling memandang.


"Andini katakan apa yang membuatmu menangis?" Bisma masih memandangnya menunggu jawaban yang sekiranya dapat menghilangkan rasa bersalahnya disaat itu.


"Mengapa kamu melakukan ini mas? Aku rasa sangat tidak pantas mendapatkan ini. Aku hanya wanita biasa dan aku.. aku tidak tahu untuk mengatakan apa lagi hiks hiks hiks.." Jawabnya sambil tersedu-sedu.


"Kamu membuatku nyaman, kamu mengajariku bagaimana harus menjadi suami yang bertanggung jawab dan kamu juga akan memberikan aku anak sayang. Kamu pantas mendapatkan ini sayang, kamu sangat pantas jadi aku mohon berhentilah menangis." Katanya seraya mengecup puncak kepala Andini.


"Aku mencintaimu mas."

__ADS_1


"Aku juga mencintaimu sayang, sangat mencintaimu. Apa boleh aku menciummu ditempat ini?" Ucap Bisma.


Andini menggelengkan kepalanya pertanda dia tidak setuju.


"Kenapa tidak boleh?" Bisma cemberut.


"Bisakah kita melakukannya ditempat tertutup? Aku ingin lebih dari sekedar ciuman." Jawab Andini merayu Bisma.


"Haa.. Andini, kamu sungguh telah pandai merayuku. Kali ini aku akan menyempurnakan bulan madu kita didalam kamar. Jangan lari karena aku tidak akan melepaskan kamu hingga malam tiba!" Balas Bisma lalu menarik tangan Andini.


"Setuju." Jawab Andini dengan wajah merah merona.

__ADS_1


Mereka kembali bersatu disebuah kamar mewah dengan semua fasilitas lengkap yang disediakan ditempat itu. Liburan khusus pasangan honeymoon membuat mereka terhanyut dalam keindahan alam dan fasilitas mewah yang memanjakan mereka. Sungguh Andini tidak menyangka dia akan mendapatkan hadiah bulan madu semewah ini dari seorang Bisma yang terlihat dingin pada awal pertemuannya.


__ADS_2