CINTA PENGGANTI

CINTA PENGGANTI
bab 41


__ADS_3

Setelah beberapa menit Anel pun akhirnya sadar. Dokter yang memeriksa Anel mengatakan jika Anel baik-baik saja. Hal itu membuat Nathan bisa bernafas lega.


"Mas Nathan aku Kenapa?" tanya Anel.


"Tadi kamu pingsan sayang, dokter bilang kamu terlalu banyak fikiran, itu tidak baik untuk kesehatan kamu dan bayi kita."Jawab Nathan sambil mengelus lembut kepala sang istri.


"Maafkan aku Mas. Aku terlalu ceroboh." sesal Anel. Wajahnya berubah menjadi sendu. Dia menyesal dengan perbuatannya, yang membahayakan janinnya.


"Ini juga salah ku Sayang, jangan fikirkan masalah ini. Aku berjanji akan menyelesaikan ini semua.Jaga Anak kita baik baik. Tinggallah disini untuk sementara, sampai masalah ku dan Amel selesai.Setelah itu aku akan menjemput mu." ucap Nathan lembut.


"Anel kamu kenapa Sayang?" tanya Santi yang panik, saat melihat kondisi Anel yang lemah. Santi baru saja tiba dari membeli keperluan rumahnya yang sudah habis.


"Ibu aku tidak apa apa, aku hanya kelelahan." ucap Anel menenangkan Santi.


"Nak Nathan ini ada apa?" tanya Foni pada menantunya


"Anel hanya kelelahan buk, Nathan sudah menyuruh dokter untuk memeriksa Anel, jadi Ibu tidak usah khawatir." jawab Nathan cepat


"Syukurlah, Ibu sampai takut melihat kamu Nel." ucap Santi


"Buk, Nathan mau menitipkan Anel sementara di sini.Karna Nathan ada pekerjaan yang sangat penting. Di rumah tidak ada siapa siapa, Nathan khawatir jika harus meninggalkan Anel sendiri." ucap Nathan lagi


"Tidak apa apa nak. Ibu akan menjaga Anel, kamu jangan Khawatir ada Ibu dan Ani disini." ucap Santi cepat. Santi sangat senang jika Anel bisa lebih lama tinggal di rumahnya.


Sore hari setelah Nathan memastikan keadaan Anel yang sudah lebih membaik, akhirnya ia memutuskan untuk pulang. Nathan harus menyelesaikan masalah ini dngan cepat. Dia tidak ingin masalah ini malah akan mengancam istri dan calon buah hati mereka.


Nathan berpamitan pada Anel dan juga Ibu mertuanya.


"Sayang aku pulang dulu, jaga kesehatan dan jangan terlalu lelah." ucap Nathan sambil mencium kening Anel.Setelah itu Nathan beralih ke perut Anel."Nak jaga Mama ya, jangan nakal di dalam sana.Papa Harus pulang dulu, setelah masalah Papa selesai, papa akan menjemputmu dan Mama." ucap Nathan lagi sambil mengelus perut Anel dan menciumnya.


Tanpa terasa air mata Anel mengalir tanpa aba aba,ia sangat bahagia karna perlakuan Nathan sekarng.Tapi entah sampai kapan semua ini akan ia rasakan,karna Anel tau ia tidak bisa terus berharap.


Setelah berpamitan dengan Istri dan juga Ibu mertuanya, Nathan langsung melajukan mobilnya menuju ke arah yang berlawanan dari arah rumah nya. Malam ini Nathan sudah ada janji dengan Danu dan Fino sahabatnya.


Selang beberapa menit saja Nathan sudah tiba di sebuah Restoran mewah. Mereka sengaja bertemu di sana karna Danu sedang ada janji dengan cliennya.Nathan langsung masuk ke dalam Restoran tersebut,ia menuju ke ruangan VVIP yang sudah di pesan oleh Danu sebelumnya.

__ADS_1


Nathan Masuk ke dalam ruangan itu. Disana sudah terlihat Danu dan juga Fino sedang mengobrol.


"Heyyyy brow, Lo slalu lambat setiap kita membuat janji." ucap Fino meledek


"Kau kenapa Nat? Wajah mu tidak terlihat baik." ucap Danu saat Nathan sudah duduk di hadapan nya.


Nathan mendengus kesal, ia mengusap kasar wajah kasar, pertanda jika dia sedak tiak baik- baik saja.Danu dan juga Fino ssudah sangat mengerti akan sikap yang di tunjukan Nathan. Sahabatnya itu pasti sedang ada masalah.


"Ceritakan pada kami, tidak usah kau tutupi. Siapa tau kami bisa membantu mu." ucap Fino cepat


Nathan menghela nafasnya yang begitu berat. Setelah sedikit berfikir Nathan pun menceritakan semua kejadian yang menimpanya. Danu dan Fino menyimak dengan serius cerita dari sahabatnya itu.


"Menurut gue keputusan lo sudah benar. Tapi maaf brow gue tidak bisa membantu, karna masalah ini hanya lo yang bisa menyelesaikan." ucap Fino cepat


"Gue juga setuju." Imbuh Danu." Tapi apa lo sudah yakin dengan keputusan lo, jangan karna ada Anak dalam perut Istri lo brow. Lo pura pura mencintai Istri lo itu." ucap Danu meyakinkan Sahabatnya itu


"Gue sudah memastikan hati gue. Dan gue yakin gue memang mencintai Anel. Bukan karna ada buah cinta kami di perutnya saat ini." ucap Nathan yakin.


"Kalau begitu permasalahan lo tinggal satu yaitu Amel. Lo harus meyakinkan dia jika lo udah gak cinta lagi. Gue taku nantinya Amel bakalan nekat. Bisa aja kan." ucap Fino.


Nathan mengangguk setuju, karna belum apa-apa Amel sudah melakukan sesuatu yang menyakiti Anel tadi. Nathan tidak ingin semua terlampau jauh, dan dirinya akan menyesal di akhir cerita.


Di sela sela obrolan mereka yang sangat serius, tiba tiba handpone Nathan berbunyi. Nathan melihat sekilas nama yang tertera di layar handpone nya.Nathan langsung menjauh dari kedua sahabatnya untuk mengangkat telpon.


"Bagaimana Do?" tanya Nathan pada asistenya, saat mengangkat telpon dari Aldo.


"Saya sudah mengetahui rianciannya Tuan. Besok akan saya selesaikan." ucap Aldo dari sebrang telpon


"?"Bagus, secepatnya selesaikan." ucap Nathan cepat


"?"Baik Tuan." ucap Aldo cepat


Sambungan telpon terputus, Nathan kembali bergabung dengan para sahabat nya. Nathan,Danu dan juga Fino mengobrol hinggal lupa waktu.Sekitar pukul sebelas malam mereka baru menyudahi obrolan mereka yang panjang,mengeluarkan semua keluh kesah yang ada pada diri mereka.


Nathan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Melintasi Jalan yang sudah terlihat sangat sepi, hanya masih terlihat beberapa kendaraan yang melintas di jalan tersebut. Setengah jam kemudian mobil Nathan tiba di Kediaman Sanjaya. Nathan memarkirkan Mobilnya di dalam garasi. Setelah itu Nathan langsung masuk ke dalam rumahnya.

__ADS_1


Nathan melangkahkan kakinya, melewati ruang tamu rumahnya. Sekilas Nathan melihat seseorang yang tertidur di Sofa. Dengan penasaran Nathan mendekat ke arah sofa. Betapa terkejutnya Nathan melihat sosok yang sangat ia kenal tengah tertidur pulas di atas Sofa.


"Kenapa dia bisa ada di sini." Gumam Nathan, Ia tidak menghiraukan sosok yang tengah tertidur pulas itu. Nathan langsung saja pergi ke kamarnya. Sesampainya Nathan di Kamar ia langsung merebahkan tubuhnya yang sangat lelah. Nathan memejamkan matanya yang sudah sangat lelah. Tak butuh waktu lama Nathan akhir nya terlelap.


****


Pukul 05.35


Amel terbangun, badannya terasa sangat pegal. Dia melihat Jam yang melingkar di tangannya yang sudah menunjukan waktu hampir pagi. Amel mengerjapkan matanya, merilekkan otot otot nya yang terasa sangat kaku.


Amel bangun dan berjalan ke arah tangga, Ia naik ke lantai atas menuju kamar Nathan. Saat Amel tiba di depan pintu Nathan, ia langsung saja membuka pintu kamar Nathan, beruntungnya Amel karna pintu kamar itu tidak di kunci.


Amel masuk ke dalam kamar itu, melihat Nathan masih tidur dengan lelap. Amel berjalan mendekat ke arah ranjang berukuran besar itu dan duduk di tepi ranjang. Ia melihat lekat wajah yang sangat ia cintai.


Amel merebahkan tubuhnya di sebelah Nathan, ia tidak perduli dengan apa pun, ia tidak ingin melepaskan orang yang sangat ia cintai. Sekali pun ia harus mengorbankan persahabatannya dengan Anel.


Nathan mulai tersadar saat ia merasakan tubuhnya ada yang memeluk. Perlahan Nathan membuka matanya, melihat ke samping tempat tidur. Refleks Nathan terbangun saat melihat siapa yang tengah berbaring di sampingnya. Nathan langsung menjauh dari sosok itu.


"Kenapa kau begitu terkejut Sayang?" tanya Amel dengan senyum yang terlihat tenang.


"Apa yang kau lakukan di kamarku Mel. Keluar." ucap Nathan cepat.


"Kenapa kau menyuruhku keluar, kita ini akan menikah bukan." ucap Amel. Dia kembali memeluk Nathan.


"Kau jangan gila Mel. Lepaskan. Aku ini sudah punya Istri." ucap Nathan. Dia berusaha melepas pelukan Amel.


"Tidak, aku tidak perduli. Aku sangat mencintaimu. Dan kau tau itu Nat." ucap Amel. Dia masih belum mau melepas pelukannya.


Nathan yang geram mencoba melepas pelukan itu dengan kasar. Amel sudah tidak bisa di ajak berbicara baik-baik. Terpaksa Nathan berlaku kasar.


"Jangan bermimpi lagi Mel, aku mencintai Anel. Karna dia adalah istriku. SEKARANG KELUAR." Bentak Nathan.


.


.

__ADS_1


[Bersambung]


__ADS_2