
Setelah selesai Sarapan Amel mengajak Anel dan Fandra bermain di taman belakang.Kali ini Danu tidak bisa lolos lagi dari Fandra karna sejak selesai sarapan Fandra selalu memegang tangan Danu hingga Danu tidak bisa kema mana di buatnya.
Mereka kini tengah duduk di bawah pohon besar yang sengaja Danu Tanam untuk menyejukan Taman itu.
"Uncle",Panggil Fandra dengan senyum mengembang
"Anak ini pasti ada maunya jika wajahnya seperti itu,Batin Danu
"Keponakan Uncle sedang bermain apa?"Tanya Danu sambil duduk di sebelah Fandra
"Apa Uncle tidak bisa melihat,Fandla sedang belmain adonan tepung",Ucap Fandra tanpa mengalihkan pandangannya
Danu mengerutkan dahinya mendengar ucapan Anak sahabatnya itu."Siapa yang bilang itu adonan tepung?"Tanya Danu
"Papa yang bilang",Ucap Fandra polos
"Lalu Fandra percaya?"Tanya Danu
"Iya,Kalna Papa itu sangat pintal.Fandla ingin sekali sepelti Papa",Ucap Fandra semangat
"Hahhhhhhh",Danu menghela nafasnya berat."Sayang itu bukan adonan tepung,Nama mainan ini Plastisin",Ucap Danu memberi tau Fandra
"Benalkah,Tapi Papa bilang ini itu Adonan tepung dan Papa sendili yang membuatkannya untuk Fandla",Ucap Fandra cepat
"Apa Fandra sudah bertanya ke Mama?"Tanya Danu lagi
Fandra menggelengkan kepalanya dengan cepat."Kalau begitu Coba Fandra tanya ke Mama",Suruh Danu
__ADS_1
"Ok Uncle",Jawab Fandra lalu berlari menuju ke arah sang Mama
"Mama",Panggil Fandra saat tubuh kecilnya itu membentur tubuh sang Mama dari belakang
"Iya,Ada apa Jagoan Mama?"Tanya Anel cepat
"Mama,Fandla ingin beltanya Apakah ini Adonan tepung?"Tanya Fandra sambil menunjukan Flastisin yang ada di tangannya
Anel mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan sang Anak."Siapa yang bilang jika ini Adonan tepung?"Tanya Anel cepat
"Papa",Jawab Fandra cepat
"Buahahahahhaha",Amel tertawa saat mendengar jawaban Fandra."Suamimu itu Terlalu Nel",Ucap Amel
"Hahhhhhhh",Anel menghela Nafasnya dengan berat,Suaminya itu benar benar."Sayang,Jagoannya Mama Ini Namanya Flastisin,Bukan Adonan Tepung",Ucap Anel sambil mengelus lembut pipi sang Anak
"Tentu Saja Benar,Uncle Danu tidak mungkin berbohong Sayang Tapi Papa Fandra lah yang berbohong",Ucap Amel sambil mencubit gemas pipi gembul Fandra
"Baik Lah,Kalau begitu Fandla akan Memalahi Papa jika pulang Nanti",Ucap Fandra dengan melipat kedua tangan di dadanya lalu kembali ke Danu
"Bagaimana Jagoan Paman,Apa jawaban Mama mu?"Tanya Danu saat melihat Fandra dengan wajah kesalnya
"Aku akan memalahi Papa jika sudah pulang Nanti",Jawab Fandra yang masih kesal karna di bohongi Papanya
Danu Tertawa melihat tingkah lucu Anak sahabatnya itu."God boy,Papa memang harus di marahi karna Papa sudah berbohong,benarkan",Ucap Danu sambil mengacak rambut Fandra dengan gemas
Fandra kembali mengangguk dengan cepat Lalu menatap ke arah Danu."Uncle juga sudah berjanji akan membeli tau Fandla cala membuat Adik Deva,Sekalang Uncle Halus menepati janji Uncle",Ucap Fandra penuh semangat
__ADS_1
"Cihhhhh......Anak ini,Apa yang harus aku jelaskan,Batin Danu
"Uncle ayo,Ayo uncle cepat",Rengek Fandra sambil menarik lengan Danu yang mulai tidak sabar
Danu terlihat berfikir sejenak,Lalu ia melihat Flastisin yang di pegang oleh Fandra.Lalu Danu memutuskan untuk mengerjakan Nathan Balik."Uncle membuat Adik Deva dengan Flastisin ini Sayang",Ucap Danu cepat
"Benalkah Uncle,Bagaimana calanya?"Tanya Fandra penuh semangat
"Uncle menggunakan Flastisin yang sangat banyak,Jadi jika Fandra ingin membuat Adik seperti adik Deva Maka Fandra harus meminta di belikan Flastisin yang banyak ke Papa",Ucap Danu dengan seringai licik
"Benalkah,kalau begitu Fandla akan memintanya Nanti ke Papa,Tapi Uncle akan mengajalkan Cara membuatnya kan?"Tanya Fandra lagi
"Tentu saja Uncle Akan mengajarkannya",Jawab Danu cepat
"Yeeeeeee,Yeeeeeee",Triak Fandra senang
Hari semakin siang Amel mengajak semuanya untuk kembali masuk ke dalam rumah.Anel dan Amel menyiapkan makan Siang untuk mereka semua.Sedangkan Danu mengajak Fandra untuk beristirahat di dalam kamarnya.
*******
SEMENTARA ITU DI PRUSAHAAN SANJAYA
Siang ini Aldo tengah berada di sebuah restoran untuk membelikan makan siang untuk Nathan,Ia terlihat sedikit buru buru karna harus kembali ke apartemennya untuk melihat keadaan Malika.Aldo membayar makanan yang ia pesan lalu kembali ka Kantor untuk memberikan makanan untuk atasannya itu.
Setelah dari Kantor Aldo meminta ijin untuk kembali ke Apartemennya sebentar.Aldo melajukan Mobilnya dengan kecepatan sedang.Tak Lama kemudian Mobil Aldo tiba di depan Gedung Apartemennya.Setelah Memarkikan Mobilnya Aldo bergegas menuju ke Apartemennya.Setelah tiba di depan pintu Aldo mengeluarkan Kartu untuk membuka pintu itu.Saat pintu terbuka Aldo langsung masuk ke dalam untuk melihat keadaan Malika.
Aldo berjalan ke arah Kamar yang di tempati oleh Malika,Aldo mengetuk pintu itu berulang kali tapi sayangnya tidak ada jawaban dari dalam kamar itu.Aldo pun memberanikan diri untuk mlihat ke dalam kamar,Dan saat Aldo membuka pintu itu Aldo sangat terkejut.Ia membelalakkan Matanya saat melihat pemandangan di depannya.
__ADS_1
"Malika",Ucap Aldo Panik