
Aldo begitu terkejut mendengar ponsel nya berbunyi,hingga tanpa sadar ia mendorong Ani hingga terjatuh.
Bukkkkk
"Awww,kenapa kakak mendorong ku."Kesal Ani
"Aduhhh maaf An,aku tidak sengaja."Ucap Aldo sambil membantu Ani berdiri.
suara ponsel Aldo masih terdengar nyaring,setelah membantu Ani dengan cepat Aldo mengangkat panggilan di ponsel nya itu.
π"Ya tuan,"Ucap Aldo setelah sudah mengangkat panggilan dari ponsel nya.
"Aldo,Apa kamu masih hidup?"Tanya Nathan cepat
"Masih Tuan."Jawab Aldo cepat,Suara Nathan yang begitu tenang tapi sangat menakutkan menurut Aldo,
"Lalu jika kau masih hidup,kenapa belum sampai juga Do."Ucap Nathan masih dengan suara yang tenang
"Maaf tuan,ada sedikit masalah,15 menit lagi saya sampai tuan."Jawab Aldo lagi
Nathan langsung memutuskan panggilan di ponsel nya.Membuat Aldo semakin di buat panik,tanpa pikir panjang Aldo berlari secepat kilat meninggalkan Ani yang bingung melihat tingkah Asisten kakak iparnya itu
*RUMAH SAKIT*
Nathan begitu kesal dengan Asisten nya itu,Hampir 1jam Nathan menunggu Aldo untuk mengambil pakaian ganti untuk nya,tapi asisten nya tidak datang juga.
"Sabar mas,mungkin Aldo sekalian cari angin."Ucap Anel menenangkan sang suami.
"Malam malam begini,Buat apa dia cari angin.awas saja jika dia sampai di sini,akan aku pompa mulut nya biar penuh dengan Angin."KESAL Nathan
"Sudah lah mas,kau ini sangat pemarah."Ucap Anel lagi
Saat Nathan ingin membalas ucapan sang istri,tiba tiba pintu kamar rawat Anel terbuka,terlihat Aldo masuk dengan sedikit takut.Aldo berjalan ke arah kedua suami istri itu dengan prasaan was was.
"Maaf tuan,ini barang yang anda minta."Ucap Aldo sambil tertunduk
"Do kenapa dengan wajah mu,apa kau baru habis bertempur?"Tanya Nathan saat melihat wajah Asisten nya babak belur
"Tidak tuan,tadi saya sedang latian pencak."Jawab Aldo asal
"Sejak kapan kau ikut latihan seperti itu?"Tanya Nathan
"Baru saja Tuan,ini latihan mendadak."Jawab Aldo cepat
"Sudah Mas,cepat kamu ganti pakaian.dan kamu Aldo,obati luka di wajah mu."Ucap Anel cepat
"Ia sayang."Jawab Nathan
"Baik Nona",Ucap Aldo
Nathan melakukan perintah sang Istri,sedangkan Aldo pergi mengobati luka di wajah nya.Setelah Nathan mengganti pakaian nya,ia langsung kembali menemui sang istri.
*****
__ADS_1
Sekitar 2Hari Anel berada di rumah sakit,sekarang Anel sudah di bolehkan pulang.Selepas kepulangan Anel Nathan menjadi suami yang sangat posesif.Anel sampai di buat kesal oleh nya.seperti pagi ini,Anel baru saja selesai membersihkan tubuhnya.Ia ingin berjalan jalan ke taman belakan tapi Nathan malah melarang nya.
"Mas kenapa sih,khan dokter bilang aku harus sering jalan jalan."Ucap Anel kesal.
"Tapi mas tidak mau kamu terlalu lelah sayang."Ucap Nathan cepat
"Tidak Akan mas,lagi pula matahari pagi itu bagus,nanti keburu siang mas."Ucap Anel makin kesal.
"Baik lah,tunggu sebentar mas akan menemani kamu jalan jalan."Ucap Nathan lagi
"Bukan kah pagi ini mas ada meeting penting.Mas pergi lah.Aku bisa sendiri."Tolak Anel
"Jangan membantah,atau tidak sama sekali."Ancam Nathan
"Baik lah."Ucap Anel pasrah
*Taman Belakang*
"Mas aku lelah."Ucap Anel cepat
"Tadi kamu sangat semangat,baru juga berjalan dua langkah sudah bilang lelah."Ucap Nathan
"Apa kamu tidak senang menemani ku mas?khan aku sudah bilang jangan menemani aku,sekarang kau malah marah."Ucap Anel dengan wajah yang sedikit di tekuk
"Bukan begitu sayang.Aku tidak marah,aku hanya bilang kau sangat cepat lelah."Ucap Nathan cepat
"Sudah lah,lebih baik aku kembali saja ke kamar,kamu pergi saja ke perusahaan",Ketus Anel
"Tidak,aku ingin istirahat."Ucap Anel lalu berjalan meninggalkan Nathan
Dengan sigap Nathan mengejar langkah sang istri.sambil memebujuk Anel suapaya berhenti marah ke padanya.Tapi itu semua sia sia,Anel sekarang sudah masuk di dalam kamar dan mengunci pintu kamar itu,membuat Nathan menjadi serba salah.Dengan berat hati Nathan pun akhirnya pergi ke Perusahaan.
"PERUSAHAAN SANJAYA GRUP*
Saat ini Nathan tengah berada di dalam ruangan nya,Ia menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda karna harus menemani aang istri jalan jalan tapi berujung dengan pertengkaran.
"Tokkkk tokkk tokkk
"Masuk",Ucap Nathan cepat
"Maaf tuan,ini berkas yang di perlukan untuk meeting siang Nanti."Ucap Aldo cepat
"Do,tolong kamu gantikan saya meeting siang nanti."Ucap Nathan cepat
"Tapi tuan,Meteeng kali ini harus di tangani langsung oleh Tuan sendiri."Jawab Aldo cepat.Aldo sedikit bingung dengan tingkah atasan nya belakangan ini.
"Baik lah,Bagai mana dengan Anak cabang prusaan kita Do?"Tanya Nathan lagi
"Semua sudah kmbali Normal Tuan."Jawab Aldo cepat
"Do,apa boleh saya bertanya sesuatu."Ucap Nathan cepat
"Tentu Tuan."Jawab Aldo cepat
__ADS_1
"Do,bagaimana cara membujuk Istri yang sedang ngambek?"Tanya Nathan
"Apa Tuan sedang meledek saya,kenapa dia malh bertanya hal seperti itu."Batin Aldo
"Kenapa kamu malah melamun Do?"Tanya Nathan saat melihat Asisten nya itu malah melamun
"Ahhh ia Tuan maaf.Menurut saya Tuan belikan Nona hadiah saja."Ucap Aldo
"apa kamu yakin?"Tanya Nathan Ragu
"Biasanya seperti itu Tuan,tapi jika tuan ragu,tuan tanya saja pada Amel."Ucap Aldo lagi
"Nah,Itu lebih baik.cepat panggil Amel ke mari."Suruh Nathan cepat
Aldo pun ke luar untuk menyuruh Amel menemui Nathan.tidak lama kemudian Amel masuk ke dalam ruangan Nathan.
"Apa bakap memanggil saya?"Tanya Amel cepat
"Ia,Duduk Mel."Ucap Nathan cepat
Amel merasa bingung dengan tingkah Atasan nya itu,tidak biasa nya Nathan menyuruh nya untuk duduk.
"Mel,aku sedang bertengkar dengan istri ku."ucap Nathan melihat serius ke arah Amel
"Lalu?"Tanya Amel cepat
"Bantu aku membujuknya supaya tidak marah lagi ke pada ku."Ucap Nathan
"Jadi bapak memanggil ku hanya untuk itu saja?"Tanya Amel lagi
"Jangan terlalu banyak bertanya,Bisa atau tidak."Ucap Nathan kesal melihat expresi Asisten nya itu
"Memang apa yang bapak lakukan sampai Anel marah?"Tanya Amel lagi
"Apa itu perlu saya jelaskan juga?"Tanya Nathan balik
"Tentu saja,kalau saya tidak tau masalah bapak,bagai mana saya bisa membantu menyelesaikan masalh bapak."Ucap Amel
"Hahhhhh,baik lah."Nathan pun menceritakan kejadian pagi tadi.yng membuat nya menjadi gelisah seperti sekarang ini.
"BAHAHAHAHAHA,Amel tertawa cukup keras mendengar cerita Nathan itu.
"Kenapa Kau malah tertawa?"Tanya Nathan sambil mengerutkan dahinya.
"kau itu seorang CEO,kau bisa menghadapi masalah sebesar apa pun dalam hitungan jam,Tapi hanya menghadapi maslah yang kecil seperti ini saja kau minta bantuan ku."Ucap Amel sambil memegang perutnya yang skit karna tertawa.
"Jangan meledek ku,Kau tidak tau bagai mana ibu hamil jika sedang marah."Ucap Nathan cepat
"Hahhhhhh,baik lah,aku akan membantu mu."Ucap Amel cepat
Setelah sepakat,Amel pun keluar dari ruangan Nathan.tapi saat Amel ingin masuk ke dalam ruangan nya ada yang menarik tangan nya hingga membuat Amel berhenti.
"Aku ingin bicara dengan mu",
__ADS_1