CINTA PENGGANTI

CINTA PENGGANTI
Episode 12


__ADS_3

-Andini Pov-


Secepat ini kehidupanku berubah? pertanyaan yang masih belum bisa aku jawab sampai sekarang adalah mengapa mas Bima bisa menikahkan aku dengan adiknya dan berani memberikan aku hartanya jika terjadi apa-apa denganku. Dia juga begitu cepat mencintaiku apakah dia mempunyai rahasia dan hanya aku yang tidak mengetahuinya? aku rasa pengacara Sunan yang bisa menjawabnya tapi bagaimana aku bisa bertemu dengannya dan bertanya masalah ini? ini terlalu aneh bagiku.


*****


"Non nanti malam, bibi tidur lantai saja jika non Dini merasa sempit ditempat tidur ." Bu marni terus memperhatikan Andini yang sedang melamun duduk ditepi tempat tidur.


"Bu Marni tidur diranjang saja, biar aku yang tidur dilantai. Aku sudah terbiasa kok, nanti aku alas pakai karpet kecil. Lagian tubuhku masih kuat tidur ditempat keras hehehe." Andini membereskan pakaiannya yang akan dimasukan kedalam lemari.


Kreekkk pintu terbuka.


"Hei gadis desa! jangan katakan ini kepada pengacara Sunan. Jika sampai dia mengetahuinya kamu akan lebih menderita berada disni." Nyonya Maryam berdiri didepan pintu sambil menyilangkan kedua tangannya didadanya dan menatap sinis.


"Iya ma." Balas Andini.


"Mama? enteng banget kamu panggil aku mama? sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengakui kamu sebagai menantuku. panggil aku nyonya Maryam!" Perintah nyonya mmaryam lalu membanting pintu dengan keras.


Bu Marni mendekati Andini diatas tempat tidur, dia mengelus belakang Andini dengan pelan.


"Sabar non Dini, badai pasti berlalu."


"Aku baik-baik saja bu Marni, jangan mengkhawatirkan aku karena status kita disini sama."


"Mengapa non setuju dengan pernikahan ini? kalau non Dini merasa tersiksa non bisa minta cerai." Tanya bu Marni merasa heran dengan pernikahan Andini dengan Bisma.


"Aku juga bingung bu Marni, kenapa malam itu aku bisa menikah dengan pak Bisma. Aku hanya fokus pada mas Bima malam itu, pikiranku sangat kacau melihat Bima sedang tidak sadarkan diri didepanku. Aku masih bertanya-tanya ada apa dengan mas Bima yang menyuruhku menikah dengan Bisma, apa bu Marni mengenal mas Bima lebih dekat dan mengapa dia bisa suka kepadaku padahal banyak gadis yang lebih cantik menginginkannya?"


"Eh anu non, bibi mau kedapur dulu." Bu Marni terlihat salah tingkah didepannya saat membicarakan Bima.


"Ada apa dengan semua orang dirumah ini?" Batin Andini.


Didalam Rumah terdapat dua ART Bu marni dan bibi Lisa. Lisa masih muda hampir seumuran dengan Andini. Andini keluar kamar untuk membantu bu Marni memasak didapur.

__ADS_1


"Bu Marni hari ini biar aku yang masak makan siang, bu Marni kerjakan yang lain saja." Ujar Andini mengambil alih pisau dari tangan bu Marni.


"Tapi non?"


"Aku ikhlas bu, besok aku masuk kantor jadi nggak bisa bantu bu Marni buat masak makan siang. Saat aku dirumah biar aku yang mengurus persoalan masak-masak." Andini mulai memotong wortel dengan lihainya.


"Non, biasanya tuan Bisma setiap pagi harus dibangunkan, kamarnya harus dibersihkan dan bajunya juga harus disiapkan." Bu Marni menyelah.


"Biasanya yang lakukan semua itu siapa bu?" Andini melirik bu Marni yang sedang memainkan ujung bajunya.


"Lisa non."


"Ya sudah biarkan saja Lisa melalukannya." Balas Andini santai lalu melanjutkan mencuci beberapa sayur lain.


"Tapi tuan Bisma telah menikah dengan non Dini, jadi seharusnya non Dini yang melakukannya."


"Anggap saja aku hanya kerja dirumah ini bu. Sudahlah bu Marni tidak perlu terlalu dipikirkan, lanjutkan perkerjaan yang lain biar aku yang mengurus makan siang mereka."


"Terima kasih non." Jawab bu Marni.


"Kerja itu yang rapi jangan sok jadi nona muda dirumah ini. Tugas terbaruku adalah mengawasimu, nyonya maryam yang memerintahkan aku langsung untuk memperhatikan semua gerak gerikmu jika kamu bermalas-malasan dirumah ini. Aku hampir lupa bahwa aku akan mengurus keperluan tuan Bisma setiap hari dan kamu tidak akan pernah dianggap menjadi istrinya." Lisa bersandar didinding dengan sombongnya melihat ke arah Andini.


"Lakukan yang kamu sukai!" Jawab Andini tanpa menoleh ke arahnya.


"Ternyata kamu sombong juga ya?" Lisa mulai mendekati Andini yang tidak menghiraukannya berbicara sejak tadi.


"Jangan mendekat, aku sedang memegang pisau. Aku tidak akan takut kepada siapapun jika hidupku merasa terganggu!" Kata Andini dengan pelan tetapi masih memotong daging dengan santainya.


Lisa yang hampir berdekatan dengannya langsung mundur beberapa langkah.


"Sial! dia berani juga mengancamku!" Batin Lisa kesal.


Setelah semua masakan siap, dengan memakai celemek Andini berjalan ke meja makan untuk mengatur makan siang. Di meja makan Bisma melihatnya berjalan dengan memakai celemek dan membawa makanan dikedua tangannya. Sarah dan Bisma duduk saling berdampingan sedangkan nyonya Maryam duduk didepan mereka. Tak terlihat kehadiran tuan Sofyan suami nyonya Maryam selama dua hari ini.

__ADS_1


"Tante kelihatannya pembantu baru tente ini sangat pandai memasak, dari aromanya sudah bisa dipastikan bahwa masakannya sangat enak tapi semoga saja dia tidak memberi racun dalam masakan ini." Ucap Sarah dengan lantangnya.


"Kamu benar juga calon mantu, sudah cantik pinter lagi." Memuji Sarah. " Hei kamu cepat cicipi ini sebelum kami memakannya." Teriak nyonya Maryam.


Bisma hanya duduk bersandar dikursinya menyaksikan Andini diperlakukan semena-mena oleh mama dan pacarnya. Andini mencoba semua masakanya agar mereka puas bahwa masakannya tidak beri rajun.


"Sana pergi!" Nyonya Maryam mengibaskan tangannya mengusir Andini.


Andini menundukkan kepalnya kepada mereka lalu pergi dari situasi yang membuatnya tidak nyaman itu.


Sampai didapur Andini melepaskan celemeknya dan mengantungnya kembali.


"Mengapa aku mau diperlakukan seperti ini? ahh.. apa aku minta cerai saja? tapi bagaimana dengan orang tuaku jika mengetahui kalau pernikahanku secepat ini berakhir?" Batin Andini.


Saat dia sedang melamun Bisma datang membawa gelas ditangannya.


"Hei!" panggilnya.


"Eh iya pak?" Jawab Andini menegapkan badannya saat melihat kehadiran Bisma.


"Jangan mengatakan kepada orang dikantor jika kita sudah menikah termasuk Alex. pura-pura saja bahwa tidak terjadi apa-apa dengan kita."


"Memang tidak terjadi apa-apa diantara kita jadi untuk apa aku meu mengatakan hubunggan ini kepada orang. Boleh aku yang bertanya?" Ucap Andini.


"Silahkan." Jawab Bisma.


"Mengapa Anda mau menikah denganku?"


"Aku rasa kamu sudah tahu jawabannya!" Bisma melangkah pergi.


"Pak?" Panggil Andini dengan keras. "Aku tidak mengetahuinya." Timpalnya.


Bisma kembali berjalan ke arahnya.

__ADS_1


"Karena mama tidak ingin sepeserpun harta kakakku jatuh ditanganmu atau ditangan orang yang tidak mampu! jadi kamu mengerti mengapa aku bisa menikahimu? satu lagi kamu memelet kakakku sampai dia bisa tergila-gila denganmu hingga mau memberikan hartanya kepadamu? perempuan seperti apa kamu ini?" Ucap Bisma menatapnya dengan wajah marah.


"Aku rasa mereka tidak kembar, wajahnya saja yang mirip tapi kelakuannya sangat jauh berbeda!" Gumam Andini dalam hatinya merasa sangat marah kepada Bisma.


__ADS_2