
Dua minggu berlalu sejak kejadian itu tapi Nathan tidak kujung membuka matanya Ia masih setia dengan tidur panjangnya seakan akan itu sangat nyaman.Selama Anel mengurus Nathan di rumah sakit Anel terpaksa menitipkan Fandra kepada Ani dan juga ibunya.Anel juga tidak bisa selalu memberi Fandra Asi dan harus menggantinya dengan susu formula.
Orang tua Nathan sesekali datang menjenguk putranya dan membantu Anel mengurus Fandra,Mereka juga sangat terpukul dengan kejadian itu.Tapi mereka tau jika Menantunya jauh lebih menderita.
Anel selalu setia menunggu dan merawat suaminya itu Sesekali Anel membawa Fandra bertemu dengan Papanya karna Dokter yang menangani Nathan mengatakan mungkin itu bisa membantu kesadaran Nathan cepat kembali.
Seperti halnya hari ini Anel tengah duduk sambil memangku Fandra di depan suaminya yang masih terpejam seakan enggan membuka mata.
"Mas,Apa kau tidak mau melihat kami lagi.Kenapa Mas belum juga bangun,Apa disana lebih nyaman dan indah dari keluarga kecil kita."Ucap Anel sambil memegang tangan Nathan
"Papa",Ucap Fandra sambil tertawa senang
"Sayang,Apa kau tidak mau melihat tumbuh kembang Fandra,Kau menyelamatkan anak kita tapi kau tidak mau melihat nya tumbuh menjadi anak yang pintar",Ucap Anel.Matanya mulai menggenang,Anel sudah tidak sanggup lagi.Seakan akan beban di pundaknya semakin berat.
"Mama",Ucap Fandra sambil memegang pipi sang Mama
"Sayang,Kamu harus tetap kuat Karna mama yakin Nathan pasti sembuh",Ucap Mia yang tidak tega melihat kesedihan menantunya itu
"Aku tau Ma",Ucap Anel sambil mengusap Air matanya
"Hari ini biar Mama yang menjaga Nathan,lebih baik kamu pulang bersama Fandra ya Nak",Ucap Mia lagi
"Tidak usah Ma,Biar Anel yang menunggu Mas Nathan Mama tolong bawa Fandra pulang ya",Ucap Anel cepat
"Baik lah,tapi jika ada apa apa kamu cepat hubungi Mama dan Papa ya Nak",Ucap Mia sambil mengambil Fandra dari gendongan Anel
"Maaf selalu merepotkan Mama",Ucap Anel tertunduk
"Jangan bicara seperti itu Sayang,Kamu tidak pernah merepotkan Mama dn juga Papa Karna ini memang sudah kewajiban kami sebagai orang tua",Ucap Mia lembut
Setalah Kepergian Mama mertuanya Anel pun kembali dengan rutinitas nya sehari hari.Anel membersihn tubuh suaminya menggunakan handuk kecil.Setelah selesai membersihkan tubuh sang suami Anel lalu membacakan buku cerita untuk suaminya itu.
Tokkk tokk
Suara pintu mengalihkan pandangan Anel."Masuk",Ucap Anel cepat
__ADS_1
"Slamat Sore Nona",Ucap Aldo pada istri Atasannya itu
"Slamat sore Aldo",Ucap Anel pada asisten Suaminya itu.
Setiap Sore Aldo pasti datang untuk melihat keadaan Atasannya itu."Bagaimana Kabar Nona dan Juga Tuan Nathan?"Tanya Aldo cepat
"Aku baik Do,Kondisi mas Nathan masih sama seperti pertama",Ucap Anel menunduk sedih
"Nona Harus kuat dan sabar,saya yakin Tuan pasti akan cepat sadar",Ucap Aldo cepat."Ahhhh ya Nona ini saya bawakan makanan kesukaan Tuan dan untuk Nona juga",Ucap Aldo sambil menyerahkan sekantong makanan yang ia beli sebelum datang ke Rumah Sakit
"Trimakasih Ya Do,Ahhh ya bagaimana kondisi Malika?"Tanya Anel tiba tiba
"Kondisinya masih sama Nona",Jawab Aldo
"Aldo,Berusahalah jika kamu benar benar mencintainya",Ucap Anel sambil menatap sang suami
"Ehhhh.........Nona Bicara apa,Saya hanya kasian kepadanya",Ucap Aldo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Aku tau kau menyukainya Do,jika tidak mana mungkin kau mengurusnya dengan begitu baik",Ucap Anel dengan senyum di wajahnya
Anel langsung melihat ke arah sang suami."Apa itu benar,Aldo cepat panggil dokter Kevin",Ucap Anel cepat
Aldo segera berlari keluar untuk memanggil dokter Kevin.Tak lama Aldo kembali bersama Dokter kevin.
"Bisakah kalian menunggu di luar sebentar,Aku akan memeriksanya",Ucap Dokter Kevin
Anel dan Aldo pun keluar dari ruangan itu."Nona saya akan mberitau yang lain nya",Pamit Aldo
Anel mnunggu dengan cemas di depan pintu ruangan sang suami.Ia tidak henti hentinya mengucapkan Doa berharap Suaminya akan segera sadar.Dan tak lama kemudian Ani,Fino,Danu dan Amel pun sudah datang.
"Bagaimana Nel,benarkan Nathan sudah sadar?"Tanya Fino cepat
"Aku yakin Kak Nathan pasti bisa sembuh",Timpal Ani
"Ia Nel,Aku juga selalu mendoakan keselamatan nya",Ucap Amel
__ADS_1
"Awas saja jika dia sadar,aku akan memukul kepalanya karna sudah terlalu lama membuat kita menunggu",Ucap Danu dengan air mata menggenang
"Trimakasih semua,tapi aku belum tau apakah mas Nathan akan sadar,Dokter Kevin masih memeriksanya",Ucap Anel dngan cemas
"Kamu harus optimis ya Nel,Jangan menyerah",Ucap Amel menguatkan sahabatnya itu
Tidak lama kemudian Dokter Kevin keluar dari ruangan Nathan.Semua yang ada di sana langsung mendekati Dokter Kevin
"Bagaiman Vin?"Tanya Fino dengan cepat
"Berita Baik,Nathan sudah melewati masa kritisnya,Dia sudah sadar",Ucap Dokter Kevin ikut senang
Anel yang sudah tidak sabar langsung berlari ke dalam
"Kak tunggu",Ucap Ani saat melihat kakaknya berlari ke dalam
"Sayang biarkan saja,Berikan waktu untuk mereka",Ucap Fino
"Itu benar,Anel pasti sangat bahagia dengan ini,Lebih baik kita menunggunya disini",Timpal Amel
"Kevin,Trimakasih atas semuanya",Ucap Fino pada temannya itu
"Kau tidak perlu sungkan,bukankah ini memang pekerjaan kita sebagai seorang dokter",Ucap Kevin."Kalau begitu aku akan kembali ke ruangan ku,jika ada sesuatu panggil saja aku",Ucap Kevin lagi
SEMANTARA ITU DI DALAM RUANGAN NATHAN
Anel memeluk tubuh sang suami yang sudah tidak terpasang alat medis lagi karna kondisi Nathan sudah membaik.Anel menangis tersedu sedu di dada bidang sang suami yang mulai terlihat kurus itu
Nathan membuka matanya perlahan saat merasakan dan mendengar tangisan Anel."Sayang",Panggil Nathan yang membuat Anel mengangkat kepalanya
"Hiksss......hikssss",Tangisan Anel semakin keras saat melihat tatapan sayu sang suami
Tangan Nathan terangkat dan mengusap air mata sang istri yang kini tengah menangis pilu di hadapannya."Heeeee Jangan menangis Sayang,Ma'af kan aku yang sudah membuatmu menunggu lama Sayang",Ucap Nathan dengan senyum di wajah nya
Anel hanya diam tanpa mengucapkan kata kata,Air matanya terus mengalir tanpa henti.Anel kembali memeluk tubuh sang suami dengan isak tangis dan tubuh yang mulai bergetar.Anel sangat bahagia bisa mendengar suara sang suami yang selama dua minggu ini selalu ia rindukan.
__ADS_1