CINTA PENGGANTI

CINTA PENGGANTI
bab 43


__ADS_3

2 bulan berlalu


Sekarang dua sahabat itu menjalani hari dengan gembira. Amel kembali bekerja menjadi Asisten Nathan, sedangkan Anel juga sudah kembali bekerja lagi. Awalnya Nathan sangat keberatan dengan keputusan sang Istri karna perut Anel yang sudah semakin mebesar. Tapi Anel bisa meyakinkan suaminya itu.


Pagi ini Amel berangkat ke kantor lebih pagi, dia di tugaskan Nathan untuk menangani Kontrak kerjasama dngan prusahaan Ghenio grup milik Danu. Pagi itu Amel membawa mobil kesayangannya, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Saat Amel ingin membelokan mobilnya tiba tiba ada mobil dari arah lain dan langsung menabrak mobil depan Amel.


BRUKKKK...


Amel mengerang kesal, mobil kesayangannya di tabrak orng tak di kenal. Dengan kesal Amel keluar dari dalam Mobilnya, mengecek keadaan mobilnya. Begitu pun dengan orang yang berada di dalam mobil yang menabrak mobil Amel.


"Ehhh. apa lo gk punya mata, mobil gue lecet ini." ucap Amel kesal, saat melihat seorang laki laki tampan turun dari dalam mobil yang menabrak nya.


" Maafkan saya Nona, saya sedang buru buru." ucap laki laki itu


"Memang anda fikir saya tidak buru-buru. Tidak seharusnya anda memakai alasan itu untuk membahayakan nyawa orang lain." ucap Amel cepat


"Baiklah, saya minta maaf. Saya akan mengganti seluruh biaya perbaikan mobil Nona." ucap Pria itu lagi


"Tidak usah, lain kali pakai mata anda jika sedang mengemudi." ucap Amel ketus.


Amel masuk ke dalam mobilnya lalu melakukannya dengan cepat. Hari ini Amel merasa sangat sial. Sudah bangun kesiangan, di tabrak orang, dan pasti dia akan terlambat ke pertemuannya dengan perusahaan Ghenio.


Sementara itu Danu menatap kepergian wanita yang menurutnya manis jika sedang marah. Ya laki laki yang menabrak Amel adalah Danu. Setelah kepergian Amel, Danu juga pergi melajukan mobilnya menuju ke tempat pertemuan yang sudah di sepakati Perusahaannya dan juga perusahaan Nathan.


Danu memarkirkan mobilnya di area parkir sebuah Hotel mewah. Danu menyeritkan dahinya saat melihat mobil yang sama yang baru jasa ia tabrak.Tapi Danu sedikit mengabaikannya, Ia memilih masuk menuju ruangan yang sudah di pesan.


Danu berjalan dengan santai menuju ke ruang pertemuan, saat Danu tiba di depan ruangan itu, Ia langsung masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu.


Amel yang melihat pintu di buka langsung saja ingin memberi salam, tapi saat ia melihat siapa orang yang masuk ke dalam ruangan itu,Amel sangat terkejut.


"Kamu." tunjuk Amel ke Danu. Kenapa anda bisa ada disini." ucap Amel tak ramah


Danu tersenyum tipis, melihat expresi Amel yang masih tidak terima."Apa Nona masih belum terima.Bukankah saya sudah ingin bertanggung jawab.Tapi nona menolaknya kan, jadi urusan kita selesai." ucap Danu. Dia memang kaget, tapi ia mencoba untuk mengontrol rasa terkejutnya


"Ya_ bukan seperti itu. Saya hanya masih kesal dengan Anda." ucap Amel cepat


"Maaf, apa anda Nona Amel yang di utus oleh perusahaan Sanjaya grup?" tanya Danu untuk mengalihkan pembicaraan.


"Iya benar, darimana anda tau?" tanya Amel hera.


"Ok, perkenalkan nama saya Danu." menyodorkan tangannya." Saya perwakilan dari Perusahaan Ghenio Group." ucap Danu lagi.


"Ohhhh baik kalau begitu. Lebih baik kita mulai saja." ucap Amel mengabaikan uluran tangan Danu,ia tidak ingin berlama lama dengan pria yang ada di hadapannya sekarang ini.


Satu jam berlalu, meteeng pun berakhir. Amel lebih dulu meninggalkan Danu. Sementara Danu hanya geleng-geleng kepala melihat sikap Amel yang begitu acuh.


*******


SANJAYA GROUP


Amel sangat kesal, bahkan saat tiba di kantor Amel masih menggerutu kesal.


Anel keluar dari ruangan Nathan, saat melihat sahabatnya tengah menggerutu. Anel mencoba mendekati Amel.

__ADS_1


"Hey lo kenapa Mel?" tanya Anel duduk di depan Amel.


"Hari ini gue kesel banget." jawab Amel


"Kesel kenapa?" tanya Anel


"Giaman gak kesel, tadi ada Cowok yang nyrempet mobil gue, ya gue marah lah." jawab Amel


"Trus lo lo gak apa-apa kan, apa dia gk tanggung jawab?" tanya Anel lagi


"Ya tanggung jawab sih. Tapi gue tolak." jawab Amel


"Yah, kenapa?"


"Ya karna gue kesel."


Anel mendengus mendengar jawaban Amel." Cuma kesel doang lo nolak tanggung jawab dia gitu."


Amel mengangguk, membenarkan ucapan Anel.


"Lo masih waras kan Mel !"


"Iyalah gue masih waras."


"Gue kira lo udah gila." memutar bola matanya malas.


"Ehhhhh tapi nih ya, ternyata tu cow karyawan yang di kirim perusahaan Ghenio group tau."


"Serius "


"Terus gimana?"


"Gimana apanya?"


"Ihhhh, terus lo gimana saat tau kalau itu patner Sanjaya group?"


"Ya biasa aja, gue jutekin juga lah."


"Hadehhhh, lo itu ya. Manis dikit napa, biar kamu bisa cepet nyusul gue." ucap Anel lagi


Amel mendengus kesal. dia paling kesal kalau menyangkut masalah pernikahan. "Gue masih belum mau nikah ." ucap Amel


"Mel kalo lo kayak gini gue jadi ngerasa paling bersalah. Gue pengen lo juga bahagia kayak gue,bisa punya pasangan, menikah dan juga punya Anak. Tolong Mel jangan hukum gue dengan lo menutup diri kayak gini." ucap Anel sedih.


Amel memeluk sahabatnya itu, ia tidak tega melihat Anel selalu menyalahkan dirinya sendiri.


"Lo jangan slalu menyalahkan diri lo sendiri. Karna jodoh gue itu belum dateng. Iya kali gue nge jomblo seumur hidup gue heheheh. Kalau udah waktunya, gue pasti nikah kok." ucap Amel sambil memeluk tubuh sahabatnya itu.


Anel melepas pelukannya, ia menatap lekat sahabat yang slama ini di ajak susah dan senang bersama.


"Selalu bahagia ya Mel. Lo bakalan jadi sahabat gue slamanya." ucap Anel lagi.


"Ia sayang, udah ahhh lo lebay. Jangan sedih-sedih lagi, gak baik buat kesehatan lo yang lagu hamil kek gini." mengusap perut Anel." Ponakan tante sehat terus ya sayang." ucap Amel

__ADS_1


"Ehem, sudah selesai sedih sedihannya." ucap Nathan sambil berjalan mendekati kedua sahabat itu.


"Ehhhhh ada pak Nathan." ucap Amel cengengesan.


"Pak maaf kami jadi asyik ngobrol." ucap Anel tak enak hati terhadap suami sekaligus atasannya itu.


"Tidak masalah, tapi jika kalian terlalu sering seperti ini, saya bisa menyuruh Aldo memecat kamu." ucap Nathan mencubik gemas hidung Anel.


"Terserah bapak saja." pasrah Anel.


Nathan mengalihkan pandangannya kepada Amel." Mel, tolong bawakan saya berkas berkas yang sudah di tandatangani oleh perusahaan Genio. Dan kamu sayang, jangan terlalu lama berdiri. kembali ke ruangan kamu." ucap Nathan cepat


"Baik pak." Jawab Anel dan Amel kompak


Nathan kmbali ke rungannya. Hari ini ia sangat sibuk, bahkan pertemuan dengan Danu harus di wakilkan oleh Amel.


Tokkkk tokkk tokkkk


"Masuk." ucap Nathan


"Ini berkas yang bapak minta." ucap Amel sambil meletakan berkas di meja depan Nathan


"Bagaimana Mel, apa ada masalah dengan perusahaan Genio?" tanya Nathan cepat


"Maksud bapak bagaimana?" tanya Amel tidak mengerti


"Tadi pemimpin perusahaan Genio menelpon saya." ucap Nathan dengan wajah tegasnya


"I_tu pak, tidak ad apa apa kok, semua lancar terkendali." jawab Amel gugup


"Apa kau yakin?" tanya Nathan lagi


"Yakin pak." jawab Amel pasti, Ia tidak ingin Nathan sampai tau tentang kejadian itu.


"Tokkk tokkk tokkk


Tiba tiba ada yang mengetuk pintu ruangan Nathan,Amel mengira itu Adalah Aldo.


"Masuk." ucap Nathan cepat


Seorang laki laki tampan bertubuh Atletis dengan menggunakan setelan jas masuk ke dalam ruangan Nathan dengan gagahnya.


"Kau, kenapa kau kemari, apa kau tidak puas dengan kinerja karyawan ku?" tanya Nathan cepat saat melihat sahabatnya datang ke kantornya.


Amel kembalikan badannya, melihat siapa orang yang masuk ke dalam Rungan presdir. Saat Amel melihat siapa yang tengah duduk di sofa dengan santainya. Mata Amel membola, mulutnya terbuka saking terkejutnya.


"Nona, kau bisa masuk angin jika kau membuka mulutmu terlalu lebar." ucap Danu. saat melihat ekspresi yang di perlihatkan Amel saat melihatnya.


.


.


[Bersambung]

__ADS_1


__ADS_2